Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PEMANFAATAN MUSEUM BAGINDO AZIZ CHAN SEBAGAI SUMBER DAN MEDIA BELAJAR PADA MATA PELAJARAN SEJARAH: STUDI KASUS PADA PENGUNJUNG SISWA TINGKAT SMA/MA Annisa Fadnia; Sasmi Nelwati; Ahmad Nurhuda
Journal Cerdas Mahasiswa Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.267 KB) | DOI: 10.15548/jcm.v4i2.4785

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh perlunya guru menerapkan suatu strategi yang baru dalam proses pembelajaran, yang lebih memberikan semangat bagi peserta didik agar lebih menyenangkan dan lebih kreatif lagi. Sehingga peserta didik tidak memiliki kemampuan dan intelektual yang statis dan kurang kreatif.Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan yang telah peneliti tuangkan di rumusan masalah yakni untuk mengetahui bagaimana Pemanfaatan Museum Bagindo Aziz Chan sebagai Sumber dan Media Belajar Pada Mata Pelajaran Sejarah bagi siswa tingkat SMA/MA.Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif  kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian di lapangan maka dapat diperoleh bahwa pemanfaatan Museum Bagindo Aziz Chan sebagai sumber dan media belajar pada mata pelajaran sejarah bagi siswa tingkat SMA/MA tergolong efektif dan dapat menjadi alternatif pembelajaran di luar kelas, karena koleksi di Museum Bagindo Aziz Chan bisa dijadikan sebagai media dan sumber belajar yang berkaitan dengan mata pelajaran sejarah pada era Penjajahan Belanda. Untuk koleksi yang cocok dimanfaatkan sebagai media belajar sejarah adalah foto-foto Bagindo Aziz Chan dalam menghadapi penjajahan Belanda. Sedangkan untuk koleksi yang cocok dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah adalah kutipan tulisan-tulisan dan buku mengenai Bagindo Aziz Chan.
Meneladani Rasulullah SAW sebagai Pendidik yang Memudahkan Ratna Kasni Yuniendel; Sasmi Nelwati
Murabby: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2, No 1 (2019): Murabby Vol. 2 No. 1 April 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/mrb.v2i1.324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam hakikat dan makna pendidikan yang memudahkan seperti dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Pembahasan ini berangkat dari fenomena pendidik yang memiliki kecenderungan menyulitkan peserta didik. Penelitian ini merupakan library research yang merujuk kepada hadis-hadis Rasulullah SAW sebagai sumber data primer kemudian didukung dengan sumber-sumber lain yang relevan sebagai sumber data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan yang memudahkan seperti yang dipraktikkan oleh Rasulullah SAW meliputi setiap usaha sadar Rasulullah SAW yang mencakup berbagai model, pendekatan, metode dan teknik-teknik yang digunakan oleh Rasulullah SAW dalam mendidik yang dengan semua itu peserta didik dapat dengan mudah memahami ilmu-ilmu agama yang ditransfer oleh Rasulullah SAW (kognitif), menghayati nilai-nilai dan norma yang diinternalisasikan oleh Rasulullah (afektif) serta mengamalkan praktik amaliyah yang didemonstrasikan oleh Rasulullah SAW (psikomotor). Tidak mustahil berbagai model, pendekatan, metode dan teknik-teknik yang dihasilkan oleh para ahli pendidikan pada zaman modern ini justru sudah pernah diterapkan oleh Rasulullah SAW. Hal ini mengisyaratkan bahwa Islam memiliki khazanah ilmu kependidikan yang sangat kaya dan luas. Sebab itulah kedatangan Rasulullah SAW dan agama yang dibawanya disebut dengan rahmatan lil ‘alamin.
Penggunaan Metode Diskusi Tipe Buzz Group Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Gunung Talang Kabupaten Solok Sasmi Nelwati
Murabby: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 1 (2018): Murabby Vol. 1 No. 1 April 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/mrb.v1i1.301

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan: Perencanaan, Penggunaan metode, Hasil belajar penggunaan metode diskusi tipe “Buzz Group” dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Gunung Talang Kabupaten Solok. Jenis penelitian yang penulis lakukan dalam penulisan skripsi ini berbentuk penelitian lapangan (field research) dengan metode deskriptif kualitatif. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang berjumlah 3 orang di SMP Negeri 1 Gunung Talang Kabupaten Solok. Sumber data sekunder dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah dan peserta didik di SMP Negeri 1 Gunung Talang Kabupaten Solok. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang telah penulis lakukan tentang Penggunaan Metode Diskusi Tipe “Buzz Group” dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat disimpulkan bahwa perencanaan yang dilakukan guru sebelum pembelajaran yakni guru harus membuat sebuah RPP yang terdiri dari beberapa komponen. Perencanaan yang digunakan oleh guru sudah sesuai dengan teori yang ada. Penggunaan metode diskusi tipe Buzz Group ini sudah berjalan dengan baik namun masih ada langkah-langkah yang digunakan oleh guru PAI belum sesuai dengan temuan teori. Masih banyaknya kesulitan yang dijumpai guru saat metode diskusi ini digunakan. Kemampuan peserta didik ketika metode diskusi ini digunakan baik sekali, peserta didik lebih bersemangat untuk bertanya. Sehingga terlihat jelas dari hasil belajar peserta didik secara kognitif, afektif, dan segi psikomotor bisa dikatakan baik.
MODEL QUANTUM LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK Zulvia Trinova; Sasmi Nelwati; Nadiatul Khairo
Tarbiyah al-Awlad Vol 12, No 1 (2022): Vol 12 Nomor 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/alawlad.v12i1.3953

Abstract

Permasalahan yang terjadi di SD/MI, yaitu masih rendahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran tematik di SD/MI. Pendidik belum menerapkan model-model pembelajaran yang melatih kemampuan berpikir kritis peserta didik di SD/MI sehingga mendorong para pendidik untuk mencari ide atau pemikirannya terkait dengan model pembelajaran dalam pembelajaran tematik yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui analisis model pembelajaran Quantum Learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dan untuk mengetahui bagaimana langkah-langkah Quantum Learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran tematik di SD/MI. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis, dengan metode studi kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan yaitu dokumentasi seperti buku pedoman, jurnal dan skripsi dan sebagainya. Analisis data dilakukan dengan metode analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Model pembelajaran Quantum Learning pada pembelajaran Tematik yang melatih kemampuan berpikir kritis peserta didik di SD/MI, model Quantum Learning menciptakan pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan dan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik di SD/MI. Model Quantum Learning menerapkan Langkah-langkah dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik di SD/MI, langkah-langkah tersebut dapat melatih peserta didik merekonstruksi pengetahuan sebelumnya dengan apa yang baru saja mereka pelajari, tujuan tertinggi yang dicapai dalam langkah ini yaitu mengasah kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Kompetansi Pedagogik Guru PAI Dalam Mendesain Pembelajaran Pasca Pandemi Covid-19 di MAN Kota Pariaman Rahmad Agung; Ahmad Sabri; Sasmi Nelwati
Lencana: Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2024): Juli : Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/lencana.v2i3.3697

Abstract

This research is based on the post-covid-19 pandemic which has brought many changes to the learning process for teachers and students. In the learning process, teachers must design and prepare thorough learning plans to achieve goals. post-Covid 19 pandemic at MAN Kota Pariaman. The goal is 1); What is the pedagogical competence of PAI teachers after the Covid-19 pandemic?; 2), How do PAI teachers apply it in designing learning?; 3) What are the supporting and inhibiting factors for pai teachers in improving pedagogical competence after the Covid-19 pandemic at MAN Kota Pariaman. This research uses a descriptive qualitative method, namely describing events in the field through data collection tools such as observation, documentation and interviews. The results are 1) Post-pandemic teachers' pedagogical competence is quite optimal in designing learning and in using digitalization technology in the learning process in the digitalization era at MAN Kota Pariaman; 2) The implementation of post-pandemic learning design is quite optimal with methods, strategies and learning models that can adapt to the character of students at MAN Kota Pariaman; 3) The supporting factor for PAI teachers in developing post-pandemic pedagogical competence is that school principals hold workshop training for PAI teachers in using digitalization technology. Meanwhile, the inhibiting factors are the lack of digitalization training held by the school and the lack of projectors in each class to support the learning process.
Efektivitas Model Problem Based Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar pada Subtema Lingkungan Tempat Tinggalku Habib Khalilur Rahman; Sasmi Nelwati; Abdul Basit; Rahmat Fajri As Syauqi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3608

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar peserta didik pada Subtema Lingkungan Tempat Tinggalku di kelas IV SD Negeri 37 Anduring Kota Padang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experiment), yang melibatkan dua kelompok yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas sehingga layak digunakan sebagai alat pengumpul data. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata N-Gain pada kelas eksperimen yang diajar dengan model PBL mencapai 62 dengan kategori sedang, sedangkan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional memperoleh nilai rata-rata N-Gain sebesar 51 dengan kategori yang sama. Dengan demikian, peningkatan hasil belajar peserta didik pada kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Uji prasyarat hipotesis meliputi uji normalitas menggunakan Liliefors menunjukkan bahwa kedua sampel berdistribusi normal, dan uji homogenitas menunjukkan data bersifat homogen dengan nilai 1,092 ≤ 5,991. Selanjutnya, uji hipotesis dengan t-test menghasilkan thitung = 2,606 lebih besar daripada ttabel = 1,99714, yang berarti H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar peserta didik. PBL mampu mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, serta lebih aktif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, penerapan PBL direkomendasikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kualitas hasil belajar khususnya pada pembelajaran tematik di sekolah dasar.
Optimalisasi Layanan Bimbingan dan Konseling bagi Siswa Kelas V SDN 18 Anduring Kota Padang dalam Menghadapi Kesulitan Belajar Rahmat Fajri As Syauqi; Sasmi Nelwati; Abdul Basit; Habib Khalilur Rahman
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi layanan bimbingan dan konseling dalam mengatasi kesulitan belajar siswa kelas V di SDN 18 Anduring Kota Padang. Fokus penelitian diarahkan pada identifikasi faktor penyebab kesulitan belajar serta peran layanan bimbingan dan konseling dalam memberikan solusi atas permasalahan tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pemilihan subjek dilakukan melalui purposive sampling, melibatkan guru kelas V, beberapa siswa yang mengalami kesulitan belajar, serta guru lain yang relevan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru belum memiliki program bimbingan dan konseling yang terstruktur. Layanan yang diberikan masih sebatas bimbingan belajar yang dilaksanakan oleh guru kelas sesuai dengan pemahaman masing-masing terhadap konsep layanan bimbingan dan konseling. Pelaksanaan layanan cenderung berorientasi pada pencapaian target pembelajaran, bukan pada penyelesaian permasalahan atau hambatan belajar siswa. Selain itu, strategi yang digunakan guru lebih menekankan pada metode perbaikan (remedial) dan pengayaan, namun belum sepenuhnya sejalan dengan konsep bimbingan dan konseling yang ideal.
Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok terhadap Peningkatan Disiplin Belajar Siswa SMPN 30 Padang Rahmat Fajri As Syauqi; Sasmi Nelwati; Rehani Rehani; Habib Khalilur Rahman
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas layanan bimbingan kelompok dalam meningkatkan disiplin belajar peserta didik kelas VIII di SMPN 30 Padang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 29 peserta didik yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Data diperoleh melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi sederhana. Berdasarkan hasil perhitungan regresi sederhana diperoleh persamaan regresi y=18,70+0,71Xy = 18,70 + 0,71Xy=18,70+0,71X. Hasil pengujian signifikansi dengan uji F menggunakan aplikasi SPSS 25 menunjukkan nilai Fhitung = 44,99 lebih besar daripada Ftabel = 4,21. Berdasarkan kaidah pengujian hipotesis, hal ini menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, layanan bimbingan kelompok berpengaruh signifikan terhadap peningkatan disiplin belajar peserta didik kelas VIII di SMPN 30 Padang.
EMBEDDING ISLAMIC SPIRITUAL VALUES IN THEMATIC TEACHING FOR PRIMARY ISLAMIC SCHOOLS Abdul Basit; Remiswal Remiswal; Sasmi Nelwati; Muhammad Zalnur; Aprizal Ahmad
TA`DIBUNA Vol 14 No 5 (2025): Oktober
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tadibuna.v14i5.21627

Abstract

This study explores the integration of Islamic spiritual values within thematic instruction in Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) across Padang City, Indonesia. As expectations grow for Islamic primary schools to balance academic achievement with the cultivation of religious character, understanding how to embed spiritual values into general subjects becomes increasingly vital. The research aims to identify the spiritual values adopted, examine their implementation in classroom practices, and assess their impact on students’ holistic development. Employing a qualitative–descriptive approach, data were collected from six MIN through classroom observations, teacher interviews, lesson plan analysis, and surveys of teachers and parents (n = 50). The findings reveal eight core values—tawakkul (trust in God), ikhlas (sincerity), amanah (responsibility), rahmah (compassion), syukur (gratitude), tauhid (oneness of God), istiqamah (steadfastness), and adab (ethical conduct)—integrated across multiple subjects. Strategies include spiritual reflection, contextual prayers, Islamic storytelling, and social service activities. The results indicate improvements in students’ moral behavior and sense of responsibility, demonstrating that spiritually based thematic learning effectively fosters both academic competence and spiritual maturity.