Putu Ayu Emmy Savitri Karin
Prodi Sarjana Keperawatan Dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

HUBUNGAN SELF-COMPASSION DENGAN RESILIENSI CAREGIVER ORANG DENGAN SKIZOFRENIA (ODS) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS III DENPASAR UTARA Ni Kadek Shanti Widya Pertiwi; Putu Ayu Emmy Savitri Karin; Ni Made Dian Sulistiowati; Kadek Eka Swedarma; I Nyoman Dharma Wisnawa
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p10

Abstract

Caregiver dalam merawat Orang Dengan Skizofrenia (ODS) akan merasakan beban berat yang mengharuskan caregiver memiliki kemampuan resiliensi yang baik. Self-compassion merupakan faktor yang dapat memengaruhi resiliensi caregiver. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self-compassion dan resiliensi caregiver ODS. Metode penelitian ini merupakan metode kuantitatif dengan analisis deskriptif korelatif dan desain penelitian cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 84 orang caregiver di wilayah kerja Puskesmas III Denpasar Utara. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Skala Welas Diri (SWD) dan Connor-Davidson Resilience Scale short version (CD-RISC-10) dalam versi bahasa Indonesia. Responden dalam penelitian ini sebagian besar merupakan laki-laki (67%) dan orang tua dari ODS (48%). Caregiver mayoritas berusia 48 tahun dan telah merawat ODS selama 1 tahun. Hasil uji korelasi Spearman Rank menunjukkan bahwa nilai korelasi (r) sebesar 0,726 dan p-value sebesar 0,000 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang kuat dan signifikan antara self-compassion dan resiliensi. Diharapkan bagi keluarga untuk mempertahankan tingkat self-compassion dengan mengikuti pelatihan di fasyankes terdekat.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA KORBAN KECELAKAAN LALU LINTAS Wasty O.M. Jen Jefel; Meril Valentine Manangkot; Putu Ayu Emmy Savitri Karin; Made Oka Ari Kamayani
Community of Publishing in Nursing Vol. 14 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2026.v14.i02.p09

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan kondisi gawat darurat yang bisa terjadi kapan saja, di mana saja, dan pada siapa saja. Dampak fisik akibat kecelakaan lalu lintasĀ  dapat dicegah melalui pertolongan pertama yang cepat dan tepat. Pengetahuan dan sikap dalam pertolongan pertama penting untuk mengurangi dampak buruk kecelakaan lalu lintas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik masyarakat, gambaran pengetahuan dan sikap tentang pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas pada masyarakat di Dusun Pelilit, Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi, dengan jumlah responden sebanyak 84 orang. Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner. Hasil penelitian didapatkan hasil mayoritas berusia dewasa muda (25-44 tahun) sebanyak 56 orang (66,7%), berjenis kelamin laki-laki sebanyak 45 orang (53,6%), pendidikan terakhir SMA sebanyak 37 orang (44,0%), bekerja sebagai karyawan swasta sebanyak 37 orang (44,0%), tidak memiliki pengalaman menolong sebanyak 59 orang (70,0%), tidak memiliki pengalaman mengikuti pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) sebanyak 84 orang (100%). Pengetahuan responden kategori kurang sebanyak 42 orang (50,0%) dan sikap responden kategori baik 51 orang (60,7%). Kesimpulan dalam penelitian ini mayoritas responden memiliki pengetahuan kurang dengan jumlah 42 orang (50,0%) dan sikap baik dengan jumlah 51 orang (60,7%) tentang pertolongan pertama korban kecelakaan lalu lintas. Peneliti merekomendasikan pemerintah daerah dan instansi kesehatan bekerja sama memberikan edukasi dan pelatihan bantuan hidup dasar untuk meningkatkan pengetahuan serta mempertahankan sikap positif masyarakat terhadap pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas.