Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Silvarum

Distribusi Hujan Pada Pohon Nantu (Palaquium Sp.), Pala (Myristica fragrans), Cengkeh (Syzygium aromaticum) di Desa Warembungan, Kab. Minahasa Sapan, Hagi; Rombang, Johan; Kalangi, Josephus
Silvarum Vol. 3 No. 2 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i2.49759

Abstract

Interception is the process when rainwater falls on the surface of the vegetation above the ground, is held for a while, and is then evaporated back into the atmosphere or absorbed by the vegetation. There are two types of components that make up rainwater intercept by plants, namely stem flow and throughfall. This study aims to measure the value of rain intercept, canopy escape, and stem flow of nantu, nutmeg, and clove trees in the plantation area of ​​Waremungan Village, Kec. Pineleng, Kab. Minahasa. The method used in this research is quantitative comparative by comparing the differences in the observations. The study used 3 (three) species, namely nantu, nutmeg, and clove trees with each repeated 5 (five) times so that 15 (fifteen) experimental units were obtained with an observation period of 10 (ten) times then processed using t-value analysis. The results showed that the distribution of rainfall in terms of intercept, stem flow, and crown escape on clove, nutmeg, and nantu trees was not significantly different.
Identifikasi Medan Banjir di Bentang Alam Binerean, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Selatan Ragentu, Deris Wijayanti; Rombang, Johan A.; Sumakud, Maria Y.M.A.
Silvarum Vol. 4 No. 1 (2025): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v4i1.58055

Abstract

Kejadian banjir disebabkan terutama oleh limpasan air permukaan yang jauh melebihi kemampuan tanah untuk menyerap air yang datang. Kelebihan air ini diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi, berkurangnya daya serap lahan, dan kiriman banjir bandang. Wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan mempunyai beberapa sungai yang ada pada kecamatan Pinolosian Tengah yaitu sungai Mataindo dan Minangan Mopopungu. Kejadian banjir hampir setiap tahun terjadi pada sungai yang ada di Pinolosian Tengah. Kejadian banjir yang sering terjadi tentunya meresahkan masyarakat. Bentang alam Binerean memiliki kondisi tutupan lahan hutan sekunder terbesar dengan persentase 32%. Kondisi kemiringan lereng di wilayah ini memiliki persentase terbesar datar 28%. Setiap bulan berpeluang terjadi banjir di Desa Mataindo dan Mataindo Utara. Faktor-faktor penyebab banjir meliputi kondisi topografi yang miring, curah hujan tinggi, serta jenis tutupan lahan seperti sawah, semak, hutan, kebun, pertanian lahan kering, dan pemukiman. Kejadian banjir di Mataindo dan Mataindo Utara terjadi pada rata-rata curah hujan lebih dari 76 mm. Hasil pemetaan daerah rawan banjir menunjukkan bahwa setiap bulan daerah bentang alam Binerean terjadi banjir pada Desa Mataindo dan Mataindo Utara dengan curah hujan tertinggi yang terdapat pada bulan Juli dan Agustus. Penyebab banjir juga disebabkan luapan air dari Sungai Minanga Mopopungu dan Sungai Mataindo yang ada di daerah tersebut. Kata kunci: Daerah Rawan Banjir, Curah Hujan, Tutupan Lahan
Perbandingan Beberapa Sifat Fisik Tanah di Hutan Lindung Gunung Mahawu dan Hutan Lindung Gunung Masarang Makarawung, Jerry; Rombang, Johan A.; Tasirin, Johny S.
Silvarum Vol. 2 No. 2 (2023): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v2i2.43550

Abstract

Sebagai bagian dari ekosistem, tanah merupakan kumpulan dari benda alam di permukaan bumi yang tersusun dalam horison-horison, terdiri dari campuran bahan mineral, bahan organik, air dan udara. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan beberapa sifat fisik tanah; bulk density, tekstur, infiltrasi, permeabilitas, dan porositas di hutan lindung Gunung Mahawu dan Gunung Masarang. Penentuan titik sampel dilakukan secara random melalui cluster sampling. Ada 3 titik sampel di masing-masing lereng bawah, tengah dan atas, di setiap titik diambil 3 sampel. Total ada 18 sampel di 2 lokasi penelitian. Pengukuran infiltrasi dan permeabilitas tanah dilakukan di lapangan, pengukuran porositas, bulk density dan tekstur tanah di laboratorium. Analisis data menggunakan paired sample t-test dengan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekstur tanah lereng bawah dan tengah Gunung Mahawu dan Gunung Masarang memiliki tekstur tanah lempung. Lereng atas Gunung Mahawu memiliki tekstur lempung berliat sedangkan Gunung Masarang bertekstur lempung. Laju infiltrasi berbeda nyata (α=5%) dimana Gunung Mahawu tergolong agak cepat di lereng bawah, sangat cepat di lereng tengah dan atas. Infiltrasi di semua lereng Gunung Masarang tergolong agak cepat. Permeabilitas lereng bawah Gunung Mahawu dan Gunung Masarang sangat lambat, lereng tengah dan atas tergolong lambat. Bulk density di semua lereng di kedua lokasi <1,0 g/cm3. Tanah sangat porous di dua lokasi penelitian.
Pemetaan Jalur Interpretasi Ekowisata Desa Tinongko dan Desa Buhias Taman Nasional Bunaken muriany, vinolya Prisilia; Langi, Martina A.; Rombang, Johan A.
Silvarum Vol. 3 No. 1 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i1.48731

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat pemetaan jalur interpretasi ekowisata di Desa Tinongko dan Desa Buhias, Taman Nasional Bunaken. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplorasi pada lokasi yang telah disurvei. Analisis data yang digunakan yaitu metode deskripsi kualitatif dimana metode ini peneliti mendeskripsikan data hasil penelitian mengenai potensi wisata tentang keadaan dan kondisi objek ekowisata yang nantinya dibuat dalam bentuk tabel dan dilanjutkan dengan pembuatan peta jalur interpretasi ekowisata menggunakan aplikasi Arcgis 10.4. Hasil pemetaan jalur interpretasi ekowisata Desa Tinongko dan Desa Buhias dibuat mengelilingi kedua desa tersebut. Jalur interpretasi ekowisata ini memiliki jarak tempuh sepanjang 4,95 km. Titik awal pembuatan jalur dimulai dari Desa Tinongko yang nantinya akan melewati potensi wisata mangrove trail, hutan mangrove, titik pengamatan burung, pengamatan kupu-kupu, dan berakhir di mangrove trail Tinongko.
Co-Authors A. LUMINGKEWAS A. Thomas Abdul M. Muhammad Abdul M. Muhammad, Abdul M. Adenancy A. Montjai Adenancy A. Montjai, Adenancy A. Alfonsius Thomas Alfonsius Thomas Alfonsius Thomas Anggraini F. M. Pandeirot Anggreine H. Mentang Anggreine H. Mentang, Anggreine H. Antoneta Kartini Kotangon Astri Vandalia Elisabeth Naray Ayu Natia H. Djufri Belly Ireeuw Budi Utomo Mondolu Christomus Bode Christomus Bode, Christomus Claudio Bonifasius Etivera Safuf Etivera Safuf, Etivera Fabiola B. Saroinsong Fajar Gemilang Sahman Habdi Selpia Habdi Selpia, Habdi Hanny S. G. Kembuan Ikasapta Ramehiang J. I. KALANGI Jaelani ., Husain Johannes E. X. Rogi Josephus I. Kalangi Joshephus I. Kalangi KALANGI, J. I. Kalangi, Josephus Kotangon, Antoneta Kartini LUMINGKEWAS, A. Makarawung, Jerry Malsupri Taher Maria Y.M.A. Sumakud Marthen T. Lasut Marthen T. Lasut Marthen T. Lasut Marthen Th. Lasut Martina A. Langi Meity Rantung Mirna Umagapi Mirna Umagapi, Mirna muriany, vinolya Prisilia Nonong Krisnawati Loha Nurmawan, W. Pangemanan, Euis F. S. PASKALINA, YULIA Prayitno Prayitno Putra, Imam Syah R. Kainde Ragentu, Deris Wijayanti Ramli Sapsuha Reynold P. Kainde Reynold P. Kainde Rinna Mamonto ROGI, JOHANNES E.X. Rogi, Rino ., S. TUMBELAKA Sanger, Yorri Y. J. Santi . Lumingkewas Sapan, Hagi Sitti Wakiah Sukarman Sukarman Sumanto Basahona Sumanto Basahona Telah, Heinsy A.J. Timur Kogoya Timur Kogoya, Timur TUMBELAKA, S. Wakiah, Sitti Walangitan, H. D. Wowor, Andre E. Yorri Y. J. Sanger YULIA PASKALINA Yusran Ilyas, Yusran Zulfitri Lawe