Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of the Suitability of Developing Economically Valuable and Sustainable Integrated Agriculture in the Reclamation of Former Mining Lands Deni Sri Wardana; Sri Wahyuni; Dolly Priatna
Indonesian Interdisciplinary Journal of Sharia Economics (IIJSE) Vol 8 No 3 (2025): Sharia Economics
Publisher : Universitas KH. Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/iijse.v8i3.7585

Abstract

Intensive nickel mining activities in North Morowali Utara Regency have resulted in severe environmental degradation, including soil damage, biodiversity loss, and water pollution. This study aims to analyze the impact of sustainable integrated farming development as a reclamation strategy for former nickel mining land, and to evaluate the sustainability of this system from economic, ecological, and social perspectives. The research was conducted in Molores and Molino Villages using an exploratory qualitative approach, with data collected through interviews, field observations, focus group discussions (FGDs), and Multidimensional Scaling (MDS) analysis based on the Rapfish method. The findings indicate that the implementation of integrated farming combining agriculture, livestock, aquaculture, and organic waste processing can effectively restore soil fertility, increase household income, and enhance community resilience in food and energy. The sustainability index indicated a "moderately sustainable" status, with the highest score observed in the economic dimension. This system also reduces community dependency on the mining sector and promotes active participation in environmental conservation. Sustainable integrated farming has proven to be an effective, community-based reclamation solution and is highly replicable in other post-mining areas.
Evaluasi Penerapan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) pada Pemerintah Daerah Tingkat Provinsi Siti Muniati; Rosadi; Dolly Priatna
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.983

Abstract

Krisis lingkungan yang semakin meningkat akibat eksploitasi sumber daya alam dan degradasi ekosistem Meningkatnya krisis lingkungan akibat eksploitasi sumber daya alam dan degradasi ekosistem menuntut kebijakan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan berbasis bukti ilmiah. Pemerintah Indonesia mewajibkan setiap provinsi menyusun Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009. Namun, implementasi RPPLH di tingkat daerah menunjukkan capaian yang beragam. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas penerapan RPPLH di tingkat provinsi serta menilai integrasinya dalam sistem perencanaan pembangunan daerah. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif evaluatif dengan pendekatan evaluasi ex-ante, ongoing, dan ex-post melalui analisis input, process, output, dan outcome. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan observasi, dengan validitas data diperkuat melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar provinsi telah menyusun RPPLH, efektivitas implementasinya masih terbatas akibat keterbatasan sumber daya, lemahnya koordinasi antarinstansi, dan rendahnya partisipasi publik. Beberapa provinsi telah mampu mengintegrasikan RPPLH dengan dokumen perencanaan daerah, sementara daerah lain masih menghadapi kendala administratif dan teknis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan RPPLH bergantung pada kapasitas kelembagaan, dukungan regulasi, dan ketersediaan data lingkungan yang akurat, sehingga diperlukan penguatan kapasitas daerah dan mekanisme evaluasi berkelanjutan.