Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KOMPETENSI,INDEPENDENSI,INTEGRITAS, DAN MOTIVASI TERHADAP KUALITAS AUDIT APARAT PENGAWAS INTERN PEMERINTAH (APIP) INSPEKTORAT KOTA BITUNG DALAM PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH (Studi Kasus Inspektorat) KOTA BITUNG Syah, Rabiatul Adwia; Rotinsulu, Tri Oldy; Rotinsulu, Debby Ch.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 19, No 7 (2018): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.20244.19.7.2018

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kompetensi, independensi, dan motivasi terhadap kualitas audit aparat inspektorat daerah. Permasalahan umum dalam penelitian ini adalah adanya temuan audit yang tidak terdeteksi oleh aparat inspektorat sebagai auditor internal, akan tetapi ditemukan oleh auditor eksternal, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).            Secara operasional variabel penelitian dielaborasi dalam beberapa indikator. Variabel kompetensi aparat dielaborasi kedalam tiga indikator, yaitu penguasaan standar akuntansi dan auditing, wawasan tentang pemerintahan, dan program peningkatan keahlian. Variabel independensi aparat dielaborasi kedalam dua indikator, yaitu gangguan pribadi dan gangguan ekstern. Variabel motivasi aparat dielaborasi kedalam tiga indikator, yaitu: tingkat aspirasi, ketangguhan, keuletan, dan konsistensi. Variabel kualitas audit dielaborasi kedalam empat indikator, yaitu: kualitas proses, kualitas hasil, dan tindak lanjut hasil audit.             Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dan independensi,integritas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit, sedangkan variabel motivasi tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kualitas audit. Nilai koefisien determinasi menunjukkan nilai sebesar 0,369 = 36.9% artinya bahwa variable kualitas audit (Y) 36.9% vaariasinya dijelaskan oleh variasi variabel kompetensi, independensi, integritas dan motivasi, sisanya sebesar 63.1%, dijelaskan oleh faktor –faktor  lain di luar model. Kata kunci: kualitas audit, kompetensi, independensi, integritas dan motivasi. ABSTRACT               This study aims to examine the influence of competence, independence, and motivation on audit quality of regional inspectorate apparatus. A common problem in this study is that audit findings are not detected by the inspectorate apparatus as internal auditors, but are found by an external auditor, the Supreme Audit Agency (BPK).               Operationally the research variables are elaborated in several indicators. The competence variables of the apparatus are elaborated into three indicators, namely the mastery of accounting and auditing standards, insights on governance, and skills improvement programs. The independence variables of the apparatus are elaborated into two indicators, namely personal disturbance and external disturbance. The motivational variables of the apparatus are elaborated into three indicators, namely: level of aspiration, toughness, persistence, and consistency. Audit quality variables are elaborated into four indicators, namely: process quality, result quality, and audit follow-up.               The results showed that competence and independence, integrity have positive and significant effect on audit quality, while motivation variable has no significant effect on audit quality. The value of coefficient of determination shows the value of 0.369 = 36.9% means that the variable quality audit (Y) 36.9% variance explained by the variation of competence variables, independence, integrity and motivation, the rest of 63.1%, explained by other factors outside the model. Keywords: audit quality, competence, independence, integrity and motivatio
PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PERKOTAAN DI SULAWESI UTARA TAHUN 2004 – 2014 Sari, Greydi Normala; Kindangen, Paulus; Rotinsulu, Tri Oldy
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 18, No 2 (2016): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.12789.18.2.2016

Abstract

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PERKOTAAN DI SULAWESI UTARA TAHUN 2004 – 2014   Greydi Normala Sari, Paulus Kindangen, Tri Oldy Rotinsulu Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Magister Ilmu Ekonomi Universitas Sam Ratulangi, Manado ABSTRAK Pembangunan merupakan suatu rangkaian proses perubahan menuju keadaan yang lebih baik dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, hal ini dapat terwujud dengan peningkatan taraf hidup masyarakat yang diukur dengan peningkatan laju pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi dapat berjalan dengan baik apabila didukung dengan laporan keuangan yang transparan dan akuntable yang dapat diukur dengan kinerja keuangan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan  menggunakan rasio-rasio keuangan untuk mengukur kinerja keuangan, mulai dari rasio kemandirian, rasio ketergantungan, dan rasio efektifitas  sebagai variabel bebas dan pertumbuhan ekonomi sebagai variabel terikat. Penelitian ini mengambil sampel observasi di kota Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu. Metode analisis yang digunakan adalah data panel dengan menggabungkan antara cross section dan time series. Model yang digunakan adalah random effect melalui pengujian hausman, sementara untuk pengujian secara ekonometrika dilakukan uji asumsi klasik , dan untuk uji hipotesisnya menggunakan uji- t untuk menguji pengaruh variabel secara parsial, uji – F untuk menguji pengaruh variabel secara serempak, uji koefisien determinasi (R2) untuk menguji kemampuan model regresi dalam menerangkan variasi variabel terikat. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil bahwa rasio kemandirian memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, rasio efektifitas juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi sedangkan rasio ketergantungan berpengaruh negatif dan signifikan hal ini telah sesuai dengan teori.   Kata Kunci : PDRB, Rasio Kemandirian, Rasio Ketergantungan, dan Rasio Efektifitas ABSTRACT The construction is a series of processes of change towards a better state in an effort to improve the welfare of society, this can be realized by improving standards of living as measured by the increase in the rate of economic growth . Economic growth can run well when supported with financial reports transparent and accountable can be measured by financial performance area. This research aims to determine the effect on the economic growth of financial performance using financial ratios to measure financial performance , ranging from self-sufficiency ratio , the dependency ratio, and the ratio of effectiveness as independent variables and economic growth as the dependent variable . This study took a sample of observations in the city of Manado, Bitung, Tomohon, and Kotamobagu. The analytical method used is the panel data by combining cross section and time series . The model used is the random effect through Hausman test , while for econometric testing performed classical assumption , and to test the hypothesis using t-test to examine  the effect of partial variables , test - F to test the effect of variables simultaneously , test the coefficient of determination ( R2 ) to test the ability of the regression model in explaining the variation of the dependent variable. Based on the research results that independence ratio has a positive and significant effect on economic growth , effectiveness ratio was also positive and significant impact on economic growth , while the dependency ratio and significant negative effect it has in accordance with the theory .. Keywords : GRDP , Independence ratio , dependency ratio , and effectiveness ratio.
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH PROVINSI SULUT SERTA DAMPAKNYA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI Sondakh, Karina H.; Rotinsulu, Debby Ch.; Rotinsulu, Tri Oldy
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 19, No 6 (2018): PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.19786.19.6.2018

Abstract

ABSTRAK Kinerja keuangan Pemerintah Daerah bertujuan untuk mendukung program-program Pemerintah Daerah, salah satunya yaitu untuk mendukung terlaksananya Pertumbuhan Ekonomi. Salah satu alat untuk menganalisis kinerja pemerintah daerah dalam mengelola keuangan daerahnya adalah dengan melakukan analisis rasio keuangan terhadap APBD yang telah ditetapkan dan dilaksanakannya. Analisis rasio keuangan indikator-indikatornya antara lain Rasio Kemandirian, Rasio Efektivitas dan Efisiensi pendapatan asli daerah serta Rasio Aktivitas.Sehingga dengan dilakukannya penelitian ini diharapkan dapat diketahui rasio apa dalam Pengelolaan Keuangan Pemerintah Provinsi Sulut yang paling berperan dan berpengaruh dalam terlaksananya Pertumbuhan Ekonomi dengan mengambil tempat pada Badan Pengelola Keuangan Dan Aset Daerah Provinsi Sulawesi Utara.Dalam penelitian ini digunakan metode Analisa Linier Berganda dimana Pertumbuhan Ekonomi sebagai variabel dependen dan digunakan tiga variabel independen yakni Rasio Kemandirian, Rasio Efektivitas dan Efisiensi pendapatan asli daerah serta Rasio Aktivitas. Dengan menggunakan data LRA yang diambil pada Badan Pengelola Keuangan Dan Aset Daerah dan data PDRB pada situs Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara. Kata kunci : Kinerja Keuangan, Kemandirian, Efektivitas Dan Efisiensi, Aktivitas, Pertumbuhan Ekonomi ABSTRACT The financial performance of Local Government aims to support the programs of Local Government, one of which is to support the implementation of Economic Growth. One tool to analyze the performance of local governments in managing their regional finances is to conduct financial ratio analysis of APBD that has been established and implemented. Financial ratio analysis of the indicators include Independence Ratio, Effectiveness Ratio and Efficiency of local revenue and Activity Ratio.So that with this research is expected to know what ratio in Financial Management of Government of North Sulawesi Province which play the most role and influential in the implementation of Economic Growth by taking place at Financial Management Board And Asset Region of North Sulawesi Province.In this study used the method of Multiple Linear Analysis where Economic Growth as a dependent variable and used three independent variables namely Ratio Independence, Effectiveness Ratio and Efficiency of local revenue and Ratio Activity. By using LRA data taken at the Regional Finance and Asset Management Board and GDP data on the Central Bureau of Statistics of North Sulawesi. Keywords: Financial Performance, Independence, Effectiveness And Efficiency, Activity, Economic Growth
DAMPAK SOSIAL EKONOMI PENGGUNA JALAN AKIBAT KEMACETAN LALU LINTAS DI ZERO POINT KOTA MANADO Muari'F, Munazar R; Masinambow, Vecky A.J.; Rotinsulu, Tri Oldy
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 19, No 7 (2018): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.20246.19.7.2018

Abstract

ABSTRAKSektor tranportasi merupakan salah satu komponen utama dalam peningkatan arus perekonomian, baik untuk memaksimalkan potensi daerah yang selama ini dimiliki namun juga untuk membuka sektor-sektor ekonomi baru yang berujung pada  peningkatan perekonomian sebuah daerah.Guna memanfaatkan potensi-potensi yang dimiliki maupun membuka potensi-potensi perekonomian yang baru maka peran serta pemerintah dalam mengatur alokasi belanjanya perlu untuk lebih dimaksimalkan. Untuk melihat seberapa besar pengaruh belanja pemerintah dalam bentuk belanja langsung dan belanja tidak langsung mempengaruhi peningkatan sub-sektor transportasi.Penelitian ini menggunakan Ordinary least square dengan  metode regresi berganda, dari hasil penelitian didapatkan hasil r square sebesar  96,7. Dengan hasil ini maka dapat terlihat pengaruh belanja pemerintah terhadap peningkatan sub-sektor transportasi hampir mencapai angka 97 persen, yang artinya hanya tersisa 3 persen tingkat pengaruh variabel lain. Kata kunci : Belanja Langsung (BL), Belanja Tidak Langsung (BTL), Otonomi, Transportasi ABSTRACT                    Transport sector is one of the main components to increase the flow of the economy, to maximize the potential of the area that had been held, but also to open up new economic sectors which resulted in an increase in the economy of a region.               In order to utilize the potential that may or unlock the potential of the new economy, the role of government in regulating the allocation of spending needs to be maximized. To see how much influence government spending in the form of direct expenditure and indirect expenditure affect the improvement of the transport sub-sector.               This study using the Ordinary least squares multiple regression method, the result showed the the r-square of  96.7. With that, it can be seen the effect of government spending to increase transport sub-sector almost reached 97 percent, which means that only the remaining 3 percent the level of influence of other variables. Keywords: Direct Expenditure, Indirect Expenditure, Autonomy, Transportation
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STABILITAS SISTEM KEUANGAN DI INDONESIA PERIODE 2013:Q1 – 2018:Q4 Wati, Evi S. Candra; Rotinsulu, Tri Oldy; Siwu, Hanly F. D.J
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol 19, No 03 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stabilitas sistem keuangan begitu penting dalam perekonomian yang menjadikannya sebagai sesuatu yang mutlak untuk dijaga kestabilannya. Sistem keuangan yang stabil akan menjamin kelangsungan dan kelancaran distribusi dana pihak ketiga yang berlebih kepada yang sedang membutuhkan pinjaman. Dengan demikian, sistem perekonomian dapat menujung kelancaran kegiatan ekonomi sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di suatu negara untuk memperhatikan perkembangan beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel Non Performing Loan (NPL), Loan to Deposit Ratio (LDR), Capital Adequacy Ratio (CAR), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Nilai tukar Rupiah (kurs) terhadap stabilitas sistem keuangan di Indonesia. Jenis penelitian ini menggunakan teknik analisis kuantitatif dengan metode Error Correction Model (ECM). Data yang digunakan adalah data sekunder berbentuk runtut waktu (time series) yang merupakan data kuartalan selama periode 2013:Q1 – 2018:Q4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka pendek hanya Loan to Deposit Ratio (LDR) yang berpengaruh signifikan terhadap stabilitas sistem keuangan. Sedangkan dalam jangka panjang Non Peforming Loan (NPL), Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR), Nilai Tukar Rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpengaruh tidak signifikan terhadap stabilitas sistem keuangan di indonesia. 
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TABUNGAN MASYARAKAT PADA BANK UMUM DI PAPUA BARAT(PERIODE TAHUN 2008-2017) Klasjok, Kristina; Rotinsulu, Tri Oldy; Maramis, Mauna Th. B
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol 18, No 3 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tabungan masyarakat merupakan jumlah yang disisihkan seorang individu dari pendapatannya untuk investasi atau menurut teori ekonomi pendapatan yang tidak dikonsumsikan. Biasanya semakin tinggi pertumbuhan ekonomi dan semakin makmur suatu negara semakin tinggi pula tingkat tabungan masyarakat. tingkat tabungan menyebabkan pertumbuhan bertambah secara semester. Hal ini dikarenakan ketika seorang menabung secara terus-menerus, sehingga memiliki modal yang banyak untuk memproduksi barang dan jasa, memberi mereka tambahan unit modal tidak akan meningkatkan produktivitas mereka, karena keuntungan mereka otomatis akan menurun. Judul penelitian yang diambil adalah untuk analisis faktor-faktor yang mempengaruhi tabungan masyarakat pada bank umum di papua barat periode 2008-2017. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat suku bunga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tabungan masyarakat di papua barat, PDRB berpengaruh positif dan signifikan terhadap tabungan masyarakat di papua barat, sedangkan tingkat inflasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap tabungan masyarakat di papua barat.
ANALISIS PENGARUH BANTUAN SOSIAL (PKH DAN KUBE) TERHADAP TINGKAT KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Wiku, Firda; Rotinsulu, Tri Oldy; Walewangko, Een N.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 20, No 4 (2020): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.29226.20.4.2020

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh bantuan sosial (PKH dan KUBE), terhadap tingkat kesejahteraan di Kabupaten Minahasa Tenggara. Program Keluarga Harapan merupakan subsidi terhadap pengeluaran rumah tangga untuk pendidikan dan kesehatan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, sedangkan alat analisis menggunakan Regresi Linear Berganda. Bantuan sosial yang dimaksud adalah program PKH (Program Keluarga Harapan) yang diberikan pada rumahtangga miskin untuk membantu beban pengeluaran rumahtangga terutama berhubungan dengan pendidikan dan kesehatan. PKH sebagai program bantuan bersyarat membuka akses keluarga miskin terutama ibu hamil dan anak untuk memanfaatkan berbagai fasilitas layanan kesehatan dan layanan pendidikan yang tersedia. PKH juga memberikan perlindungan bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia. PKH menjadi episentrum dan center of excellence penanggulangan kemiskinan. Program KUBE (Kelompok Usaha Bersama) yang diberikan untuk pemberdayaan pendapatan rumahtangga lewat kelompok masyarakat. KUBE merupakan kelompok keluarga miskin yang dibentuk, tumbuh, dan berkembang atas prakarsanya dalam melaksanakan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sosial keluarga. Tujuan penelitian untuk mengetahui besarnya pengaruh dari Program PKH dan KUBE terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Minahasa Tenggara. Metode analisis yang digunakan adalah Ordinary Least Square (OLS). Hasil penelitian variasi perubahan peningkatan kesejahteraan rumahtangga 65,4% disebabkan oleh variasi perubahan jumlah bantuan sosial (PKH dan KUBE) yang diterima rumahtangga. 34,6% disebabkan oleh bantuan-bantuan sosial lainnya yang diberikan pemerintah baik pusat dan daerah pada Keluarga Penerima Manfaat di Kabupaten Minahasa Tenggara. Kata Kunci         : PKH, KUBE dan Tingkat Kesejahteraan Masyarakat AbstractThe intended social assistance is the FHP (Family Hope Program) program that is given to poor households to help with the burden of household expenses, especially in relation to education and health. FHP as conditional aid program to open access of poor families, especially pregnant women and children to take advantage of a variety of health care facilities and education services available. FHP also provides protection for persons with disabilities and elderly people. FHP becomes the epicenter and center of excellence for poverty alleviation. The KUBE (Joint Business Group) program is provided to empower household income through community groups. KUBE is a group of poor families formed, growing, and developing on their initiative in implementing Productive Economic Enterprises (UEP) to increase family income and social welfare. The research objective was to determine the magnitude of the influence of the PKH and KUBE Program on improving the welfare of the community in Southeast Minahasa Regency. The analytical method used is Ordinary Least Square (OLS). The results of research on changes in changes in household welfare 65.4% caused by variations in changes in the amount of social assistance (FHP and KUBE) received by households. 34.6% was due to other social assistance provided by the central and regional government to Beneficiary Families in Southeast Minahasa Regency. Keyword           : FHP, KUBE and Public welfare
PENGARUH KEBIJAKAN PEMERINTAH, PRODUKSI SEKTOR PERIKANAN DAN TINGKAT PENGANGGURAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KEMISKINAN ABSOLUT DI KOTA BITUNG Aidore, Alderon Edi; Rumate, Vekie A.; Rotinsulu, Tri Oldy
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 20, No 4 (2020): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.29609.20.4.2020

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kebijakan pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Bitung, Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif, sedangkan teknik yang digunakan adalah analis jalur pengaruh produksi sektor perikanan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Bitung, pengaruh tingkat pengangguran terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Bitung, pengaruh kebijakan pemerintah berpengaruh terhadap kemiskinan absolut di Kota Bitung,  pengaruh produksi sektor perikanan berpengaruh terhadap kemiskinan absolut di kota bitung, pengaruh tingkat pengangguran berpengaruh terhadap kemiskinan absolut di kota bitung dan pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap kemiskinan absolut di Kota Bitung.Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian asosiatif Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kebijakan Pemerintah tidak berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kota Bitung, (2)  produksi Sektor Perikanan tidak berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kota Bitung, (3) Tingkat Pengangguran berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kota Bitung, (4) Kebijakan Pemerintah berpengaruh signifikan terhadap Kemiskinan Absolut  di Kota Bitung, (5)  produksi Sektor Perikanan tidak berpengaruh signifikan terhadap Kemiskinan Absolut di Kota Bitung, (6) Tingkat Pengangguran tidak berpengaruh signifikan terhadap Kemiskinan Absolut di Kota Bitung dan (7) Pertumbuhan Ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap Kemiskinan Absolut di Kota Bitung. Kata Kunci : Kebijakan Pemerintah,  Produksi Sektor Perikanan, Tingkat Pengangguran, Pertumbuhan Ekonomi,         Kemiskinan Absolut Abstract The purpose of this study was to determine the effect of government policies on economic growth in Bitung City, the effect of fisheries sector production on economic growth in Bitung City, This type of research is associative research, while the technique used is path analyst  the effect of the unemployment rate on economic growth in Bitung City, the effect of government policies affecting absolute poverty in Bitung City, the effect of production the fisheries sector has an effect on absolute poverty in the city of bitung, the effect of the unemployment rate has an effect on absolute poverty in the city of bitung and the effect of economic growth on absolute poverty in the City of Bitung. The type of research used is the type of associative research Data analysis technique in this study is path analysis. The results showed that (1) Government Policy did not significantly influence Economic Growth in Bitung City, (2) Fisheries Sector production did not significantly influence Economic Growth in Bitung City, (3) Unemployment Rate had a significant effect on Economic Growth in Bitung City, ( 4) Government policies have a significant effect on Absolute Poverty in Bitung City, (5) Fisheries Sector production has no significant effect on Absolute Poverty in Bitung City, (6) Unemployment rate has no significant effect on Absolute Poverty in Bitung City and (7) Economic Growth does not significant effect on Absolute Poverty in the City of Bitung. Keywords: Government Policy, Fisheries Sector Production, Unemployment Rate, Economic Growth, Absolute Poverty
PENGARUH SEKTOR PARIWISATA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PENYERAPAN TENAGA KERJA DI PROVINSI SULAWESI UTARA Mumu, Nifel Elvis; Rotinsulu, Tri Oldy; Engka, Daisy S.M.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 20, No 5 (2020): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.30046.20.5.2020

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sektor pariwisata terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja. Pembangunan Ekonomi adalah proses perubahan secara multidimensional yang melibatkan berbagai aspek dan mempengaruhi kualitas dan kesejahteraan hidup manusia. Pembangunan ekonomi dapat didekati (approach) secara regional yaitu melakukan pemetaan wilayah dan growth pool bertujuan tercapainya efisiensi produksi distribusi dan konsumsi barang dan jasa. Pembangunan ekonomi juga dapat didekati secara sektoral, menemukan sektor unggulan kemudian mengarahkan belanja modal membangun infrastruktur, pada gilirannya mampu menarik investasi swasta. Secara sektoral, maka sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang menyerap tenaga kerja, melibatkan usaha perekonomian rakyat, menarik wisatawan dan mendatangkan devisa. Itulah mengapa, percepatan pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja lewat penciptaan lapangan kerja yang lebih luas dapat dilakukan dengan mempromosikan pengembangan pariwisata.Dalam penelitian ini yang dianalisis adalah pengaruh jumlah kunjungan wisatawan dan tingkat hunian hotel terhadap pertumbuhan ekonomi, pengaruh kunjungan wisatawan, tingkat hunian hotel terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Sulawesi Utara, dan pengaruh kunjungan wisatawan dan tingkat hunian hotel melalui pertumbuhan ekonomi terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan analisis jalur.Temuan penelitian ini secara statistik menunjukan bahwa jumlah kunjungan wisatawan dan tingkat hunian hotel tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Jumlah kunjungan wisatawan yang datang di Sulawesi Utara tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja sedangkan tingkat hunian hotel berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Kata Kunci: Tenaga Kerja, Pertumbuhan Ekonomi, kunjungan wisatawan, dan hunian kamar hotel ABSTRACT This study aims to analyze the influence of the tourism sector on Economic Growth and Labor Absorption. Economic Development is a multidimensional process of change that involves various aspects and affects the quality and welfare of human life. Economic development can be approached regionally by mapping regions and growth pools with the aim of achieving the efficiency of production distribution and consumption of goods and services. Economic development can also be approached sectorally, finding leading sectors and then directing capital expenditure to build infrastructure, which in turn is able to attract private investment. By sector, the tourism sector is one sector that absorbs labor, involves the business of the people's economy, attracts tourists and brings in foreign exchange. That is why, accelerating economic growth and employment through broader job creation can be done by promoting tourism development.In this study, the analysis is the influence of the number of tourist visits and hotel occupancy rates on economic growth, the influence of tourist visits, hotel occupancy rates on employment in the Province of North Sulawesi, and the influence of tourist visits and hotel occupancy rates through economic growth on labor absorption in North Sulawesi Province. This research uses path analysis.The findings of this study statistically show that the number of tourist visits and hotel occupancy rates did not significantly influence economic growth. The number of tourist arrivals in North Sulawesi did not have a significant effect on employment while hotel occupancy rates had a positive and significant effect on employment. Keywords: Labor, Economic Growth, tourist visits, and hotel room occupancy
ANALISIS PERBANDINGAN TINGKAT KESEHATAN BANK BERDASARKAN METODE RGEC (Studi pada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dan PT. Bank Mandiri Tbk Tahun 2012-2014) Korompis, Vanessa Elisabeth; Rotinsulu, Tri Oldy; Sumarauw, Jacky
Jurnal EMBA : Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol 3, No 4 (2015): JE Vol.3 No.4 (2015) Hal. 395-508
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.31 KB) | DOI: 10.35794/emba.3.4.2015.10922

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat kesehatan perbankan antara dua bank BUMN yakni Bank BRI dan Mandiri pada tahun 2012-2014. Penelitian ini dianalisis menggunakan pendekatan RGEC. Jenis penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian deskriptif. Variabel dan pengukuran pada penelitian ini terdiri dari faktor Risk Profile, faktor Earnings, dan faktor Capital. Hasil analisis menunjukkan Bank BRI dan Mandiri pada tahun 2012-2014 berada pada tingkat kesehatan yang berbeda. Faktor Risk Profile dinilai melalui NPL, dan LDR. Pada rasio NPL Bank BRI unggul dengan nilai mean sebesar 1,67% dan memperoleh predikat sangat sehat, dan Bank Mandiri sebesar 2,04% dengan predikat sehat. Sedangkan pada rasio LDR Bank Mandiri unggul atas Bank BRI dengan nilai mean 80,88%, dan Bank BRI sebesar 83,35%. Melalui dua rasio tersebut dapat dikatakan kedua bank mampu mengelola risiko kredit dan risiko likuiditas dengan sangat baik. Faktor Earnings yang penilaiannya dilakukan dengan ROA menunjukkan selama tahun 2012-2014 keuntungan yang diperoleh Bank BRI cenderung menurun, sedangkan Bank Mandiri berfluktuasi. Namun demikian Bank BRI tetap unggul dibandingkan Mandiri dengan perolehan nilai mean ROA yang lebih tinggi yakni 4,97% dibandingkan Bank Mandiri yakni 3,59%, dan dengan nilai rasio tersebut maka pada aspek Earnings kedua Bank dinyatakan sangat sehat. Dengan menggunakan indikator CAR, peneliti membuktikan bahwa baik bank BRI maupun Mandiri memiliki faktor Capital yang baik, yaitu di atas ketentuan Bank Indonesia sebesar 8%.   Kata kunci: tingkat kesehatan bank, profil risiko, pendapatan, modal
Co-Authors Abdullah, Muttaqin Kokala Agnes L. Ch. P. Lapian Agnes L.Ch.P. Lapian Aidore, Alderon Edi Ampou, Jonly Amran T. Naukoko Anderson Kumenaung Aring, Alfy B. W. Bintang, Andika Presley Bujung, Reinhard Eliezer Yusup C. Wauran, Patrick Christina Wambemu Daisy S.M. Engka, Daisy S.M. Dama, Yustinus Dennij Mandeij Dharmmayukti, Bhawika Een N. Walewangko, Een N. Ellong, Tasya Alifah Elvira Jacobus Ersandy Rumansjah George M.V. Kawung, George M.V. George, Pricelya Tresye Greydi Normala Sari Hidayat, Ferdy Fadly Imanul Hakim Ivone Deasy Anneke Goni Jacky S. B. Sumarauw JUNIOR LAKAT KAWUNG, GEORGE M.V Kawung, George Manuel Victor Kevin R.M. Mandey, Kevin R.M. Klasjok, Kristina Koleangan, Rosalina A.M Korompis, Claudia Wanda Melati Lantu, Yeni Saarce Magdalena Latiki, Sahrul Lidya Thevi Nouke Dondokambey Malang, Destri Mamonto, Chikita Manopo, Stivano Maramis, Mauna T. B. Maramis, Mauna Th. B Maramis, Mauna Th. B. Maramis, Mauna Th. B. Maramis, Mauna Th.B Masinambow, Vecky A.J. Mauna Th. B. Maramis Mauna Th.B. Maramis Mawu, Inggrid Maria Meisye Ella Jacklien Rumbayan Mokodongan, Arasi Mokodongan, Zefanya Z.M Muari'F, Munazar R Muarif, Munazar Rafsanjani Mumu, Nifel Elvis Naukoko, Amran T. Niode, Audie O. Niode, Audie O. Niode, Audie. O. Nurmila . Onibala, Anjelia Pakasi, Salvatori Amadeus Pangalila, Ansyela Milli Kristi Pangandaheng, Zulser G Pantas, Oldri O. Patadang, Tirza Meireny PATEDA, YOLANDA - Patiro, Kalcum Paulus Kindangen Payangan, Kristian Pieter Runturambi, Ari Polontalo, Fahrurrazi Puspitasari, Andhika Nur Rauf, Sadat Riung, Isabella N. E Robot, Clarasita Tifany Rombe, Joshua B. Rorong, Ita Pingkan Fasnie Rosalina A.M. Koleangan, Rosalina A.M. Rotinsulu, Debby Ch. RUMATE, VEKIE A Rumate, Vekie A. Sanggor, Katerose Margareta Saumana, Nova SENDOW, RONAL HERLY Sendow, Ronald Herly Sendow, Sifra J. Siburian, Kiki Farida Br. Simbolon, Ronauli Siwu, Hanly F. D.J Siwu, Hanly F. Dj. Sondakh, Karina H. Sondakh, Karina Hillegonda Sumendap, Steven Sumendap, Steven S.F Sumolang, Zisca Veybe Sumual, Jacline I. Syah, Rabiatul Adwia Tarumingkeng, Winsy A. Tembang, Triones Th. B. Maramis, Mauna Timbuleng, Gloria Tjodi, Andi Maujung Tolosang, Krest D. Tumangkeng, Steeva Y.L Vanessa Elisabeth Korompis, Vanessa Elisabeth Wangke, Stendi Chrisolik Wati, Evi S. Candra Wiku, Firda Wiwik Handayani Wua, Inka Gratya Yehosua, Susan A.