Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Jurnal Artefak

DAMPAK PEMEKARAN KABUPATEN PANGANDARAN TERHADAP POTENSI BUDAYA DAN PARIWISATA ALAM KABUPATEN CIAMIS Wulan Sondarika; Dewi Ratih; Aan Suryana
Jurnal Artefak Vol 4, No 1 (2017): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.085 KB) | DOI: 10.25157/ja.v4i1.733

Abstract

Pemekaran suatu daerah tentu akan berdampak pada segala aspek, aspek budaya dan pariwisata bagi Kabupaten Ciamis. Tujuan utama dari penulisan karya ilmiah ini yaitu untuk menganalisis pemekaran Daerah Pangandaran; aspek budaya dan aspek pariwisata. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian potensi budaya kabupaten Ciamis sebelum terjadinya pemekaran kabupaten Pangandaran yaitu, ronggeng gunung, Bebegig Sukamantri, ronggeng amen, debus Panjalu, wayang landung, dan sebagainya. Sedangkan untuk pariwisata alam yang memberikan pemasukan paling besar bagi PAD kabupaten Ciamis yaitu wisata alam pantai Pangandaran. Potensi budaya dan pariwisata alam kabupaten Ciamis setelah terjadinya pemekaran kabupaten Pangandaran mengalami perubahan, yaitu belum jelasnya kesenian ronggeng gunung dalam hal kepemilikan, Sedangkan untuk pariwisata alam, kabupaten Ciamis kehilangan wisata alam pantai Pangandaran yang memberikan pemasukan paling besarbagi PAD kabupaten Ciamis. Sedangkan, dampak pemekaran kabupaten Pangandaran yang sangat besar dirasakan adalah dalam hal pariwisata alam, karena dengan terlepasnya Pangandaran, kabupaten Ciamis kehilangan PAD sampai 85% dan apabila diuangkan mencapai 6 miliar.Expansion of a region will certainly impact on all aspects, cultural and tourism aspects for the District of Ciamis. The main purpose of the writing of this scientific paper is to analyze the expansion of Pangandaran Region; cultural aspects and aspects of tourism. The method used hearts singer research is using qualitative approach. The results of the research potential of cultural Ciamis district before the onset of Pangandaran regencies, namely, Ronggeng Mountains, Bebegig Sukamantri, Ronggeng Amin, Debus Panjalu, Landung Puppet, and so forth. As for the nature tourism review that brings in big fence Revenue Share (PAD) Ciamis District Pangandaran Beach is a natural attraction. The potential of cultural and natural tourism Ciamis District taxable income of the province was split Pangandaran Regency unchanged, ie unclear arts ronggeng mountain hearts ownership, while for a review of natural tourism, Ciamis district Loss of natural attractions Pangandaran That gives entry fence big Revenue Share PAD (PAD) Ciamis District. Meanwhile, the impact of the expansion Pangandaran Regency most big hearts felt is eco-tourism thing, because with the release of Pangandaran, Ciamis Regency Lost Revenue (PAD) to 85% and when cashed reached 6 billion.
DAMPAK CULTURSTELSEL (TANAM PAKSA) BAGI MASYARAKAT INDONESIA DARI TAHUN 1830-1870 Wulan Sondarika
Jurnal Artefak Vol 3, No 1 (2015): Maret (Media Cetak)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.366 KB) | DOI: 10.25157/ja.v3i1.337

Abstract

Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana kehidupan masyarakat pada masa sistem tanam paksa dan tanaman wajib apa saja yang harus ditanam. Metode yang digunakan adalah metode historis yaitu metode yang digunakan untuk mendeskripsikan peristiwa-peristiwa yang telah terjadi. Hasil penelitian ini adalah bahwa Cultuurstelsel disebut juga sebagai Sistem Tanam Paksa, ini adalah peraturan yang dikeluarkan oleh Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch pada tahun 1830. Motif utama sistem tanam paksa (culturstelsel) pada tahun 1830 adalah karena kesulitan finansial yang dihadapi pemerintah Belanda sebagai akibaat perag Jawa tahun 1825-1830. Ciri utama dari pelaksanaan sistem tanam paksa adalah keharusan bagi rakyat untuk membayar pajak dalam bentuk pajak in natura, yaitu dalam bentuk hasil-hasil pertanian mereka. Dampak Culturstelsel dalam tanaman dibagi menjadi dua, diantaranya tanaman musiman dan tanaman tahunan. Tanaman musiman meliputi; gula, nila dan tembakau sedangkan tanaman tahunan meliputi; lada, kopi, teh dan karet. Selain dampak terhadap tanaman, terdapat juga dampak terhadap rakyat diantaranya penduduk desa wajib bekerja untuk kepentingan kolonial maupun untuk kepala-kepala dan para  pejabat. Kata kunci: Dampak Culturstelsel, Tanam Paksa, Masyarakat Indonesia
PEMANFAATAN SITUS GANDOANG DALAM PEMBELAJARAN DENGAN METODE DISCOVERI LEARNING PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH Wulan Sondarika
Jurnal Artefak Vol 6, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.005 KB) | DOI: 10.25157/ja.v6i1.2047

Abstract

The discovery method in historical learning with the theme of the Gandoang site as a learning medium aims to train students to analyze past events and the benefits of the Gandoang site as a source of learning history and local tourism. The research method in this study is qualitative. Qualitative research is a research procedure that produces descriptive data in the form of written or oral words from people and observed behavior. The results of the study that after analyzing the learning process with the discoveri method were very helpful for lecturers in creating an active, educative and enjoyable learning atmosphere and could stimulate students to think critically and creatively in finding independent learning resources.
KEBUDAYAAN NGABUNGBANG DARI TAHUN 1915-2009 DI KOTA BANJAR Wulan Sondarika
Jurnal Artefak Vol 2, No 2 (2014): Agustus (Media Cetak)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.551 KB) | DOI: 10.25157/ja.v2i2.336

Abstract

Hasil penelitian yang diperoleh adalah 1) pelaksanaan ritual Ngabungbang dari tahun 1915-1968 yang banyak dipengaruhi oleh hal-hal mistik. Dan hal itu pula yang menyebabkan ritual Ngabungbang sempat padam selama 35 tahun. 2) pelaksanakan ritual Ngabungbang dari tahun 2004-2009 mengalami perubahan-pembahan mendasar. Waktu, tahapan ritual, sampai tujuan dan makna simbol yang digunakannya. Hal ini disebabkan oleh pengaruh tokoh-tokoh adat yang memimpin ritual memiliki keragaman berfikir. Serta terdapat makna-makna simbol ritual setelah perubahan dan, 3) sebagai wujud peran serta masyarakat dan pemerintahan Kota Banjar dalam upaya pelestarian ritual Ngabungbang sejak tahun 2005 pemerintah Pemkot Banjar telah mendeklarasikan ritual Ngabungbang sebagai jati diri Kota Banjar dalam bidang kebudayaan dan pariwisata dan menyarankan supaya tradisi ini dikemas dengan hal-hal yang lebih menarik yang akan menghasilkan aset pariwisata budaya Kota Banjar.Kata Kunci: Ngabungbang, tradisi, dan pelestarianABSTRACTThe result of research obtained: l) execution of Ngabungbang ritual of year 1915-1968 which influenced many by mystique things. And that thing also causing Ngabungbang ritual have time to extinguish during 35 year; 2) executor of Ngabungbang ritual of year 2004-2009 experiencing of elementary changes. Time, steps of ritual until the target of and used symbol meaning. Because of influence of costum figures matter leading ritual think have variation. And also there are symbol meanings of ritual atier and change; 3) As role form and also society and municipal administration of Banjar in the effort continuation of Ngabungbang ritual since year 2005 government of Banjar have Ngabungbang ritual as spirit of kota Banjar in the field of tourism and culture and suggest so that this tidy tradition with more interesting things to yield cultural tourism asset town of Banjar.
PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DI YUNANI DARI ABAD KE-5 SM SAMPAI ABAD KE-3 SM Wulan Sondarika
Jurnal Artefak Vol 8, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.512 KB) | DOI: 10.25157/ja.v8i1.5170

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui awal perkembangan ilmu pengetahuan di Yunani dari abad ke-5 SM sampai abad ke-2 SM. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian literatur Pengumpulan data dilakukan dengan cara pencarian sumber buku, jurnal dan hasil penelitian lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perkembangan Ilmu Pengetahuan Di Yunani Abad ke-5 SM adanya sifat agama yang tidak mengenal ajaran Tuhan yang ditetapkan sebagai akidah. Kemudian keadaan geografis negara tersebut yang mengarah pada perdagangan dan perauntauan sehingga bangsa Yunani sempat bertemu dan bertukar fikiran dengan bangsa-bangsa lain. Dan bentuk negaranya yaitu Republik-Demokrasi sehingga rakyat memerintah dengan tanggung jawabnya sendiri. Selain itu juga terdaat tokoh-tokoh filsuf yang memegang peranan besar atas berkembangnya ilmu pengetahuan di Yunani diantaranya; Thales, Anaximander, Anaximenes, Heraklitus, Parmanides, Pytagoras, Hippocrates, Socrates, Plato, Aristoteles, EmpledoklesThe purpose of this study was to determine the early development of science in Greece from the 5th century BC to the 2nd century BC. This research was conducted using literature research methods. Data collection was carried out by searching for sources of books, journals and other research results. The results showed that the development of science in Greece in the 5th century BC had the nature of religion that did not recognize the teachings of God which was established as a creed. Then the geographical condition of the country led to trade and control so that the Greeks had time to meet and exchange ideas with other nations. And the form of the state is the Republic-Democracy so that the people rule with their own responsibility. In addition, there were philosophers who played a large role in the development of science in Greece, including; Thales, Anaximander, Anaximenes, Heraclitus, Parmanides, Pytagoras, Hippocrates, Socrates, Plato, Aristotle, Empledocles.
ANALISIS POTENSI DESA DITINJAU DARI SOSIAL BUDAYA KESENIAN TRADISIONAL RONGGENG GUNUNG DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT PRASEJAHTERA Dewi Ratih; Wulan Sondarika
Jurnal Artefak Vol 5, No 2 (2018): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.993 KB) | DOI: 10.25157/ja.v5i2.1936

Abstract

Ronggeng gunung merupakan kesenian asli Jawa Barat. Dulu dikenal dengan sebutan Ronggeng buhun. Untuk sekarang kesenian ini sudah sangat jarang sekali ditemukan di tanah Priangan dikarenakan efek dari kebudayaan luar yang sudah meraja lela di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi sosial budaya kesenian tradisional Ronggeng Gunung terhadap pendapatan masyarakat prasejahtera. Populasi penelitian adalah pemerintahan Desa Ciulu dan pelaku kesenian ronggeng gunung Bi Raspi dan kawan-kawan. Hasil dari penelitian ini diantaranya adalah; potensi sosial budaya kesenian tradisional Ronggeng Gunung di Desa Ciulu Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis kurang memberikan dampak baik terhadap perekonomian masyarakat terutama bagi pelaku Ronggeng Gunung itu sendiri karena tidak adanya perhatian dari pihak pemerintah.AbstractRonggeng mountain is an original art of West Java. Formerly known as Ronggeng buhun. For now this art has been very rarely found in the land of Priangan due to the effects of foreign culture that has been rampant in Indonesia. This study aims to analyze the social and cultural potential of Ronggeng Gunung traditional arts on the income of underprivileged people. The study population was the government of Ciulu Village and the ronggeng mountaineers of Bi Bi Raspi and friends. The results of this study include; the socio-cultural potential of Ronggeng Gunung traditional art in Ciulu Village, Banjarsari Subdistrict, Ciamis Regency has not had a good impact on the economy of the community, especially for the perpetrators of the Ronggeng Gunung itself because of the lack of attention from the government.
PERADABAN YUNANI KUNO Wulan Sondarika
Jurnal Artefak Vol 3, No 2 (2015): Agustus (Media Cetak)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.222 KB) | DOI: 10.25157/ja.v3i2.338

Abstract

Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa yunani merupakan pusat peradaban tertua di Eropa. Tingginya tingkat peradaban Yunani itu dipengaruhi oleh beberapa factor, yaitu keadaan alamnya, penduduknya dan lain sebagainya.Daerah Yunani terletak diujung tenggara benua Eropa. Sebagian besar kepulauan di laut Aegea dan Laut Ionia masuk wilayah Yunani. Di sebeelah utara, Yunani berbatasan dengan Albania, Yugoslavia, Bulgaria, dan Turki di daratan Eropa. Di sebelah timur, Yunani dikelilingi oleh Laut Aegea, di sebelah selatan dengan Laut Tengah, dan di sebelah barat dengan Laut Ionia. Yunani beriklim Laut Tengah yang nyaman.Bangsa Yunani merupakan pencampuran darah antara bangsa pendatang dari padang rumput sekitar Laut Kaspia dan penduduk asli yang mengusahakan pertanian. Bangsa-bangsa pendatang itu merupakan rumpun bangsa Indo-Jerman. Mereka dikenal dengan nama bangsa Hellas yang terdiri atas suku bangsa Duria, Achaea, Aeolia, dan Ionia.Pada masa kejayaan Yunani (476-338 SM) banyak dibangun kuil dengan gaya Doria. Athena  Tata pemerintahan Athena digariskan oleh Solon (549 SM). Negarawan ini melakukan beberapa pembaruan antara lain menghapus perbudakan dan memulihkan hak rakyat sipil. Jika di Sparta para warga mempunyai kewajiban untuk melayani Negara sepenuhnya, maka di Athena hak warga Negara dijamin oleh Negara. Kegiatan serta perhatian setiap warga Sparta hanya ditujukan untuk tugas-tugas pemerintahan dan pertahanan Negara, sedangkna warga Athena sangat besar perhatiannya terhadap kemajuan seni, olahraga, ilmu pengetahuan, dan filsafat.Kata Kunci: peradaban yunani kunoABSTRACTThe high level of civilization of Greece was affected by several factors, namely natural state, its inhabitants and other Greek sebagainya.Daerah located the southeastern tip of continental Europe. Most of the islands in the Aegean and Ionian Sea enter Greek territory. In sebeelah northern Greek borders with Albania, Yugoslavia, Bulgaria, and Turkey in Europe. In the east, Greece is surrounded by the Aegean Sea, to the south by the Mediterranean Sea, and on the west by the Ionian Sea. Greece temperate Mediterranean Sea nyaman.Bangsa Greece is mixing of blood among the immigrants from the pasture around the Caspian Sea and the natives who cultivate the farm. Nations settlers are clumps of the Indo-German. They are known by the name of Hellas nation consisting of ethnic Duria, Achaea, Aeolian, and Ionia.Pada heyday of Greece (476-338 BC) built many temples in the style DoriaAthena governance outlined by Solon of Athens (549 BC). These statesmen did some updates among others abolished slavery and restore the rights of civilians. If in Sparta citizens have an obligation to serve the country completely, then in Athens the rights of citizens guaranteed by the State. Activities and concern every citizen of Sparta is intended only for the duties of government and the country's defense, sedangkna Athenians had great attention to the progress of the arts, sports, science, and philosophy.Keyword: : civilization of Greece
ANALISIS POTENSI DAN PENGEMBANGAN WISATA SITUS GUNUNG MARAPI UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN EKONOMI MASYARAKAT (Studi Kasus di Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis) Wulan Sondarika; Yadi Kusmayadi; Dewi Ratih
Jurnal Artefak Vol 8, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.122 KB) | DOI: 10.25157/ja.v8i2.5944

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pengembangan wisata situs Gunung Marapi untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Populasi penelitian adalah pemerintahan Desa Tanjungsari. Hasil dari penelitian ini yaitu situs Gunung Marapi ini adalah situs bangunan keagamaan yang bersifat suci. Keberadaan situs memberi dampak positif dengan adanya perubahan yang besar dalam kehidupan masyarakat, baik itu dalam bidang ekonomi maupun dalam bidang sosial. Dengan demikian, maka perlu dikembangkan karena memiliki potensi besar untuk wisata sejarah budaya. Dalam upaya pengembangan wisata situs Gunung Marapi perlu dikembangkan budaya lokal, home indutri, publikasi keindahan alam, pembuatan booklet, pembuatan iklan situs Gunung Marapi, penulisan sejarah situs.This study aims to analyze the potential for tourism development of Gunung Marapi site to improve the economic welfare of the community. The research population is the government of Tanjungsari Village. The result of this research is that the site of Gunung Marapi is a sacred religious building site. The existence of the site has a positive impact with major changes in people's lives, both in the economic and social fields. Thus, it needs to be developed because it has great potential for cultural history tourism with. In an effort to develop tourism on the Gunung Marapi site, it is necessary to develop local culture, home industry, publication of natural beauty, making booklets, making advertisements for Gunung Marapi sites, writing site history.
ANALISIS POTENSI DESA DITINJAU DARI SOSIAL BUDAYA KESENIAN TRADISIONAL RONGGENG GUNUNG DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT PRASEJAHTERA (Studi kasus di desa Ciulu Kec. Banjarsari Kab. Ciamis Jawa Barat) Dewi Ratih; Wulan Sondarika
Jurnal Artefak Vol 4, No 2 (2017): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.505 KB) | DOI: 10.25157/ja.v4i2.909

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi sosial budaya kesenian tradisional Ronggeng Gunung terhadap pendapatan masyarakat prasejahtera. Populasi penelitian adalah pemerintahan Desa Ciulu dan pelaku kesenian ronggeng gunung Bi Raspi dan kawan-kawan. Hasil dari penelitian ini diantaranya adalah; potensi sosial budaya kesenian tradisional Ronggeng Gunung di Desa Ciulu Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis kurang memberikan dampak baik terhadap perekonomian masyarakat terutama bagi pelaku Ronggeng Gunung itu sendiri karena tidak adanya perhatian dari pihak pemerintah.
Dampak Perang Bubat Terhadap Identitas Dan Kebudayaan Masyarakat Sunda Sondarika, Wulan; Ratih, Dewi; Herdianto, Heri
Jurnal Artefak Vol 11, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i2.16397

Abstract

Penelitian ini berupaya mengkaji lebih lanjut bagaimana peristiwa Perang Bubat berdampak terhadap identitas dan kebudayaan masyarakat Sunda dari masa ke masa. Fokus kajian ini adalah pada bagaimana masyarakat Sunda menginternalisasi peristiwa tersebut dan menjadikannya bagian penting dari narasi budaya dan sejarah mereka. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika perubahan identitas masyarakat Sunda pasca-Perang Bubat, dan bagaimana peristiwa ini terus mempengaruhi pandangan mereka terhadap sejarah dan kebudayaan hingga era kontemporer. Metode dalam penelitian ini yaitu metode kulitatif dengan pendekatan historis dengan langkah penelitian; identifikasi masalah, pengumpulan data, kritik Sumber, analisis data, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian dampak Perang Bubat terhadap identitas dan kebudayaan masyarakat Sunda menunjukkan bahwa peristiwa ini tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga membentuk persepsi dan sikap budaya yang bertahan lama. Perang Bubat menguatkan identitas budaya Sunda yang berpusat pada nilai-nilai kehormatan, kemandirian, dan sikap perlawanan terhadap dominasi eksternal. Meskipun sebagian dari dampak ini mulai terkikis oleh perubahan zaman, trauma kolektif yang ditinggalkan Perang Bubat masih mempengaruhi cara pandang masyarakat Sunda dalam hubungan antar-etnis hingga saat ini.