Putu Ayu Emmy Savitri Karin
Prodi Sarjana Keperawatan Dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN EFIKASI DIRI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS 2 DENPASAR BARAT Meirina Novitasari; Meril Valentine Manangkot; Putu Ayu Emmy Savitri Karin; Made Oka Ari Kamayani
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i04.p01

Abstract

Penyakit diabetes mellitus dapat menjadi pemicu timbulnya dampak negatif baik secara fisik, ekonomi, maupun emosional. Dukungan sosial didefinisikan sebagai rasa memiliki, penerimaan, dan bantuan psikologis yang meningkatkan kemampuan seseorang untuk mengatasi kondisi stres dengan lebih baik. Dukungan sosial yang baik akan berdampak positif bagi individu, seperti peningkatan kepercayaan diri (efikasi diri). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan dukungan sosial dengan efikasi diri pasien dalam manajemen pengobatan DM Tipe 2 di Puskesmas 2 Denpasar Barat. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 73 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menemukan bahwa mayoritas dukungan sosial dan efikasi diri pasien dalam kategori tinggi. Uji statistik hasil penelitian menggunakan Spearman’s Rank Correlation Test. Hasil dari penelitian ditemukan p-value 0,003 < a (0,05) dengan nilai kekuatan 0,339 yang artinya terdapat hubungan yang cukup kuat antara dukungan sosial dengan efikasi diri pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas 2 Denpasar Barat.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN TINGKAT STRES MAHASISWA TINGKAT SATU PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA I Made Sucitayasa; Ni Made Dian Sulistiowati; Kadek Eka Swedarma; Putu Ayu Emmy Savitri Karin
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p14

Abstract

Mahasiswa awal merupakan mahasiswa yang berada pada tahap awal studi di perguruan tinggi, biasanya pada tahun pertama atau kedua yang rentan terjadi stres. Salah satu faktor yang berhubungan yaitu dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan tingkat stres mahasiswa tingkat satu Program Studi Sarjana Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 94 orang sebagai responden dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner tentang tingkat stres dan dukungan sosial. Hasil uji analisis dilakukan dengan menggunakan spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan 77,6% mengalami stres sedang, 62,8% dengan dukungan sosial yang tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan tingkat stres mahasiswa tingkat satu Program Studi Sarjana Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan nilai r = -0,301 dan p = 0,003. Oleh karena itu, dukungan sosial sangat diperlukan oleh mahasiswa tingkat satu untuk beradaptasi di lingkungan perkuliahan yang baru.
HUBUNGAN SELF-COMPASSION DENGAN RESILIENSI CAREGIVER ORANG DENGAN SKIZOFRENIA (ODS) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS III DENPASAR UTARA Ni Kadek Shanti Widya Pertiwi; Putu Ayu Emmy Savitri Karin; Ni Made Dian Sulistiowati; Kadek Eka Swedarma; I Nyoman Dharma Wisnawa
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p10

Abstract

Caregiver dalam merawat Orang Dengan Skizofrenia (ODS) akan merasakan beban berat yang mengharuskan caregiver memiliki kemampuan resiliensi yang baik. Self-compassion merupakan faktor yang dapat memengaruhi resiliensi caregiver. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self-compassion dan resiliensi caregiver ODS. Metode penelitian ini merupakan metode kuantitatif dengan analisis deskriptif korelatif dan desain penelitian cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 84 orang caregiver di wilayah kerja Puskesmas III Denpasar Utara. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Skala Welas Diri (SWD) dan Connor-Davidson Resilience Scale short version (CD-RISC-10) dalam versi bahasa Indonesia. Responden dalam penelitian ini sebagian besar merupakan laki-laki (67%) dan orang tua dari ODS (48%). Caregiver mayoritas berusia 48 tahun dan telah merawat ODS selama 1 tahun. Hasil uji korelasi Spearman Rank menunjukkan bahwa nilai korelasi (r) sebesar 0,726 dan p-value sebesar 0,000 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang kuat dan signifikan antara self-compassion dan resiliensi. Diharapkan bagi keluarga untuk mempertahankan tingkat self-compassion dengan mengikuti pelatihan di fasyankes terdekat.