Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Eksplora Informatika

Pengenalan Bangunan Bersejarah Pura Dengan Arsitektur InceptionV3 dan Xception Jochsen, Erico; Handhayani, Teny
Jurnal Eksplora Informatika Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Eksplora Informatika
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30864/eksplora.v14i1.1064

Abstract

Bali merupakan salah satu wilayah di Indonesia sangat dikelnal selbagai telmpat yang selring dikunjungi ollelh wisatawan di Indolnelsia maupun luar negeri. Bali memiliki banyak peninggalan bangunan Sejarah. Bangunan pura di Bali melmiliki karaktelristik unik yang melncelrminkan kelkayaan budaya Indolnelsia. Selhingga banyak wisatawan yang telrtarik untuk belrlibur disana. Teltapi karelna kelunikan pada tiap bangunan pura disana melnyelbabkan kurangnya pelngeltahuan tentang bangunan Sejarah selhingga tujuan utama dari pelrancangan ini adalah untuk melngelmbangkan sistelm pelngelnalan bangunan belrseljarah pura di Indolnelsia mellalui gambar bangunan. Selcara lelbih luas, kolntribusi pelrancangan ini dapat ditelrapkan dalam pelngelmbangan sistelm selrupa untuk wilayah-wilayah belrseljarah lainnya di Indolnelsia, melmpelrkaya upaya pellelstarian dan prolmolsi warisan budaya selcara nasiolnal. Delngan delmikian, pelrancangan ini tidak hanya melmbuka jalan bagi inolvasi dalam bidang pelngelnalan citra, teltapi juga melmbelrikan dampak polsitif dalam mellelstarikan kelkayaan budaya yang belrharga. Penelitian ini menggunakan proporsi 80% data latih dan 20% data uji. Convolutional Neural Network (CNN) merupakan metode deep learning yang dapat digunakan untuk mengklasifikasi citra dari data mentah. Penelitian ini menggunakan model CNN arsitektur InceptionV3 dan Xception. Hasil pelnellitian melnunjukkan bahwa algolritma IncelptiolnV3 melnghasilkan akurasi 63% seldangkan arsitelktur Xcelptioln melnghasilkan akurasi selnilai 52%.
Klasifikasi Jenis Buah dengan Menggunakan Metode MobileNetv2 dan Inceptionv3 Karnadi, Benny; Handhayani, Teny
Jurnal Eksplora Informatika Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Eksplora Informatika
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30864/eksplora.v14i1.1067

Abstract

Buah merupakan salah satu komoditas pangan yang penting bagi masyarakat. Buah memiliki banyak jenis yang tidak semua orang dapat mengenalinya dengan baik. Paper ini bertujuan untuk menguji metode Convolutional Neural Network (CNN) yaitu MobileNetv2 dan Inceptionv3 untuk mengenali jenis buah. Paper ini menggunakan dataset citra buah sebanyak 288 dari 9 kelas yaitu apel, pisang, ceri, sawo anggur, kiwi, mangga, jeruk, dan strawberry. Eksperimen dijalankan menggunakan data latih sebanyak 80% dan data uji 20%. Performa algoritma diuji menggunkan nilai precision, recall, akurasi, f1-score, dan confusion matriks. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa metode MobileNetV2 memperoleh nilai precision, recall, akurasi, dan f1-score masing – masing sebesar 98%, 97%, 97%, dan 97%. Metode Inceptionv3 memperoleh nilai precision, recall, akurasi, dan f1-score masing – masing sebesar 94%, 94%, 94%, dan 94%. Berdasarkan metric evaluasi, kinerja metode MobileNetV2 mengungguli Inceptionv3.
Clustering Data Meteorologi di Pulau Kalimantan Menggunakan Algoritma K-Means Kusuma, Jordi Pradipta; Lewenusa, Irvan; Handhayani, Teny
Eksplora Informatika Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Eksplora Informatika
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30864/eksplora.v14i2.1131

Abstract

Kalimantan merupakan salah satu pulau yang ada di wilayah Indonesia. Clustering data meteorologi pulau Kalimantan bertujuan untuk mengelompokkan kota-kota di wilayah tersebut guna mempelajari pertanda perubahan iklim. Artikel ini menggunakan data meteorologi time series harian dari 17 kota periode 1 Januari 2012 sampai 31 Juli 2023. Data dikumpulkan dari dari 17 kota yang tersebar di Pulau Kalimantan meliputi variabel temperatur minimum, temperatur maksimum, temperatur rata-rata, dan kecepatan angin rata-rata. Clustering dilakukan menggunakan metode K-Means dan K-Medoid. Metode Silhouette dan Davied Bouldin Index digunakan untuk memilih jumlah cluster optimal. Berdasarkan hasil evaluasi, metode K-Means mengungguli kinerja metode K-Medoid. Hasil eksperimen dengan menggunakan algoritma K-Means memperoleh jumlah cluster terbaik yaitu dua cluster dengan nilai Silhouette dan Davies Bouldin Index masing-masing sebesar 0.139 dan 1.923. Hasil clustering menggunakan metode K-Means memperoleh hasil kota Pontianak, Palangkaraya, Sambas, Ketapang, Sintang, Kapuas Hulu, Melawi, Kuburaya, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Barito Selatan, dan Berau berada di Cluster 1. Tarakan, Balikpapan, Banjarmasin, Samarinda, dan Nunukan berada di Cluster 2. Trend tahunan variabel temperatur minimum di kota-kota cluster 1 mengalami kenaikan. Secara umum, tren tahunan menunjukkan bahwa kecepatan angin rata-rata dari tahun 2012 – 2023 mengalami penurunan. Kenaikan temperatur dan penurunan kecepatan angin menjadi tanda adanya perubahan iklim.
Pengenalan Bangunan Bersejarah Pura Dengan Arsitektur InceptionV3 dan Xception Jochsen, Erico; Handhayani, Teny
Eksplora Informatika Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Eksplora Informatika
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30864/eksplora.v14i1.1064

Abstract

Bali merupakan salah satu wilayah di Indonesia sangat dikelnal selbagai telmpat yang selring dikunjungi ollelh wisatawan di Indolnelsia maupun luar negeri. Bali memiliki banyak peninggalan bangunan Sejarah. Bangunan pura di Bali melmiliki karaktelristik unik yang melncelrminkan kelkayaan budaya Indolnelsia. Selhingga banyak wisatawan yang telrtarik untuk belrlibur disana. Teltapi karelna kelunikan pada tiap bangunan pura disana melnyelbabkan kurangnya pelngeltahuan tentang bangunan Sejarah selhingga tujuan utama dari pelrancangan ini adalah untuk melngelmbangkan sistelm pelngelnalan bangunan belrseljarah pura di Indolnelsia mellalui gambar bangunan. Selcara lelbih luas, kolntribusi pelrancangan ini dapat ditelrapkan dalam pelngelmbangan sistelm selrupa untuk wilayah-wilayah belrseljarah lainnya di Indolnelsia, melmpelrkaya upaya pellelstarian dan prolmolsi warisan budaya selcara nasiolnal. Delngan delmikian, pelrancangan ini tidak hanya melmbuka jalan bagi inolvasi dalam bidang pelngelnalan citra, teltapi juga melmbelrikan dampak polsitif dalam mellelstarikan kelkayaan budaya yang belrharga. Penelitian ini menggunakan proporsi 80% data latih dan 20% data uji. Convolutional Neural Network (CNN) merupakan metode deep learning yang dapat digunakan untuk mengklasifikasi citra dari data mentah. Penelitian ini menggunakan model CNN arsitektur InceptionV3 dan Xception. Hasil pelnellitian melnunjukkan bahwa algolritma IncelptiolnV3 melnghasilkan akurasi 63% seldangkan arsitelktur Xcelptioln melnghasilkan akurasi selnilai 52%.
Klasifikasi Jenis Buah dengan Menggunakan Metode MobileNetv2 dan Inceptionv3 Karnadi, Benny; Handhayani, Teny
Eksplora Informatika Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Eksplora Informatika
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30864/eksplora.v14i1.1067

Abstract

Buah merupakan salah satu komoditas pangan yang penting bagi masyarakat. Buah memiliki banyak jenis yang tidak semua orang dapat mengenalinya dengan baik. Paper ini bertujuan untuk menguji metode Convolutional Neural Network (CNN) yaitu MobileNetv2 dan Inceptionv3 untuk mengenali jenis buah. Paper ini menggunakan dataset citra buah sebanyak 288 dari 9 kelas yaitu apel, pisang, ceri, sawo anggur, kiwi, mangga, jeruk, dan strawberry. Eksperimen dijalankan menggunakan data latih sebanyak 80% dan data uji 20%. Performa algoritma diuji menggunkan nilai precision, recall, akurasi, f1-score, dan confusion matriks. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa metode MobileNetV2 memperoleh nilai precision, recall, akurasi, dan f1-score masing – masing sebesar 98%, 97%, 97%, dan 97%. Metode Inceptionv3 memperoleh nilai precision, recall, akurasi, dan f1-score masing – masing sebesar 94%, 94%, 94%, dan 94%. Berdasarkan metric evaluasi, kinerja metode MobileNetV2 mengungguli Inceptionv3.
Clustering Data Meteorologi di Pulau Kalimantan Menggunakan Algoritma K-Means Kusuma, Jordi Pradipta; Lewenusa, Irvan; Handhayani, Teny
Eksplora Informatika Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Eksplora Informatika
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30864/eksplora.v14i2.1131

Abstract

Kalimantan merupakan salah satu pulau yang ada di wilayah Indonesia. Clustering data meteorologi pulau Kalimantan bertujuan untuk mengelompokkan kota-kota di wilayah tersebut guna mempelajari pertanda perubahan iklim. Artikel ini menggunakan data meteorologi time series harian dari 17 kota periode 1 Januari 2012 sampai 31 Juli 2023. Data dikumpulkan dari dari 17 kota yang tersebar di Pulau Kalimantan meliputi variabel temperatur minimum, temperatur maksimum, temperatur rata-rata, dan kecepatan angin rata-rata. Clustering dilakukan menggunakan metode K-Means dan K-Medoid. Metode Silhouette dan Davied Bouldin Index digunakan untuk memilih jumlah cluster optimal. Berdasarkan hasil evaluasi, metode K-Means mengungguli kinerja metode K-Medoid. Hasil eksperimen dengan menggunakan algoritma K-Means memperoleh jumlah cluster terbaik yaitu dua cluster dengan nilai Silhouette dan Davies Bouldin Index masing-masing sebesar 0.139 dan 1.923. Hasil clustering menggunakan metode K-Means memperoleh hasil kota Pontianak, Palangkaraya, Sambas, Ketapang, Sintang, Kapuas Hulu, Melawi, Kuburaya, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Barito Selatan, dan Berau berada di Cluster 1. Tarakan, Balikpapan, Banjarmasin, Samarinda, dan Nunukan berada di Cluster 2. Trend tahunan variabel temperatur minimum di kota-kota cluster 1 mengalami kenaikan. Secara umum, tren tahunan menunjukkan bahwa kecepatan angin rata-rata dari tahun 2012 – 2023 mengalami penurunan. Kenaikan temperatur dan penurunan kecepatan angin menjadi tanda adanya perubahan iklim.
Co-Authors Adela Calista Adela Tania Adithya Putra, Farhan Andre Andre, Andre Andrian, Gion Andry Winata Angelica Christina Arya Bintang Saputra Arya Dwi Saputra Brando Dharma Saputra Castello Purba, Andrew Cecillia Chung Chairisni Lubis Cherissa Aeryn Djaya Christina, Angelica Daffa Hilmi Aji Dara Kharisma Limparan Darius Andana Haris David Jansen Dayanti, Afina Putri Desi Arisandi Desi Arisandi Djoenaedi, Owen Duncan Ariel Dwi Saputra, Arya Dyah Erny Herwindiati Dyah Erny Herwindiati Ericko, Teddy Faradila Herfiyana Farhan Afrial Farouqi, Akmal Fawaz Firdausyan, Naufal Georgia Sugisandhea Hendryli, Janson Herfiyana, Faradila Huang, Jervis Irvan Lewenusa Irvan Lewenusa Irvan Lewenusa, Irvan Janson Hendryli Janson Hendryli Jason Jaya, Jefri Jayadi, Bryan Valentino Jeanny Pragantha Jeanny Pragantha Jeanny Pragantha Jeremia Pinnywan Immanuel Jochsen, Erico Jong, Fenny Jordi Pradipta Kusuma Jourdan Stanley Julius Juan Karnadi, Benny Kelvin Wijaya Kusuma, Jordi Pradipta Lely Hiryanto Lim, Maggie Lubis, M.Kom., Chairisni Mahendra, Izam Susilo Mahendra, Izam Susilo Manatap Dolok Lauro Manatap Dolok Lauro, Manatap Dolok Manatap Sitorus Marchel Yusuf Rumlawang Arpipi Mathew Judianto Matthew Oni Matthew Russel Paul Mohammad Faraditya Eka Putra Monica Ong Muhammad Isnaini Syaifudin Nicko Kurniawan Novario Jaya Perdana Oni, Matthew Owen Maytrio Phratama Paulus Samotana Zalukhu Permana, Yudistira Peter James Tedja Phratama, Owen Maytrio Purba, Andrew Castello Sandy Permadi Sormin Sitorus Dolok Lauro , Manatap Sonata, Raffy Sopany, Mikael Reichi Sumarlie , Devid Sumarlie, Aurellia Clearesta Tanudy, Clara Tasya Syamsudin Tommy Wijaya Putra Tony Tony Veri Wasino Wasino Wasino Wasino Wasino Wasino, Wasino William William Winata, Andry Yusuf Rumlawang Arpipi, Marcel Zyad Rusdi