Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Analisis Kapasitas Daya Dukung Pondasi Tiang Pancang: Studi Kasus Proyek Pembangunan PLTU Sampit 2x25 MW Akhmad Gazali
Buletin Profesi Insinyur Vol 2, No 3 (2019): Edisi Khusus: Prosiding Seminar Nasional Keinsinyuran 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bpi.v2i3.57

Abstract

Setiap konstuksi bangunan sipil harus mempunyai pondasi yang dapat mendukung beban yang bekerja padanya. Pondasi adalah bangunan bawah tanah (sub structure) dari suatu konstruksi yang merupakan bagian penting untuk meneruskan beban konstruksi di atasnya (upper structure) dan beban lainnya seperti gempa, angin dan lainnya ke lapisan tanah keras. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kapasitas daya dukung aksial pondasi tiang tunggal secara analitis dan pembebanan aksial maksimum yang diterima pondasi, sehingga diperoleh nilai faktor keamanan pondasi tiang. Pada Proyek Pembangunan PLTU Sampit 2×25 MW, nilai pembebanan aksial maksimum dihitung menggunakan Metode Elemen Hingga dan perhitungan daya dukung aksial dengan Metode Mayerhoff. Selanjutnya kedua nilai tersebut dibandingkan untuk memperoleh nilai Faktor Keamanan (FK) pondasi tiang. Berdasarkan hasil analisis menggunakan Metode Elemen Hingga diperoleh nilai pembebanan aksial maksimum sebesar 31,349 ton, sedangkan hasil perhitungan daya dukung ultimit tiang berdasarkan data SPT pada titik BH 33 kedalaman 24 meter adalah 99,300 ton. Dari hasil kedua analisis tersebut dapat diperoleh nilai FK pondasi tiang sebesar 3,17 (>FKizin 3,0) dan pondasi tiang tunggal tersebut dapat disimpulkan aman menahan pembebanan aksial.Kata kunci : Kapasitas Daya Dukung, Tiang Pancang, Metode Elemen Hingga
Comparison of Phytoremediation and Filtration for Diamond-mine-tailings Water Treatment Noor, M. Hafidhuddin; Rahman, Mijani; Gazali, Akhmad; Kania, Nia; Rahma, Aulia; Rampun, Erdina L.A.; Pratiwi, Amalia E.; Elma, Muthia
Makara Journal of Technology Vol. 24, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The water pollution caused by diamond mine activities can kill aquatic life. In this work, we used phytoremediation and filtration to treat pond water polluted by the tailings of a diamond mine located in South Kalimantan, Indonesia. Einchhornia crassipes (water hyacinth) was utilized as the biomass for the phytoremediation process. Gravel (10–15 mm) and sand (0.1–1 mm) were used as filter media in the simple filtration setup, using an up-flow system (bottom to top). In the experiment, 16 L of diamond tailing water was poured into five phytoremediation reactors (each 60 L in volume), which were then tested over seven days. A pretreatment analysis of the tailings water showed that its biochemical oxygen demand (BOD) of 8.9 mg L−1 and chemical oxygen demand (COD) of 22 mg L−1 exceeded the national maximum standards of 2 mg L−1 and 10 mg L−1, respectively. The experimental results demonstrate that both phytoremediation and filtration could increase the dissolved oxygen concentration (4.7 mg.L−1) and reduce the BOD (3.2 mg.L−1), COD (6.5 mg.L−1), Fe (0.6 mg.L−1), Mn (0.16 mg.L−1), and ammonia (0.63 mg.L−1) concentrations from those measured in the raw diamond-mine-tailings water. The phytoremediation performance was better than that of filtration. The COD values were successfully reduced to the permissible limit, although the other parameters still failed to meet the government water quality regulation requirements.
TINJAUAN KESEIMBANGAN NERACA AIR (WATER BALANCE) DI KOLAM RANTAU BARU KABUPATEN TAPIN Akhmad Gazali
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA Vol. 1 No. 02 (2016): Jurnal Penelitian TRANSUKMA
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.345 KB)

Abstract

Kolam Rantau Baru merupakan waduk berukuran mikro dibangun untuk menampung kelebihan air hujan dan aliran permukaan di musim hujan. Air yang ditampung tersebut selanjutnya digunakan sebagai sumber irigasi suplementer untuk budidaya komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi di musim kemarau atau di saat curah hujan tidak memenuhi kebutuhan irigasi dengan syarat selalu menjaga ketersediaan air di kolam sepanjang tahun khususnya pada musim kemarau. Studi ini bertujuan untuk mengetahui keseimbangan neraca air di Kolam Rantau Baru berdasarkan nilai perbandingan antara ketersediaan air dan kebutuhan air. Dalam penulisan ini dilakukan analisis hidrologi yang terdiri dari analisis evapotranspirasi, analisis ketersediaan air, analisis debit andalan, analisis kebutuhan air irigasi di hilir Kolam Rantau Baru dan analisis neraca air di Kolam Rantau Baru. Metode yang dipakai untuk menganalisis ketersediaan air adalah dengan metode NRECA, dimana metode ini mensimulasikan keseimbangan air bulanan pada suatu daerah pengaliran sungai tertentu yang ditunjukkan untuk menghitung total limpasan dengan menggunakan hujan bulanan, evapotranspirasi dan kelembaban tanah. Disimpulkan bahwa ketersediaan air Sungai Salak pada kondisi debit andalan (Q80%), debit paling rendah pada bulan Mei, Juni, Juli, Agustus dan September sebesar 0,000 m3/detik (volume air 0,000 m3) dan paling tinggi 0,287 m3/detik (volume air 0,767 juta m3) pada bulan Januari. Ketersediaan air di Kolam Rantau Baru totalnya sebesar 2,712 juta m3/tahun. Adapun kebutuhan air irigasi di hilir Kolam Rantau Baru totalnya sebesar 0,689 juta m3/tahun. Dari hasil studi ini, secara umum kondisi keseimbangan neraca air di Kolam Rantau Baru dalam kondisi terpenuhi, kecuali pada bulan Mei dan Juni mengalami kegagalan. Pilihan yang bisa dipertimbangkan untuk menanggulangi masalah ini, yaitu melakukan modifikasi dalam pola tanam.
ANALISIS STABILITAS LERENG DAN PENANGGULANGAN KELONGSORAN LERENG PADA RUAS JALAN ABDUL AZIS KARIAS (PASAR AMUNTAI), KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Akhmad Gazali
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA Vol. 2 No. 1 (2016): Jurnal Penelitian TRANSUKMA
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.15 KB)

Abstract

Tanah longsor merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi pada saat musim hujan. Seperti pada jalan di sekitar pasar Amuntai (Jl. Abdul Azis Karias), yang merupakan jalan lintas yang selalu dilalui ban- yak kendaraan. Hal ini terjadi karena peningkatan tekanan air pori pada lereng, yang kemudian mengakibat- kan penurunan kuat geser tanah (c) dan sudut geser dalam (φ). Dalam penelitian ini menguraikan tentang perencanaan turap baja sebagai konstruksi penahan longsor pada lereng sungai Nagara Kabupaten Hulu Sungai Utara. Memperhatikan kondisi lereng yang secara berangsur-angsur mengalami kelongsoran, dimana terjadinya kelongsoran tersebut dapat membahayakan keselamatan masyarakat di sekitar jalan pasar Amuntai (Jl.Abdul Azis Karias). Menurut penyelidikan tanah yang dilakukan pada daerah tersebut didominasi oleh jenis tanah lempung, dan kedalaman tanah keras mencapai 37,8 meter. Tujuan dari perencanaan ini adalah untuk mendapatkan rancangan konstruksi yang aman yang dapat digunakan untuk mengatasi kelongsoran. Perencanaan ini dimulai dengan pengumpulan data-data penyelidikan tanah pada lokasi setempat. Pengolahan data tanah dilakukan di lapangan dan laboratorium, kemudian dilakukan analisa stabilitas lereng dengan menggunakan metode Alan.W.Bishop. Untuk menentukan tekanan tanah aktif dan pasif digunakan metode Rankine dan untuk gaya lateral tiang pancang menggunakan metode Broms. Hasil analisa perhitungan menunjukkan bahwa lereng mengalami keruntuhan, sehingga perlu dilakukan perencanaan konstruksi yang aman. Dari hasil perencanaan didapat desain konstruksi berupa turap baja bentuk kotak jenis FSP VIL (Profil A dan B), dengan panjang total 22 meter dari permukaan tanah dengan lebar 50 cm. Untuk menahan gaya jangkar sepanjang 17 meter dengan diameter jangkar sebesar 3 cm didukung oleh tiang pancang baja profil A dan B yaitu FSP VIL dengan kedalaman pemancangan 17 meter. Dan untuk menahan gaya lateral pada turap baja didesain juga dimensi gording CNP-26.
ANALISA PENYEBAB KECELAKAAN LALU LINTAS JALAN A. YANI KM. 06 SAMPAI BANDARA SYAMSUDIN NOOR Muhammad Gunawan Perdana; Akhmad Gazali
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA Vol. 2 No. 2 (2017): Jurnal Penelitian TRANSUKMA
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.629 KB)

Abstract

Ruas jalan Banjarmasin - Banjarbaru mulai Km.06 Banjarmasin sampai Bandara Syamsudin Noor merupakan sigmen jalan utama di Provinsi Kalimantan Selatan, terjadi suatu kecelakaan memang tidak kita kehendaki namun dalam istilah untung tidak bisa kita raih dan rugi tidak bisa kita tolak, tetapi manusia disuruh berusaha untuk meraih untung dan mencegah rugi. Kecelakaan adalah merupakan suatu kerugian baik berupa harta dan jiwa juga penderitaan yang lama bisa terjadi cacat dalam raga manusia. Menganalisa penyebab dari kecelakaan lalu lintas adalah sebuah usaha yang harusluhur dan mulia karena kita akan dapat mengetahui sebab dari terjadinya suatu kecelakaan tersebut, pada ruas jalan A. Yani Km.06 Banjarmasin sampai Bandara Syamsudin Noor ditemukan beberapa titik rawan kecelakaan yang antara lain pada pusat keramaian atau pasar seperti di Km.07.00 – Km.07.850 Kertak Hanyar, Km.13.800 – Km.14.600 Gambut dan Km.23.600 – Km.23.900 Landasan Ulin. Pada geometrik jalan tertentu yaitu tikungan dan persimpangan yaitu pada Km.16.800 – Km.17.150 dan Km.19.700 – Km.20.500 juga pada kegiatan tertentu yang melibatkan kendaraan bermanover seperti pada jembatan timbang Km.18.800 – Km.19.600, titik rawan lalu lintas lain yaitu pada lingkungan pemukiman padat penduduk di sini menyebabkan konsentrasi pejalan kaki (Pedestrian) volumenya cukup tinggi seperti di titik Km.17.800 – Km.17.900, Km 11.00 – Km.11.150 dan Km.18.300 – Km.18.400. Tercatat banyak merugikan harta dan kehilangan jiwa dan cacat tubuh seumur hidup, faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan antara lain: kecepatan yang melampaui batas, kelelahan pengemudi/mengantuk, perilaku yang menyimpang/ugal-ugalan dan tidak terampil (walau punya SIM) serta tidak punya SIM.
Pengaruh Penambahan Semen Dan Matos Terhadap Nilai CBR Laboratorium Dalam Stabilisasi Tanah Lunak Gambut Kabupaten Barito Kuala Akhmad Gazali; Robiatul Adawiyah; Rina Rupida
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 8 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/rb.v8i2.1535

Abstract

Stabilisasi tanah adalah upaya yang dilakukan untuk memperbaiki sifat-sifat asal tanah. Salah satu cara stabilisasi tanah yaitu dengan penambahan zat aditif berupa semen dan matos. Tujuan dari penelitian ini untuk membandingkan nilai CBR Tanah Lunak Gambut Kabupaten Barito Kuala sebelum dan sesudah distabilisasi dengan semen dan matos. Pengujian terdiri atas pengujian sifat fisik dan sifat mekanis tanah. Pengujian sifat fisik: berat jenis, batas-batas atterberg, hidrometer dan analisa saringan. Pengujian mekanis: pemadatan dan CBR Laboratorium. Proporsi campuran semen yang digunakan adalah 5%, 10% dan 15%, sedangkan proporsi campuran matos adalah masing-masing 1% setiap variasi dengan waktu pemeraman 0 hari, 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari. Dari hasil penelitian CBR Laboratorium sebesar 4,200% pada titik lokasi 1 dan 3,800% pada titik lokasi 2. Nilai CBR maksimum diproleh pada penambahan semen 15% dan matos 1% dengan masa pemeraman 28 hari yaitu dari 4,200% menjadi 43,500% pada titik lokasi 1 dan 3,800% menjadi 41,500% pada titik lokasi 2.
STABILISASI TANAH GAMBUT MENGGUNAKAN PENAMBAHAN KAPUR DAN ABU SEKAM PADI DITINJAU TERHADAP NILAI KUAT TEKAN DAN KUAT GESER (STUDI KASUS: KECAMATAN SUNGAI TABUK, KABUPATEN BANJAR, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN) Akhmad Gazali; Robiatul Adawiyah; Muhammad Gunawan Perdana; Hairunisa Hairunisa; Ahmad Azhari Yuanda
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2022): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember 2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v5i2.9487

Abstract

Pembangunan konstruksi di atas tanah gambut sering menimbulkan berbagai masalah sehingga memerlukan perhatian khusus dalam analisis daya dukungnya. salah satu alternatif yang digunakan untuk memperbaiki daya dukung dan kualitas tanah ialah dengan stabilisasi. Stabilisasi merupakan usaha dalam memperbaiki sifat fisik dan mekanik tanah, yaitu dengan penambahan zar aditif berupa kapur dan abu sekam padi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai kuat tekan dan kuat geser tanah gambut sebelum dan sesudah distabilisasi menggunakan kapur dan abu sekam padi serta pengaruh variasi waktu pemeraman terhadap nilai kuat tekan dan kuat geser. Penambahan kapur 10%, dan abu sekam padi 5%, 10%, 15%, dengan waktu pemeraman 0 hari, 4 hari, dan 7 hari. Tanah diambil dari Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Nilai kuat tekan bebas tertinggi terjadi pada campuran kapur 10% + abu sekam padi 15% dalam waktu pemeraman 7 hari pada titik 1 sebesar 1,786 kg/cm2 dan pada titik 2 sebesar 1,990 kg/cm2, sedangkan nilai kohesi tertinggi terjadi pada kadar campuran kapur 10% + sekam 15% dalam waktu pemeraman 7 hari sebesar 0,39 pada titik1 dan 0,35 pada titik 2, serta nilai sudut geser pada titik 1 sebesar 63,2o dan titik 2 sebesar 60,0o.
Pengaruh Penambahan Kapur Tohor dan Matos terhadap Nilai CBR Laboratorium dalam Stabilisasi Tanah Lempung Kecamatan Bati Bati Kabupaten Tanah Laut Akhmad Gazali; Eka Purnamasari; Agung Edi Febrianto
Buletin Profesi Insinyur Vol 6, No 2 (2023): Edisi Khusus: Prosiding Seminar Nasional IX Teknik Sipil 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bpi.v6i2.197

Abstract

Penelitian ini berlokasi di Desa Bentok Darat Kecamatan Bati Bati Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan, secara umum memiliki jenis tanah lempung. Tanah lempung akan bersifat lengket (kohesif) dan sangat lunak saat kadar air tinggi, sehingga menyebabkan perubahan volume yang besar dan menyebabkan tanah mengalami kembang susut dalam jangka waktu yang relatif cepat sehingga perlu dilakukan stabilisasi tanah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui sifat fisik tanah dan pengaruh stabilisasi tanah menggunakan campuran zat aditif kapur dan matos sesuai rencana variasi serta untuk mendapatkan nilai CBR Laboratorium yang optimal dalam kondisi direndam (soaked) selama 4 hari dan kondisi tanpa direndam (unsoaked),  diperam 4 hari, 7 hari, 14 hari dan 28 hari. Sampel tanah yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 2 (dua) titik yang jaraknya hanya sekitar 50-100 meter. Adapun variasi campuran  zat aditif kapur  adalah 5%, 15% dan 25% serta tambahan matos 1%. Berdasarkan hasil uji didapat nilai tertinggi kondisi unsoaked dengan campuran kapur 25% dan matos 1% selama 28 hari diperoleh nilai CBR sebesar 32,6% (titik 1) dan 31% (titik 2) sedangkan pada kondisi soaked dengan campuran kapur 25% dan matos 1% diperoleh nilai CBR sebesar 13,5% (titik 1) dan 12,4% (titik 2). Kata kunci: Stabilisasi Tanah, Kapur, Matos, CBR Laboratorium, Kecamatan Bati bati
Tinjauan Aspek Tanah Dalam Pengelolaan Daerah Rawa Pasang Surut Di Kalimantan Selatan Akhmad Gazali; Fathurrahman Fathurrahman
SPECTA Journal of Technology Vol. 3 No. 1 (2019): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.413 KB) | DOI: 10.35718/specta.v3i1.113

Abstract

Lahan rawa merupakan lahan yang potensial digunakan untuk usaha pertanian, kehutanan dan konservasi sumber air. Para pakar berbeda pendapat mengenai luas lahan rawa di Indonesia. Perkiraan luas lahan rawa ada yang menafsirkan 34 juta hektar, ada juga yang menafsirkan 39,5 juta hektar.Berdasarkan proses pembentukannya, rawa dibedakan menjadi rawa dalam/lebak dan rawa pasang surut. Rawa pasang surut cenderung lebih banyak dikembangkan mengingat proses reklamasi berjalan lebih cepat. Berdasarkan perkiraan bahwa rerata jangkauan pengaruh pasang surut yang 100 km dari muara sungai besar, maka luas lahan yang berpotensi menjadi lahan pasang surut adalah sekitar 25-30 juta hektar. Lahan pasang surut ini umumnya terdapat di pantai-pantai Kalimantan, Sumatera dan Irian Jaya.Sistem reklamasi yang pernah dan masih dilakukan khususnya di Kalimantan Selatan tergantung kondisi tanah dan airnya, ada beberapa kondisi tanah rawa antara lain tanah rawa potensial, sulfat masam dan gambut. Proses reklamasi terus berkembang dengan telah diketemukannya kisaran komposisi senyawa organik dan sifat kimia tanah gambut pada berbagai kedalaman. Diakui terdapat berbagai kendala seperti fisik tanah, kimia tanah danbeberapa kendala lainnya, namun prospek pengelolaan tanah gambut cukup baik untuk tanaman budidaya. Hasil penelitian dan pengalaman menunjukkan bahwa dengan pengelolaan yang tepat dapat diperoleh produktivitas yang cukup tinggi pada tanah gambut.
STABILISASI TANAH LEMPUNG MENGGUNAKAN CAMPURAN ABU SEKAM PADI DAN SEMEN DI TINJAU TERHADAP NILAI CBR DI KECAMATAN MARABAHAN KABUPATEN BARITO KUALA Robiatul Adawiyah; Haris Haris; Akhmad Gazali; Eliatun Eliatun
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2023): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v6i1.11648

Abstract

Tanah merupakan bahan yang penting untuk diperhatikan dalam membangun suatu kontruksi. Salah satu jenis tanah bermasalah yang umum ditemui di Indonesia adalah tanah lempung. Selain tanah dengan daya dukung yang rendah, tanah lempung juga memiliki sifat kembang susut yang besar serta plastisitas yang tinggi. Tanah dasar di Kecamatan Ulu Benteng, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan. Perlu dilakukan analisa lebih lanjut karena terindikasi tanah lempung Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan terhadap sifat-sifat tanah lempung. Upaya perbaikan tanah yang bisa dilakukan yaitu menggunakan cara stabilisasi tanah dengan komposisi campuran abu sekam padi dan semen 10% 15% dan 20% dengan perbandingan 1:1 terhadap berat sampel. Pengujian dalam penelitian ini meliputi sifat fisik, pemadatan standar, pengujian CBR tanpa rendaman dengan pemeraman 0, 4, 7, 14, 28 hari dan CBR Rendaman 4 hari. Hasil pengujian CBR tertinggi dari tanah campuran dengan presentasi 20% adalah sebesar 19% pada titik 1 dan 20% pada titik 2. Nilai CBR tersebut mengalami presentasi kenaikan 295% pada titik 1 dan dan 300% pada titik 2 dari nilai CBR tanah asli. Dari hasil terbsebut menunjukan bahwa penambahan abu sekam padi dan semen mampu memperbaiki nilai daya dukung tanah lempung.