Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Penggunaan Video Tentang Pencegahan Covid 19 dapat Meningkatkan Pengetahuan pada Anak Usia Sekolah Natalia Devi Oktarina; Fiki Wijayanti; Eko Mardiyaningsih
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, January 2024
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/proheallth.v6i1.2658

Abstract

Prevention of Covid 19 needs to be spread widely, especially to children. Animated video media is one of the media that can be used to provide information to children. The use of animated video media stimulates children's senses of sight and hearing, so that information is easily received by children. This research aims to increase the knowledge of school-aged children by using animated videos about preventing Covid-19. This research uses a quantitative approach, the research design used in this research is Quasy Experimental with a pretest-post test design without control group design. The population in this study were school age children in grades 4-6 with a sample size of 60 people. The sampling technique used was total sampling. The research carried out was providing education about preventing Covid-19 using animated videos with a duration of 15 minutes. The measuring instrument used to measure children's knowledge is in the form of a questionnaire which has been tested for validity and reliability before use. The statistical test used is the independent t test. The results of the research show that there is an increase in knowledge after being given health education using animated videos from 82.8 to 95, with a p value of 0.0001, so it can be concluded that there is a significant increase in knowledge about preventing Covid-19, and animated video media can be used to provide knowledge. about preventing Covid-19 in elementary school-aged children.   ABSTRAK                 Pencegahan covid 19 perlu disebarluaskan terutama pada anak-anak. Media video animasi merupakan salah satu media yang dapat digunakan dalam memberikan informasi kepada anak. Penggunaan media video animasi, merangsang indera penglihatan dan pendengaran anak, sehingga informasi mudah diterima oleh anak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak usia sekolah dengan menggunakan video animasi tentang pencegahan covid 19.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  Quasy Eksperimental dengan rancangan pretest-post test without control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia sekolah kelas 4-6 dengan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 60 orang. Teknik sampel yang digunakan adalah dengan total sampling. Penelitian yang dilakukan yaitu memberikan edukasi tentang pencegahan covid 19 menggunakan video animasi dengan durasi waktu 15 menit. Alat ukur yang digunakan untuk melakukan pengukuran pengetahuan anak yaitu berupa kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas sebelum digunakan. Uji statistik yang digunakan adalah dengan  t test-dependent. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan pengetahuan setelah diberikan  pendidikan Kesehatan menggunakan video animasi dari 82,8 menjadi 95, dengan nilai p 0,0001, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan pengetahuan tentang pencegahan covid 19 yang signifikan, dan media video animasi dapat digunakan dapat memberikan pengetahuan tentang pencegahan covid 19 pada anak usia sekolah dasar.
Mothers’ perception of husband support during breastfeeding: A qualitative study in Indonesia Mardiyaningsih, Eko; Widyawati, Widyawati; Hapsari, Elsi D.
Narra J Vol. 4 No. 3 (2024): December 2024
Publisher : Narra Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52225/narra.v4i3.1149

Abstract

The coronavirus disease 2019 (COVID-19) pandemic has significantly impacted maternal and perinatal healthcare worldwide, including in Indonesia. Restrictions on access to health services have forced mothers to adapt to new challenges in breastfeeding during the pandemic. The aim of this study was to evaluate mothers’ breastfeeding experiences and the role of husbands in providing support during this period. This qualitative research used a phenomenological approach. Data were collected from August to October 2022 through a focus group discussion (FGD). Participants were selected using maximum variation sampling, with eight mothers participating in the FGD. Data were analyzed using qualitative content analysis, revealing four main themes: (1) not all husbands fully supported mothers’ efforts to provide exclusive breastfeeding; (2) supportive and inhibiting factors help to provide exclusive breastfeeding; (3) mothers understood the benefits and identified the causes of failure in providing exclusive breastfeeding and complementary food for breast milk; and (4) various stressors experienced by mothers did not impede breastfeeding efforts. In conclusion, the findings highlight the need for healthcare workers, especially maternity nurses, to encourage continued breastfeeding and emphasize the importance of husbands’ support in providing exclusive breastfeeding initiatives. Interventions should be designed to actively involve husbands in supporting exclusive breastfeeding practices.
Pendidikan Kesehatan SADARI (PERI) Meningkatkan Pengetahuan Remaja Putri: Studi Kuantitatif: BSE Health Education (PERI) Increases Knowledge Adolescent Girls: A Quantitative Study Okta Rinarta, Vella; Mardiyaningsih, Eko
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 8 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v8i1.3989

Abstract

Breast cancer is one of the leading causes of death among women worldwide. Early detection through breast self-examination (BSE) is an effective preventive measure. However, knowledge about BSE among adolescent girls remains low. Health education through video media is considered an efficient method to improve adolescents' understanding of breast health. To examine the effectiveness of BSE health education (PERI) using video media in increasing knowledge among female students. This study employed a quantitative method with a quasi-experimental design using one group pre-test and post-test design. The sample consisted of 60 female students from grades 7 to 9 selected through total sampling. Data were collected using a validated and reliable BSE knowledge questionnaire. Data analysis was conducted using the Paired T-test with a 5% significance level. Most respondents were 14 years old (38.3%), and 93% had never received any information about BSE. The Paired T-test showed a significant difference between pre-test and post-test scores (p = 0.000), with the average knowledge score increasing from 11.60 to 17.77 after the video-based intervention, indicating a mean difference of 6.17. Health education on BSE through video media effectively improves adolescent girls' knowledge of early breast cancer detection. Visual and auditory educational approaches such as videos can serve as strategic alternatives in adolescent reproductive health promotion, especially in increasing awareness and practice of BSE from an early age.   Abstrak Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan di dunia. Deteksi dini melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) menjadi langkah preventif yang efektif. Namun, pengetahuan remaja putri tentang SADARI masih tergolong rendah. Edukasi melalui media video dipandang sebagai metode yang efisien untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai kesehatan payudara. Menguji efektivitas pendidikan kesehatan SADARI (PERI) terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain quasi experimental menggunakan one group pre-test and post-test design. Sampel berjumlah 60 siswi kelas 7 hingga 9 yang dipilih melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner pengetahuan SADARI yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji Paired T-test dengan tingkat signifikansi 5%. Mayoritas responden berusia 14 tahun (38,3%) dan 93% belum pernah memperoleh informasi tentang SADARI. Hasil uji Paired T-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test (p = 0,000), dengan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 11,60 menjadi 17,77 setelah intervensi video edukatif, dengan selisih mean 6,17. Intervensi pendidikan kesehatan SADARI melalui media video terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang deteksi dini kanker payudara. Edukasi visual dan auditori seperti video dapat dijadikan alternatif strategis dalam promosi kesehatan reproduksi remaja, khususnya dalam meningkatkan kesadaran dan praktik SADARI sejak usia dini.
HUBUNGAN KETUBAN PECAH DINI DENGAN KEJADIAN SEPSIS NEONATORUM ONSET DINI DI RSIA ASIH BALIKPAPAN Sutrisni, Septiani Tri; Mardiyaningsih, Eko
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45764

Abstract

Latar Belakang: Kematian neonatal mengacu pada jumlah kematian bayi yang terjadi pada 28 hari pertama kehidupan per 1.000 kelahiran hidup dalam jangka waktu tertentu Laporan dari World Health Organization (2022) diperkirakan ada sekitar 2,3 juta bayi yang meninggal dalam 28 hari pertama kehidupannya setiap tahun di seluruh dunia. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara ketuban pecah dini dengan kejadian sepsis neonatorum onset dini di RSIA Asih Balikpapan Metode Penelitian: Penelitian kuantitatif dengan desain studi analitik observasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah 348 bayi yang didiagnosis sepsis neonatorum oleh dokter spesialis anak, dengan tekhnik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dan sampel akhir sebanyak 64 data rekam medis bayi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi. Penelitian ini menganalisis kejadian ketuban pecah dini dan kejadian sepsis neonatorum onset dini sebagai variabel univariat, dengan menggunakan uji statistik Chi-Square melalui SPSS Statistics untuk mengetahui hubungan antara ketuban pecah dini dan kejadian sepsis neonatorum onset dini. Hasil Penelitian: Hasil analisa statistik Chi-Square di RSIA Asih Balikpapan menunjukkan hubungan signifikan antara ketuban pecah dini (KPD) dan Sepsis Neonatorum Onset Dini (SNOD), dengan nilai Pearson Chi-Square 6,385, df 1, dan nilai p value 0,012. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara ketuban pecah dini (KPD) dengan kejadian sepsis neonatorum onset dini di ruang Perinatologi Rsia Asih Balikpapan.
Perbedaan Edema Fisiologis Ekstremitas Bawah pada Ibu Hamil Trimester III Sebelum dan Sesudah Diberikan Rendam Kaki dengan Air Kencur Hangat di Puskesmas Leyangan: Differences in Physiological Edema of the Lower Extremities in Pregnant Women in the Third Trimester Before and After Being Given a Foot Soak in Warm Galangal Water at the Leyangan Community Health Center Af'idatunnisa; Eko Mardiyaningsih
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i2.581

Abstract

Pregnant women experience physiological changes that cause discomfort in pregnant women in the third trimester, one of which is edema. Data obtained at the Leyangan Health Center showed that there were 157 pregnant women in the third trimester, 44 of whom experienced edema in the legs or lower extremities. Warm water foot soak therapy can reduce stress levels by stimulating the production of endorphins which have analgesic properties. This warm water foot soak therapy can reduce pulse rate and lower blood pressure by widening blood vessels, thereby reducing afterload, increasing blood circulation back to the heart, thereby reducing edema. The use of warm water soaks can be combined to more effectively reduce leg edema, namely with kencur. This type of research is quantitative research, using the Quasi-experimental method (one group Pretest-Posttest design). The population in this study was 157 pregnant women in the third trimester, with a sample size of 44 people. The sampling technique used purposive sampling. The research instrument used a degree scale observation sheet. The results of the study before being given foot soaks, there were 36 respondents (81.8%) experiencing grade II, while after being given foot soaks, 25 respondents (56.8%) experienced grade I. Based on the statistical analysis, a p-value of 0.000 <0.05 was obtained. This shows that 0.000 is less than 0.05, namely Ha is accepted. So there is a difference in physiological edema in pregnant women in the third trimester before and after being given foot soaks with warm kencur water at the Leyangan Health Center. There is a difference in physiological edema in pregnant women in the third trimester before and after being given foot soaks with warm kencur water at the Leyangan Health Center.   ABSTRAK Ibu hamil mengalami perubahan fisiologis yang mengakibatkan ketidaknyamanan pada ibu hamil trimester III, salah satunya adalah edema. Di dapatkan data di Puskesmas Leyangan ada 157 ibu hamil TM III, ada 44 orang ibu hamil TM III yang mengalami edema di kaki atau ektresmitas bawah. Terapi rendam kaki air hangat mampu mengurangi tingkat stress dengan cara merangsang produksi endorphin yang memiliki sifat analgesik. Terapi rendam kaki air hangat ini mampu menurunkan frekuensi nadi dan menurunkan tekanan darah dengan cara pelebaran pembuluh darah, sehingga menurunkan afterload, meningkatkan sirkulasi darah kembali ke jantung sehingga mengurangi edema. Penggunaan rendam air hangat dapat dipadukan untuk lebih efektif mengurangi edema kaki yaitu dengan kencur. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, menggunakan metode Quasi eksperimen (one group Pretest-Posttest design). Populasi dalam penelitian ini adalah 157 orang ibu hamil TM III, dengan jumlah sampel 44 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan puposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi skala derajat. Hasil penelitian sebelum diberikan rendam kaki terdapat 36 responden (81,8%) mengalami derajat II, sedangkan sesudah diberikan rendam kaki responden mengalami derajat I sebanyak 25 responden (56,8%). Berdasarkan dari analisis statsitik didapatkan nilai p-value 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa 0,000 lebih kecil dari 0,05 yaitu Ha diterima. Sehingga ada perbedaan edema fisiologis pada ibu hamil trimester III sebelum dan sesudah diberikan rendam kaki dengan air kencur hangat di Puskesmas Leyangan. Ada perbedaan edema fisiologis pada ibu hamil trimester III sebelum dan sesudah diberikan rendam kaki dengan air kencur hangat di Puskesmas Leyangan.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif pada Masa Pandemi Covid 19 di Kabupaten Semarang: Analysis of Factors Influencing Exclusive Breastfeeding During the Covid 19 Pandemic in Semarang Regency Widyawati, Sigit Ambar; Yuliaji Siswanto; Eko Mardiyaningsih; Alfan Afandi
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 6 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v6i1.2556

Abstract

Supporting mothers to continue breastfeeding during the COVID-19 pandemic is still a public health issue. Globally, breastfeeding is recommended to be continued during the pandemic to improve infant health and immunity. Breastfeeding practices are influenced    by several factors including culture, economic level, sociodemographic conditions, as well as decisions regarding   breastfeeding   are influenced by psychosocial factors and other policies. This study aims to analyze the factors that influence exclusive breastfeeding during the Covid 19 pandemic in Semarang Regency.The type of research chosen was observational analytics with a cross-sectional study approach. The population in this study were all mothers who had babies aged 6-36 months in Pabelan District with a sample of 119 respondents. Data collection was carried out by interviewing and filling out questionnaires. Data analysis was carried out in stages, starting with univariate analysis, bivariate using chi-square test followed by multivariate. The results of the bivariate test showed that there were 3 variables related to exclusive breastfeeding, namely family support (p=0.029), information sources (p=0.038), and work (p=0.048). The results of multivariate logistic regression obtained maternal employment variable (p=0.018) with relationship strength of 2,745. This shows that respondents who work have a 2.74 times greater chance of not providing exclusive breast milk compared to those who do not work Abstrak Dukungan ibu untuk terus menyusui selama pandemi COVID-19 masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Secara global, pemberian ASI direkomendasikan untuk dilanjutkan selama pandemi untuk meningkatkan kesehatan dan kekebalan bayi. Praktik menyusui dipengaruhi    oleh beberapa    faktor termasuk budaya, tingkat ekonomi, kondisi sosiodemografis, juga keputusan mengenai   menyusui   dipengaruhi oleh faktor psikososial dan kebijakan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif pada masa pandemi Covid 19 di Kabupaten Semarang. Jenis penelitian yang dipilih adalah analitik observasional dengan pendekatan studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6-36 bulan di Kecamatan Pabelan dengan jumlah sampel sebanyak 119 responden. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara dan pengisian kuesioner. Analisis data dilakukan secara bertahap, yaitu diawali dengan analisis univariat, bivariat menggunakan uji chi-square dilanjutkan multivariat. Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat 3 variabel yang berhubungan dengan pemberian ASI secara ekslusif, yaitu  dukungan keluarga (p=0,029), sumber informasi (p=0,038), dan pekerjaan (p=0,048). Hasil regresi logistik multivariat didapatkan variabel pekerjaan ibu (p=0,018) dengan kekuatan hubungan sebesar 2.745. Hal ini menunjukkan bahwa responden yang bekerja mempunyai peluang sebesar 2,74 kali lebih besar untuk tidak memberikan ASI eksklusif dibanding dengan yang tidak bekerja.