Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Status Gizi Prahamil Ibu sebagai Faktor Dominan Kejadian Stunting pada Balita (24-59 Bulan) di Kabupaten Kerinci Ummi Kalsum; Islakhiyah Islakhiyah
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.055 KB)

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia demikian pula di Provinsi Jambi. Prevalensi tertinggi terjadi di Kabupaten Kerinci diantara 11 Kabupaten/Kota. Banyak penyebab terjadinya stunting baik langsung maupun tidak. Tujuan penelitian adalah menganalisis determinan kejadian stunting pada balita di Kabupaten Kerinci. Metode penelitian cross sectional. Populasi adalah balita berumur 24-59 bulan. Sampel berjumlah 348 balita dipilih secara multistage random sampling. Variabel terikat adalah Stunting diukur dengan Tinggi Badan/Umur < 2 SD. Analisis secara deskriptif, Chi-square dan analisis Regresi Logistik Ganda. Proporsi kejadian stunting pada balita (24-59 bulan) sebesar 45,4%. Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah umur kehamilan (PR: 1,26 95% CI:1,04-1,53), ASI eksklusif (PR: 1,25 95% CI: 1,03-1,52), pekerjaan ibu (PR: 1,22 95%CI: 1,01-1,48), pengetahuan Ibu (PR: 1,25 95% CI: 1,03-1,51), status gizi prahamil Ibu (PR: 1,44 95% CI: 1,00-2,07), dan Tinggi Badan Ibu (PR: 1,33 95% CI: 1,09-1,63). Faktor dominan terhadap kejadian stunting adalah status gizi prahamil Ibu (PR: 2,05 95% CI: 1,04-4,04) setelah dikontrol dengan pemberian ASI eksklusif, umur ibu saat hamil dan umur pernikahan pertama.
Hubungan Faktor Lingkungan Fisik, Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus dan Keberadaan Vektor Terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Pebrianti, Henny; Ilham, Ilham; Kalsum, Ummi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.27 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i11.4545

Abstract

Demam Berdarah Dengue masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dunia, tidak terkecuali Indonesia. Sampai saat ini belum ada obat DBD yang spesifik. Cara yang dapat dilakukan saat ini adalah dengan menghindari atau mencegah gigitan nyamuk penular DBD melalui Pemberantsan Sarang Nyamuk (PSN). Provinsi Jambi pada tahun 2019 menduduki peringkat ke-15 dari 34 Provinsi di Indonesia dengan incidence rate lebih besar dari angka Nasional yaitu sebesar 63,4 per 100.000 penduduk (IR Nasional = 51,48 per 100.000 penduduk). Sedangkan angka kematian DBD yang diukur dengan Case Fatality Rate (CFR) dapat ditekan kurang dari 1% yaitu sebesar 0,74% (lebih besar dari CFR Nasional = 0,67%). Tujuan Penelitian ini adalah menganalisis hubungan lingkungan fisik, perilaku pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M Plus dan hubungan Keberadaan vektor serta menentukan faktor dominan yang mempengaruhi kejadian DBD di Kecamatan Paal Merah Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan desain case control. Jumlah sampel kasus sebanyak 66 dengan perbandingan 1:1 untuk kelompok kasus dan kontrol, maka jumlah sampel pada penelitian ini adalah 132. Penelitian dilakukan di Kecamatan Paal Merah Kota Jambi tahun 2021. Data dianalisis menggunakan chi-square test, multivariate regresi logistic ganda, keeratan hubungan dengan Odds Ratio. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan bermakna secara statistik faktor lingkungan (suhu & kelembaban) terhadap kejadian DBD dan faktor dominan penyebab terjadinya DBD adalah perilaku tidak menggunakan kelambu saat tidur, dimana responden dan seluruh anggota keluarga yang tidak menggunakan kelambu pada saat tidur siang berisiko 9,51 kali lebih besar terkena DBD dibandingkan responden dan seluruh anggota keluarga yang menggunakan kelambu pada saat tidur siang.
KARAKTERISTIK PENERIMA VAKSIN BOOSTER COVID-19 DI KOTA SUNGAI PENUH Marta Butar Butar; Ummi Kalsum; Hendra Dhermawan Sitanggang
Jurnal Endurance Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jen.v8i1.1948

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is still a pandemic today. Various coping strategies have been carried out both globally and nationally. Efforts are being made not only through prevention efforts through health protocols, but also through vaccination efforts. Therefore, this study aims to describe the acceptance of the COVID-19 booster vaccine in Sungai Penuh City, Jambi Province. This research is a descriptive study with a cross sectional research design. The population of this study were all people aged ≥18 years who live in Sungaipenuh City who had received the Covid-19 Booster Vaccine with a total sample of 68 people. Data were analyzed descriptively to determine the frequency distribution of each research variable. The results of the study showed that of the 68 respondents who received the Covid-19 booster vaccine, 63.2% were able to show vaccine certificates at the time of data collection in the field. Based on the reasons for wanting to be vaccinated, 70.6% of respondents said they wanted immunity and 45.6% of respondents said they wanted to be safe against a pandemic
Determinan Penerimaan Vaksin COVID-19 di Kabupaten Kerinci Tahun 2022: Studi Cross Sectional Hendra Dhermawan Sitanggang; Ummi Kalsum; Marta Butar Butar
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i6.9831

Abstract

ABSTRACT Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) is still a public health problem, including in Kerinci Regency. Various countermeasures have been carried out both globally and nationally. Efforts are made not only through prevention efforts through health protocols but also through vaccination efforts. Vaccines have proven to positively impact efforts to deal with the COVID-19 pandemic. The acceptance of the COVID-19 vaccine is one of the keys to fulfilling the COVID-19 vaccination achievements. Kerinci Regency is one of the districts in Jambi Province with low COVID-19 vaccination coverage, which is 66.20% as of August 28, 2022. This study aimed to determine the determinants of COVID-19 vaccine acceptance in Kerinci Regency. This study wss an analytic study using a cross sectional design conducted in Kerinci Regency in July 2022. The population of this study was all people aged ≥18 years who live in Kerinci Regency, with a sample of 300 people. Sampling used a 2-stage cluster method using Probability Proportional to Size (PPS). Villages used in this PPS were villages with COVID-19 vaccine coverage dose 2 <50%. Data were analyzed descriptively and analytically.The results showed that 54.7% of respondents who had received 2 or more doses of vaccine. Multivariate analysis showed that self-efficacy (aPR=1.764; 95%CI: 1.23-2.53) and education level (aPR=1.47; 95%CI: 1.05-2.07) were associated with receiving a complete dose of vaccine (dose 2 or more). The study found that self-efficacy was the most dominant risk factor for COVID-19 vaccine acceptance. Self-efficacy and education level are determinants of COVID-19 vaccine acceptance in Kerinci Regency. Health promotion efforts related to the COVID-19 vaccine need to be carried out by emphasizing self-efficacy and considering people at low education levels. Keywords: COVID-19 Vaccine, Self-Efficacy, Education Level  ABSTRAK Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, termasuk di Kabupaten Kerinci. Berbagai upaya penanggulangan telah dilakukan baik secara global maupun nasional. Upaya yang dilakukan tidak hanya melalui upaya pencegahan melalui protokol kesehatan tetapi juga melalui upaya vaksinasi. Vaksin terbukti memberikan dampak positif terhadap upaya penanganan pandemi COVID-19. Penerimaan vaksin COVID-19 menjadi salah satu kunci pemenuhan capaian vaksinasi COVID-19. Kabupaten Kerinci merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jambi yang cakupan vaksinasi COVID-19-nya masih rendah, yaitu 66,20% per 28 Agustus 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan penerimaan vaksin COVID-19 di Kabupaten Kerinci. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan desain cross sectional yang dilakukan di Kabupaten Kerinci pada bulan Juli 2022. Populasi penelitian ini adalah seluruh masyarakat berusia ≥18 tahun yang berdomisili di Kabupaten Kerinci, dengan sampel sebanyak 300 orang. Pengambilan sampel menggunakan metode cluster 2 tahap dengan menggunakan Probability Proportional to Size (PPS). Desa yang digunakan dalam PPS ini adalah desa dengan cakupan vaksin COVID-19 dosis 2 <50%. Data dianalisis secara deskriptif dan analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang telah menerima vaksin dosis 2 atau lebih sebesar 54,7%. Hasil analisis multivariate menunjukkan bahwa self-efficacy (aPR=1,764; 95%CI: 1,23-2,53) dan tingkat pendidikan (aPR=1,47; 95%CI: 1,05-2,07) berhubungan dengan penerimaan vaksin dosis lengkap (dosis 2 atau lebih). Penelitian menemukan bahwa self-efficacy merupakan faktor risiko yang paling dominan terhapad penerimaan vaksin COVID-19. Self-efficacy dan tingkat pendidikan merupakan determinan penerimaan vaksin COVID-19 di Kabupaten Kerinci. Upaya promosi kesehatan berkaitan dengan vaksin COVID-19 perlu dilakukan dengan menekankan pada self-efficacy dan mempertimbangkan masyarakat pada tingkat pendidikan rendah.  Kata Kunci: Vaksin COVID-19, Self-Efficacy, Tingkat Pendidikan
Acceptance of COVID-19 Vaccination during the COVID-19 Pandemic in Sei Penuh City Hendra Dhermawan Sitanggang; Ummi Kalsum; Marta Butar Butar
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 5, No 2 (2023): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v5i2.15313

Abstract

The incidence of COVID-19 has shown a downward trend in recent months, but transmission is still possible; it is because COVID-19 is still a pandemic, and there may be new variants that can cause an increase in cases. Countermeasures are carried out not only through prevention efforts by health protocols but also through vaccination efforts. Vaccines have proven to impact efforts to deal with the COVID-19 pandemic positively. Accepting the COVID-19 vaccine is one of the keys to fulfilling vaccination achievements. Sei Penuh City is one of the areas in Jambi Province where COVID-19 vaccination coverage is still low, at 53.6% as of August 28, 2022. Therefore, this study aimed to determine the determinants of COVID-19 vaccine acceptance in Sei Penuh City. A cross-sectional design study was applied and conducted in Sei Penuh City in July 2022. The population of this study were all people aged ≥18 years who live in Sei Penuh City, with a sample of 300 people. Sampling used a 2-stage cluster method using Probability Proportional to Size (PPS). Villages in this PPS are villages with COVID-19 vaccine coverage second dose less than 50%. Data were analyzed descriptively and analytically. The results showed that respondents who received a second dose or more of the vaccine were 54.7%. Multivariate analysis showed that health protocols (aPR=1.64; 95%CI: 0.99-2.70) and education level (aPR=1.38; 95%CI: 1.02-1.86) were associated with receiving a second dose of vaccines. This study found that health protocol was the most dominant risk factor for COVID-19 vaccine acceptance. Socialization and education still need to be carried out, especially about the urgency of the COVID-19 vaccine in facing the COVID-19 pandemic. In addition, people with low education levels need more attention in increasing the achievement of COVID-19 vaccination. Keywords: COVID-19 vaccine, education level, health protocol, preventive behaviour
PELATIHAN KADER INOVASI DASHAT (DAPUR SEHAT ATASI STUNTING) DI KABUPATEN TEBO, BUNGO, DAN KERINCI TAHUN 2022 Ummi Kalsum; Guspianto Guspianto; Nutriani Rahma Baitilla
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 6 No. 1 (2023): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/medicaldedication.v6i1.26639

Abstract

ABSTRACT Stunting is still a public health problem in Indonesia, as well as in Jambi Province. The incidence of stunting in toddlers in Jambi Province reached 30.2% (2018). Even though there is a decrease in stunting in 2021 based on a survey of the nutritional status of toddlers to 22.4%, it has not yet reached the target set by SDG's. DASHAT innovation cadre training activities in the three districts where the assistance is located, namely Tebo, Bungo, and Kerinci Regencies. Participants involved in this activity were 50 people in each district consisting of five trained cadres from 10 villages where the focus was on stunting management. The number of training participants was 150 cadres in 3 districts. The majority of training participants were women (94.8%), the majority were early adulthood (26-35 years) namely 37.9%. The average knowledge score before the training was 5.19 and increased to 5.45 after the training. There is an effect of the training on the level of knowledge of the participants before and after the training (P-value = 0.031). Participants who had good knowledge before training was 45.5%, increasing to 53.0%. There is an increase in understanding and skills as well as motivation in each participant who is trained. It is hoped that the training participants will be able to apply what they get during the training to the community and be able to become a driving force so that the acceleration of stunting reduction in the village area of each cadre can be realized as expected. ABSTRAK Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, demikian pula di Provinsi Jambi. Kejadian stunting pada balita di Provinsi Jambi mencapai 30,2% (2018). Meskipun ada penurunan stunting di pada tahun 2021 berdasarkan survey status gizi balita menjadi 22,4%, namun belum mencapai target yang ditetapkan SDG’s. Kegiatan pelatihan kader inovasi DASHAT di tiga Kabupaten yang menjadi lokasi pendampingan yaitu Kabupaten Tebo, Bungo, dan Kerinci. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini adalah 50 orang di setiap Kabupaten yang terdiri dari masing-masing lima orang kader yang dilatih dari 10 desa lokus fokus penanganan stunting. Jumlah peserta pelatihan adalah 150 kader di 3 Kabupaten. Peserta pelatihan mayoritas perempuan (94,8%), usia terbanyak adalah dewasa awal (26 – 35 tahun) yaitu 37,9%. Rata-rata skor pengetahuan sebelum pelatihan adalah 5,19 dan meningkat menjadi 5,45 setelah pelatihan. Terdapat pengaruh pelatihan terhadap tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pelatihan (P-value = 0,031). Peserta yang memiliki pengetahuan baik sebelum pelatihan adalah 45,5%, meningkat menjadi 53,0%. Terdapat peningkatan pemahaman dan keterampilan juga motivasi pada diri setiap peserta yang dilatih. Diharapkan peserta pelatihan mampu menerapkan apa yang diperoleh saat pelatihan kepada masyarakat serta mampu menjadi penggerak agar percepatan penurunan stunting di wilayah desa masing-masing kader dapat terwujud sesuai dengan yang diharapkan.
Determinan Anemia pada Wanita Usia Subur (15-49 Tahun) Pernah Hamil di Indonesia (Analisis Data Riskesdas Tahun 2018) Fella Cika Attaqy; Ummi Kalsum; Muhammad Syukri
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 6, No 1 (2022): JIK-April Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v6i1.486

Abstract

Anemia masih menjadi salah satu masalah kurang gizi di Indonesia terutama anemia defisiensi besi dan merupakan faktor risiko yang berkontribusi pada kematian ibu di Indonesia. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis determinan anemia pada wanita usia subur (WUS) pernah hamil di Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian sekunder (secondary research) menggunakan sebagian data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah WUS berusia 15-49 tahun, dengan jumlah sampel WUS pernah hamil melakukan pemeriksaan biomedis sebanyak 11.854 orang. Variabel bebas dalam penelitian ini usia, pendidikan, pekerjaan, tempat tinggal, paritas, Kurang Energi Kronis (KEK), kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), dan riwayat penyakit, sedangkan variabel terikat adalah anemia yang diukur apabila kadar hemoglobin <12 gr/dl. Analisis menggunakan Complex sample Uji Chi Square dan Regresi Logistik Ganda. Proporsi anemia pada WUS pernah hamil di Indonesia 24,3%. Determinan anemia WUS pernah hamil yaitu usia (OR:  1,97; 95%CI: 1,25-3,10), pendidikan (OR: 0,71; 95%CI: 0,63-0,80), KEK (POR: 1,86; 95%CI: 1,54-2,25), Kepatuhan konsumsi TTD (OR: 4,57; 95%CI: 3,21-6,49). Faktor dominan terjadinya anemia pada WUS adalah kepatuhan konsumsi TTD, setelah dikontrol dengan usia, pendidikan dan  KEK. WUS yang tidak patuh dalam mengkonsumsi TTD berisiko mengalami anemia.
ANALISIS PENGARUH PENDAMPINGAN KELUARGA TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERILAKU GIZI IBU BALITA KOMUNITAS SAD DI JAMBI Ummi Kalsum; Dwi Noerjoedianto; Rizki Ibnu Rahmad; Hendra Dhermawan Sitanggang; Helmi Suryani Nasution; M. Ridwan; Rd. Halim; Haryadi Haryadi; Adriani Adriani; Jodion Siburian; Sri Rahayu; Praditia Eko Prasetyo Utomo; Renny Listiawaty
FORTE JOURNAL Vol 4 No 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v4i2.906

Abstract

Masalah gizi masih cukup tinggi di Indonesia dan juga Provinsi Jambi baik itu permasalahan gizi kurang dan stunting. Permasalahan gizi balita juga ditemukan pada komunitas Suku Anak Dalam dan masih cukup tinggi. Hal ini dikarenakan rendahnya pengetahuan dan perilaku gizi. Tujuan penelitian adalah menilai efektivitas pendampingan dan edukasi kepada ibu balita komunitas SAD terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku gizi ibu balita SAD di desa Dwi Karya Bakti Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Metode penelitian adalah Mixed Method dengan rancangan Sequential Eksplanatori yang dilakukan di permukiman komunitas SAD desa Dwi Karya Bakti. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki bayi dan balita. Data dianalisis dengan t-paired test. Penelitian menemukan terdapat peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku ibu balita SAD tentang gizi setelah dilakukan pendampingan dan edukasi selama 6 bulan oleh mahasiswa studi independen (program MBKM). Peningkatan nilai rata-rata skor pengetahuan dan perilaku ibu tentang gizi terbukti signifikan dengan P-value masing-masing sebesar P= 0,000 untuk pengetahuan dan P=0,017 untuk perilaku antara sebelum dan sesudah dilakukan pendampingan. Disarankan untuk memberikan pendampingan dan edukasi yang rutin secara berkesinambungan kepada ibu balita komunitas SAD agar status gizi dan kesehatan ibu dan anak balita semakin meningkat.