Articles
Kepemimpinan Model Gembala
Ronda, Daniel
Jurnal Jaffray Vol 7, No 2 (2009): Jurnal Jaffray Volume 7 No. 2 Oktober 2009
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25278/jj71.v7i2.28
Tren kepemimpinan teiah berkembang sangat pesat dan dapat dengan mudah dipelajari secara mandiri. Bahkan nirai dan prinsip biblika teiahmewarnai semua lini prinsip iJmu kepemimpinan. Namun dalam lini praktika, kita diperhadapkan dengan kompleksitas kulrural, masalah sosial, dari konteks yang sangat beragam. saat ini kita tidak boleh berhenti dengan penerapan kepemimpinan dalam kehidupan kita. Ada banyak keunikanyang akan kita temukan di lapangan. Seperti kata Robert Clinton, kita sedang memasuki"universitas kehidupan" ("university of life"), di mana penerapan nilai kepemimpinan tidak pernah berhenti. Niiai-nilai itu harus terus digali dandiaplikasikan.
Prospek Teologi sebagai Ilmu
Ronda, Daniel
Jurnal Jaffray Vol 2, No 2 (2004): Jurnal Jaffray Volume 2, No. 2 Desember 2004
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25278/jj71.v2i2.156
Teologi adalah Ilmu yang bersifat multi dimensi. Karena itu, ilmu teologi harus bekerjasama dengan ilmu-ilmu lainnya sebagai pendukung bagi ilmu teologiTeologi sejak abad pertengahan sudah dikenal sebagai âqueen of the scienceâ. Teologisebagai ilmu yang dipelajari mendapat tempat utama dalam kehidupan masyarakat padawaktu itu. Maksudnya adalah bahwa semua jawaban dapat diperoleh dari teologi (baca: gereja). Ada juga ilmu-ilmu lain yang ditemukan, namun umumnya mereka adalah rohaniawan juga seperti Pascal, Newton, Keppler, dsb. Namun sejalan dengan perkembangan zaman, terutama sejak masa pencerahan di Eropa pada abad pertengahan, kedudukan ilmu teologi merosot dan digantikan oleh ilmu lainnya. Bahkan secara singkat dapat dikatakan di sini bahwa teologi telah berganti dengan sistem filsafat. Teologi yang bercirikan liberalisme mulai muncul akibat pemujaan terhadap akal yang berlebihan,sehingga para teolog berpikir untuk menghilangkan semua bentuk mitos di dalam Alkitab, dan diganti dengan konsep proyeksi iman kepercayaan.
Pemimpin dan Media: Misi Pemimpin Membawa Injil Melalui Dunia Digital
Ronda, Daniel
Jurnal Jaffray Vol 14, No 2 (2016): Jurnal Jaffray Volume 14, No. 2 (Oktober 2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25278/jj71.v14i2.210
Pemimpin di dunia digital berbicara tentang kesiapan memasuki media yang baru dengan pesan yang sama yaitu membawa nilai-nilai kekekalan firman Tuhan kepada manusia. Dunia tidak bisa lagi dipisahkan antara dunia nyata dan dunia digital. Itu sebabnya seharusnya pemimpin tidak lagi menyebut dunia digital sebagai dunia maya karena itu berarti sesuatu yang tidak nyata lagi. Revolusi komunikasi seperti ini mewajibkan pemimpin untuk mengambil tindakan drastis dalam melaksanakan pelayanan gereja dan mulai memberikan perhatian dan tenaga yang serius di dunia digital. Pelayanan di dunia digital sama nyatanya dengan pelayanan di dunia sehari-hari maka gunakan semua bentuk media untuk menyebarkan nilai-nilai kekekalan.
Pemimpin Yang Memiliki Integritas Menurut 2 Timotius Pasal 2
Rukku, Maria;
Ronda, Daniel
Jurnal Jaffray Vol 9, No 1 (2011): Jurnal Jaffray Volume 9 No. 1 April 2011
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25278/jj71.v9i1.87
Penulisan ini bertujuan untuk merumuskan suatu konsep mengenai pemimpin yangmemiliki integritas yang diperlukan pada masa kini. Dalam penulisan penulisan inisebagai suatu karya ilmiah dibutuhkan suatu metode penelitian yang tepat gunamendapatkan data yang konkret.Kaitannya dengan itulah maka di sini penulis akan menguraikan sumber data danteknik pengumpulan data yang dipakai dalam penyusunan penulisan ini sebagai berikut:Pertama, yaitu pengambilan data melalui eksposisi Alkitab yang dijabarkan secaradeskriptif. Kedua, yaitu pengambilan data melalui buku-buku perpustakaan yang adakaitannya dengan pokok penulisan ini sebagai penunjang eksposisi Alkitab. Alkitabmenjadi sumber utama dalam penulisan penulisan ini. Ketiga, yaitu pengambilan datamelalui penelitian lapangan yaitu melalui wawancara dengan tujuan menunjang eksposisiAlkitab.Setelah pembahasan yang relatif panjang tentang pemimpin yang memilikiintegritas, maka dapat disimpulkan bahwa integritas sungguh sangat penting bagiseorang pemimpin. Integritas perlu bagi para pemimpin supaya pilar-pilarnya menjadisuperstruktur. Integritas adalah kekuatan konstruksi kepemimpinan.Bahwa dalam kehidupan seorang pemimpin tidak hanya harus memiliki suatukehidupan kerohanian yang tinggi tetapi juga harus ditunjang oleh integritas diri dalamkepemimpinannya. Bobot kepemimpinan tidak ditentukan oleh tingginya pendidikansemata atau banyaknya jam terbang dalam pelayanan, melainkan oleh integritas diri.Pecahnya Kerajaan Israel, hancurnya Kerajaan Yehuda adalah karena rapuhnyaintegritas para pemimpinnya. Keruntuhan masyarakat juga diawali dengan pemimpinyang kehilangan integritasnya, yang berakibat runtuhnya sendi-sendi normamasyarakat, seperti ayah tidak menjadi teladan, anak-anak mencari figur dari film,televisi dan media lainnya.Bahwa pemimpin yang berintegritas adalah pemimpin yang selalu mematutkanhidupnya dengan Firman Tuhan, bergantung penuh pada pimpinan Roh Kudus,mengusahakan karakter yang baik, dan selalu menunjukkan sikap kerendahan hati.
Makna Kebangkitan Kristus Berdasarkan I Korintus 15:12-28 Dan Implikasinya Bagi Orang Percaya
Rande, Nicolas;
Ronda, Daniel
Jurnal Jaffray Vol 11, No 2 (2013): Jurnal Jaffray Volume 11 No. 2 Oktober 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25278/jj71.v11i2.79
Sesuai dengan pokok masalah yang ada, maka yang menjadi tujuan dalampenulisan karya ilmiah ini adalah: Pertama, untuk menjelaskan makna kebangkitanKristus berdasarkan I Korintus 15:12-28. Kedua, untuk menjelaskan implikasi darimakna kebangkitan Kristus bagi orang percaya.Adapun metode penulisan yang digunakan adalah: menggunakan hermeneutikametode eksegesis Alkitab, yang sumbernya berkaitan langsung dari literatur (LibraryResearch) dengan menggunakan buku-buku pendukung yang relevan dengan judulyang dibahas oleh penulis dan disertai bantuan media elektronik.Adapun kesimpulan karya ilmiah “Makna Kebangkitan Kristus Berdasarkan IKorintus 15:12-28 Dan Implikasinya Bagi Orang Percaya†adalah Pertama, Kristusadalah Allah yang menjadi manusia sejati. Sebagai manusia Kristus mengalamikematian tubuh. Tetapi di dalam Dia, Allah hadir dan bertindak membangkitkan-Nya dari kematian itu. Kedua, kebangkitan Kristus adalah bagian dari Injil yangutuh yang diberitakan sekaligus meneguhkan pemberitaan Injil. Sebab, pemberitaanInjil yang lengkap tidak terpisahkan dari peristiwa dan pemberitaan kebangkitanKristus. Ketiga, kebangkitan Kristus menjadi penentu dari seluruh ajaran Kristensehingga tegak atau runtuhnya iman Kristen didasarkan kepada realitas kebangkitanKristus. Keempat, kebangkitan Kristus adalah salah satu penentu tentang jaminankarya penebusan Allah yang sempurna melalui Anak-Nya yaitu Yesus Kristus.Kelima, kebangkitan Kristus adalah dasar kebangkitan orang-orang percaya padasaat kedatangan Kristus yang kedua kalinya (parousia)
Analysis of Theodicy Concepts and Its Relevance during the COVID-19 Pandemic Period
Martin Elvis;
Daniel Ronda
Jurnal Jaffray Vol 19, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25278/jj.v19i1.553
The COVID-19 pandemic problem raises many questions, whether the pandemic exists because of human sin? Is this suffering from God? Does God allow this to happen? If God is love, why should this pandemic occur? And various other kinds of questions. The purpose of this study is to find relevant values of theodicy concepts during the COVID-19 pandemic. This method uses qualitative research methods on the seven selected theodicy concepts and the latest research journals' results. Comprehensive results are obtained from the seven angles view of theodicy concepts relevant during the COVID-19 pandemic. From the study results, it can be concluded that the values of each theodicy concept studied gave appropriate contributions during the COVID-19 pandemic.
Analisis Faktor Penyebab Utama Kecenderungan Bunuh Diri di Kalangan Remaja yang Berusia 15-17 Tahun di Makassar
Hermin Mallo;
Daniel Ronda
Jurnal Jaffray Vol 8, No 1 (2010): April 2010
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25278/jj71.v8i1.42
Pokok masalah penelitian ini ialah apa yang menjadi penyebab utama terjadinya kasus bunuh diri dikalangan remaja yang berusia 15 sampai 17 tahun? Adapun tujuan penulisan ini adalah sebagi berikut:memberitahukan kepada pembaca bahwa yang menjadi penyebab utama terjadinya kasus bunuh diri adalahmasalah yang dihadapi oleh remaja yang berusai 15-17 tahun dengan keluarga mereka. Penyebab lainnya adalahdepresi dan konsep diri yang keliru. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah siswa berusia 15 sampai16 tahun (kelas X) di SMU Kristen Diakui Makassar, dan siswa berusia 15-17 tahun (kelas X dan XI) di SMAGamaliel Makassar. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X di SMU Kristen Diakui Makassar, dansiswa kelas XI PIA 2 dan kelas XI PIS, kelas X-5 di SMU Gamaliel Makassar. Dalam penelitian ini, penulismenggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara , angket, dan observasi. Teknik analisis data ialahanalisis statitik dengan program SPSS 15. Hasil penelitian ini ialah ada tiga masalah yang dihadapi oleh remajayang berniat melakukan bunuh diri, yaitu: Depresi. Depresi yang mereka alami adalah puncak dari semuaperasaan bersalah, marah, tidak berarti dan tidak diinginkan. Depresi yang berat menjadi salah satu penyebabterjadinya bunuh diri. Konsep diri. Masalah konsep diri banyak dialami oleh remaja. Konsep diri yang kelirumembuat mereka merasa tidak diinginkan, tidak berharga dan tidak seorang pun mengasihi mereka. Konsep diriyang salah ini juga dipengaruhi oleh teman sebaya mereka. Remaja berusaha untuk menjadi eperti yangdiinginkan oleh teman sebaya agar mereka bias diterima dan diakui oleh kelompok teman sebaya mereka.Hubungan dalam keluarga. Hubungan dalam keluarga menyangkut perceraian orang tua mereka danpenerimaan dari orang tua. Perceraian orang tua melukai anak remaja dan membuat mereka merasa tidakdikasihi dan menyalahkan diri atas perceraian itu. Orang tua yang tidak menerima anak remajanya sebagai dirimereka sendiri memuat remaja berusaha untuk menjadi orang lain dan merasa orang tua mereka baru akanmengasihi mereka saat mereka menjadi remaja yang orang tua mereka inginkan bukannya menjadi merekasendiri.
Unnalli Melo's Theology and Peace Study on the Concept and Reality of Peace in Toraja Culture
Rannu Sanderan;
Daniel Ronda;
Robi Panggarra;
Andrew Buchanan
Jurnal Jaffray Vol 20, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25278/jj.v20i1.641
This essay aims to examine the reality of peace in Toraja. In the last ten years have been surrounded by conflicts in neighbouring areas. The type of research is a qualitative approach with ethnography methods. This research aims to look for virtue in Toraja human nature, the environment, oneself, and God or all at once. This research seeks to explain, evaluate, and study the portrait of the encounter of the peaceful reality of Toraja culture with the most significant importance of peace in the Bible. It can be concluded that the unique moral qualities in the minds of the Torajan people can be interpreted as the interconnectivity of values in the cosmic integrity of the Toraja people. The monumental work of translating the Bible into Sura' Madatu became the shaper of a new character. The expression to love the enemy is one of the ultimate values in the teachings of Jesus and shocks many people.
Studi Eklesiologi Kristologi pada Pelaksanaan Ibadah Online di Masa Pandemi Covid-19
Djoys Anneke Rantung;
Daniel Ronda
Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25278/jitpk.v3i1.654
AbstrakArtikel ini membahas mengenai Eklesiologi Kristologi dalam Ibadah Online. Masalah yang penulis angkat adalah adanya anggapan bahwa eksistensi Kristologi tidak dirasakan dalam ibadah online; berbeda dari ibadah tatap muka. Metode yang penulis pakai adalah metode kualitatif dengan pendekatan refleksi teologis. Kesimpulan dari artikel ini adalah ibadah bukan hanya akan menggetarkan hati jika dilakukan di gedung gereja seperti biasanya. Pemaknaan, pengenalan dan perjumpaan dengan Kristus dapat dialami juga dalam ibadah-ibadah online dan tak terbatas pada gedung gereja. Kristus terus dimaknai sebagai Tuhan yang mahahadir dan tidak melihat tempat serta tak terbatas ruang dan waktu. AbstractThis research discusses Christological Ecclesiology in Online Worship. The main problem author raises is the assumption that the existence of Christology is not felt in online worship; different from face-to-face worship. The method that the author uses in this article is the qualitative method with a thological reflection approach. The conclusion is thatworship will not only thrill if it is carried out in a church building. Meaning and encounteringwith Christ can also be experienced in online services and not limited to church buildings. Christ continues to be interpreted as th Omnipresence God; without focus on space and time.