Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PEMIKIRAN REAKTIF TENTANG HUKUM POLIGAMI DALAM AL-QUR'AN (Pemikiran Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah) Norcahyono Norcahyono
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 15, No 2 (2016)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v15i2.886

Abstract

This research is motivated by the attitude of some people who are pros and cons toward the law of polygamy in the Qur'an. The researcher found that these two attitudes seem to counter to each other and mutually apathy. The pro-people tend to ease the poligamy and ignore its purpose, whereas, the cons reject the practice of polygamy under the excuse of being not ready. This research is conducted to answer to the pros and cons using the thoughts of Quraish Shihab as a mufassir and a Muslim scholars. This research is expected to be able provide a full understanding of polygamy in the Qur'an. This is a literature study. The research object is the reactive thoughts of Quraish Shihab and the source is Tafsir al-Mishbah. From this research it can be seen that, polygamy offered in the Qur'an does not mean without limits, terms, and purpose. Likewise, The Quran does not ban poligamy if it is as an emergency solution to a particular case, and only those who have the knowledge and capability are allowed to do poligamy.
KETERLIBATAN PEREMPUAN MENCARI NAFKAH KELUARGA DALAM AL-QUR'AN Norcahyono Norcahyono
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 14, No 2 (2015)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v14i2.660

Abstract

This research is motivated by the different opinions among Islamic thinkers about the womens involment in making a living for the family. In this research, the author attempts to reveal the thoughts of Quraish Shihab in Tafsir Al-Mishbah on the verses used as the argument of Islamic thinkers on whether or not women are allowed to earn a living for the family . The method used is analytical description with hermeneutical interpretation approach. This research found that according to the Quraish Shihab, the responsibility for the fulfillment of living in a family charged to men for several reasons, but women were allowed to engage in it for several conditions.
PROBLEMATIKA SOSIAL PENERAPAN HUKUM ISLAM DI INDONESIA Norcahyono Norcahyono
JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) Vol 18, No 1 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.221 KB) | DOI: 10.31958/juris.v18i1.1399

Abstract

The application of Islamic law in Indonesia has experienced obstacles since the entry of Western law into Indonesia. So that legal theories were born in response to friction between Western law with Islamic law. Receptie theory emerged as a Dutch strategy for corner and reduce Islamic law in Indonesia. Then, the coming of the theory of Receptie Exit law and Receptio a Contrario legal theory as symbols of resistance to prove that Islamic law still exists in Indonesia. There are two social problems which has a big influence on the application of Islamic law in Indonesia; First: the entry of Western law into Indonesia which intersects with Customary law. Second: Political and cultural influences of the community. In sociological reviews, Islamic law is difficult to be applied in Indonesia, because Islamic law is existed in the area of Religion to territory of the country.
BIMBINGAN AGAMA TERHADAP ANGGOTA POLISI YANG MENGAJUKAN PERCERAIAN DI WILAYAH KEPOLISIAN RESOR BARITO UTARA Noor, Rocky Zulian; Norcahyono, Norcahyono; Ariyadi, Ariyadi
Teaching and Learning Journal of Mandalika (Teacher) e- ISSN 2721-9666 Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Nomor 9 tahun 2010 tentang Tata Cara Pengajuan Perkawinan, Perceraian dan Rujuk bagi Anggota Polri di atur bahwa anggota Polri yang ingin mengajukan gugat cerai harus ada ijin tertulis dari pejabat yang berwenang (atasanya), Pada Pasal 19 Perkapolri Nomor 9 Tahun 2010 dinyatakan bahwa setiap pegawai negeri pada polri yang akan melaksanakan perceraian wajib mengajukan surat permohonan ijin cerai kepada Kasatker (Kepala Satuan Kerja). Proses perceraian untuk kalangan kepolisian cukup banyak, sebab proses yang mereka lalui Seperti mediasi, dan Bimbigan Agama. jika belum juga menemukan titik terang maka mediasi dan Bimbingan Agama dilakukan lagi dengan melakukan sidang dan menghadirkan beberapa pihak yang terkait seperti ketua bidang Sumber Daya Manusia, Pengurus Daerah (PD) Bayangkari Poldasu, bidang Poldasu, bidang psikologi dan bidang rohaniawan untuk menunggu hasil sidang untuk dikeluarkan surat perceraian. Dalam penelitian ini rumusan masalah yaitu apa faktor penyebab perceraian dan Apa saja hambatan dan upaya pembimbing agama dalam mengatasi permasalahan pengajuan perceraian serta bagaimana metode bimbingan agama terhadap personil polisi yang mengajukan perceraian di Wilayah Kepolisian Resor Barito Utara. Metode dan jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini penelitian hukum empiris. penelitian dilakukan dengan cara terjun langsung kedaerah objek penelitian guna memperoleh data yang berhubungan dengan menangani bimbingan agama terhadap anggota polisi yang mengajukan perceraian di wiliyah kepolisian resor barito utara. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Keharmonisan dalam keluarga dapat hilang karena adanya perselingkuhan dan tidak ada keturunan. Hal itulah yang bisa membuat pertengkaran dalam pernikahan dan berujung perceraian. Adapun hambatannya, pasangan tidak mau mendengarkan Bimbingn Agama dengan upaya agar bisa rujuk kembali. Cara atau pendekatan secara kekeluargaan melalui orang tua atau keluarga dekat ketika terjadi keributan didalam rumah tangga merupakan langkah pertama yang dilakukan. Bimbingan agama dengan metode ceramah, memberikan pengertian secara agama dampak dari perceraian terdahap suami, istri, serta anak, supaya mereka berfikir kembali bahwa perceraian tidaklah dipikirkan karena ke egoisan. Metode informatif, Dengan memberikan nasehat-nasehat, dan solusi agar mampu menyelesaikan masalah yang mereka hadapi. Metode ini bisa di lakukan dengan menghadirkan keluarga yang bersangkutan. Metode sugesti dan persuasif, yaitu dengan diberikan waktu untuk mengingat bahwa mereka dulu adalah pasangan yang serasi dan saling menyayangi dan memutuskan untuk menikah. Kemudian Metode diskusi yaitu dengan cara berdiskusi dengan santai agar pasangan yang ingin bercerai nyaman dan menceritakan semua hal yang dirasakan dan mengapa ingin bercerai dengan sejujur-jujurnya.
Problematika Pernikahan di Bawah Umur di kabupaten Katingan dengan Berubahnya UUD No.1 Tahun 19971 Tentang Perkawinan Supian, Supian; Norcahyono, Norcahyono; Ariyadi, Ariyadi
Teaching and Learning Journal of Mandalika (Teacher) e- ISSN 2721-9666 Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/teacher.v5i2.3220

Abstract

Problem Pernikahan sirri atau pernikahan tidak tercatat di negara merupakan hal yang sangat menjadi fenomena hal ini dikarenakan pernikahan nikah Sirri dilakukan pada umumnya ada sesuatu yang dirahasiakan Adapun faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya Nikah Sirri adalah sebagai berikut: pertama, Faktor ekonomi diantaranya karena biaya administrasi pencatatan nikah, yaitu sebagian masyarakat khususnya yang ekonomi menengah ke bawah merasa tidak mampu membayar administrasi pencatatan yang kadang membengkak dua kali lipat dari biaya resmi. Kedua, Nikah Sirri dilakukan karena adanya salah satu calon mempelai belum cukup umur. Kasus ini terjadi disebabkan alasan ekonomi juga, dimana orang tua merasa kalau anak perempuannya sudah menikah, maka beban keluarga secara ekonomi menjadi berkurang, karena anak perempuannya sudah ada yang menanggung biaya hidupnya yaitu suaminya. Ketiga, Akibat dari pergaulan bebas antara laki-laki dan wanita yang tidak lagi mengindahkan norma dan kaidah-kaidah agama adalah terjadinya hamil diluar nikah. Adapun Metode Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif atau jenis penelitian Lapangan (field research). Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berkarakter deskriptif, yang memerlukan proses reduksi yang berasal dari hasil wawancara, observasi pada sejumlah dokumen, Dengan judul “Problematika Pernikahan Di Bawah Umur Dikabupaten Katingan Dengan Berubahnya Uud No.1 Tahun 19971 Tentang Perkawinan.
Implikasi Program Food Estate dalam Membentuk Keluarga Sakinah Bagi Keluarga Millenial di Desa Tahai Baru Handayani, Iva; Norcahyono, Norcahyono; Ariyadi, Ariyadi; Wahdini, Muhammad
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 17, No 5 : Al Qalam (September 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v17i5.2429

Abstract

Program Food Estate merupakan inisiatif pemerintah Indonesia untuk meningkatkan sektor pertanian dengan skala besar. Implikasi program ini dalam membentuk keluarga sakinah bagi keluarga milenial memiliki beberapa aspek yang signifikan. Pertama, melalui peningkatan produksi pangan, program ini memberikan akses yang memadai terhadap pangan yang berkualitas, sehingga mengurangi kekhawatiran terkait kebutuhan pangan sehari-hari. Kedua, dengan adanya peluang kerja dan peningkatan ekonomi keluarga, program ini membantu mengurangi beban keuangan dan konflik dalam keluarga, serta memperkuat ikatan antara pasangan suami-istri. Ketiga, pengembangan infrastruktur dan akses yang lebih baik memberikan keluarga milenial akses yang mudah terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan transportasi, yang berdampak pada peningkatan kualitas hidup. Keempat, dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pertanian, keluarga dapat mengoptimalkan potensi pertanian mereka, memperkuat kerjasama dalam keluarga, dan meningkatkan hasil panen. Terakhir, program ini juga mendorong kesadaran lingkungan dan praktik pertanian yang berkelanjutan, yang memberikan kontribusi pada pembentukan keluarga yang peduli terhadap lingkungan. Secara keseluruhan, Program Food Estate di Desa Tahai Baru memiliki implikasi yang positif dalam membentuk keluarga sakinah bagi keluarga milenial dengan mengurangi ketidakpastian pangan, meningkatkan ekonomi keluarga, memperbaiki akses layanan, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta mendorong kesadaran lingkungan.
PENGUATAN PENDIDIKAN DAN EKONOMI KELUARGA BAGI JAMA’AH TIDAK MAMPU DI MASJID AL-JIHAD BANJARMASIN PERSPEKTIF MAQÂSHID ASY-SYARÎ’AH Norcahyono, Norcahyono; Rusina, Yenni
FIKRUNA: Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Kemasyarakatan Vol 7 No 1 (2024): FIKRUNA : JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEMASYARAKATAN
Publisher : STIT Ibnu Rusyd Tanah Grogot

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56489/fik.v7i1.274

Abstract

Article is motivated by the "Al-Jihad Cares" program owned by the Al-Jihad Mosque, Muhammadiyah Branch 4, Banjarma sin. The "Al-Jihad Cares" program is very interesting, because this program has great potential as a solution in helping congregations who are unable to fulfill and improve basic needs in strengthening an independent family. The method used in this research is descriptive-analytic with an Islamic legal philosophy approach. The analysis technique is to describe the research results based on the problems being studied, then analyze them using an Islamic legal philosophy approach, in this case Maqâshid asy-Syarî'ah . Among the Banjarmasin Mosque al -Jihad programs which are oriented towards strengthening congregation who do not capable is a strengthening program education for family the congregation does not capable. this program implemented in effort help congregation who have the kids will separated school , help And motivating they For Spirit demand knowledge to become an educated , moral generation And character . In review Maqâshid ash-Shari'ah this program is an emergency program in maintaining religion and sense. As for the strengthening program economy family for congregation who do not capable implemented with pattern give a number Money cash every month , give Money cash for additional capital business scale small or as initial capital For open business home . In perspective Maqâshid ash- Shari'ah program This is emergency matter​ in strive need basic life​ in A family. Based on findings results research , Takmir Mosque has not provided a sustainable evaluation , because There is no special monitoring and assistance yet to achievements of the "Al-Jihad Cares" program , and matter even this recognized by they.
Analysis of the Nature Marriage in the Perspective of Islamic Family Law Norcahyono, Norcahyono; Koto, Alaiddin; Hanafi, Muhammad; Mulyani, Ridha; Safitri, Noraya
Jurnal Elsyakhshi Vol. 2 No. 1 (2024): June
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Solok Nan Indah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69637/jelsy.v2i1.43

Abstract

Marriage is a strong bond that creates peace, happiness, and love (harmony). However, the reality is that disharmony is currently the reason for divorce. The couple's lack of knowledge about the nature and purpose of marriage is the main factor in this disharmony. According to Islamic family law, this research aims to analyze the nature of marriage and the responsibilities of husband and wife in marriage. This research uses a qualitative method with a descriptive-analytical approach. Data sources were obtained from Islamic legal sources such as the Alquran, Hadith, translations of fiqh books, Islamic legal literature, and journals. The data collection technique in this research is documentation of these sources. The main source of Islamic family law discusses the nature of marriage in guiding muslim families to build and care for the family so that it becomes an ideal and happy family. The results of this research show that: i) the nature of marriage from the perspective of Islamic family law ii) the five responsibilities of the husband in the family and the six responsibilities of the wife in the muslim family are by the Alquran and Hadith.
Legal Analysis of Islamic Family Civil Dispute Settlement Through Mediation Norcahyono, Norcahyono
Leges Privatae Vol. 1 No. 5 (2025): FEBRUARY-JOY
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/z4543031

Abstract

The resolution of Islamic family civil disputes through mediation has been regulated in national regulations, particularly in Supreme Court Regulation (Perma) No. 1 of 2016. However, the implementation of this policy still faces various obstacles that hinder its effectiveness in peacefully resolving family disputes. This study aims to analyze the regulations governing mediation in the resolution of Islamic family disputes in Indonesia, evaluate the effectiveness of the applicable laws, and provide recommendations to enhance the role of mediation in the religious court system. Using a normative juridical method with a statute approach, this research examines how existing regulations have been implemented in practice and whether there is a need for revisions or improvements in the mediation system. The findings indicate that although mediation is mandatory in family dispute resolution, its success rate remains low due to limited public awareness, a shortage of certified mediators, and a lack of supervision and evaluation of its effectiveness.Therefore, strengthening the role of mediation is necessary by increasing mediator capacity, promoting the benefits of mediation to the public, and reinforcing regulations to ensure the optimal implementation of mediation. Thus, mediation is expected to become an effective solution in reducing the burden of cases in religious courts and achieving a more harmonious and fair resolution of family disputes.
PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU MIN 4 PALANGKARAYA DALAM MENULIS PTK MELALUI APLIKASI HARZING PUBLISH OR PERISH Pionera, Mutiarani; Elhawwa, Tazkiyatunnafs; Norcahyono, Norcahyono
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 5, No 2 (2022): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v5i2.1816

Abstract

ABSTRACTCommunity service in increasing the professionalism teachers of MIN 4 Palangkaraya in writing CAR through the Harzing Publish or Perish application. The aim was improving the professional competence of teachers in integrating teaching with assisted development by using the Harzing Publish or Perish Application to write bibliography. Thus, the results of the implementation of CAR can produce learning innovations that will be in the form of reports and converted into CAR articles so that they are ready to be published in scientific journals. The end result of this activity is that teachers can understand the classroom action research methodology. This event will be held for 1 day on Thursday June 23 2022 by scheduling 2 sessions. In the first session with training materials with PTK by resource person Dr. Eko Supraptono, M.Pd. Continue with session II with material on the Harzing Publish or Perish application by resource person Dr. Adirasa Hadi Prasetyo, M.Pd.I. This is in line with the very good response and supports this activity, as evidenced by the average percentage of the questionnaire results of 78.85 %. So, in the evaluation of this activity, it is hoped that it can be held again and carry out activities for more than 1 day. In this activity 2 articles were produced and ready to be published in related journals. Keywords: competency improvement, teacher professionalism, and written works. ABSTRAKPengabdian masyarakat ini berjudul peningkatan profesionalisme Guru MIN 4 Palangkaraya dalam menulis PTK melalui aplikasi Harzing Publish or Perish. Bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dalam mengintegrasikan pengajaran dengan pengembangan yang dibantu dengan menggunakan Aplikasi Harzing Publish or Perish untuk menuliskan daftar Pustaka. Sehingga, hasil pelaksanaan PTK dapat menghasilkan inovasi pembelajaran akan di tulis berupa laporan dan diubah menjadi artikel PTK sehingga siap di publikasikan pada jurnal ilmiah. Hasil akhir dari kegiatan ini adalah guru-guru dapat memahami metodologi penelitian tindakan kelas. kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama 1 hari yaitu pada Hari Kamis tanggal 23 Juni 2022 dengan menjadwalkan 2 sesi. Pada sesi pertama dengan materi pelatihan dengan PTK oleh narasumber Dr. Eko Supraptono, M.Pd. Di lanjutkan dengan sesi II dengan materi aplikasi Harzing Publish or Perish oleh narasumber Dr. Adirasa Hadi Prasetyo, M.Pd.I. Hal ini sejalan dengan respon sangat baik dan mendukung kegiatan ini, dibuktikan dengan rata-rata presentase hasil kuesioner sebesar 78.85 %. Sehingga, dalam evaluasi pada kegiatan ini diharapkan dapat tetap terselenggara kembali dan melaksanakan kegiatan lebih dari 1 hari. Pada kegiatan ini di hasilkan 2 artikel dan siap di publikasikan pada jurnal terkait.Kata kunci: peningkatan kompetensi, profesionalisme guru, dan karya tulis.