Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Determinan yang Berhubungan dengan Kejadian Malaria di Indonesia Tahun 2016 Ummi Kalsum; Diah Restu Pertiwi; Adelina Livia Veronica; Aprina Wulandari
Jurnal Kesmas Jambi Vol. 2 No. 1 (2018): Vol. 2 - No. 1 - Maret 2018
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkmj.v2i1.6545

Abstract

Malaria merupakan penyakit infeksi penyebab kematian global. Annual Malaria Incidence (AMI) secara nasional 2,9 %. Annual Parasite Incidence (API) tahun 2007 hingga 2009 sangat tinggi, masing-masing sebesar 32‰,28‰,31‰, sedangkan rata-rata API Nasional (<5‰). Banyak faktor yang berkorelasi dengan kejadian Malaria, diantaranya sosial ekonomi dan kesehatan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi determinan yang berhubungan dengan kejadian malaria. Jenis penelitian adalah studi ekologi. Populasi dan unit analisis adalah semua Provinsi yang ada di Indonesia tahun 2016 sebanyak 34 Provinsi, menggunakan sumber data Profil Kesehatan Indonesia dan Laporan Badan Pusat Statistik tahun 2016. Analisis univariate dilakukan terhadap distribusi faktor risiko Malaria dan Analisis bivariate dengan korelasi spearman pada tingkat kepercayaan 95%, juga dilakukan analisis trend kejadian Malaria (API) selama sepuluh tahun di Indonesia. Hasil penelitian diketahui ada hubungan proporsi penduduk ber-pendidikan rendah (r=0,42), penduduk miskin (r=0,47), rumah tangga kumuh (r=0,57), proporsi desa ber-sanitasi total berbasis masyarakat (r=-0,41) dan proporsi akses sanitasi layak (r=-42) dengan kejadian Malaria. Tidak ada korelasi antara luas lahan kebun sawit, jumlah perusahaan tambang dan jumlah petani karet dengan kejadian Malaria. Diperlukan upaya-upaya peningkatan ekonomi kerakyatan agar sosial ekonomi masyarakat meningkat serta edukasi tentang sanitasi dan kesehatan lingkungan untuk menekan kejadian malaria.
Pola Perkawinan, Pola Konsumsi Dan Status Gizi Balita Orang Rimba Di Sungai Terap Dan Hajran Ummi Kalsum; Rd. Halim; Adelina Fitri
Jurnal Kesmas Jambi Vol. 2 No. 2 (2018): Vol. 2 - No. 2 - September 2018
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkmj.v2i2.6557

Abstract

Salah satu suku minoritas di Jambi yang hidup nomaden dan marginal adalah Orang Rimba. Hutan yang menjadi sumber penghidupan yang saat ini jauh berkurang membuat Orang Rimba semakin tak berdaya dan berakibat pada kematian karena kekurangan gizi, serta penyakit infeksi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran pola perkawinan, pola konsumsi dan status gizi balita Orang Rimba dengan menggunakan disain penelitian kualitatif. Penelitian dilaksanakan dari bulan April sampai Oktober 2018. Hasil dari penelitian ini didapatkan sebesar 21,7% balita pendek dan 24% balita gizi kurang. Pola perkawinan kebanyakan dilakukan diantara keluarga atau memiliki hubungan kekerabatan. Pola konsumsi tinggi lemak, rendah sayur dan buah serta asupan energi bersumber dari ubi dan beras. Peningkatan aksesibilitas terhadap layanan kesehatan utamanya upaya promotif dan preventif dapat diberikan secara lebih paripurna dan berkelanjutan pada Orang Rimba.
Determinan Kejadian Stunting Dan Underweight Pada Balita Suku Anak Dalam Di Desa Nyogan Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2019 Abdul Haris; Adelina Fitri; Ummi Kalsum
Jurnal Kesmas Jambi Vol. 3 No. 1 (2019): Vol. 3 - No.1 - September 2019
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkmj.v3i1.7598

Abstract

Stunting dan Underweight berkaitan dengan peningkatan risiko kesakitan dan penyebab kematian di dunia. Berbagai faktor menjadi penyebab terjadinya, salah satunya adalah faktor kemiskinan yang saat ini dialami suku anak dalam (SAD). Tujuan penelitian untuk mengetahui proporsi dan determinan stunting dan underweight pada balita suku anak dalam di Desa Nyogan Kabupaten Muaro Jambi. Desain penelitian adalah cross sectional. Lokasi di Desa Nyogan Kab. Muaro Jambi menggunakan total populasi, melibatkan 45 balita suku anak dalam berusia 12-59 bulan. Variabel yang diteliti adalah durasi menyusui, riwayat penyakit infeksi, status imunisasi dasar lengkap, sanitasi lingkungan, besar keluarga dan ketersediaan pangan tingkat rumah tangga yang diperoleh dengan wawancara dan pengukuran status gizi dengan indikator BB/U dan TB/U. Analisis data menggunakan uji Chi-Square pada α = 0,05. Ditemukan proporsi stunting 42,2 % dan underweight 17,8 %. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan durasi menyusui dengan kejadian stunting (P = 0,011; PR = 2,92; 95% CI =1,26-6,76 ), dan besar keluarga dengan kejadian underweight (P = 0,033; PR = 4,80; 95% CI = 1,61-14,25). Determinan yang tidak berhubungan dengan kejadian stunting dan underweight adalah riwayat penyakit infeksi, status imunisasi, sanitasi dan ketersediaan pangan. Sebaiknya orang tua balita SAD tetap memberikan ASI hingga balita berusia 2 tahun untuk mencegah stunting dan keluarga Suku Anak Dalam membatasi jumlah anak dengan Keluarga Berencana untuk mencegah underweight. Kata Kunci : Stunting, Underweight, SAD, balita.
Umur Sebagai Modifikasi Efek Terhadap Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Hormonal Dengan Kejadian Kegemukan Pada Wanita Usia Subur Rika Anjani; Ummi Kalsum
Jurnal Kesmas Jambi Vol. 4 No. 1 (2020): Vol. 4 - No. 1 - Maret 2020
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkmj.v4i1.8941

Abstract

Kegemukan meningkat prevalensinya dan merupakan penyebab kelima kematian di dunia. Kegemukan merupakan faktor risiko beberapa penyakit degeneratif. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan kontrasepsi hormonal dengan kegemukan pada wanita usia subur (WUS). Desain penelitian Cross Sectional. Sampel dipilih secara proportional stratified random sampling sebanyak 297 WUS berusia ≥ 18 – 49 tahun yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Simpang Kawat Kota Jambi. Pengumpulan data selama September hingga Oktober 2019. Variabel adalah penggunaan kontrasepsi hormonal, usia, stress, pola makan dan aktivitas fisik, diperoleh melalui wawancara dan pengukuran Indeks Massa Tubuh. Analisis menggunakan uji Chi-Square dan uji stratifikasi Mantel Haenzel. Penelitian ini menemukan proporsi kegemukan 33,0% dan pengguna kontrasepsi hormonal 95,3%. Tidak ada hubungan penggunaan kontrasepsi hormonal (PR = 4,799, 95% CI = 0,721-31,940), umur ibu (PR = 0,804, 95% CI = 0,511-1,264), stress (PR = 0,862, 95% CI = 0,608-1,222), pola makan (PR = 0,766, 95% CI = 0,558-1,078), dan aktivitas fisik (PR = 0,811 dan 0,887, 95% CI = 0,435-1,514 dan 0,596-1,320) dengan kejadian kegemukan. Pengaruh penggunaan kontrasepsi hormonal terhadap kegemukan berbeda menurut kelompok umur.Variabel yang menjadi perancu adalah umur, stress, pola makan dan aktivitas fisik. Perlu penerapan diet seimbang, melakukan aktivitas fisik serta mengelola stress untuk mencegah kegemukan.Kata Kunci : Kegemukan, Kontrasepsi hormonal, WUS, IMT.
Determinan Perilaku Seks Pranikah pada Remaja Pria (15-24 Tahun) di Indonesia (Analisis SDKI 2017) Ana Sandra Pidah; Ummi Kalsum; Hendra Dhermawan Sitanggang; Guspianto Guspianto
Jurnal Kesmas Jambi Vol. 5 No. 2 (2021): Vol. 5 - No. 2 - September 2021
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkmj.v5i2.13878

Abstract

Perilaku seks pranikah merupakan salah satu masalah remaja yang sedang menuju dewasa. Transisi sosial dan budaya yang mengakibatkan remaja rentan terpengaruh dampak negatif. Tujuan penelitian menganalisis determinan perilaku seks pranikah pada remaja pria (15-24 tahun) di Indonesia tahun 2017. Penelitian ini menggunakan sebagian data SDKI tahun 2017 dengan desain Cross Sectional. Populasi penelitian yang digunakan adalah remaja pria (15-24 tahun) di Indonesia. Jumlah sampel sebanyak 12.453 remaja pria. Analisis bivariate menggunakan Chi-Square dan analisis multivariate menggunakan regresi logistik berganda model prediksi. Perilaku seks pranikah pada remaja pria sebanyak 7,7%. Faktor yang berhubungan dengan perilaku seks pranikah pada remaja pria yaitu umur (POR=4,30;95% CI=3,63-5,10), pendidikan (POR=1,42;95% CI=1,19-1,69), status pekerjaan (POR=2,28; 95% CI: 1,93-2,70), status ekonomi keluarga (POR=1,32;95% CI: 1,09-1,59), pendidikan orang tua (POR=1,35; 95% CI: 1,02-1,77), pengetahuan kesehatan reproduksi (POR=1,47; 95% CI: 1,09-1,97), pengetahuan alat kontrasepsi (POR=0,42;95% CI: 0,34-0,51), sikap (POR=22,01;95% CI: 18,23-26,55), gaya berpacaran (POR= 59,27;95% CI: 35,95-98,26), dan pengaruh teman sebaya (POR=11,96;95% CI: 9,93-14,41). Faktor yang dominan tehadap perilaku seks pranikah remaja pria adalah gaya berpacaran (POR=20,51;95% CI: 12,13-34,69) artinya remaja pria dengan gaya berpacaran berisiko memiliki risiko 20 kali untuk berperilaku seks pranikah. Untuk itu perlu adanya peningkatan edukasi pada remaja mengenai dampak gaya berpacaran yang berisiko serta pergaulan yang salah.Kata Kunci: Perilaku Seks Pranikah, Remaja Pria, SDKI
Upaya Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Orang Rimba melalui Pembinaan PHBS Rumah Tangga Nofrans Eka Saputra; Ummi Kalsum; Yun Nina Ekawati
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 2 NOMOR 2 SEPTEMBER 2018 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.692 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v2i2.2590

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang rimba mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui pembinaan PHBS rumah tangga. Metode yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu survei, advokasi, sosialisasi mengenai materi PHBS, pembuatan media informasi PHBS orang rimba melalui media sosial dan media massa sebagai bentuk bina suasana PHBS. Dalam Pengabdian ini ditemukan bahwa perilaku hidup bersih dan sehat orang rimba masih dikatakan belum cukup baik meskipun telah tinggal menetap/ tidak melakukan tradisi berpindah tempat. Hasil survey yang dilakukan pada 22 Kepala Keluarga menunjukkan bahwa orang rimba masih banyak melahirkan dengan dukun (85,7%), menimbang bayi dengan teratur (52,4%), tidak menggunakan jamban ketika BAB & BAK (85,7%), menggunakan air bersih (52,4%), membuang sampah sembarangan (85,7%), tidak membersihkan perkarangan (95,2%), merokok (71,4%), memiliki Kartu Sehat/ dsb (52,4%), serta ketidaksesuaian luas dan jumlah anggota keluarga yang tinggal satu rumah (100%). Pengabdian masyarakat ini juga melakukan advokasi dengan Dinas Kesehatan/ Puskesmas wilayah  dalam membuat rencana kegiatan bersama secara berkala. Pelaksanaan sosialisasi mengenai PHBS telah dilakukan di dua lokasi yaitu Desa Sekamis dan Pulau Lintang dengan sasaran minimal 22 Kepala Keluarga dari setiap Desa. Hasil sosialisasi ini menunjukkan bahwa orang rimba yang telah diberikan materi PHBS, setidaknya berhasil mempraktikan keterampilan ber PHBS di rumah tangga yaitu dengan membuang sampah pada tempatnya, membersihkan perkarangan, tidak merokok. Pengawasan mengenai PHBS bagi orang rimba ini diharapkan dapat dilakukan secara terus menerus oleh kader kesehatan yang telah dibentuk melalui pengabdian masyarakat, dengan harapan PHBS ruta bagi orang rimba dapat terwujud, dan dapat diterapkan bagi orang rimba lainnya dengan lokasi yang berbeda.
Profile Analysis of COVID-19 Patients in Jambi Province Titin Agustin Nengsih; Hafifatul Auliya Rahmy; Guspianto Guspianto; Ummi Kalsum; Hendra Dhermawan Sitanggang; Amirah Saeed Alharthi
Disease Prevention and Public Health Journal Vol. 16 No. 2 (2022): Disease Prevention and Public Health Journal
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/dpphj.v16i2.5292

Abstract

Background: The potential for COVID-19 transmission has increased sharply, so the government must implement various strategies to control the spread, especially in Jambi Province. The number of positive confirmed cases of COVID-19 in Jambi Province until August 26, 2021, was 27,422 people, with a case fatality rate is 2.37%. This condition illustrates that the spread of COVID-19 is increasing every day, so the government has set a lockdown at Level 4. Method: This research aims to analyze the profile of COVID-19 patients in Jambi Province (secondary data analysis) with a cross-sectional study design. Data analysis includes univariate analysis with the mean difference test and Chi-Square test. Result: The results show that the age of COVID-19 patients is significantly different between men and women. Furthermore, based on the Chi-Square test, it shows a significant relationship between age and gender and between region and age with a p-value <0.05. Conclusion: Indeed, the risk of COVID-19 cases increases with age and differs for each gender with a high level of mobility.
Sosialisasi Upaya Preventif Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID) di SMAN 15 Muaro Jambi Hendra Dhermawan Sitanggang; Ummi Kalsum; Evy Wisudariani
Jurnal Salam Sehat Masyarakat (JSSM) Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Salam Sehat Masyarakat
Publisher : Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat, FKIK Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jssm.v4i1.23001

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is still a global public health problem. However, Indonesia has decided to conduct Face-to-face Learning in the learning process. Schools need to implement strict health protocols to prevent the spread of COVID-19 in the school. Schools (teachers and education personnel) have an essential role in monitoring and ensuring the implementation of health protocols. Therefore, socialization about preventing the spread of Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) must be done at SMAN 15 Muaro Jambi Regency. The target of the socialization was teachers and education staff at SMAN 15 Muaro Jambi Regency. The Pondok Meja Health Center and the community service team delivered the socialization material using lecture and discussion methods. This activity also measures knowledge before and after socialization. Data were analyzed univariate and bivariate using the Wilcoxon test. Seventeen teachers and education staff attended the socialization activity. The results showed that respondents' average level of knowledge before socialization was 7.94, with a standard deviation of 0.899, and after socialization was 8.35, with a standard deviation of 1.455. The Wilcoxon test showed no difference in the respondents' knowledge before and after socialization. However, there was an increase in the average level of knowledge before and after, from 7.94 to 8.35. Through this socialization, it is hoped that schools can improve the implementation of COVID-19 prevention efforts in schools during face-to-face learning.Keywords: COVID-19, prevention, school, socialization
Edukasi Dampak Negatif Konsumsi Minuman BOBA Terhadap Kesehatan Di SMPN 16 Kota Jambi M.Dody Izhar; Ummi Kalsum; Rizalia Wardiah
Jurnal Salam Sehat Masyarakat (JSSM) Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Salam Sehat Masyarakat
Publisher : Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat, FKIK Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jssm.v4i1.23006

Abstract

Boba is a contemporary drink that is popular in Indonesia, especially among teenagers. Boba drinks contain high levels of sugar and calories, because they are part of the Sugar Sweetened Beverage (SSB) group or sweetened drinks that generally contain sweeteners in the form of high fructose corn syrup / HFCS (55% fructose, 45% glucose) or sucrose (50% fructose, 50% glucose). Therefore, socialization related to the dangers of boba consumption was carried out which aims to minimize the incidence of illness due to consumption of contemporary drinks at SMP N 16 Jambi City. The method used in this activity is educational counseling on the negative impact of boba drinks on 40 students at SMP Negeri 16 Jambi City. The result of this activity is that students know better that boba drinks contain high sugar and have risks to health such as digestive disorders, obesity, dental and oral health. This activity is known through evaluation with the question and answer method and the message chain game method. There were 2 monitoring and evaluation sessions in this community service activity, the first was a debriefing from the resource person asking 5 questions, then those who could answer regarding the dangers of boba drink were given a reward. And the second session made two game groups consisting of 4 students each. Then each representative was given a clue or sentence by the speaker, which would then be followed up by whispering it to the next student. Thus, monitoring and evaluation in PPM activities can be carried out properly, and all students are more aware of the dangers of drinking boba.Keywords : Dangers of Boba, Contemporary Drinking, Sugar Sweetened Beverage (SSB)
Hubungan Sanitasi Lingkungan, Faktor Ibu dan Faktor Anak Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24 – 59 Bulan di Puskesmas Tempino Kabupaten Muaro Jambi Shinta Roma Uli Pangaribuan; Dompak MT Napitupulu; Ummi Kalsum
Jurnal Pembangunan Berkelanjutan Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Pembangunan Berkelanjutan
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpb.v5i2.21199

Abstract

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak-anak dari gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Anak dikatakan sebagai stunting jika tinggi badan menurut umur kurang dari minus dua standar deviasi pertumbuhan anak. Proporsi s tunting di Kab. Muaro Jambi berdasarkan SSGI tahun 2021 sebesar 27,2%, dan merupakan kabupaten yang memiliki proporsi stunting tertinggi di Provinsi Jambi. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan stunting di di Puskesmas Tempino Kabupaten Muaro Jambi. Sampel dalam penelitian ini adalah anak usia 24-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Tempino yaitu sebanyak 155 orang. Analisis dilakukan secara univariate, analisis bivariat dengan uji chisquare, analisis multivariate dengan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian ini membuktikan ada hubugan yang signifikan antara status gizi ibu, personal hygiene, ASI eksklusif, akses jamban, penyakit infeksi, pendapatan, pendidikan ibu, sampah, dan sumber air bersih dengan stunting. ASI eksklusif merupakan faktor yang paling dominan dari kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah Puskesmas Tempino Kabupaten Muaro Jambi setelah dikontrol oleh status gizi ibu, personal hygiene, akses jamban, penyakit infeksi, pendidikan ibu, pendapatan, sampah, dan sumber air bersih. Anak yang tidak memperoleh ASI ekslusif selama 6 bulan memiliki risiko lebih besar (POR= 12,031, 95%CI: 2,137-67,722) untuk terkena Stunting dibandingkan anak balita yang tidak ASI eksklusif. Disarankan adanya dukungan terlaksananya