Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

ANALISIS PERILAKU PETANI NANAS PENGGUNA PESTISIDA DALAM PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DI DESA TANJUNG MEDANG KECAMATAN KELEKAR KABUPATEN MUARA ENIM TAHUN 2019 Fitriyani; Yusnilasari
Jurnal Kesehatan Bina Husada Vol 13 No 03 (2021): Jurnal Kesehatan Bina Husada
Publisher : Stikes Bina Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pestisida merupakan zat, senyawa kimia (zat pengatur tumbuh dan perangsang tumbuh), organisme renik, virus dan zat lainlain yang digunakan untuk melakukan perlindungan tanaman atau bagian tanaman. Penggunaan pestisida yang tidak bijaksana dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, salah satunya ialah keracunan. Keracunan pestisida pada petani terkait dengan beberapa faktor antara lain faktor dari dalam tubuh (eksternal) dan faktor dari luar tubuh (internal). Penelitian ini bertujuan diketahuinya perilaku petani nanas pengguna pestisida dalam pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) di Desa Tanjung Medang Kecamatan Kelekar Kabupaten Muara Enim Tahun 2019. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 52 responden, metode pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis bivariat menggunakan uji chi square dengan tingkat kemaknaan (?=0.05). Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 01-07 Juli 2019. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan antara umur, jenis kelamin, pengetahuan dan sikap, serta tidak ada hubungan antara massa kerja dengan perilaku penggunaan APD pada petani nanas. Simpulan penelitian ini ada hubungan antara umur, jenis kelamin, pengetahuan dan sikap, serta tidak ada hubungan antara massa kerja dengan perilaku penggunaan APD pada petani nanas. Disarankan untuk agar lebih memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja dalam bekerja dan lebih meningkatkan kesadaran tentang pentingnya penggunaan APD untuk keselamatan dan peningkatan produktifitas hasil kerja dalam bekerja.
HUBUNGAN LAMA, BEBAN, SHIFT KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA DI PT. WASKITA PROYEK TOL KAPAL BETUNG TAHUN 2019 Hasannudin; Yusnilasari
Jurnal Kesehatan Bina Husada Vol 13 No 03 (2021): Jurnal Kesehatan Bina Husada
Publisher : Stikes Bina Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan akibat kerja dapat diartikan juga menurunnya efisiensi, performa kerja dan berkurangnya ketahanan atau kekuatan fisik tubuh untuk terus melanjutkan pekerjaan yang dilakukan oleh seorang tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya hubungan lama, beban, dan shift kerja dengan kelelahan kerja pada Operator Alat Berat Di PT. WASKITA Proyek Jalan Tol Kapal Betung Tahun 2019. Desain penelitian ini kuantitatif dengan survey analitik dengan rancangan cross sectional yang artinya rancangan penelitian dengan melakukan pengukuran atau pengamatan pada saat bersamaan. Sampel penelitian adalah berjumlah 30 respoden yang diambil secara total populasi untuk diambil secara total populasi. Instrument penelitian mengunakan kuesioner dengan analisa bivariat dengan uji chi square p value < 0,05 penelitian dilaksanakan pada tanggal 25 juli 2019. Lama kerja ( p value = 0,678) beban kerja (p value = 0,031) shift kerja (p value =0,046) dengan kelelahan kerja pada pekerja operator alat berat di PT.Waskita Proyek Tol Kapal Betung tahun 2019. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara lama kerja dengan kelelahan kerja. Ada hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja. Ada hubungan antara shift kerja dengan kelelahan kerja pada pekerja operator alat berat di PT.WASKITA proyek tol kapal betung tahun 2019.
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RUANG RAWAT INAP MEDANG RSUD SEKAYU TAHUN 2021 Hernita, Hernita; Yusnilasari, Yusnilasari; Nisa, Hanik Khairun
Jurnal Kesehatan Bina Husada Vol 14 No 03 (2022): Jurnal Kesehatan Bina Husada
Publisher : Stikes Bina Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58231/jkbh.v14i03.95

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit sangatlah penting, karena mempengaruhi kepuasan pasien. Berdasarkan kunjungan pasien di RSUD Sekayu tingkat kepuasan pasien pada tahun 2020 sebesar 83,33% mengalami penurunan dibandingakan tahun 2019 sebesar 7 % yang artinya mutu pelayanan di rumah sakit juga masih belum maksimal.Diketahui hubungan mutu pelayanan keperawatan dengan kepuasan pasien di ruang rawat inap medang RSUD Sekayu.Jenis penelitian ini kuantitatif dengan survei analitik, pendekatan cross sectional, populasi penelitian ini berjumlah 70 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simpel random sampling dengan besar sampel 60 responden sesuai kriteria inkulsi-eksklusi. Uji Kendall Tau yang digunakan dalam analisis penelitian ini. Hasil didapatkan reponden yang paling banyak dengan mutu pelayanan dimensi reliability baik sebanyak 47 responden (78,3%), assurances kategori baik sebanyak 51 responden (85%), dimensi tangible kategori baik sebanyak 49 responden (81,7%), dimensi emphaty kategori baik sebanyak 45 responden (75%) dan dimensi responsiviness kategori baik sebanyak 45 responden (75%). Hasil uji Kendall Tau didapatkan ada hubungan antara mutu pelayanan dengan tingkat kepuasan pasien di ruang medang RSUD Sekayu (p= 0,000). Ada hubungan antara mutu pelayanan dengan tingkat kepuasan pasien di ruang medang RSUD Sekayu (p= 0,000). Diharapkan kepada petugas kesehatan rumah sakit untuk meningkatkan dan memperbaiki semua kualitas dimensi mutu pelayanan kesehatan.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN DI BALAI BESAR PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN DI PALEMBANG TAHUN 2022 Novaldi, Alief; Yusnilasari, Yusnilasari
Jurnal Kesehatan Bina Husada Vol 15 No 03 (2023): Jurnal Kesehatan Bina Husada
Publisher : Stikes Bina Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58231/jkbh.v15i03.250

Abstract

Berdasarkan dari data yang di ambil dari absensi 5 bulan terakhir, jam kerja yang di terapkan di BBPOM Palembang ini menerapkan jam kerja lebih dari 8 jam/hari, yang dimana aturan pemerintah itu menetapkan untuk jam kerja yaitu 8 jam/hari. Dan yang saya dapat juga bahwa masih ada beberapa karyawan yang tidak tepat waktu saat scan masuk jam kerja, ada beberapa karyawan yang terlambat lebih dari jam 08.00, yang bisa di artikan itu dapat memengaruhi produktivitas kerja karyawan itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya faktor yang berhubungan dengan produktivitas kerja karyawan di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Palembang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah karyawan BPOM Palembang yang berjumlah 80 orang dengan teknik Total sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2022 di BPOM Palembang. Hasil uji univariat distribusi frekuensi responden tidak produktif berjumlah 58 responden (72,5%), yang mengalami stress berjumlah 43 responden (53,8%), jam kerja melebihi kapasitas berjumlah 51 responden (63,8%), dan beban kerja normal berjumlah 43 responden (53,8%). Hasil uji bivariat didapatkan ada hubungan antara stress kerja (p value = 0,000), jam kerja (p value = 0,004), dan beban kerja (p value = 0,000) dengan produktifitas kerja. Simpulan didapatkan ada hubungan antara stress kerja, jam kerja, beban kerja terhadap produktifitas kerja. Disarankan untuk memberikan pekerjaan kepada karyawan sesuai dengan keahlian karyawan dan perlu mengukur dengan cermat kualifikasi yang sesuai dengan setiap pekerjaan
ANALISIS KONDISI LINGKUNGAN RUMAH DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT PADA BALITA Wijaya, Vera; Priyatno, Akhmad Dwi; Ekawati, Dianita; Yusnilasari, Yusnilasari
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 7, No 1: Februari 2022 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v7i1.795

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Berdasarkan pengumpulan data awal  yang peneliti lakukan selama 6 bulan terakhir yaitu dari bulan Januari-Juni 2021 didapatkan balita penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) sebanyak 86 kasus. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian  ISPA antara  lain,  lingkungan, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), status  imunisasi, tingkat pendidikan dan pengetahuan keluarga, serta malnutrisi. Tujuan: Diketahuinya analisis kondisi lingkungan rumah dengan  kejadian ISPA pada balita. Metode: Desain penelitian ini adalah cross Sectional. Populasi penelitian ini semua balita yang berobat selama 6 bulan terakhir tahun 2021. Sampel penelitian berjumlah 86 responden, pengambilan sampel menggunakan total populasi. Uji statistik dengan menggunakan chi square dan regresi logistik berganda dengan tingkat kemaknaan (α=0.05). Hasil: Ada hubungan luas ventilasi (p=0.015), pengetahuan ibu (p=0.017), kebiasaan merokok (p=0.002) dan kelembaban (p=0.009) dengan kejadian ISPA pada balita serta tidak ada hubungan kepadatan hunian rumah (p=0,644), jenis dinding (p=0.909), pencahayaan (p=0.284), dan pendapatan orang tua (p=0,924). Pada analisis multivariat diperoleh variabel paling dominan yaitu kelembaban udara (p= 0.007). Saran: Melakukan penyuluhan dan edukasi secara berkala mengenai rumah sehat dan pencegahan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Kata Kunci: Lingkungan Rumah, ISPA, Balita
The Incidence Of Diarrhea In Toddlers In Terms Of Environmental Factors Meiranti, Meiranti; Priyatno, Akhmad Dwi; Gustina, Erma; Yusnilasari, Yusnilasari
Lentera Perawat Vol. 6 No. 1 (2025): January - March
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v6i1.413

Abstract

Tidal waters in the UPTD Puskesmas Muara Telang Banyuasin Regency cause river water to become salty during the dry season this is due to the habits of the community who defecate and throw garbage in the river. Data from the puskesmas for the months of January-June 2024 found 43 cases of toddlers who experienced diarrhea. This study aims to determine the results of the analysis of environmental factors on the incidence of diarrhea in toddlers in the working area of the Muara Telang Health Center, Banyuasin Regency in 2024. The method in this study was a quantitative observational survey analytic approach with a cross sectional design. Started on June 14, 2024-July 31, 2024. The population in this study were all mothers who brought toddlers to the health center, the sample in this study using the lemeshow formula obtained a sample of 60 toddlers. Accidental sampling technique. data analysis using univariate, bivariate and multivariate analysis. Instruments in the study Questionnaires and stationery. The results showed the incidence of diarrhea in toddlers as much as (58.3%). The results of bivariate analysis showed there was a relationship between age (p 0.016), gender (p 0.073), water quality (p 0.000), sewerage (p 0.044), and garbage disposal (p 0.025) with the incidence of diarrhea. The results of multivariate analysis of physical water quality variable is the factor that has the strongest relationship compared to other factors P value 0.000 (OlR 40.127).  Further research is needed to fill the existing knowledge gaps related to the relationship between environmental factors and the incidence of diarrhea in toddlers.
Environmental Sanitation Analysis of Dengue Fever Disease Intan Manirah Niksan; Akhmad Dwi Priyatno; Lilis Suryani; Yusnilasari
Lentera Perawat Vol. 6 No. 1 (2025): January - March
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v6i1.414

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is caused by the dengue virus transmitted by the Aedes aegypti mosquito or Aedes albopictus. The characteristics of the infectious vector determine the spread and timing of the occurrence of infection. The habitat of aedes mosquitoes is generally in regions with tropical climates, high rainfall, and hot and humid temperatures. The design of this study is quantitative with a cross sectional approach. The sample in this study uses a total sampling technique of 45 samples. The data analysis presented was using univariate, bivariate and multivariate analysis. The results of this study were obtained as age variables with a pvalue of 0.012, education pvalue 0.028, house ventilation pvalue 0.016, water shelter condition pvalue 0.000, mosquito repellent with pvalue 0.014, clothes hanging place pvalue 0.016, waste disposal system pvalue 0.016.  From dengue patients at the Muaradua Health Center, the condition of water reservoirs is the one that has the strongest effect compared to other facts (OlR 67,867). This can be interpreted if the respondent has an unhealthy water reservoir, he will have a risk of 67,867 times to suffer from dengue, and if he is old, he will have a similar risk.
Analysis of Dental Health Service Satisfaction in Dental Polyclinic Patients : A Cross-sectional Study Suliati, Peniza; Murni, Nani Sari; Zaman, Chairil; Yusnilasari, Yusnilasari; Kesumaputri, Bebbi Arisya
Lentera Perawat Vol. 6 No. 2 (2025): April - June
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v6i2.484

Abstract

Patient satisfaction is an important indicator in assessing the quality of healthcare services, including dental care services. Tugu Jaya Hospital in OKI Regency has not yet obtained evaluative data regarding patient satisfaction in its dental outpatient services. This study aims to determine the relationship between respondent characteristics and service quality dimensions with patient satisfaction. The study employed a quantitative design with a cross-sectional approach and involved 70 respondents selected through purposive sampling. Data were analyzed using chi-square tests and multiple logistic regression. The results showed significant relationships between education (p = 0.001; PR = 0.281), tangible (p = 0.000; PR = 7.059), empathy (p = 0.006; PR = 2.819), assurance (p = 0.010; PR = 2.596), and reliability (p = 0.022; PR = 2.338) with patient satisfaction. Meanwhile, no significant relationships were found between age (p = 1.00), gender (p = 0.495), and responsiveness (p = 0.070) and satisfaction. Among all the variables, the empathy dimension was the most dominant factor influencing satisfaction (OR = 0.208). Patient satisfaction with dental health services is influenced by education and service quality dimensions, particularly staff empathy. Enhancing service quality through empathy and interpersonal communication is the primary recommendation.
A phenomenological study on factors influencing women of childbearing age in the use of intrauterine devices at Gumawang Community Health Center Lanida, Bella Putri; Murni, Nani Sari; Suryani, Lilis; Yusnilasari, Yusnilasari
Lentera Perawat Vol. 6 No. 3 (2025): July - September
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v6i3.521

Abstract

Background: The Intrauterine Device (IUD) is one of the most effective long-acting reversible contraceptives, yet its utilization remains low in Indonesia, including at Gumawang Community Health Center, Ogan Komering Ulu Timur District. Predisposing factors such as knowledge, beliefs, and cultural perceptions are believed to contribute to the low uptake of IUDs. Objective: This study aimed to analyze the factors influencing IUD use among women of reproductive age. Methods: A qualitative study with a phenomenological approach was conducted to explore participants’ experiences and perceptions. Data were collected through in-depth interviews and focus group discussions (FGDs) involving 17 informants, including IUD acceptors, non-IUD acceptors, unmet need groups, health workers, and family planning program officers. Data analysis employed reduction, data presentation, and conclusion drawing, supported by source triangulation to ensure trustworthiness. Results: Three major themes emerged: (1) knowledge—variations in understanding IUD definition, duration, benefits, and side effects; (2) beliefs—dominated by fear, shame, and mixed religious views; and (3) culture—community myths and narratives surrounding IUD safety that shape perceptions negatively. These findings demonstrate that misinformation and limited exposure strongly influence decision-making regarding IUD adoption. Conclusion: Knowledge, beliefs, and cultural perceptions significantly affect women’s decisions to use IUDs. Strengthening health education, counseling, and partnerships with community and religious leaders is essential to counter misinformation and improve IUD acceptance.
ANALYSIS OF HYPERTENSION INCIDENCE IN PRODUCTIVE AGE GROUP AT PLAJU HEALTH CENTER PALEMBANG CITY Prathama, Grease; Harokan, Ali; Ekawati, Dianita; Yusnilasari
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 10 No. 2 (2025): Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-Ma'arif Baturaja
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v10i2.507

Abstract

Hypertension is a non-communicable disease with increasing prevalence, particularly among the productive age group. Lifestyle factors and family history are suspected to significantly contribute to the incidence of hypertension. This study aimed to analyze the association between various risk factors and the incidence of hypertension in individuals of productive age. This was a cross-sectional study involving 375 respondents aged 15–59 years registered at Plaju Public Health Center. Samples were selected using accidental sampling. Data were collected using questionnaires, blood pressure measurements, and metabolic status assessments. Data analysis included univariate, bivariate (Chi-Square test), and multivariate (logistic regression). Bivariate analysis revealed significant associations between several factors—including education, family history of hypertension, sodium intake, physical activity, BMI, smoking, cholesterol, and stress—with hypertension. Logistic regression identified sodium intake as the most dominant factor influencing hypertension. The regression model demonstrated strong predictive ability. Hypertension among the productive age population is influenced by a combination of lifestyle and genetic predisposition. Controlling sodium intake, promoting healthy lifestyles, and conducting routine screening are essential for hypertension prevention in this age group.