Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN DESAIN PEMBELAJARAN ELPSA DALAM MODEL PEMBELAJARAN VAK TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA PADA POKOK BAHASAN LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT Kusumawardani, Ratna; Pratiwi, Ajeng Hayu; Muflihah, Muflihah
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 35, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpp.v35i2.15655

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan desain pembelajaran ELPSA dalam model pembelajaran VAK terhadap hasil belajar kimia siswa pada pokok bahasan larutan elektrolit dan non elektrolit kelas X SMA Negeri 3 Samarinda. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling sehingga diperoleh sampel penelitian yaitu siswa kelas X MIPA 1 dan X MIPA 2 dengan masing-masing kelas berjumlah 36 siswa. Kelas X MIPA 2 merupakan kelas yang menggunakan desain pembelajaran ELPSA dalam model pembelajaran VAK sedangkan kelas X MIPA 1 menggunakan model pembelajaran VAK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai hasil belajar siswa yang menggunakan desain pembelajaran ELPSA dalam model pembelajaran VAK lebih baik daripada rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran VAK. Rata-rata nilai hasil belajar siswa yang menggunakan desain pembelajaran ELPSA dalam model VAK adalah 81,06 dan rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran VAK adalah 78,32. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan uji t, diperoleh t hitung = 2,68 dan t tabel = 1,99 pada taraf signifikan 5%. Karena t hitung > t tabel, maka H diterima sehingga terdapat pengaruh penggunaan desain pembelajaran ELPSA dalam model pembelajaran VAK terhadap hasil belajar kimia siswa pada pokok bahasan larutan elektrolit dan non elektrolit kelas X SMA Negeri 3 Samarinda.
PENERAPAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU DENGAN PENDEKATAN CHEMOENTREPRENEURSHIP UNTUK MENGETAHUI MINAT BERWIRAUSAHA SISWA (STUDI KASUS DI SMP MARDISISWA 1) Ratna Kusumawardani
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2014
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA ) pada dasarnya berkaitan dengan peristiwa alam yang dapat ditemukan dalam keh idupan sehari-hari. Diharapkan dengan belajar IPA dapat membantu mempersiapkan siswa menghadapi tantangan di masa depan. Oleh karena itu agar hasil pembelajaran IPA menjadi lebih bermakna maka perlu dikemas ke dalam suatu pendekatan yang dapat memot ivasi minat berwirausahasiswa yaitu dengan pendekatan chemoentrepreneurship. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan minat wirausaha siswa SMP dalam pembelajaran IPA Terpadu dengan pendekatan chemoentrepreneurship. Subyek dalam penelit ian ini adalah siswa kelas VIISMP Mard isiswa 1. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa kuesioner/angket. Angket diberikan kepada siswa sebelum dan sesudah penerapan pembelajaran IPA Terpadu dengan pendekatan chemoentrepreneurship. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data kuantitatif berupa skor angket kemudian dianalisis berdasarkan indikator minat berwirausaha sebelum maupun setelah pembelajaran. Hasil penelit ian menunjukkan bahwa minat berwirausaha siswa melalui pembelajaran IPA Terpadudengan pendekatan chemoentrepreneurship mengalami peningkatan yang signifikan. Persentase peningkatan masing-masing indikator adalah indikator kemauan keras untuk mencapai tujuan dan kebutuhan hidup 81,28%, indikator keyakinan kuat atas kekuatan sendiri 84,07%, sikap jujur dan tanggung jawab 72,25%, indikator ketahanan fisik dan mental 56,31%, indikator ketekunan dalam bekerja dan berusaha 67,16%, indikator pemikiran yang kreatif dan konstruktif 81,22%, indikator berorientasi ke masa depan 63,27%, indikator berani mengamb il resiko 72,49%. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran IPA Terpadu dengan pendekatan CEP mampu meningkatkan minat berwirausaha siswa.
THE INFLUENCE OF THE IMPLEMENTATION OF PROJECT BASED LEARNING LEARNING MODEL USING CHEMOENTREPRENEURSHIP APPROACH ON THE LEARNING OUTCOME AND ENTREPRENEURSHIP INTEREST OF SMA NEGERI 1 SAMARINDA SCIENCE PROGRAM STUDENT ON COLLOIDAL SYSTEM TOPIC IN 2014/201 Ratna Kusumawardani; Rexy Anderson Tindangen
PROSIDING SEMINAR KIMIA PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE 2015
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research objective was to determine the influence of the implementation of Project Based Learning (PjBL) learning model with chemoentrepreneurship approach on the learning outcome and entrepreneurship interest of SMA Negeri 1 Samarinda student on colloidal system topic. The population was all eleventh grade students of SMA Negeri 1 Samarinda science program, meanwhile the sample was the eleventh grade students of 5th Science program class. This research used one shot pretest-posttest design, which only use 1 class as sample. The influence was determined by comparing the result of pretest and posttest and analyzed by using t test method, meanwhile the learning outcome and entrepreneurship interest improvement category were analyzed by using N-gain method. The results of the implementation of Project Based Learning (PjBL) learning model with chemoentrepreneurship approach showed a significant influence on the learning outcome and entrepreneurship interest of SMA Negeri 1 Samarinda student on colloidal system topic. According to N-gain test, the students’ learning outcome on first and second meeting has improved and the improvement is on medium category, meanwhile the students’ entrepreneurship interest also improved and the improvement is on low category.
THE EFFECT OF APPLICATION OF 5E LEARNING CYCLE MODEL COMBINED NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) TOWARD CHEMISTRY LEARNING OUTCOMES ON THE SUBJECT OF SALT HYDROLYSIS IN XI SCIENCE STUDENTS AT SENIOR HIGH SCHOOL 1 TANAH GROGOT ACADEMIC YEAR 2014/2015 Yuni Kurnia; Usman -; Ratna Kusumawardani
PROSIDING SEMINAR KIMIA PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE 2015
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of application of 5E learning cycle modelcombined numbered head together (NHT) toward chemistry learning outcomes on the subject of salt hydrolysis in XI science students at Senior High School 1 Tanah Grogot academic year 2014/2015. The method is used in this study is experimental method. Samples were students of class XI Science 4 as an experimental class-treated with 5E learning cycle model combined numbered head together (NHT) and the students of class XI Science 3 as control class treated with direct instructional models. Obtaining the average value of 84,4 post-test experimental class and control class 73,8. Data analysis process two groups using t-test results obtained 3,24 ttest and ttable at 5% significance level of 1,67, then tcalculation> ttable. The results of this study indicate that there are. The effect of the 5E learning cycle modelcombined numbered head together (NHT) toward chemistry learning outcomes on the subject of salt hydrolysis in XI sains students at Senior High School 1 Tanah Grogot academic year 2014/2015.
Perbedaan hasil belajar siswa SMK antara model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dengan model pembelajaran problem based learning pada pokok bahasan larutan elektrolit dan nonelektrolit Sri Rahma Wati; Ratna Kusumawardani; Abdul Majid
Bivalen: Chemical Studies Journal Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Bachelor Degree Program of Chemical Education - Mulawarman University | Program Studi S-1 Pendidikan Kimia - Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bcsj.v1i1.275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa SMK pada pokok bahasan larutan elektrolit dan nonelektrolit antara siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe GI (group investigation) dengan model pembelajaran PBL (problem based learning). Jenis penelitian ini adalah quasi experimental. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X yang terbagi dalam 13 kelas dengan jumlah total siswa sebanyak 405 siswa. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Listrik 1 (30 siswa) yang diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe GI dan siswa kelas X Listrik 2 (35 siswa) yang diajar menggunakan model pembelajaran PBL. Kedua kelas diajar menggunakan strategi REACT (Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transferring). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Data dalam penelitian ini terdiri atas data dokumentasi, nilai tes kemampuan kognitif siswa menggunakan postes dan ulangan harian. Data dokumentasi berupa nilai siswa pada pokok bahasan sebelumnya. Nilai tes kemampuan kognitif siswa diperoleh dari nilai post-test dan nilai ulangan harian. Uji normalitas menggunakan Chi-Square, uji homogenitas menggunakan uji F dan uji perbedaan menggunakan uji t. Rata-rata hasil belajar siswa kelas X Listrik 1 sebesar 79,07 sedangkan rata-rata hasil belajar siswa kelas X Listrik 2 sebesar 79,64. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil belajar siswa pada pokok bahasan larutan elektrolit dan nonelektrolit antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe GI dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran PBL menggunakan strategi REACT.
Pengaruh penggunaan media pembelajaran bonding board dengan model pembelajaran quantum teaching berbasis visual, auditori, kinestetik (VAK) terhadap pemahaman siswa pada materi ikatan kimia Ani Suryani Simbolon; Iis Intan Widiyowati; Ratna Kusumawardani
Bivalen: Chemical Studies Journal Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Bachelor Degree Program of Chemical Education - Mulawarman University | Program Studi S-1 Pendidikan Kimia - Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bcsj.v1i1.276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran bonding board dengan model pembelajaran quantum teaching berbasis Visual, Auditori, Kinestetik (VAK) terhadap tingkat pemahaman siswa SMA pada materi ikatan kimia. Populasi yang digunakan yaitu seluruh siswa kelas X SMA Negeri 5 Samarinda. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, sehingga sampel yang digunakan adalah kelas X 4 dan kelas X 5. Teknik pengambilan data menggunakan teknik tes yang mencakup jenjang pemahaman kognitif siswa terdiri dari pengetahuan (knowledge), pemahaman (comprehension), penerapan (application), analisis (analysis), penilaian (evaluation), dan mencipta (create). Pengolahan data menggunakan Microsoft Excel dan SPSS 20. Hasil rata-rata kelas yang menggunakan model pembelajaran quantum teaching berbasis VAK adalah 72, 25 dan rata-rata kelas yang menggunakan model pembelajaran quantum teaching berbasis VAK dengan media bonding board adalah 74,96. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh penerapan media pembelajaran bonding board dengan model pembelajaran quantum teaching berbasis Visual, Auditori, Kinestetik (VAK) terhadap tingkat pemahaman siswa pada materi ikatan kimia.
Analisis keterampilan proses sains siswa SMA melalui penerapan model pembelajaran learning cycle 5E pada pokok bahasan larutan asam dan basa Serly Wahyuni Salosso; Nurlaili Nurlaili; Ratna Kusumawardani
Bivalen: Chemical Studies Journal Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Bachelor Degree Program of Chemical Education - Mulawarman University | Program Studi S-1 Pendidikan Kimia - Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bcsj.v1i1.280

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana keterampilan proses sains (KPS) siswa SMA melalui penerapan model pembelajaran learning cycle 5 E (Engagement, Exploration, Explanation, Elaboration, Evaluation) pada pokok bahasan larutan asam dan basa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Batu Sopang yang berjumlah 186 siswa. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas XI IPA 2 yang berjumlah 30 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data KPS siswa diperoleh melalui tes kemampuan kognitif menggunakan lembar kerja siswa (LKS) dan observasi. LKS digunakan untuk mengukur 5 indikator KPS yaitu keterampilan merencanakan percobaan, mengelompokkan, meramalkan, menafsirkan dan menerapkan konsep. Observasi digunakan untuk mengukur 4 KPS yaitu keterampilan berkomunikasi, menggunakan alat dan bahan, mengajukan pertanyaan dan observasi. Data pendukung dalam penelitian ini adalah wawancara. Wawancara digunakan sebagai data pendukung untuk mengetahui kendalan siswa dalam pembelajaran pada setiap indikator KPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan mengelompokkan, menerapkan konsep, menggunakan alat atau bahan dan observasi tergolong sangat baik; keterampilan merencanakan percobaan, berkomunikasi, meramalkan dan menafsirkan tergolong baik; dan keterampilan mengajukan pertanyaan tergolong kurang
Pengaruh model pembelajaran CORE (connecting organizing eflecting extending) dengan media poster terhadap hasil belajar siswa pada materi larutan penyangga Eka Parmawatika; Ratna Kusumawardani; Iis Intan Widiyowati
Bivalen: Chemical Studies Journal Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Bachelor Degree Program of Chemical Education - Mulawarman University | Program Studi S-1 Pendidikan Kimia - Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bcsj.v1i2.286

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Connecting Organizing Reflecting Extending (CORE) dengan media poster terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan larutan penyangga di SMA Negeri 7 Samarinda. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 7 Samarinda. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling sehingga diperoleh sampel penelitian yaitu siswa kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2. Kelas XI IPA 2 merupakan kelas yang menggunakan model pembelajaran CORE dengan media poster sedangkan kelas XI IPA 1 menggunakan model pembelajaran langsung. Teknik pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknis tes dan teknik dokumentasi. Teknik analisa data menggunakan uji t. Nilai rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran CORE dengan media poster adalah 74,09 dan rata-rata nilai hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran langsung adalah 67,07. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran CORE dengan media poster lebih baik daripada rata-rata nilai hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran langsung. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan uji t diperoleh kesimpulan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Connecting Organizing Reflecting Extending (CORE) dengan media poster terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan larutan penyangga di SMA Negeri 7 Samarinda
Modifikasi biji pepaya sebagai biosorben zat warna tekstil mordant black 11 Ratna Kusumawardani; A. Rismawati; Ria Retnowati
Bivalen: Chemical Studies Journal Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Bachelor Degree Program of Chemical Education - Mulawarman University | Program Studi S-1 Pendidikan Kimia - Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bcsj.v1i2.289

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui zat pengaktivator dan suhu karbonasi optimum biosorben biji pepaya untuk mengadsorpsi zat warna tekstil mordant black 11. Prinsip kerja dari penelitian ini adalah preparasi serbuk biji pepaya, aktivitasi, karbonasi, serta aplikasi. Aplikasi menggunakan zat warna tekstil mordant black 11. Penentuan kadar zat warna tekstil mordant black 11 sebelum dan sesudah adsorpsi diukur dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Variabel bebas adalah zat pengaktivasi (H2SO4, NaOH) dan suhu karbonisasi (200ﹾC, 300ﹾC, 400ﹾC, 500ﹾC, dan 600ﹾC). Variabel terikat adalah persentase penyerapan zat warna tekstil mordant black 11. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biosorben yang diaktivasi asam lebih baik daripada biosorben yang diaktivasi basa dalam kemampuannya menyerap zat warna tekstil mordant black 11. Pada variasi suhu karbonasi didapatkan suhu karbonasi optimum pada biosorben biji pepaya dengan aktivasi asam yaitu pada suhu 500ﹾC dengan persentase zat warna terserap sebesar 55,46%, sedangkan suhu karbonasi optimum pada biosorben biji pepaya dengan aktivasi basa adalah suhu 400ﹾC dengan persentase zat warna terserap 26,88%
Analisis keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa kelas X dengan menggunakan model pembelajaran PBL (problem based learning) pada pokok bahasan larutan elektrolit dan nonelektrolit Darna Yunita; Mukhamad Nurhadi; Ratna Kusumawardani
Bivalen: Chemical Studies Journal Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Bachelor Degree Program of Chemical Education - Mulawarman University | Program Studi S-1 Pendidikan Kimia - Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bcsj.v1i2.290

Abstract

Keterampilan proses sains sangat diperlukan untuk membangun ketiga karakteristik ilmu kimia yaitu sebagai produk, proses dan sikap. Untuk mencapai keterampilan proses sains diperlukan model pembelajaran yang dapat mendorong siswa untuk mengaitkan materi dengan fenomena atau contoh-contoh yang ada di lingkungan sekitar. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan adalah model pembelajaran PBL (Problem Based Learning). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa kelas X dengan menggunakan model pembelajaran PBL pada pokok bahasan larutan elektrolit dan nonelektrolit di SMA Negeri 3 Samarinda. Sampel pada penelitian ini adalah X MIPA 4 yang dipilih secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes berupa post-test, ulangan harian dan lembar observasi. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan perhitungan persentase rata-rata serta sebaran siswa indikator untuk analisis keterampilan proses dan tiap jenis penilaian untuk hasil belajar siswa. Hasil analisis dan keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa yang diperoleh menunjukkan bahwa rata-rata persentase kedelapan indikator keterampilan proses sains dan keempat jenis penilaian hasil belajar berada pada rentang nilai 61%-100% dengan kategori baik (75,8%) dan sangat baik (90%), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dalam penggunaan model pembelajaran PBL terhadap keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa