Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN ( INTELEKTUAL, EMOSI, SPIRITUAL ) DENGAN PENERIMAAN DIRI PADA DEWASA MUDA PENYANDANG CACAT TUBUH DI BALAI BESAR REHABILITASI SOSIAL BINA DAKSA PROF. DR. SOEHARSO SURAKARTA Anggraini, Desi; Wiyanti, Sri; Andayani, Tri Rejeki
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jip.v1i1.71944

Abstract

Penerimaan diri merupakan sikap positif terhadap diri sendiri, yang berarti mampu menerima segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki, sekalipun itu kondisi cacat tubuh. Bagi dewasa muda hal tersebut tentu bukan hal yang mudah untuk diterima, baik itu cacat bawaan atau cacat sesudah lahir. Berbagai gejolak emosi yang muncul dari dalam dan luar seperti pandangan orang lain, akan mempengaruhi individu untuk bisa menerima diri atau malah menolak diri. Dalam hal ini peran ketiga jenis kecerdasan (intelektual,emosi,spiritual) sangat penting untuk membantu individu dewasa muda keluar dari tekanan yang ada dan mampu meraih kondisi penerimaan diri yang realistis. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui:1) hubungan antara kecerdasan intelektual, kecerdasan emosi, dan kecerdasan spiritual dengan penerimaan diri pada dewasa muda penyandang cacat tubuh; 2) hubungan antara kecerdasan intelektual dengan penerimaan diri; 3) hubungan antara kecerdasan emosi dengan penerimaan diri; dan 4) hubungan antara kecerdasan spiritual dengan penerimaan diri.. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa Prof. Dr. Soeharso Surakarta, berusia 20-30 tahun, pendidikan minimal SMP, berjumlah 40 orang. Penelitian ini merupakan penelitian populasi. Pengumpulan data penelitian menggunakan Skala Penerimaan Diri (validitas = 0,337-0,694; reliabilitas = 0,897), Skala Kecerdasan Emosi (validitas = 0,318-0,753; reliabilitas = 0,895), dan Skala Kecerdasan Spiritual (validitas = 0,336-0,726; reliabilitas = 0,912), dan Culture Fair Intelligence Test (CFIT) Skala3.Penelitian ini menggunakan teknik analisis multivariate non-parametrik Regresi Logistik Ordinal. Hasil Uji Simultan dengan menggunakan statistik Likelihood Ratio (LR) menunjukkan nilai X2=28,942 (X2hitung>X2tabel) dan p = 0,000 (p<0,05). Hal tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan intelektual, kecerdasan emosi, dan kecerdasan spiritual dengan penerimaan diri pada penyandang cacat tubuh. Uji parsial dalam Regresi Logistik Ordinal adalah dengan Uji Wald. Hasil Uji Parsial dengan Uji Wald menunjukkan ada hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan emosi dengan penerimaan diri penyandang cacat tubuh (p=0,007; p<0,05), ada hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan spiritual dengan penerimaan diri penyandang cacat tubuh (p=0,042; p<0,05), serta terdapat hubungan yang sangat lemah meskipun tidak signifikan antara kecerdasan intelektual dengan penerimaan diri penyandang cacat tubuh (p=0,687; p>0,05).
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MATERI POKOK PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN SAMPAI 20 MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MACHT DIKELAS I SEMESTER I SDN JATIWANGI 02 KECAMATAN PAGERBARANG KABUPATEN TEGAL: Array Wiyanti, Sri
Jurnal Dialektika Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research was to reveal that the application of a learning model can improve student learning outcomes. This study uses the Classroom Action Research method. The collection of data uses tests and observations. The data analysis uses quantitative descriptive. The research location was in SD Negeri Jatiwangi 02, Pagerbarang Subdistrict, Tegal Regency. The object of action in this research is student learning outcomes. The research subjects were first grade students of SDN Jatiwangi 02 Semester 1 of the year 2017/2018 as many as 26 people. The results of the research show that through the make a macht learning model can improve student learning outcomes. The average value of student learning outcomes in the pre cycle is 66.53 and cycle 1 is reached 76.23 and in cycle 2 is reached 89.23 up by 22. Classical completeness in the Pre cycle 26% while the first cycle reached 57% the second cycle reached 96% up by 39%.