Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Environmental Communication Policy and Religious Spirituality in Handling Waste Problems in Bintan Regency Riau Islands Ali Ridho; Mahfuzah Saniah
Langgas: Jurnal Studi Pembangunan Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ljsp.v2i1.11186

Abstract

The research discusses the policy of the Regional Government of Bintan Regency in tackling the waste problem through an environmental communication approach and ecology religious spirituality. This research is a case study type and the data is obtained from the observation process and literature study related to the research theme. The results of the study concluded that the environmental communication approach by the Regional Government of Bintan Regency to deal with waste problems must be implemented as soon as possible by involving all components of policy makers, the community, and foreign and domestic private parties. Then, a new approach model is needed in the form of an ecology-based religious spirituality movement to make people aware that religious values also contain teachings about the virtues of protecting the surrounding environment. Religious leaders in collaboration with the local government have more responsibility to provide ecological spirituality content to the peoples
NAHDLATUL ULAMA AS THE MAIN ACTOR MANAGING AND RESETTING CIVILIZATION IN THE DIGITAL ERA TOWARDS HUMAN HARMONY AND WORLD PEACE Ali Ridho; Ningsih, Widya; Wahud, Fitria; Idi Warsah; Waryono Abdul Ghofur; Akhmad Rifa'i
Jurnal Sosiologi Agama Vol. 17 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jsa.2023.172-03

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan Q-DAS (Qualitative Data Analysis Software) yang menggabungkan model gabungan antara tinjauan literatur dan netnografi pada kanal YouTube “TVNU”, akun media sosial para ulama Nahdlatul Ulama, dan situs-situs web Islam moderat yang dikelola oleh tim siber dan jaringan yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati dan menganalisis peran NU sebagai aktor utama dalam menata ulang dan menciptakan harmoni umat manusia, serta mewujudkan perdamaian dunia dengan memperkuat literasi di era digital dalam rangka memperingati 1 abad berdirinya NU. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya dengan adanya sumber daya yang dimiliki oleh Nahdlatul Ulama dapat menjadi modal utama menjaga, merawat, dan mendinginkan iklim media sosial dan digital yang seringkali memanas dan berkecambuk seiring perubahan dinamika keagamaan dan politik dalam negeri maupun luar negeri. Penciptaan informasi dan narasi inklusif-moderat secara masif juga harus dilakukan oleh NU mulai dari basis struktural yakni para tokoh berpengaruh yang mempunyai basis pengikut besar di media sosialnya, hingga basis kultural yaitu masyarakat Nahdliyin di jagad digital demi terwujudnya perdamaian dunia internasional, alam semesta yang terawat rapi, dan peradaban manusia yang terbangun kembali untuk kemaslahatan manusia dan masa depan dunia di masa mendatang.
Budaya Arab Dan Kearifan Lokal: Menyelusuri Nilai-Nilai Tradisional Dalam Masyarakat Modern Ali Ridho; Febri Priyoyudanto
Student Research Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Februari : Student Research Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/srjyappi.v2i1.1027

Abstract

Research aims to explore the interaction between Arab culture and local wisdom in Indonesia, particularly in preserving traditional values amidst modernization. This qualitative study employs in-depth interviews and participatory observation to collect data from Muslim community leaders in Jakarta. The findings indicate that traditional values such as mutual cooperation, respect for elders, and religiosity are still highly esteemed, albeit with varying interpretations. Muslim informants integrate religious teachings and ancestral traditions into their daily practices. They negotiate with modernity by adapting traditional values to be relevant to contemporary needs. In conclusion, traditional values persist in modern Muslim society in Indonesia through the selective integration of elements from Arab and local cultural heritage.
MULTIMODAL STRATEGIES OF MODERATE ISLAMIC DIGITAL DA’WAH ON THE RUKUN INDONESIA YOUTUBE CHANNEL Ali Ridho; Anita Sartika; Muhammad Tahir Alibe; Zainun Nur Hisyam Tahrus; Sahari
Harmoni Vol. 24 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Research and Development Center for Guidance for Religious Societies and Religious Services, the Research and Development and Education and Training Agency of the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia (MORA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32488/harmoni.v24i2.900

Abstract

This study examines how the Rukun Indonesia YouTube channel constructs representations of moderate Islam through multimodal digital da’wah. Although research on online Islamic communication has expanded, few studies analyze how moderate Islamic values are articulated through integrated visual, verbal, and auditory modes, particularly within interfaith contexts. This study addresses this gap by investigating how multimodal strategies shape public perceptions of inclusive Islam. This study employed a descriptive qualitative design using 25 purposively selected podcast videos uploaded between 2022 and 2025. Data consisted of spoken narratives, visual imagery, symbolic elements, background music, and audience comments. Multimodal Discourse Analysis was used to interpret meaning-making across modes, supported by thematic coding of narrative structures and audience responses. The findings indicate that: First, humanitarian narratives and empathetic visual framing function as the primary vehicles for communicating moderate Islamic values. Second, symbols of cultural and religious diversity embedded in visual and musical elements reinforce messages of tolerance and coexistence. Third, audience responses indicate strong emotional engagement and broad acceptance from both Muslim and non-Muslim viewers, suggesting that multimodal da’wah can effectively foster interfaith understanding. These results demonstrate that digital da’wah can operate as a participatory and dialogic space that counters polarizing religious discourse. The study concludes that multimodal strategies offer significant potential for strengthening inclusive Islamic communication and recommends further research on cross-platform comparative models of moderate digital da’wah.  Abstrak Penelitian ini mengkaji bagaimana kanal YouTube Rukun Indonesia membangun representasi Islam moderat melalui dakwah digital multimodal. Meskipun kajian mengenai komunikasi Islam daring terus berkembang, masih sedikit penelitian yang menganalisis bagaimana nilai-nilai Islam moderat diartikulasikan melalui integrasi mode visual, verbal, dan auditori, khususnya dalam konteks lintas iman. Studi ini mengisi kekosongan tersebut dengan meneliti bagaimana strategi multimodal membentuk persepsi publik terhadap Islam yang inklusif. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan menganalisis 25 video podcast yang dipilih secara purposif dan diunggah antara 2022 hingga 2025. Data mencakup narasi lisan, citra visual, elemen simbolik, musik latar, serta komentar audiens. Analisis Wacana Multimodal digunakan untuk menafsirkan proses pembentukan makna lintas mode, didukung oleh pengodean tematik terhadap struktur naratif dan respons penonton. Hasil penelitian menunjukkan tiga pola utama. Pertama, narasi kemanusiaan dan framing visual yang empatik menjadi sarana utama dalam menyampaikan nilai-nilai Islam moderat. Kedua, simbol keberagaman budaya dan agama yang tertanam dalam elemen visual dan musikal memperkuat pesan toleransi dan koeksistensi. Ketiga, respons audiens menunjukkan keterlibatan emosional yang kuat dan penerimaan luas dari penonton Muslim maupun non-Muslim, yang mengindikasikan bahwa dakwah multimodal efektif dalam mendorong pemahaman lintas iman. Temuan ini menunjukkan bahwa dakwah digital dapat berfungsi sebagai ruang dialogis dan partisipatif yang mampu menandingi wacana keagamaan yang memecah belah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi multimodal memiliki potensi signifikan dalam memperkuat komunikasi Islam yang inklusif dan merekomendasikan penelitian lanjutan mengenai model perbandingan dakwah digital moderat lintas platform.