Claim Missing Document
Check
Articles

Free & Open Indo-Pasific Sebagai Grand Strategy as Dalam Peningkatan Perekonomian PNG Venerini Gisela Wanguwesio; Triesanto Romulo Simanjuntak; Christian H J de Fretes
Jurnal Niara Vol. 17 No. 2 (2024): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v17i2.23153

Abstract

Free and Open Indo-Pasific merupakan grand strategy Amerika Serikat, yang bertujuan agar antar masyarakat dan pemerintah memiliki visi yang selaras terkait Indo-Pasifik yang sama dalam perdamaian, stabilitas, serta wilayah yang bebas dan terbuka. Penulis melihat bahwa FOIP memberikan pengaruh terhadap peningkatan perekonomian pada tahun 2022 yang disebabkan oleh hubungan bilateral antar AS-PNG. Hubungan ekonomi bilateral yang terjalin antara AS-PNG tidak hanya membantu kestabilan perekonomian PNG tetapi juga menjadi investasi bagi masa depan AS dikarenakan posisi strategis dan potensi besar yang dimiliki oleh PNG. Maka dari itu, penulis menggunakan konsep kepentingan nasional dan liberalisme. Dengan Teknik pengambilan data sekunder dan metode penelitian kualitatif, tulisan ini akan membahas bagaimana Free and Open Indo Pasific sebagai grand strategy Amerika Serikat, dapat meningkatkan stabilitas perekonomian di Papua Nugini.
Strategi Diplomasi Kemanusiaan Pemerintah Indonesia Terhadap Refugees Palestina Di Yordania Pada Tahun 2018-2022 Shane Resley Kuhuparuw; Christian H J de Fretes; Triesanto Romulo Simanjuntak
Jurnal Niara Vol. 17 No. 2 (2024): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v17i2.23159

Abstract

Konflik Israel-Palestina merupakan konflik berkepanjangan yang menjadi isu penting dalam ranah internasional. Hadirnya Indonesia sebagai eksistensi kepedulian terhadap pengungsi Palestina yang tersebar dibeberapa wilayah Timur Tengah khususnya Yordania yang menjadi negara terbanyak untuk menampung pengungsi Palestina. Penelitian ini ditulis untuk melihat bagaimana strategi diplomasi kemanusiaan Pemerintah Indonesia terhadap pengungsi Palestina yang berada di Yordania pada tahun 2018 hingga tahun 2022. Data yang telah diperoleh menujukkan bagaimana adanya dukungan penuh dari Pemerintah Indonesia terhadap Paletina. Metode yang dipakai dalam penulisan ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskripsi dan adapun teori Liberalisme yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini
Kerjasama United Nations International Children Fund’s (UNICEF) Dalam Mengatasi Child Sexual Abuse di Indonesia Tahun 2017-2019 Adhanofa, Alfadhea Ajeng Avishanic Zasha; Fretes, Christian Herman Johan de; Simanjuntak, Triesanto Romulo
Jurnal Social Science Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UNICEF plays an important role in combating sexual violence against children in Indonesia, with the number of victims increasing from 190 in 2018 to 419 in 2020. UNICEF's role is based on institutional liberalism, which suggests that the organization functions as a medium of information and negotiation opportunity. The organization collects, analyzes, shares, disseminates, and provides information from its point of view or opinion, taking into account personal and family background information and the social environment. UNICEF is working with other organizations to collect basic data on sexual violence against children in Indonesia. UNICEF has helped Indonesia develop legislation to protect children's rights, such as the Child Protection Law of 2002, which aims to address the long-term negative impacts of sexual violence on children's physical and mental health. The Birth Certificate for All program has an impact on data collection and implementation of the Child Protection Law, which can be used as public information and further develop the prevention of sexual violence against children in Indonesia.
Peel Off Face Masker from Coffee Grounds-Chitosan Agung R Gintu; Glory P. V. Fanggidae; Christian H. J de Fretes; Dhanang Puspita
Nusantara Science and Technology Proceedings 1st International Conference on Health and Medicine
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2023.3508

Abstract

Face skin is one of the sensitive skin covering the human body. For the women, face skin was an important part of care. But sometimes skin care products cause bad side effects to the skin and the body's health. Because of this, Pharmaceutical and Cosmetics research was initiated to produce the advanced materials to be applied in Cosmetics formulations. In this study, the processing of Coffee grounds became a suitable compound for skin care. The Coffee grounds were activated to increase its performance. The Coffee grounds were mixed with the Chitosan to make the Biofilm and then applied as a peel-off face, Masker. The results of antibacterial, antioxidant, and SPF protection in all treatments showed a “strong” to “very strong” activity range. Based on these results concluded that this face masker was recommended for production as a skin care product.
Upaya Pemerintah Indonesia Dalam Memberantas Human Trafficking di Nusa Tenggara Timur Pasca Pandemi Covid-19 (2021-2022) Maria Wetlin Yoanna Lumenta; Christian Herman Johan de Fretes; Wilson M. A. Therik
Jurnal Niara Vol. 17 No. 3 (2025): Januari
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v17i3.24505

Abstract

Dalam penelitian ini melihat apa upaya yang pemerintah lakukan untuk menyelesaikan kasus Human Trafficking yang terjadi di NTT setelah adanya pandemic Covid-19 yang terjadi Indonesia. Dalam penelitian ini menggunakan konsep transnasional yang Kejahatan transnasional merupakan masalah global yang terus meningkat, ditambah dengan globalisasi adalah masalah utama yang berkontribusi terhadap kejahatan transnasional. Dari sisi Indonesia, kejahatan transnasional perlu mendapat perhatian khusus mengingat letak Indonesia yang sangat strategis sehingga rentan terhadap berbagai bentuk kejahatan transnasional. Dan juga menggunakan teori liberalisme, mendorong keinginan suatu negara dalam hal ini pemerintah Indonesia dan pemerintah daerah untuk melakukan kerjasama dalam rangka memenuhi kebutuhan nasionalnya untuk melakukan Upaya memberantas human trafficking yang ada di NTT. Pengambilan data dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan. Studi kepustakaan menggunakan sumber-sumber yang berasal dari perpustakaan seperti dokumen, buku, majalah, kisah-kisah sejarah, jurnal dan lain-lain sebagai sumber informasi dan data. Studi kepustakaan juga dapat mempelajari dari berbagai referensi buku-buku maupun beberapa hasil penelitian terdahulu yang sejenis dan dapat digunakan sebagai landasan teori terkait dengan masalah yang akan diteliti.
Pemenuhan HAM Melalui Kebijakan Izin Tinggal Terpaksa Terhadap WNA Di Bali Pada 2020-2021 Hilda Dermaya Orifia; de Fretes, Christian H. J.; W. Nau, Novriest Umbu
Administraus Vol. 9 No. 1 (2025): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen
Publisher : STIA Bina Banua Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56662/administraus.v9i1.267

Abstract

This research analyzes efforts to fulfill human rights through the forced stay policy for foreign nationals in Bali during the COVID-19 pandemic in 2020-2021. The pandemic caused a significant decline in Bali's tourism sector and impacted the mobility of foreigners who were forced to stay longer due to lockdowns. The Indonesian government issued Minister of Law and Human Rights Regulation Number 8 of 2020 as a form of legal protection that provides foreigners with certainty of residence permits in forced circumstances. This study uses a classical liberalism theory approach and descriptive qualitative research method to assess the government's role in ensuring the fulfillment of human rights, both for Indonesian citizens and foreigners. The findings show that this policy is not only a form of commitment to human rights, but also reflects the government's active response in maintaining legal stability in the midst of an emergency situation. However, the implementation of this policy faces administrative challenges and inter-agency coordination, which demands increased transparency and efficiency of services.
KRISIS EKONOMI TURKI 2019-2024 STUDI KASUS : SANKSI AS DAN EROPA TERHADAP EKONOMI TURKI Angela, Tamara; De Fretes, Christian Johan; Cornelis Seba, Roberto Octavianus
Aliansi Vol 4, No 1 (2025): Aliansi : Jurnal Politik, Keamanan Dan Hubungan Internasional
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/aliansi.v4i1.63444

Abstract

Dalam penelitian ini akan dianalisis mengenai dampak dari sanksi ekonomi yang diberikan oleh Amerika Serikat dan juga Uni Eropa terhadap Turki yang akan di analisa dalam rentang waktu 2019-2024. Pendekatan kualitatif deskriptif yang disertai studi kasus akan digunakan untuk menyoroti hubungan interdependensi ekonomi antara Turki dengan kedua pihak tersebut, penelitian ini akan berfokus terhadap dampak perekonomian Turki setelah diterimanya ketiga sanksi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ketiga sanksi memiliki dampak yang sangat besar terhadap stabilitas perekonomian Turki hal ini dikarenakan negara Turki sendiri memiliki ketergantungan yang cukup kuat terhadap negara-negara tersebut sehingga penerimaan sanksi menimbulkan penurunan ekonomi yang cukup signifikan dan bahkan sempat menyebabkan inflasi tinggi hingga stagnasi ekonomi berkepanjangan. Penelitian ini menggunakan teori interdependensi ekonomi sebagai pisau analisisnya sebagai landasan untuk memperkuat bahwa ketergantungan dalam perekonomian dapat menjadi suatu titik rapuh bagi suatu negara. Penelitian ini bertujuan untuk menjadi landasan evaluatif guna mengantisipasi atau menyusun strategi penanganan permasalahan ekonomi yang lebih efektif di masa mendatang.
EFEKTIVITAS IPCR UNI EROPA DALAM MENGATASI KRISIS PANDEMI COVID-19 TAHUN 2020 Shella Apriani; de Fretes, Christian Herman Johan
BHUVANA: Journal of Global Studies Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Department of International Relations Universitas Satya Negara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59408/bjgs.v1i1.58

Abstract

This article aims to analyze the effectiveness of the European Union in overcoming the 2020 COVID-19 pandemic crisis, with a case study of the Integrated Political Crisis Response (IPCR) policy in place. This article uses a qualitative research method, namely literature study to answer the research question of this article. Arild Underdal's regime effectiveness approach was then used to analyze the effectiveness of the EU in responding to the crisis caused by the COVID-19 pandemic through the IPCR policy, using three variables, namely dependent, independent, and regime effectiveness. This study explains that the EU's IPCR policy was not effective enough to overcome the COVID- 19 crisis in 2020 because it was faced with the national policies of member countries. Their policies posed challenges to the coordination and integration of the EU. The increase in the number of COVID-19 cases was also a new challenge in the mechanism offered by the IPCR because all member countries imposed regional restriction policies.
Studi Pengakuan dan Perlindungan Hak atas Tanah Masyarakat Adat Lamaholot dari Perspektif Hubungan Internasional Suratena, Lidya; H.J de Fretes, Christian; Ismoyo, Petsy Jessy
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Juni–Juli 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i2.1093

Abstract

Penelitian ini membahas terkait perjuangan masyarakat adat Lamaholot dalam melindungi hak atas tanah dan budaya mereka melalui perspektif hubungan internasional. Menggunakan teori konstruktivisme oleh Alexander Wendt dan Indigenous Paradigm sebagai landasan analisis, penelitian ini menyoroti bahwa pengakuan dan perlindungan hak-hak masyarakat adat terkhususnya Lamaholot  tidak hanya dipengaruhi oleh aspek hukum, tetapi juga oleh konstruksi sosial, nilai-nilai budaya dan norma internasional yang berkembang. Teori konstruktivisme menekankan bahwa identitas dan kepentingan masyarakat adat Lamaholot dibentuk melalui proses sosial dan interaksi dengan norma global, sementara Indigenous paradigm menegaskan pentingnya pengakuan kolektif, spritualitas serta hubungan hostolik antara manusia dan alam.  Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, teknik pengumpulan data meliputi wawancara, dokumen resmi dan sumber-sumber sekunder yang relevan. Studi ini menemukan bahwa meskipun terdapat pengakuan secara konstitusional dan internasional, implementasi perlindungan hak masyarakat adat di Indonesia masih menghadapi tantangan akibat kebijakan yang top-down dan minimnya partisipasi masyarakat adat. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kebijakan yang lebih inklusif dan berkeadilan, dengan melibatkan masyarakat adat secara aktif dalam pengambilan keputusan, demi menjaga keberlanjutan identitas budaya dan hak atas tanah masyarakat Lamaholot di tengah tekanan globalisasi dan eksploitasi sumber daya alam.
Peran Advokasi Amnesty International terhadap Pelanggaran Kebebasan Berekspresi : PSN Rempang Eco City Yosafat, Intan Mutiara; H.J de Fretes, Christian; Ismoyo, Petsy Jessy
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Juni–Juli 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i2.1098

Abstract

Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City oleh pemerintah Indonesia telah menimbulkan konflik terkait pelanggaran hak atas kebebasan berekspresi. Penolakan masyarakat terhadap relokasi paksa tersebut direspons dengan tindakan kekerasan oleh aparat kepolisian Indonesia termasuk intimidasi. Aparat kepolisian juga melakukan penangkapan dan melemparkan gas air mata kepada para pendemo. Amnesty International memiliki peran untuk mengadvokasi hak asasi manusia dengan mengangkat isu pelanggaran kebebasan berekspresi tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk advokasi yang dilakukan Amnesty International dalam menanggapi kasus Rempang. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis data sekunder dari laporan resmi dan media. Upaya advokasi ini menunjukkan pentingnya peran aktor non-negara dalam memperjuangkan hak-hak sipil.
Co-Authors Adhanofa, Alfadhea Ajeng Avishanic Zasha Agung R Gintu Aldo Sausele Amelia Oktavia Martins Angela, Tamara Angelica Margaret Sitorus Anityo, Alliva Saudia Asenda Mathius Auria Rizqi Amelia Bagaskara Ari Pamungkas Chikitta Carnelian Dhanang Puspita Dina, Sopia Elly Esra Kudubun Febby Diah Papalangi Feneshia Judhit Judanti Ferdy Karel Soukotta Firnanda Haumahu, Jessica Giorgio Hans Susanto Glory P. V. Fanggidae Gratia Emmanuel Methusala Hilda Dermaya Orifia Hutahaean, Juan Carlos Christfandy Indra Wisnu Wibisono Intan Mutiara Yosafat Irene Iriani Pah Ivan Asbri Aplugi Jeremy Resa Rumate Joanike Cornelia Leo Rohi Juan Carlos Christfandy Hutahaean Larasati, Verena Lintang Lidya Suratena Luckas Gredenggo, Rainner Maria Natalia Syalomita A. Rahanubun Maria Wetlin Yoanna Lumenta Megawati Hamdani Ba'ka Nadia M Lobangpali Nobelis, Madeline Kineta Novriest Umbu Walangara Nau Pangalila, Fredericko Constantijn Yossia Yerromio Patrisia Tahe, Sinta Pesulima, Eunike Petsy Jessy Ismoyo Putri Hergianasari R. M. Suryo Sakti Hadiwijoyo Rafael Imanuel Muliawan Rainner Luckas Gredenggo Rani Mardhika Rizqi Amelia, Auria Roberto Oktavianus Cornelis Seba Rosa Ardika Putri Rovino Maluegha Royke Roberth Siahainenia Salma Dhiacintia Salsabila Shane Resley Kuhuparuw Shella Apriani Sherin Natasya Priscilla Sih Natalia Sukmi Sri Suwartiningsih Supit, Allesandro Juventy Esatoroan Suratena, Lidya Syaloomita Jessica Inrizky Chairudin Tairas, Joshua Alexander Nelson Tesalonika Fransko Wungkana Triesanto Romulo Simanjuntak Venerini Gisela Wanguwesio Verena Lintang Larasati Vina Benita Laksono Wilson M. A. Therik Yemima Oholibama Wibowo Yosafat, Intan Mutiara Yosua D. Prasetyo