Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengembangan bahan ajar geometri bermuatan keterampilan berpikir kritis berbasis model flipped learning Yuliani, Aska Muta; Wasqita, Rachmat; Irham, Muhammad
JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) Vol. 8 No. 5 (2025): JPMI
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/jpmi.v8i5.26288

Abstract

University students are required to possess critical thinking skills to face the challenges of the 21st century. However, preliminary observations of first-semester students in the Mathematics Education Program at STKIP Paracendekia NW Sumbawa indicate that their critical thinking skills remain low. To address this issue, the flipped learning model was implemented. This study aims to develop flipped learning-based teaching materials to foster students’ critical thinking skills. The research employs a development approach using the Four-D (4D) model, limited to the product validity testing stage. Data collection techniques include questionnaires, observations, interviews, and tests. The data were analyzed using descriptive qualitative and quantitative methods. The results show that the developed teaching materials include activities aligned with 12 critical thinking indicators and support independent learning. Validation by three experts indicated a validity level of 92.80%, categorized as highly valid. This module can be used in early-semester learning as a means to enhance students’ critical thinking skills and independent learning abilities.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA PADA MATERI BENTUK ALJABAR Arianti, Lasmi; Irham, Muhammad; Maulidyawati, Desi
Media Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v6i2.1814

Abstract

Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan pembelajaran cooperative learning untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi bentuk aljabar di kelas VIII. Jenis pada penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan jumlah populasi pada penelitian ini adalah 161 siswa yang terdiri dari 5 kelas dan banyak sampel adalah 48 siswa yang terdiri dari dua kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes. Berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa pembelajaran cooperative learning efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dengan hasil uji ketuntasan belajar yang melebihi kriteria ketuntasan belajar sehingga diperoleh thitung = 3,42 dengan z(0.05,24)=1,714 dan hasil uji kesamaan rata-rata (uji dua pihak) yang menunjukkan bahwa nilai  Sig  (2-tailed) = 0,00 < 0,05 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima yang menyatakan bahwa rata-rata pada hasil pretest dan hasil posttest tidak sama sehingga terdapat perbedaan yang positif dan signifikan antara hasil belajar yang menggunakan pembelajaran Cooverative Learning dengan hasil belajar siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional.
PENERAPAN PROBLEM DRIVEN ITERATIVE ADAPTATION (PDIA) UNTUK MENGATASI KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA SDN 2 PUNGKIT Maulidyawati, Desi; Irham, Muhammad
Media Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v8i2.3163

Abstract

INOVASI merupakan lembaga kemitraan Indonesia - Australia yang fokus pada literasi dan numerasi. Salah satu program intervensi yang dijalankan di Kabupaten Sumbawa adalah implementasi pendekatan PDIA di SDN 2 Pungkit. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana proses penerapan pendekatan Problem Driven Iterative Adaptation (PDIA) di kelas 1 SDN 2 Pungkit dalam mengatasi kesulitan belajar matematika siswa. PDIA merupakan sebuah pendekatan yang digunakan oleh INOVASI dalam mencari tahu bagaimana meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran dalam numerasi dengan menggunakan pendekatan yang dirancang untuk mencari solusi lokal dalam mengatasi masalah-masalah lokal dan khusus dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus tentang bagaimana penerapan PDIA dalam mengatasi kesulitan belajar siswa. Subjek penelitian ini terdiri dari satu orang guru kelas 1 SDN 2 Pungkit. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan kajian literatur. Teknik analisis data dilakukan dalam empat tahapan yaitu, koleksi data, reduksi data, menyajikan data dan verifikasi atau kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendekatan PDIA dilaksanakan dalam lima tahapan yaitu, 1) eksplorasi, 2) sintesis, 3) perancangan, 4) coba gagasan, 5) kaji ulang. Hasilnya menunjukkan bahwa pendekatan PDIA mampu membuat siswa lebih aktif melalui pemanfaatan media konkrit dan metode diskusi. Hasil lainnya juga menunjukkan bahwa hasil belajar semua siswa tuntas terhadap KKM.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA Hardiansyah Hardiansyah; Sumenda Sumenda; Rachmat Wasqita; Muhammad Irham
REALISTIC: Journal of Education Mathematics and Science Vol. 1 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : STKIP Paracendekia NW Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TGT terhadap kemampuan komunikasi matematika dalam menyelesaikan soal cerita. Penelitian ini menggunakan pendekatan Quasi Experimental. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Moyo Utara sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII.4 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII.5 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi dan tes kemampuan komunikasi matematika. Hasil analisis data menunjukan perbedaan kemampuan komunikasi matematika antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol dengan nilai thitung 6,345 > 2,019 nilai ttabel. Rata-rata kemampuan komunikasi matematika kelas eksperimen setelah diberikan perlakuan adalah 80,227 lebih baik dari rata-rata kemampuan komunikasi matematika kelas kontrol adalah 66,59. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TGT terhadap kemampuan komunikasi matematika siswa memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan menyelesaikan soal cerita pada materi sistem persamaan linear dua variabel.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA DI SMP NEGERI 2 SUMBAWA Muhammad Irham; Desi Maulidyawati
REALISTIC: Journal of Education Mathematics and Science Vol. 1 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : STKIP Paracendekia NW Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran Problem Posing dan siswa yang menggunakan pembelajaran dengan metode ceramah pada siswa kelas VII pada materi himpunan. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sumbawa Besar. Pemilihan sampel dilakukan dengan simple random sampling dan diperoleh kelas VII1 sebagai kelas eksperimen dan VII2 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen di-treatment menggunanakan model pembelajaran Problem Posing, sedangkan kelas kontrol di-treatment dengan metode pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes dan angket. Data yang didapatkan dari metode tes dianalisis dengan menggunakan uji beda rata-rata dua sampel tidak berpasangan dan uji beda rata-rata dua sampel berpasangan dengan bantuan aplikasi SPSS 16.0. Sedangkan angket diberikan kepada kelas eksperimen dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil uji beda rata-rata berpasangan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa pada pembelajaran Problem Posing dengan siswa dengan pembelajaran konvensional. Hal tersebut dapat dilihat dari adanya peningkatan hasil pretest dan posttest siswa Kelas Kontrol mendapatkan peningkatan sebesar 14,0 sedangkan peningkatan kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yaitu 44,6. Hasil uji beda rata-rata tidak berpasangan menunjukan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa pada pembelajaran Problem Posing lebih baik daripada siswa pada pembelajaran konvensional. Hasil analisis angket menunjukan bahwa sikap siswa terhadap model pembelajaran problem posing secara keseluruhan menunjukkan sikap positif.
ANALISIS SIKAP SISWA TERHADAP MATEMATIKA DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 SUMBAWA Pramusastri Pramusastri; Muhammad Irham; Aska Muta Yuliani; Lalu Heriyanto
REALISTIC: Journal of Education Mathematics and Science Vol. 1 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : STKIP Paracendekia NW Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap siswa terhadap matematika di kelas X.IPS 1 Madrasah Aliyah Negeri 2 Sumbawa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 3 orang siswa dari kelas X.IPS 1dan dipilih berdasarkan klasifikasi kemampuan matematika siswa yang terbagi menjadi tiga kriteria, yaitu siswa berkemampuan rendah, sedang dan tinggi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, diketahui bahwa siswa menunjukkan sikap positif dan sikap negatif terhadap matematika. Sikap tersebut ditunjukkan siswa melalui sikap kesukaannya terhadap matematika, sikap persetujuan terhadap penggunaan matematika dan sikap kemudahan terhadap matematika. Siswa yang berkemampuan matematika tinggi cenderung menunjukkan sikap positif terhadap matematika. Selain itu siswa dengan kemampuan matematika tinggi juga menunjukkan sikap positif terhadap penggunaan matematika serta kemudahan terhadap matematika. Sedangkan siswa dengan kemampuan matematika rendah dan sedang cenderung menunjukkan sikap negatif terhadap matematika. Hal tersebut ditunjukkan siswa melalui ketidaksukaannya terhadap matematika. Selain itu siswa tidak menunjukkan kemudahan terhadap matematika selama proses pembelajaran berlangsung. Namun disisi lain siswa dengan kemampuan sedang dan rendah menunjukkan sikap positif terhadap penggunaan matematika.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA MELALUI PENERAPAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) SELAMA NEW NORMAL STKIP PARACENDEKIA NW SUMBAWA Fauzan Aan Andriansyah Saputra; Muhammad Irham; Rina Susilowati
REALISTIC: Journal of Education Mathematics and Science Vol. 1 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : STKIP Paracendekia NW Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan pemecahan masalah matematika siswa melalui pembelajaran dengan pendekatan Realistic Mathematic Education (RME). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualtatif, subjek dalam penelitian ini terdiri dari 3 siswa dengan kemampuan pemecahan masalah berbeda, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan tes kemampuan pemecahan masalah. Teknik analisis data pada penelitian ini meliputi 3 tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan Siswa tingkat KPM tinggi dapat menyelesaiakan semua masalah yang diberikan dengan empat tahapan pemecahan masalah Polya, siswa dapat memahami masalah dengan benar. Tetapi pada soal nomor 1 dan 4, siswa tidak menuliskan dengan lengkap tahapan membuat rencana. Siswa KPM sedang hanya dapat menyelesaikan soal nomor 3 dan 4 dengan tahapan pemecahan masalah Polya dengan benar. Siswa tingkat KPM rendah hanya dapat menyelesaikan menyelesaikan masalah dengan tahap pemecahan masalah polya dengan benar pada soal nomor 1 saja. Untuk soal nomor 2,3 dan 4 siswa tidak dapat menyelesaiakan tahapannya.
ORIENTASI TUJUAN SISWA SMK KESEHATAN GRIYA HUSADA SUMBAWA BERDASARKAN INDEKS PRESTASI Dirga Sesi Dwi Putra; Muhammad Irham; Rizky Fadillah
REALISTIC: Journal of Education Mathematics and Science Vol. 1 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : STKIP Paracendekia NW Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Goal orientation is one way to find out which students are suitable for what method. students with a mastery goal orientation view success as an increase in self-efficacy, while students with a performance goal orientation view success through comparison with others. This study aims to compare the learning achievement of students of SMK Kesehatan Griya Husada based on goal orientation. Research is quantitative research. The population and sample in this study amounted to 25 students. Data was collected through tests and questionnaires. The data analysis used descriptive statistics and homogeneous t-test. The results of this study indicate that the average learning achievement of students with mastery orientation is 78.94 with the highest score of 85 and the lowest of 70. The average learning achievement of students with performance orientation is 78.25 with the highest score of 85 and the lowest score of 75. t Homogeneity gives the result t_hitung=3.78020556>t_tabel=2.064 which means H1 is accepted so it can be concluded that the average mastery-oriented student learning achievement is greater than the average performance-oriented student learning achievement.
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA SISWA MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING Eka Putri Ningsih; Muhammad Irham
REALISTIC: Journal of Education Mathematics and Science Vol. 1 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : STKIP Paracendekia NW Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66355/hsqsk938

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi matematika siswa melalui pendekatan pembelajaran problem solver. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subyek yang diperoleh 3 orang siswa. Kriteria pemilihan subjek adalah dengan melihat tingkat kemampuan matematika sedang dan rendah, dan teknik pemilihannya adalah purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan tes tertulis. Teknik analisis data adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan matematika tinggi mampu menyelesaikan seluruh permasalahan pembelajaran problem solver. Dan proses matematika telah memenuhi semuanya. Dan proses matematis siswa hanya memenuhi beberapa indikator pada soal tersebut. Siswa dengan kemampuan matematika rendah hanya dapat menyelesaikan beberapa soal dengan benar dan masih terdapat kesalahan pada langkah-langkah yang digunakan dalam pembelajaran. Dan proses matematis siswa hanya memenuhi beberapa indikator isi ruang dan bentuk pada setiap soal
DESKRIPSI KESULITAN BELAJAR MAHASISWA PADA PROSES PEMBELAJARAN DARING Safriman Jaya; Muhammad Irham
REALISTIC: Journal of Education Mathematics and Science Vol. 1 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : STKIP Paracendekia NW Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66355/sn85hx04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskrisikan kesulitan belajar mahasiswa pada proses pembelajaran daring dengan jenis penelitian kuantitatif deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan angket. Adapun subjek yang akan diteliti mahasiswa semester II, IV, dan VI mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika yang mengikuti perkuliahan melalui metode daring pada semester genap TA. 2020/2021. Teknik analisis data menggunakan validitas instrumen dan uji persentase deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) Kesulitan belajar mahasiswa pada proses pembelajaran daring pada indikator kendala teknis adalah kendala sinyal dengan persentase mencapai 95,46%, (2) Kesulitan belajar mahasiswa pada indicator kemampuan belajar mahasiswa dalam pembelajaran daring yang menjadi kendala utama adalah mahasiswa mudah menyerah dalam menyelesaikan soal/tugas dengan persentase 59,09%, dan (3) Kesulitan belajar mahasiswa pada indikator interaksi, tugas dan materi ajar ang paling sering dialami mahasiswa adalah kegiatan perkuliahan sering hanya berupa tugas dengan persentase 77,27%