Pregnant women experience physiological changes that cause discomfort in pregnant women in the third trimester, one of which is edema. Data obtained at the Leyangan Health Center showed that there were 157 pregnant women in the third trimester, 44 of whom experienced edema in the legs or lower extremities. Warm water foot soak therapy can reduce stress levels by stimulating the production of endorphins which have analgesic properties. This warm water foot soak therapy can reduce pulse rate and lower blood pressure by widening blood vessels, thereby reducing afterload, increasing blood circulation back to the heart, thereby reducing edema. The use of warm water soaks can be combined to more effectively reduce leg edema, namely with kencur. This type of research is quantitative research, using the Quasi-experimental method (one group Pretest-Posttest design). The population in this study was 157 pregnant women in the third trimester, with a sample size of 44 people. The sampling technique used purposive sampling. The research instrument used a degree scale observation sheet. The results of the study before being given foot soaks, there were 36 respondents (81.8%) experiencing grade II, while after being given foot soaks, 25 respondents (56.8%) experienced grade I. Based on the statistical analysis, a p-value of 0.000 <0.05 was obtained. This shows that 0.000 is less than 0.05, namely Ha is accepted. So there is a difference in physiological edema in pregnant women in the third trimester before and after being given foot soaks with warm kencur water at the Leyangan Health Center. There is a difference in physiological edema in pregnant women in the third trimester before and after being given foot soaks with warm kencur water at the Leyangan Health Center. ABSTRAK Ibu hamil mengalami perubahan fisiologis yang mengakibatkan ketidaknyamanan pada ibu hamil trimester III, salah satunya adalah edema. Di dapatkan data di Puskesmas Leyangan ada 157 ibu hamil TM III, ada 44 orang ibu hamil TM III yang mengalami edema di kaki atau ektresmitas bawah. Terapi rendam kaki air hangat mampu mengurangi tingkat stress dengan cara merangsang produksi endorphin yang memiliki sifat analgesik. Terapi rendam kaki air hangat ini mampu menurunkan frekuensi nadi dan menurunkan tekanan darah dengan cara pelebaran pembuluh darah, sehingga menurunkan afterload, meningkatkan sirkulasi darah kembali ke jantung sehingga mengurangi edema. Penggunaan rendam air hangat dapat dipadukan untuk lebih efektif mengurangi edema kaki yaitu dengan kencur. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, menggunakan metode Quasi eksperimen (one group Pretest-Posttest design). Populasi dalam penelitian ini adalah 157 orang ibu hamil TM III, dengan jumlah sampel 44 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan puposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi skala derajat. Hasil penelitian sebelum diberikan rendam kaki terdapat 36 responden (81,8%) mengalami derajat II, sedangkan sesudah diberikan rendam kaki responden mengalami derajat I sebanyak 25 responden (56,8%). Berdasarkan dari analisis statsitik didapatkan nilai p-value 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa 0,000 lebih kecil dari 0,05 yaitu Ha diterima. Sehingga ada perbedaan edema fisiologis pada ibu hamil trimester III sebelum dan sesudah diberikan rendam kaki dengan air kencur hangat di Puskesmas Leyangan. Ada perbedaan edema fisiologis pada ibu hamil trimester III sebelum dan sesudah diberikan rendam kaki dengan air kencur hangat di Puskesmas Leyangan.