Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Fenomena Pembelajaran Daring Pada Masa Pandemi (Harapan Menuju Blended Learning) Kutsiyyah Kutsiyyah
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v3i4.580

Abstract

Artikel ini membahas tentang pembelajaran daring yang menjadi fenomena di Indonesia sejak pandemi covid-19. Penelitian ini betujuan menganalisis pembelajaran daring yang terjadi selama masa pandemi, meliputi media yang banyak digunakan dalam proses pembelajaran, ciri pembelajaran daring berikut kelebihan dan kendala yang dihadapi di lapangan. Kajian ini berupa studi literatur yang dikenal juga dengan library research. Untuk menemukan kesimpulan dalam kajian ini, penulis menggunakan model Miles and Huberman dalam mengalisis data yaitu melalui empat tahapan analisis meliputi data collecting (pengumpulan data), data reduction (reduksi data), data display (penyajian data), dan conclusion drawing/verification (penarikan kesimpulan dan verifikasi). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa semua jenjang pendidikan menerapkan pembelajaran daring selama pandemi. Mulai jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi, media yang banyak digunakan yaitu aplikasi whatsapp (WA). Kemudahan, kepraktisan serta pilihan fitur yang cukup membantu adalah alasan utama aplikasi WA menjadi pilihan favorit sebagai media dalam pembelajaran daring. Pembelajaran daring memiliki empat ciri umum, yaitu Personal, Structured, Active dan Connective. Masing-masing ciri ini memiliki kelebihan dan kelemahan tersendiri sehingga juga membutuhkan kretivitas guru.
PERAN LEMBAGA PAUD BAGI KESIAPAN SISWA UNTUK MEMASUKI SEKOLAH DASAR Kutsiyyah Kutsiyyah
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 1 (2018): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.794 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v6i1.12

Abstract

Lembaga pendidikan anak usia dini merupakan lembaga pra sekolah yang bertujuan membina, menstimulasi & menyiapkan anak untuk lebih bisa mandiri serta membantu menumbuhkembangkan potensi-potensi yang mereka miliki. Lembaga PAUD sudah mulai banyak diselenggaran bahkan di desa-desa. Hal ini seiring waktu dapat memunculkan kesadaran bersama akan pentingnya pendidikan anak usia dini untuk menyiapkan mereka pada jenjang berikutnya secara khusus dan menyiapkan mereka untuk menghadapi tantangan masa depan secara umum untukm enjadi generasi yang unnggul. Beberapa mungkin terdapat hambatan-hambatan dapam pendidikan anak usia dini, namun melalui kerjasam atau kemitraan oleh beberapa elemen masyarakat, hal tersebut dapat diminimalisir bahkan bisa membantu lembaga-lembaga PAUD menjadi lebih baik serta memberi kesadaran akan pentingnya pendidikan untuk generasi sejak belia.
Universitas Islam Negeri dan Renaisans Baru Pendidikan Islam di Indonesia Kutsiyyah Kutsiyyah
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 7 No. 1 (2019): Pendidikan dan Kesilaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.032 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v7i1.101

Abstract

Dikotomi ilmu yang menjadi warisan dalam bangsa ini mengakibatkan kemandegan dalam peradaban Islam. Salah satunya dalam pendidikan Islam yang telah kalah jauh dari kemajuan ilmu-ilmu Eropa sejak berabad-abad lamanya. Munculnya inovasi-inovasi baru dalam sistem pendidikan Islam, yakni perpaduan ilmu umum & agama akan menjadi arah baru bagi bangkitnya pendidikan Islam di Indonesia. Misalnya pemaduan pendidikan pesantren dan kampus sebagaimana banyak disampaikan oleh pakar pendidikan Islam. Model ini, penulis melihat bisa saling melengkapi dalam memanfaatkan kelebihan dan menutupi kekurangan masing-masing untuk diterapkan pada pendidikan masa kini. Maka dengan perubahan status STAIN/IAIN menjadi UIN memberikan angin segar bagi tumbuhnya pendidikan Islam di Indonesia, yang utuh, holistik, integratif dan responsif terhadap era modern ini. Pengkotak-kotakan ilmu akan teratasi dengan konsep integrasi keilmuan yang ditawarkan oleh masing-masing UIN.
Perencanaan Pembiayaan untuk Mendukung Mutu Pendidikan di Universitas Islam Malang Samiyah; Kutsiyyah
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.024 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v9i2.182

Abstract

Artikel ini membahas tentang bagaimana manajemen pembiayaan di Universitas Islam Malang (UNISMA). Setiap hal dalam pendidikan membutuhkan dukungan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu bagaimana mengatur pembiayaan menjadi urgen untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber dana dan bagaimana perencanaan pembiayaan di Universitas Islam Malang dilakukan sehingga sebagai institusi swasta bisa mampu menjadi salah satu perguruan tinggi yang banyak peminat karna mutu penddidikannya yang baik. Adapun metode penelitian yang digunakan yakni metode penelitian kualitatif dengan menggunakan model Miles and Huberman dalam mengalisis data yaitu data collecting, data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification yakni penarikan kesimpulan dan verifikasi di tahap akhir. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa UNISMA memiliki beberapa unit usaha seperti café, Gedung. Deposito dll. Dan dalam merencakan pembiayaan, yakni menyusun sumber-sumber pendapatan dana kampus baik dari perolehan dari dalam pendidikan maupun dari aset yang dimiliki lembaga yang kemudian disusun dan dituangkan dalam RAPBPT dengan menuangkan program-program beserta anggaran untuk masing-masing program.
IMPLEMENTASI PEMBIASAAN MEMBACA NADHOM IMRITHI PRA PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN HAFALAN SANTRI KECIL PONDOK PESANTREN DARUS SYAKIRIN GRUJUGAN LARANGAN PAMEKASAN Yaqin, Ainul; Kutsiyyah
Rabbani: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 1 (2024): Maret
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/rjpai.v5i1.10766

Abstract

Kajian tentang Pondok Pesantren dengan ragam jenis dan inovasi-inovasi programnya yang kian hari semakin dinamis progresif memang selalu menarik perhatian para peneliti. Salah satunya, adalah adanya motivasi dan prestasi sebagian besar santri PP. Darus Syakirin Grujugan Larangan Pamekasan yang rerata masih kecil dan berusia sekitar 11 tahun, namun telah mampu menghafal 254 bait nadhom imrithi lengkap dengan “murod” atau pemahamannya dalam waktu yang relatif singkat sekitar 5 bulan, hanya dengan cara pembiasaan membaca nadhom imrithi pra pembelajaran di pagi hari setelah berjamaah shalat subuh dan malam hari setelah berjamaah shalat isya’ dengan sistem evaluasi penyetoran hafalan tanpa target sesuai kehendak santri setelah berjamaah shalat dhuhur dan pelaksanaan “takror” atau pengulangan membaca bersama hingga “khatam” atau tuntas setiap malam selasa dan malam jum’at.
Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Prokrastinasi Akademik Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Menengah Kejuruan Isnaini, Ana Putri; Kutsiyyah, Kutsiyyah
Jurnal Administrasi Pendidikan dan Konseling Pendidikan Vol 6, No 1 (2025): Jurnal Administrasi Pendidikan dan Konseling Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/japkp.v6i1.35320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana siswa SMK Kesehatan Nusantara yang mengikuti mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dapat mengatasi perilaku prokrastinasi akademik melalui peningkatan self-efficacy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan tingkat efikasi diri yang tinggi lebih mampu mengelola waktu, mengatasi tekanan akademik, dan menyelesaikan tugas tepat waktu. Sebaliknya, siswa dengan efikasi diri rendah cenderung lebih sering menunda pekerjaan, yang berdampak pada hasil belajar dan kesejahteraan emosional mereka. Penelitian ini mengungkap hubungan negatif yang signifikan antara efikasi diri dan prokrastinasi akademik, di mana efikasi diri berkontribusi besar dalam membantu siswa mengurangi kebiasaan menunda. Koefisien korelasi sebesar -0,65 dan koefisien determinasi sebesar 43,6% ditemukan menunjukkan hubungan negatif yang signifikan secara statistik antara prokrastinasi akademik dan efikasi diri. Hal ini menunjukkan bahwa efikasi diri berkontribusi sebesar 43,6% terhadap penurunan penundaan belajar, dengan faktor lain yang mungkin berkontribusi sebesar 56,4%Praktiknya, pendidik disarankan untuk mengintegrasikan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan keyakinan diri siswa, seperti memberikan dukungan personal, penugasan yang menantang namun realistis, serta evaluasi yang mendorong refleksi diri. Implikasi dari hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, di mana siswa merasa mampu dan percaya diri dalam menghadapi tantangan akademik, sehingga prokrastinasi dapat diminimalkan.
PENDAMPINGAN PENGUATAN LITERASI DIGITAL MELALUI PELATIHAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BAGI GURU PAI SMA DI PAMEKASAN Fathorrozy, Fathorrozy; Nurhayati, Sri; Hasan, Nor; Maghfiroh, Muliatul; Suwantoro; Yaqin, Ainul; Mannan, Abd.; Kutsiyyah; Sa’i, Mad
Collaborative: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Juni
Publisher : CV. Jendela Gagasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61743/collaborative.v3i1.142

Abstract

This community service article aims to examine the implementation of Assistance in Strengthening Digital Literacy through Training on the Development of Learning Media for Islamic Education (PAI) Teachers at Senior High Schools in Pamekasan. The method used in this program is the PIJAR model, which consists of four stages: planning, organizing, implementation, and evaluation. The results of the training show that the implementation of the community service program with the theme "Assistance in Strengthening Digital Literacy through Training on the Development of Learning Media for Islamic Education Teachers at Senior High Schools in Pamekasan" was carried out successfully and was able to improve participants’ understanding and skills in developing learning media using Canva and ClassPoint. This, in turn, enables them to enhance the quality of their teaching. It is also hoped that their students will experience positive impacts in the classroom through the use of more interactive media.
Pengggunaan Murattal Mahmud Khalil Al-Hussary terhadap Kemampuan Baca Al Qur’an pada Anak di Musholla Nurul Ikhlas Kutsiyyah, Kutsiyyah; Fairuzie, Hedie Khomaini El
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12667

Abstract

Penggunaan murattal saat membaca Al Qur’an selain enak didengar juga bisa membantu pembacanya mudah dalam melafalkan serta menghayati bacaan. Penggunaan murattal Mahmud Khalil Al-Hussary termasuk yang mudah dibacakan dan sederhana dalam lagunya. Umumnya murattal ini banyak digunakan di mushalla-mushalla Jawa, khususnya Jawa Timur. Namun di Madura ada yang menerapkannya yakni di musholla Nurul Ikhlas Desa Artodung Pamekasan. Hal tersebut jarang ditemukan di wilayah Madura. Oleh karena itu menjadi perlu untuk dikaji lebih lanjut. Ada tiga tujuan dalam penelitian ini yakni; 1) alasan penggunaan metode murattal Mahmud Khalil Al-Hussary dalam meningkatkan kemampuan baca Al-Qur’an di Musolla Nurul Ikhlas Desa Artodung Pamekasan, 2) Implementasi murattal Mahmud Khalil Al-Hussary untuk kemampuan membaca Al-Quran di musholla Nurul Ikhlas, 3) faktor pendukung dan penghambat dalam membaca Al Qur’an melalui murattal Mahmud Khalil Al-Hussary. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian berbasis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Sebagai hasilnya diketahui bahwa 1) menggunakan metode murattal Mahmud Khalil Al-Hussary yaitu mudah praktekkan kepada anak usia pendidikan dasar dan membantu memperlancar bacaan Al-Qur’an, 2) Implementasi murattal tersebut sangat sederhana yaitu membaca secara bergantian diawali oleh ustadz/guru dengan menggunakan irama syekh Mahmud Khalil Al-Hussary, yang kemudian diikuti oleh santri secara bersamaan dan satu persatu. rekaman murattal Qari syekh Mahmud Khalil Al-Hussary sebagai media pendamping, 3) keakraban/kedekatan antara ustadz dan santri menjadi faktor pendukung untuk memudahkan dalam membaca AL -Quran melalui murattal Mahmud Khalil Al-Hussary dan di sisi lain handphone (hp) menjadi penghambat dalam cepat belajar baca AL Qur’an melalui murattal tersebut, yakni santri membawa hp ke mushalla serta bermain game dan sejenisnya.
Eksplorasi Nilai-Nilai Keislaman dalam Kelompok Pengajian Untuk Meningkatkan Sikap Religius Masyarakat di Desa Batuputih, Sumenep, Madura Barokatun Khasanah; Kutsiyyah Kutsiyyah
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 8 No. 2 (2026): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v8i2.722

Abstract

Kelompok pengajian rutin di Desa Batuputih, Sumenep, Madura berperan sebagai sarana pembinaan keagamaan bagi masyarakat pedesaan. Pengajian ini membantu jamaah memahami ajaran Islam melalui pendekatan yang sesuai dengan kondisi sosial masyarakat, mencakup aspek akidah, ibadah, dan akhlak. Penelitian ini bertujuan mengkaji nilai-nilai keislaman dalam aktivitas pengajian serta perannya dalam membentuk sikap religius masyarakat. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis fenomenologi deskriptif, melibatkan observasi dan wawancara mendalam dengan ustaz, pengurus pengajian, serta jamaah sebagai sumber data primer, serta dokumen, masyarakat non angggota dan literatur terkait sebagai data sekunder. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajian berfungsi sebagai ruang pembelajaran nonformal yang mengintegrasikan penyampaian materi, praktik ibadah, dan interaksi sosial, sehingga menumbuhkan kedisiplinan beribadah, kesadaran spiritual, dan kepedulian sosial. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus terhadap pengajian rutin masyarakat pedesaan yang menekankan pembinaan nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari, khususnya melalui kelompok ibu rumah tangga sebagai agen perubahan religius di lingkungan keluarga dan sosial. Temuan ini memperkuat pemahaman bahwa pendidikan Islam berbasis komunitas mampu menanamkan nilai keagamaan secara terpadu, tidak hanya pada aspek pengetahuan, tetapi juga sikap dan perilaku, serta menawarkan model pembinaan religius yang relevan dan berkelanjutan untuk masyarakat pedesaan
Pendampingan Implementasi Kurikulum Cinta Berwawasan Pendidikan Profetik Bagi Guru MTs Nasyiatus Syubban Tobungan, Galis, Pamekasan Suwantoro Suwantoro; Kutsiyyah Kutsiyyah; Zainol Hasan; Muliatul Maghfiroh; Mad Sa’i; Sri Nurhayati; Moh. Elman; Nailatur Rizqiyah; Mastiyanto Mastiyanto; Moh. Afifuddin
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2026): Mei
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v9i2.12001

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan pemahaman dan kesadaran pedagogik guru melalui implementasi awal kurikulum cinta berwawasan pendidikan profetik yang dilakukan secara konseptual dan reflektif. Kegiatan dilaksanakan di MTs Nasyiatus Syubban Tobungan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, dengan melibatkan 18 guru sebagai mitra utama dalam proses pengabdian. Implementasi kurikulum dalam kegiatan ini dipahami sebagai proses awal internalisasi dan pemaknaan nilai-nilai profetik ke dalam kesadaran pedagogik guru, yang dikembangkan melalui dialog, penggalian pengalaman mengajar, dan refleksi bersama, tanpa diarahkan pada pelatihan teknis maupun penyusunan perangkat pembelajaran. Kegiatan dilaksanakan dalam satu sesi selama kurang lebih empat jam melalui penyampaian materi konseptual, diskusi partisipatif, dan refleksi pedagogik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para guru pada dasarnya telah menjalankan praktik pembelajaran yang baik dan memuat nilai-nilai pendidikan. Namun, melalui proses implementasi reflektif ini, guru mulai memaknai kembali nilai-nilai tersebut sebagai kerangka pedagogik yang bersifat lintas pembelajaran. Refleksi pedagogik muncul sebagai hasil penting dari kegiatan ini, khususnya dalam membangun kesadaran peserta terhadap makna relasi pembelajaran yang bersifat humanis. Melalui proses tersebut, peserta mulai memahami bahwa keteladanan pendidik dan penguatan nilai-nilai profetik tidak dapat dipisahkan dari praktik belajar mengajar yang bermakna. Meskipun demikian, pelaksanaan kegiatan ini masih terbatas dari segi waktu dan jangkauan, sehingga dampaknya belum sepenuhnya menyentuh perubahan praktik pembelajaran secara langsung di ruang kelas. Atas dasar itu, diperlukan pendampingan lanjutan yang dirancang secara lebih aplikatif dan berkesinambungan agar inisiatif pengembangan kurikulum cinta yang telah dirintis dapat diimplementasikan secara lebih nyata dan berkelanjutan.