Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA KOPERASI KONSUMEN PRIMER KESEHATAN DAERAH (KKPKD) KECAMATAN LIMBOTO Jaman, Jabal Amirul; Dama, Hais; Hamin, Dewi Indrayani
JAMBURA: Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis Vol 9, No 1 (2026): JIMB - VOLUME 9 NOMOR 1 MEI 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37479/jimb.v9i1.38747

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penilaian kinerja keuangan dalam menentukan tingkat kesehatan dan keberlanjutan operasional Koperasi Konsumen Primer Kesehatan Daerah (KKPKD) Kecamatan Limboto. Permasalahan utama yang dikaji ialah bagaimana kinerja keuangan koperasi ditinjau dari rasio likuiditas, solvabilitas, rentabilitas, dan aktivitas selama periode 2020–2024, serta apakah kinerja tersebut memenuhi standar koperasi sehat berdasarkan Keputusan Menteri Koperasi dan UKM RI Nomor 20/Per/M.KUKM/I/2008. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan koperasi dalam memenuhi kewajiban jangka pendek, menjaga stabilitas struktur permodalan, menghasilkan laba, dan mengelola piutang anggota. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi penelitian berupa seluruh laporan keuangan tahunan KKPKD, sedangkan sampel ditetapkan secara purposive sampling, yaitu lima laporan keuangan tahun 2020–2024. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, mencakup neraca dan laporan laba rugi koperasi. Instrumen penelitian berupa lembar perhitungan rasio keuangan. Teknik analisis data meliputi analisis rasio keuangan (Current Ratio, Debt to Asset Ratio, Return on Assets, Receivable Turnover), analisis statistik deskriptif, serta uji t satu sampel untuk menguji signifikansi perbedaan rasio koperasi terhadap standar ideal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio likuiditas dan solvabilitas KKPKD berada pada kategori sehat selama lima tahun. Namun, rasio rentabilitas dan rasio aktivitas konsisten berada dalam kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Hasil uji t mengonfirmasi bahwa ROA secara signifikan berada di bawah standar minimal, sedangkan CR dan DAR sesuai dengan standar rasio ideal koperasi. Simpulan penelitian menegaskan bahwa kinerja keuangan KKPKD kuat dari sisi likuiditas dan struktur permodalan, tetapi lemah dalam menghasilkan laba dan mengelola piutang. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan efisiensi operasional, optimalisasi aset produktif, serta penguatan manajemen piutang untuk mendorong perbaikan rentabilitas.
Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Persepsi Kewajaran Harga Emas Terhadap Kepuasan Nasabah Pada PT Pegadaian Cabang Gorontalo Selatan Nadia Nadia; Reflin Hinelo; Dewi Indrayani Hamin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan persepsi kewajaran harga emas terhadap kepuasan nasabah pada PT Pegadaian (Persero) Cabang Gorontalo Selatan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya kepuasan nasabah sebagai faktor utama dalam mempertahankan loyalitas dan meningkatkan kepercayaan terhadap layanan pegadaian, terutama pada produk yang berkaitan dengan emas. Dalam praktiknya, nasabah tidak hanya menilai pelayanan dari kecepatan dan keramahan petugas, tetapi juga dari kejelasan informasi, ketepatan prosedur, serta kesesuaian harga emas yang dianggap wajar dan transparan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang merupakan nasabah PT Pegadaian (Persero) Cabang Gorontalo Selatan. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen, baik secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan nasabah. Selain itu, persepsi kewajaran harga emas juga terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan nasabah. Secara simultan, kedua variabel tersebut memberikan kontribusi yang berarti dalam membentuk kepuasan nasabah. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,481 menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dan persepsi kewajaran harga emas mampu menjelaskan 48,1% variasi kepuasan nasabah, sedangkan sisanya sebesar 51,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Dengan demikian, peningkatan kualitas pelayanan dan transparansi harga perlu menjadi perhatian utama perusahaan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi manajemen dalam merancang strategi pelayanan yang lebih responsif, adil, dan berorientasi pada kebutuhan nasabah agar daya saing Pegadaian semakin kuat, khususnya dalam menghadapi persaingan lembaga keuangan yang semakin berkembang saat ini.