Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

THE ONLINE TEACHING-LEARNING OF MENTAL HEALTH IN A NURSING UNDERGRADUATE COURSE Maria Frani Ayu Andari Dias; Fransiska Dwi Hapsari; Yohana Gabrilinda Adang
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i2.123

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan praktik keperawatan mental dan pendidikan terjadi secara bersamaan. Perkembangan ini tidak dapat dilepaskan dari upaya berkompetisi secara adil di era globalisasi yang tidak bisa dihindari lagi. Metode pembelajaran online atau e-learning diyakini dapat memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan dosen untuk mencapai kompetensi yang diharapkan dalam praktek memberikan perawatan yang efektif, efisien dan sesuai perawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai efektivitas pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran online, yaitu Google Classroom untuk mempelajari kesehatan mental dan bahan keperawatan untuk mahasiswa keperawatan semester dua. Metode: Penelitian kualitatif ini dirancang dengan metode studi kasus untuk 41 siswa untuk menggambarkan bagaimana mengembangkan pengajaran kesehatan mental dalam program sarjana keperawatan dan bagaimana mahasiswa keperawatan bereaksi mengenai rencana atau metode ini. Hasil: Evaluasi dibagi menjadi setidaknya tiga bagian penting, yaitu 1) Pengalaman yang diperoleh Peserta didik dalam menjalankan Kuliah Online/Online Learning dengan menggunakan media Google Classroom, 2) Pesan dan Kesan serta, dan yang terakhir adalah 3) Kritik yang ditujukan untuk pembelajaran metode ini. Pengalaman yang bisa diambil dari pembelajaran ini, yaitu pengalaman yang memberikan keuntungan, termasuk didalamnya pengalaman yang memberikan pelajaran bagi peserta didik dan pengalaman yang menantang peserta didik. Pesan dan Kesan Peserta didik yaitu, setelah menjalani mata kuliah ini dengan metode, prosesnya tidak sesuai dengan yang dibayangkan. Tapi, kesulitan ini bisa diatasi dengan bimbingan dan membutuhkan cukup waktu untuk beradaptasi. Peserta didik juga menyarankan agar dosen pembimbing dapat memilih untuk kembali ke sistem pembelajaran tradisional (tatap muka) dibandingkan kuliah online yang mereka jalani. Kesimpulan : Tiga tema penting yang dapat dipelajari, terutama untuk merangsang keaktifan siswa untuk belajar dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan perawat yang kompeten, yaitu 1) Struktur formal disiplin, 2) Organisasi pengajaran perawatan kesehatan mental, 3) Evaluasi proses pengajaran keperawatan kesehatan mental.
SKRINING DAN EDUKASI PENDERITA HIPERTENSI Warjiman Warjiman; Ermeisi Er Unja; Yohana Gabrilinda; Fransiska Dwi Hapsari
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jsim.v2i1.215

Abstract

ABSTRAK Data prevalensi hipertensi tertinggi berdasarkan pengukuran pada umur ≥18 tahun menurut Provinsi pada tahun 2018, masih tetap ditempati oleh Provinsi Kalimantan Selatan. Beberapa faktor risiko yang diduga sebagai penyebab hipertensi yaitu usia, riwayat kesehatan keluarga, berat badan, pola makan, dan gaya hidup. Oleh sebab itu, pencegahan dan penanggulangan masalah hipertensi harus dimulai dengan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan perubahan pola hidup ke arah yang lebih sehat. Demi mewujudkan hal tersebut, maka perlu dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk Skrinning dan Penyuluhan tentang Hipertensi. Metode yang dilakukan oleh Tim adalah skrining awal dengan menggunakan instrumen ceklis faktor resiko dan mengukur tekanan darah serta memberikan edukasi pendidikan secara langsung dan dilengkapi dengan leaflet yang sudah disiapkan sebelumnya. Sasaran kegiatan ini adalah para penderita hipertensi yang merupakan jemaat Gereja Katedral Banjarmasin. Hasil yang dicapai adalah sebanyak 69 orang bersedia melakukan Skrining Hipertensi dan sebesar 90% peserta memahami mengenai hipertensi dan cara menjaga pola hidup sehat dirumah.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG COVID-19 BAGI KELOMPOK KHUSUS Lucia Andi Chrismilasari; Luckyta Ibna Permana; Fransiska Dwi Hapsari
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jsim.v2i2.279

Abstract

Corona Virus Disease-2019 (COVID-19) di Indonesia terus mengalami peningkatan. Semua kelompok masyarakat perlu saling membantu dalam menekan angka penyebaran COVID-19. Akan tetapi, tidak semua masyarakat mendapakan informasi secara tepat tentang COVID-19, misalnya pada kelompok masyarakat khusus seperti penyintas tunarungu. Maka dari itu, pendidikan kesehatan kepada kelompok masyarakat khusus seperti penyintas tunarungu perlu dilakukan tanpa harus mengumpulkan mereka pada 1 tempat dan waktu yang sama, yaitu dengan video edukasi tentang COVID-19 yang menampilkan bahasa isyarat sebagai cara penyampaian informasinya. Dari hasil kegiatan didapatkan hasil yaitu 1)tersampaikanya informasi tentang COVID-19 bagi masyarakat khusus penyintas tunarungu; dan 2)tersedianya video edukasi yang berisi informasi tentang COVID-19 dengan menggunakan bahasa isyarat. Video edukasi ini sangat bermanfaat bagi kelompok masyarakat khusus penyintas tunarungu untuk memahami tentang COVID-19 dan cara penularannya. Selain itu juga, video edukasi ini dapat disebarluaskan kepada seluruh masyarakat melalui media sosial guna menyebarluaskan informasi terkhusus bagi penyintas tunarungu di seluruh Indonesia. Sehingga, dapat membantu agar semua kelompok masyarakat medapatkan informasi tentang COVID-19 dan cara pencegahannya.Kata Kunci: Diabetes Melitus, Kader Kesehatan, Pelatihan
PENYULUHAN TERKAIT KENORMALAN BARU ATAU NEW NORMAL PADA MASA PANDEMI COVID-19 Teresia Ivana; Warjiman Warjiman; Fransiska Dwi Hapsari
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jsim.v2i2.280

Abstract

Virus corona merupakan virus jenis baru yang dilaporkan muncul di Wuhan pada 12 Desember 2019, kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2) dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Angka kejadian penyebaran infeksi virus terus meningkat termasuk di Indonesia. Bahkan World Health Association (WHO) menyatakan keadaan darurat dunia atas kejadian ini.Pemerintah melalui perannya terus menerus menghimbau kepada masyarakat untuk bisa menjalankan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, mengenakan masker dan mencuci tangan dikegiatan sehari-harinya. Akan tetapi, merubah kebiasaan perlu waktu yang cukup panjang akan menjadi kebiasaan baru. Salah satu yang harus mencoba menerapkan kebiasaan baru adalah mahasiswa suatu perguruan tinggi, karena jumlah dan peran mereka sangat tinggi di lingkungan masyarakat.Metode pengabdian masyarakat yang dijalankan oleh tim pengabdi adalah dengan penyuluhan kesehatan tentang New Normal pada mahasiswa/I Keperawatan STIKES Suaka Insan Banjarmasin melalui aplikasi conference yaitu Google Meet.Hasil dari pengabdian masyarakat didapatakan semua mahasiswa telah mengetahui dengan baik tujuan dari menjalani kebiasaan baru atau new normal. Dari kegiatan ini diharapkan mahasiswa dapat menjadi penyebar informasi bagi kelompok masyarakat lainnya tentang kebiasan baru atau new normal.Kata Kunci : New normal, pandemi, covid 19
Pencegahan Peningkatan Angka Kejadian Penyakit Tidak Menular Pada Remaja Melalui Program Edukasi Terintegrasi di SMAN 2 Jorong Anastasi Maratning; Margaretha Martini; Gertrudis Tutpai; Bernadetha Tri Handini; Maria Frani Ayu Andari Dias; Lanawati Lanawati; Aulia Rachman; Fransiska Dwi Hapsari; Ermeisi Er Unja
Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri Vol. 3 No. 3 (2024): Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri
Publisher : Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/sejahtera.v3i3.2486

Abstract

The phenomenon of non-communicable diseases not only affects adults but is also beginning to threaten the adolescent age group. Research shows that adolescents often do not realize that behaviors they consider normal, such as consuming sugary drinks, spending hours in front of screens, and lack of exercise, significantly contribute to the risk of NCDs later in life. This community service activity will be conducted using methods including a pre-test, lecture, group discussion, and post-test. Before the activity begins, a pre-test will be administered to the participants to assess their initial knowledge about preventing non-communicable diseases in adolescents. Following that, the lecture method will be used to educate the adolescents about the prevention of non-communicable diseases, such as hypertension, diabetes mellitus, and cholesterol, as well as their risk factors. After the lecture, a group discussion and Q&A session between the presenter and the participants will be conducted. A post-test will be administered again one week later to assess the effectiveness of the education. A significant result of this activity is the increase in students' knowledge regarding the prevention of NCDs.
EDUKASI TENTANG PENTINGNYA SKRINING DAN KONTROL RUTIN TERHADAP PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA USIA PRODUKTIF Pobas, Sally; Sary, Dewi Antika; Hapsari, Fransiska Dwi; Wuladari, Wan Karmida
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Februari 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v2i2.964

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan tantangan kesehatan global dengan angka kematian tinggi, terutama pada usia produktif. Di Indonesia, prevalensi PTM meningkat akibat gaya hidup tidak sehat, termasuk di Kota Banjarmasin dengan hipertensi sebagai PTM dominan. Skrining dan kontrol rutin menjadi strategi utama dalam pencegahan PTM. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat usia produktif terhadap deteksi dini PTM, memberikan edukasi faktor risiko, serta mendorong pemeriksaan kesehatan rutin. Metode yang digunakan meliputi wawancara faktor risiko, pemeriksaan fisik (IMT, tekanan darah, gula darah), dan edukasi kesehatan. Dari 120 responden, mayoritas berusia dewasa (79,2%). Hasil menunjukkan 27,5% mengalami hipertensi, 7,5% diabetes melitus, dan 65% memiliki faktor risiko seperti kurang aktivitas fisik, merokok, obesitas, stres, serta pola makan tidak sehat. Edukasi berdampak positif terhadap pemahaman responden mengenai deteksi dini dan gaya hidup sehat. Kesimpulan menegaskan bahwa PTM merupakan ancaman serius bagi usia produktif dengan faktor risiko yang masih tinggi. Skrining rutin dan edukasi kesehatan perlu diperkuat untuk menekan angka PTM. Pemerintah dan tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan akses layanan preventif guna meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi dampak ekonomi akibat PTM.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG HIPERTENSI MELALUI EDUKASI DI MASYARAKAT WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEKAUMAN Wulandari, Wan Karmida; Sary, Dewi Antika; Pobas, Sally; Hapsari, Fransiska Dwi
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Februari 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v2i2.965

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang memiliki prevalensi tinggi dan menjadi penyebab utama komplikasi kardiovaskular. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara rutin serta kurangnya pengetahuan tentang faktor risiko hipertensi menjadi tantangan utama dalam upaya pencegahan penyakit ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai hipertensi melalui edukasi dan pemeriksaan tekanan darah di wilayah kerja Puskesmas Pekauman. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pre-test, edukasi mengenai hipertensi, diskusi interaktif, serta post-test untuk mengevaluasi peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman masyarakat tentang hipertensi, faktor risikonya, serta langkah-langkah pencegahannya. Oleh karena itu, edukasi kesehatan perlu terus dilakukan secara berkelanjutan guna menekan angka kejadian hipertensi di masyarakat.
Pengaruh High Intensity Interval Training HIIT Zumba Terhadap Tingkat Stres dan Kualitas Tidur Wanita Pekerja Hapsari, Fransiska Dwi; Dhawo, Maria Silvana; Trifianingsih, Dyah; Aholiab, Joan Cintya Putri; Triayuni, Ester
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v10i2.1001

Abstract

Wanita pekerja rentan terhadap stress dan kualitas tidur buruk akibat gaya hidup sedentary dan tuntutan ganda. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit kronis dan menurunkan produktivitas kerja. Penelitian ini berfokus pada intervensi latihan fisik High Intensity Interval Training (HIIT):Zumba yang diiringi Musik Nusantara (Dangdut dan lagu daerah) dengan tempo 130-150 BPM sebagai solusi preventif. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji pengaruh HIIT:Zumba terhadap kualitas tidur dan Tingkat stress pada Wanita pekerja di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen one-group pretest-posttest design dengan pendekatan Preliminary Intervention Study. Sebanyak 30 wanita pekerja berusia produktif (15-64 tahun) dengan Tingkat stress sedang dan kualitas tidur buruk dipilih melalui purposive sampling. Intervensi berupa latihan HIIT: Zumba dilakukan selama 6 minggu. Kualitas tidur dan Tingkat stress diukur menggunakan kuesioner PSQI dan PSS Sebelum dan sesudah Intervensi. Data dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Intervensi menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada kualitas tidur sebelum dan sesudah HIIT: Zumba dilakukan (p = 0.013) namun sebaliknya tidak ada perbedaan yang signifikan pada Tingkat stress sebelum dan sesudah intervensi (p = 0.166), kemungkinan karena beban eksternal yang kompleks (seperti tuntutan profesional dan domestik ganda) yang tidak sepenuhnya ditangani oleh intervensi fisik saja.   Working women are vulnerable to stress and poor sleep quality due to sedentary lifestyles and the burden of dual demands (professional and domestic). This condition increases the risk of chronic disease and reduces work productivity. This study focused on the physical exercise intervention of High Intensity Interval Training (HIIT): Zumba accompanied by  Nusantara Music (Dangdut and region song) with a tempo of 130-150 BPM  as a preventive solution. This research utilized a pre-experimental one-group pretest-posttest design and is presented as a Preliminary Intervention Study. A total of 30 working women of productive age (15-64 years) with moderate stress levels and poor sleep quality were selected through purposive sampling. The intervention, which involved HIIT Zumba Exercise was conducted for six weeks. Sleep quality and stress levels were measured using the PSQI and PSS. The data was analyzed by the Wilcoxon Signed-Rank Test. The intervention showed significant differences in sleep quality before and after HIIT: Zumba was performed (p = 0.013) however there was no significant difference in stress levels before and after the intervention (p = 0.166), likely due to complex external burdens (such as dual professional and domestic demands) that were not fully addressed by the physical intervention alone.