Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KOMPETENSI,INDEPENDENSI,INTEGRITAS, DAN MOTIVASI TERHADAP KUALITAS AUDIT APARAT PENGAWAS INTERN PEMERINTAH (APIP) INSPEKTORAT KOTA BITUNG DALAM PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH (Studi Kasus Inspektorat) KOTA BITUNG Syah, Rabiatul Adwia; Rotinsulu, Tri Oldy; Rotinsulu, Debby Ch.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 19, No 1 (2018): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32720.19.1.2018

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kompetensi, independensi, dan motivasi terhadap kualitas audit aparat inspektorat daerah. Permasalahan umum dalam penelitian ini adalah adanya temuan audit yang tidak terdeteksi oleh aparat inspektorat sebagai auditor internal, akan tetapi ditemukan oleh auditor eksternal, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).            Secara operasional variabel penelitian dielaborasi dalam beberapa indikator. Variabel kompetensi aparat dielaborasi kedalam tiga indikator, yaitu penguasaan standar akuntansi dan auditing, wawasan tentang pemerintahan, dan program peningkatan keahlian. Variabel independensi aparat dielaborasi kedalam dua indikator, yaitu gangguan pribadi dan gangguan ekstern. Variabel motivasi aparat dielaborasi kedalam tiga indikator, yaitu: tingkat aspirasi, ketangguhan, keuletan, dan konsistensi. Variabel kualitas audit dielaborasi kedalam empat indikator, yaitu: kualitas proses, kualitas hasil, dan tindak lanjut hasil audit.             Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dan independensi,integritas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit, sedangkan variabel motivasi tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kualitas audit. Nilai koefisien determinasi menunjukkan nilai sebesar 0,369 = 36.9% artinya bahwa variable kualitas audit (Y) 36.9% vaariasinya dijelaskan oleh variasi variabel kompetensi, independensi, integritas dan motivasi, sisanya sebesar 63.1%, dijelaskan oleh faktor –faktor  lain di luar model. Kata kunci: kualitas audit, kompetensi, independensi, integritas dan motivasi. ABSTRACT               This study aims to examine the influence of competence, independence, and motivation on audit quality of regional inspectorate apparatus. A common problem in this study is that audit findings are not detected by the inspectorate apparatus as internal auditors, but are found by an external auditor, the Supreme Audit Agency (BPK).               Operationally the research variables are elaborated in several indicators. The competence variables of the apparatus are elaborated into three indicators, namely the mastery of accounting and auditing standards, insights on governance, and skills improvement programs. The independence variables of the apparatus are elaborated into two indicators, namely personal disturbance and external disturbance. The motivational variables of the apparatus are elaborated into three indicators, namely: level of aspiration, toughness, persistence, and consistency. Audit quality variables are elaborated into four indicators, namely: process quality, result quality, and audit follow-up.               The results showed that competence and independence, integrity have positive and significant effect on audit quality, while motivation variable has no significant effect on audit quality. The value of coefficient of determination shows the value of 0.369 = 36.9% means that the variable quality audit (Y) 36.9% variance explained by the variation of competence variables, independence, integrity and motivation, the rest of 63.1%, explained by other factors outside the model. Keywords: audit quality, competence, independence, integrity and motivatio
PENGARUH BELANJA MODAL DAN TINGKAT KEMISKINAN TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) DI PROVINSI SULAWESI UTARA Tarumingkeng, Winsy A.; Rumate, Vekie A.; Rotinsulu, Tri Oldy
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 19, No 2 (2018): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32728.19.2.2018

Abstract

ABSTRAK Pemerintah Provnisi Sulawesi Utara disaran­kan dalam peningkatan IPM melalui Pembangunan Infrastruktur dan pengentasan kemiskinan sesuai dengan sembilan agenda prioritas Presiden dalam Nawa Cita pada program 3 (tiga) membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan dan program 5 (lima) meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program Indonesia Pintar, serta peningkatan kesejateraan masyarakat dengan program Indonesia Kerja dan Indonesia Sejahtera dengam mendorong land reform.Dalam penelitian ini digunakan metode penghitungan kuadran terkecil (ordinary least square) dimana Indeks Pembangunan Manusia sebagai variabel dependen dan digunakan dua variabel independen yakni Belanja Modal dan Tingkat Kemiskinan. Data yang diteliti meliputi kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, realisasi belanja modal, dan Indeks Pembangunan Manusia. Jenis data yang digunakan adalah data panel yaitu gabungan time series dan cross section. Dimana berdasarkan penghitungan semakin tinggi belanja modal yang dikeluarkan maka akan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia. Kata kunci : Belanja Modal, Tingkat Kemiskinan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)ABSTRACTNorth Sulawesi Provincial Government is expected to increase HDI through Infrastructure Development and poverty alleviation in accordance with the nine priority agendas of the President in Nawa Cita in 3 (three) programs to build Indonesia from the periphery by strengthening the regions and villages within the framework of the unitary state and the 5 (five) improve the quality of human life of Indonesia through improving the quality of education and training with Smart Indonesia programs, as well as improving community welfare with Indonesia Work Program and Prosperous Indonesia dengam encourage land reform.In this research, the smallest quadrant calculation method (ordinary least square) where Human Development Index as dependent variable and used two independent variables namely Capital Expenditure and Poverty Level. The data studied include poverty, economic growth, capital expenditure realization, and Human Development Index. The type of data used is panel data that is a combination of time series and cross section. Where based on the calculation the higher capital expenditures incurred will increase the Human Development Index. Keywords: Capital Expenditure, Poverty Rate and Human Development Index (HDI)
ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN DAERAH DAN BELANJA MODAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PENURUNAN KEMISKINAN DI SULAWESI UTARA Pantas, Oldri O.; Kindangen, Paulus; Rotinsulu, Tri Oldy
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 20, No 3 (2019): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32797.20.3.2019

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan daerah yang diukur dengan Belanja Modal, upaya fiskal, tingkat derajat desentralisasi fiskal dan kemampuan pembiayaan terhadap pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan di Sulawesi Utara. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian eksplanatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) belanja modal berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara, (2) upaya fiskal tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara (3) desentralisasi fiskal tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara, (4) kemampuan pembiayaan tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara (5) belanja modal tidak berpengaruh signifikan terhadap penurunan kemiskinan di Sulawesi Utara, (6) upaya fiskal berpengaruh signifikan terhadap penurunan kemiskinan di Sulawesi Utara, (7) desentralisasi fiskal berpengaruh signifikan terhadap penurunan kemiskinan di Sulawesi Utara, (8) kemampuan pembiayaan tidak berpengaruh signifikan terhadap penurunan kemiskinan di Sulawesi Utara dan (9) pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap penurunan kemiskinan di Sulawesi Utara..Kata kunci: kinerja keuangan daerah, belanja modal, pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan ABSTRACT The purpose of this study was to determine the effect of regional financial performance as measured by Capital Expenditures, fiscal efforts, the degree of fiscal decentralization and the ability of financing towards economic growth and poverty reduction in North Sulawesi. The type of research in this study is explanatory research. The data analysis technique used is path analysis. The results showed that (1) capital expenditure had a significant effect on economic growth in North Sulawesi, (2) fiscal efforts had no significant effect on economic growth in North Sulawesi (3) fiscal decentralization had no significant effect on economic growth in North Sulawesi, (4) financing capability does not significantly influence economic growth in North Sulawesi (5) capital expenditure does not significantly influence poverty reduction in North Sulawesi, (6) fiscal efforts have a significant effect on reducing poverty in North Sulawesi, (7) fiscal decentralization has a significant effect on poverty reduction in North Sulawesi, (8) financing capacity does not significantly influence poverty reduction in North Sulawesi and (9) economic growth has no significant effect on reducing poverty in North Sulawesi. Keywords: government financial performance, capital expenditure, economic growth, poverty rates
PENGARUH KOMPETENSI, MOTIVASI, KETERAMPILAN, PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN TERHADAP KUALITAS PENGAWASAN KEUANGAN DI BKAD KOTA MANADO Mawu, Inggrid Maria; Rotinsulu, Tri Oldy; Kawung, George M.V
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 21, No 4 (2020): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32834.21.4.2020

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi, motivasi, keterampilan, pendidikan, dan pengalaman terhadap kualitas pengawasan keuangan di BKAD Kota Manado. Secara teoritis kualitas pengawasan keuangan merupakan bagian dari fungsi manajemen yang berupaya agar rencana yang sudah ditetapkan dapat tercapai dengan efektif dan efisien. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi, motivasi, keterampilan, pendidikan dan pengalaman berpengaruh signifikan terhadap kualitias laporan keuangan pemerintah daerah. Dapat disimpulkan bahwa motivasi, keterampilan, pendidikan dan pengalaman akan berpengaruh pada pengawasan keuangan BKAD Kota Manado. Kata kunci:     Kompetensi, Motivasi, keterampilan, Pendidikan, pengalaman, kualitas pengawasan keuangan ABSTRACT            This study aims to determine the competence, motivation, skills, education, and experience of the quality of financial supervision at BKAD Manado City. Theoretically, the quality of financial supervision is part of the management function which seeks to achieve the predetermined plan effectively and efficiently. The data used in this study are primary data and secondary data. The analytical tool used is multiple linear regression analysis. The results showed that competence, motivation, skills, education and experience had a significant effect on the quality of local government financial reports. It can be concluded that motivation, skills, education and experience will influence the financial supervision of BKAD Manado City. Keywords: competence, motivation, skills, education, experience, quality of supervision
PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH SEKTOR PENDIDIKAN, SEKTOR KESEHATAN DAN BELANJA MODAL TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA MELALUI PERTUMBUHAN EKONOMI (STUDI DI PROVINSI SULAWESI UTARA) Tjodi, Andi Maujung; Rotinsulu, Tri Oldy; Kawung, George M.V
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 19, No 4 (2018): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32762.19.4.2018

Abstract

             Menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dibutuhkan berbagai sarana dan prasarana seperti investasi di sektor pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Peran pemerintah dalam implementasi aspek pendidikan dan aspek kesehatan adalah melalui pengeluaran pemerintah. Hubungan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan manusia adalah ketika pendapatan atau PDB per kapita rendah akibat pertumbuhan ekonomi yang rendah, menyebabkan pengeluaran rumah tangga untuk peningkatan pembangunan manusia menjadi turun, begitu juga sebaliknya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pengeluaran pemerintah sektor pendidikan, sektor kesehatan dan belanja modal terhadap indeks pembangunan manusia melalui pertumbuhan ekonomi. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis jalur (path analysis) yang merupakan perluasan dari analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian sub-struktur 1 menunjukan bahwa pengeluaran pemerintah sektor pendidikan dan belanja modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan pengeluaran sektor kesehatan berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi. Kemudian sub-struktur II menunjukan bahwa pengeluaran pemerintah sektor pendidikan, sektor kesehatan dan belanja modal berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap IPM, sedangkan pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM. Kemudian nilai koefisien jalur menunjukan bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan variabel intervening untuk variabel pengeluaran pemerintah sektor pendidikan dan belanja modal terhadap IPM.                                                                                                                 Kata Kunci: Pengeluaran Sektor Pendidikan, Pengeluaran Sektor Kesehatan, Belanja Modal, Indeks Pembangunan Manusia ABSTRACTCreating quality human resources needed various means and infrastructure such as investment in the sector of education, health and infrastructure. The role of government in the implementation of education aspects and health aspects is through government spending. The relationship of economic growth and human development is when the income of GDP per capital low due to low economic growth, causing household expenses for the improvement of human development to be down, so is the opposite. The purpose of this research to analyze the influence of the government’s spending of education sector, health sector and capital expenditure againts the human development index through economic growth. The method of data analysis used in this research is the analysis of the path (path analysis) which is the expansion of multiple linear regression analysis. The result of research sub-structure I shows that the government expenditure of education sector and capital expenditure affects positive and significant to economic growth, while the spending of health sector affects negative to economic growth. Then sub-structure II shows that the government’s spending of education sector, health sector and capital expenditure are the positive but insignificant againts HDI, while economic growth affects positive and significant towards HDI. Then the value of the path coefficient shows that economic growth is an intervening variable for the variable government spending on education and capital expenditure on the HDI. Keyword: Education sector spending, health sector spending, capital expenditure, human development index
ANALISIS PENGELOLAAN ASET TETAP PADA GEDUNG KEUANGAN NEGARA MANADO DENGAN MENGGUNAKAN METODE IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS (IPA) Payangan, Kristian; Koleangan, Rosalina A.M; Rotinsulu, Tri Oldy
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 20, No 2 (2019): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32787.20.2.2019

Abstract

ABSTRAKTingkat Pertumbuhan ekonomi di negara kita sangat bergantung kepada besar kecilnya Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Pemerintah. APBN merupakan motor pengerak pertumbuhan ekonomi dimana pemerintah mengalokasikan anggarannya untuk mewujudkan program-program yang telah dirancang dalam rangka mensejahterahkan rakyat dengan menyediakan lapangan kerja, menyediakan dan membangun sarana dan prasarana serta infrastruktur, menyediakan layanan pendidikan dan kesehatan dan pembangunan manusia serta membiayai pelaksanaan tugas dan fungsi pemerintah lewat Kementerian/Lembaga. Mengingat APBN yang sifatnya terbatas sementara kebutuhan akan anggaran yang cukup banyak,.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pengelolaan aset yang dilakukan oleh Tim Pengurus Aset pada Gedung Keuangan Negara (GKN) Manado dan menganalisis tingkat kepuasan pengguna aset terhadap kinerja dari Tim Pengurus Aset. Metode yang digunakan untuk menjawab proses pelaksanaan pengelolaan aset yang dilakukan oleh Tim Pengurus Aset adalah analisis deskriptif.  Untuk melihat tingkat kepuasan pengguna aset dalam hal ini pejabat dan pegawai yang bekerja pada Kantor GKN Manado menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pengelolaan aset yang dilakukan oleh Tim Pengurus Aset dinilai oleh pengguna aset masih terdapat kekurangan yang perlu dilakukan perbaikan secara terus menerus, Hal ini ditunjukkan dari hasil perhitungan diperoleh nilai  CSI sebesar 43,39 persen yang memperlihatkan bahwa kinerja Tim Pengurus Aset dinilai kurang memuaskan dimana terdapat atribut-atribut yang belum baik kinerjanya yang butuh perbaikan agar tingkat kepuasan pengguna aset dapat meningkat.. Kata kunci: pengelolaan aset, kinerja tim pengurus aset, kepuasan pengguna aset  ABSTRACTThe level of economic growth in our country is very dependent on the size of the Government's State Budget (APBN). The APBN is a driving force for economic growth where the government allocates its budget to realize programs that have been designed in order to prosper the people by providing employment, providing and building facilities and infrastructure and infrastructure, providing education and health and human development services and financing the implementation of tasks and functions government through Ministries / Institutions. Given the limited nature of the state budget while the need for a sufficient amount of budget.                This study aims to describe the implementation of asset management carried out by the Asset Management Team in Manado State Financial Building (GKN) and analyze the level of satisfaction of asset users against the performance of the Asset Management Team. The method used to answer the process of implementing asset management carried out by the Asset Management Team is a descriptive analysis. To see the level of satisfaction of asset users in this case officials and employees who work at the Manado GKN Office use the Importance Performance Analysis (IPA) method and the Customer Satisfaction Index (CSI).                The results of the study show how the assets carried out by the Asset Management Team requested by asset users need to be carried out continuously. This discusses the results obtained with a CSI value of 43.39 percent who want to know the satisfying attributes that are needed. it is necessary to increase the level of user satisfaction of assets can increase. Keywords: asset management, asset management team performance, asset user satisfaction
DAMPAK SOSIAL EKONOMI PENGGUNA JALAN AKIBAT KEMACETAN LALU LINTAS DI ZERO POINT KOTA MANADO Muarif, Munazar Rafsanjani; Masinambow, Vecky A.J.; Rotinsulu, Tri Oldy
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 19, No 1 (2018): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32721.19.1.2018

Abstract

ABSTRAKSektor tranportasi merupakan salah satu komponen utama dalam peningkatan arus perekonomian, baik untuk memaksimalkan potensi daerah yang selama ini dimiliki namun juga untuk membuka sektor-sektor ekonomi baru yang berujung pada  peningkatan perekonomian sebuah daerah.Guna memanfaatkan potensi-potensi yang dimiliki maupun membuka potensi-potensi perekonomian yang baru maka peran serta pemerintah dalam mengatur alokasi belanjanya perlu untuk lebih dimaksimalkan. Untuk melihat seberapa besar pengaruh belanja pemerintah dalam bentuk belanja langsung dan belanja tidak langsung mempengaruhi peningkatan sub-sektor transportasi.Penelitian ini menggunakan Ordinary least square dengan  metode regresi berganda, dari hasil penelitian didapatkan hasil r square sebesar  96,7. Dengan hasil ini maka dapat terlihat pengaruh belanja pemerintah terhadap peningkatan sub-sektor transportasi hampir mencapai angka 97 persen, yang artinya hanya tersisa 3 persen tingkat pengaruh variabel lain. Kata kunci : Belanja Langsung (BL), Belanja Tidak Langsung (BTL), Otonomi, Transportasi ABSTRACT                    Transport sector is one of the main components to increase the flow of the economy, to maximize the potential of the area that had been held, but also to open up new economic sectors which resulted in an increase in the economy of a region.               In order to utilize the potential that may or unlock the potential of the new economy, the role of government in regulating the allocation of spending needs to be maximized. To see how much influence government spending in the form of direct expenditure and indirect expenditure affect the improvement of the transport sub-sector.               This study using the Ordinary least squares multiple regression method, the result showed the the r-square of  96.7. With that, it can be seen the effect of government spending to increase transport sub-sector almost reached 97 percent, which means that only the remaining 3 percent the level of influence of other variables. Keywords: Direct Expenditure, Indirect Expenditure, Autonomy, Transportation
STRATEGI PENGELOLAAN KEUANGAN UNIVERSTIAS SAM RATULANGI MANADO DI ERA BADAN LAYANAN UMUM Sumendap, Steven; Koleangan, Rosalina A.M; Rotinsulu, Tri Oldy
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 20, No 4 (2019): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32804.20.4.2019

Abstract

ABSTRAK Universitas adalah suatu institusi pendidikan tinggi dan penelitian yang memberikan gelar akademik dalam berbagai bidang. Sebuah universitas menyediakan pendidikan sarjana dan pascasarjana. Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado resmi berubah statusnya menjadi instansi pemerintah dengan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PK BLU). Pengelolaan Keuangan BLU dapat diterapkan oleh setiap instansi pemerintah yang secara fungsional menyelenggarakan kegiatan yang bersifat operasional. Instansi dimaksud dapat berasal dari dan berkedudukan pada berbagai jenjang eselon atau non eselon pada kementerian/lembaga. Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui bagaimanakah pengelolaan keuangan unsrat di era BLU dan untuk mengetahui strategi yang tepat untuk pengelolaan keuangan unsrat di era BLU. Penelitian menggunakan penelitian Deskriptif. Untuk menganalisis strategi yang digunakan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Jenis penerimaan Unsrat setelah menjadi BLU terdiri dari Pendapatan Jasa Pelayanan Pendidikan dan Pendapatan, (2) Jenis penerimaan Unsrat tahun 2018 lebih besar dari penggunaan anggaran dalam bentuk belanja dan (3) strategi yang tepat digunakan adalah Strategi Ekspansi dan Strategi efektifitas Kata kunci: strategi, pengelolaan keuangan, analisis SWOT, BLU  ABSTRACT The University is an institution of higher education and research that provides academic degrees in various fields. A university provides undergraduate and postgraduate education. Sam Ratulangi University (Unsrat) Manado officially changed its status to a government institution with the Public Service Agency Financial Management (PK BLU). BLU Financial Management can be implemented by any government institution that functions functionally in activities that have operational functions. Related institutions can be selected from and domiciled at various echelon or non echelon levels in ministries / institutions. The purpose of this study was to find out how to manage the financial assets of the BLU era and to find out the right strategies for managing financial institutions in the BLU era. Research uses descriptive research. To analyze the strategies used using the SWOT analysis. The results showed that: (1) the type of Unsrat acceptance after becoming a BLU consisted of Education Service Revenues and Revenues, (2) the type of Unsrat receipts in 2018 was greater than the use of the budget in the form of expenditure and (3) effectiveness strategies Keywords: strategy, financial management, SWOT analysis, BLU
PENGARUH KEBIJAKAN PEMERINTAH, PRODUKSI SEKTOR PERIKANAN DAN TINGKAT PENGANGGURAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KEMISKINAN ABSOLUT DI KOTA BITUNG Aidore, Alderon Edi; Rumate, Vekie A.; Rotinsulu, Tri Oldy
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 21, No 1 (2020): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32811.21.1.2020

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kebijakan pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Bitung, Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif, sedangkan teknik yang digunakan adalah analis jalur pengaruh produksi sektor perikanan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Bitung, pengaruh tingkat pengangguran terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Bitung, pengaruh kebijakan pemerintah berpengaruh terhadap kemiskinan absolut di Kota Bitung,  pengaruh produksi sektor perikanan berpengaruh terhadap kemiskinan absolut di kota bitung, pengaruh tingkat pengangguran berpengaruh terhadap kemiskinan absolut di kota bitung dan pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap kemiskinan absolut di Kota Bitung.Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian asosiatif Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kebijakan Pemerintah tidak berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kota Bitung, (2)  produksi Sektor Perikanan tidak berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kota Bitung, (3) Tingkat Pengangguran berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kota Bitung, (4) Kebijakan Pemerintah berpengaruh signifikan terhadap Kemiskinan Absolut  di Kota Bitung, (5)  produksi Sektor Perikanan tidak berpengaruh signifikan terhadap Kemiskinan Absolut di Kota Bitung, (6) Tingkat Pengangguran tidak berpengaruh signifikan terhadap Kemiskinan Absolut di Kota Bitung dan (7) Pertumbuhan Ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap Kemiskinan Absolut di Kota Bitung. Kata Kunci : Kebijakan Pemerintah,  Produksi Sektor Perikanan, Tingkat Pengangguran, Pertumbuhan Ekonomi, Kemiskinan Absolut ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the effect of government policies on economic growth in Bitung City, the effect of fisheries sector production on economic growth in Bitung City, This type of research is associative research, while the technique used is path analyst  the effect of the unemployment rate on economic growth in Bitung City, the effect of government policies affecting absolute poverty in Bitung City, the effect of production the fisheries sector has an effect on absolute poverty in the city of bitung, the effect of the unemployment rate has an effect on absolute poverty in the city of bitung and the effect of economic growth on absolute poverty in the City of Bitung. The type of research used is the type of associative research Data analysis technique in this study is path analysis. The results showed that (1) Government Policy did not significantly influence Economic Growth in Bitung City, (2) Fisheries Sector production did not significantly influence Economic Growth in Bitung City, (3) Unemployment Rate had a significant effect on Economic Growth in Bitung City, ( 4) Government policies have a significant effect on Absolute Poverty in Bitung City, (5) Fisheries Sector production has no significant effect on Absolute Poverty in Bitung City, (6) Unemployment rate has no significant effect on Absolute Poverty in Bitung City and (7) Economic Growth does not significant effect on Absolute Poverty in the City of Bitung. Keywords: Government Policy, Fisheries Sector Production, Unemployment Rate, Economic Growth, Absolute Poverty
ANALISIS BELANJA DAERAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KOTA MANADO DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEMISKINAN Sendow, Ronald Herly; Koleangan, Rosalina A.M; Rotinsulu, Tri Oldy
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 19, No 1 (2018): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32715.19.1.2018

Abstract

ABSTRAK                    Pengeluaran daerah merupakan salah satu instrumen penting dalam memajukan ekonomi daerah, terutama untuk daerah-daerah berkembang, tentu saja, alokasi dari anggaran pemerintah menjadi syarat yang tidak dapat disangkal di mana pemerintah sebagai pemegang anggaran harus terus meningkatkan ekonomi yang ada untuk mencapai kemakmuran bagi komunitas yang mereka wakili. Selain memiliki kewajiban untuk mengendalikan anggaran daerah, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan ekonomi daerah dengan mengalirkan investasi dalam banyak aspek, untuk membuat ekonomi terus tumbuh dan berkembang untuk berdampak kemakmuran bagi masyarakat di kota manado                    Dalam penelitian ini menghitung bagaimana pengeluaran pemerintah dalam bentuk pengeluaran baik secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi pertumbuhan ekonomi kota Manado dan bagaimana pengaruhnya terhadap perkembangan kemiskinan di Kota Manado dengan menggunakan analisis jalur, untuk menghitung langsung atau tidak langsung dampak yang disebabkan oleh belanja langsung dan belanja pemerintah tidak langsung terhadap kemiskinan dengan menggunakan pertumbuhan ekonomi sebagai variabel perantara. Dimana hasil penelitian menunjukkan bahwa baik pengeluaran langsung maupun tidak langsung memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap perbaikan ekonomi yang ada di kota Manado, serta tingkat kemiskinan masih dipengaruhi oleh pengeluaran langsung, pengeluaran tidak langsung dan pertumbuhan ekonomi, dimana variabel pertumbuhan ekonomi membuat perantara, serta perhitungan pengeluaran pemerintah terhadap kemiskinan baik secara langsung maupun tidak langsung. Kata kunci: belanja langsung, pengeluaran tidak langsung, pertumbuhan ekonomi, kemiskinan ABSTRACTRegional spending is one of the important instruments in advancing the regional economy, especially for developing regions, of course, the allocation from the government budget becomes an undeniable requirement in which the government as the budget holder must continue to improve the existing economy in order to achieve prosperity for the communities they represent. Beside have the obligation to control the regional budgeting, goverment have the responsibility to increase the regional economics by flow the investment in many aspect, to make economics continue to grow and expand to impact prosperity for the communities in manado cityIn this study calculate how government expenditure in the form of expenditure either directly or indirectly affect the economic growth of the city of Manado and how its effect on the development of poverty in the city of Manado by using path analysis, to calculate the direct or indirect effects caused by direct spending and indirect government spending on poverty by using economic growth as an intermediate variable. Where the results show that both direct and indirect expenditures give a positive and significant influence to the improvement of the existing economy in Manado city, as well as the poverty level is still influenced by direct expenditure, indirect expenditure and economic growth, where the variable of economic growth made intermediaries, as well as the calculation of government spending toward poverty either directly or indirectly. Keywords: direct expenditure, indirect expenditure, economic growth, poverty
Co-Authors Abdullah, Muttaqin Kokala Agnes L. Ch. P. Lapian Agnes L.Ch.P. Lapian Aidore, Alderon Edi Ampou, Jonly Amran T. Naukoko Anderson Kumenaung Aring, Alfy B. W. Bintang, Andika Presley Bujung, Reinhard Eliezer Yusup C. Wauran, Patrick Christina Wambemu Daisy S.M. Engka, Daisy S.M. Dama, Yustinus Dennij Mandeij Dharmmayukti, Bhawika Een N. Walewangko, Een N. Ellong, Tasya Alifah Elvira Jacobus Ersandy Rumansjah George M.V. Kawung, George M.V. George, Pricelya Tresye Greydi Normala Sari Hidayat, Ferdy Fadly Imanul Hakim Ivone Deasy Anneke Goni Jacky S. B. Sumarauw JUNIOR LAKAT KAWUNG, GEORGE M.V Kawung, George Manuel Victor Kevin R.M. Mandey, Kevin R.M. Klasjok, Kristina Koleangan, Rosalina A.M Korompis, Claudia Wanda Melati Lantu, Yeni Saarce Magdalena Latiki, Sahrul Lidya Thevi Nouke Dondokambey Malang, Destri Mamonto, Chikita Manopo, Stivano Maramis, Mauna T. B. Maramis, Mauna Th. B Maramis, Mauna Th. B. Maramis, Mauna Th. B. Maramis, Mauna Th.B Masinambow, Vecky A.J. Mauna Th. B. Maramis Mauna Th.B. Maramis Mawu, Inggrid Maria Meisye Ella Jacklien Rumbayan Mokodongan, Arasi Mokodongan, Zefanya Z.M Muari'F, Munazar R Muarif, Munazar Rafsanjani Mumu, Nifel Elvis Naukoko, Amran T. Niode, Audie O. Niode, Audie O. Niode, Audie. O. Nurmila . Onibala, Anjelia Pakasi, Salvatori Amadeus Pangalila, Ansyela Milli Kristi Pangandaheng, Zulser G Pantas, Oldri O. Patadang, Tirza Meireny PATEDA, YOLANDA - Patiro, Kalcum Paulus Kindangen Payangan, Kristian Pieter Runturambi, Ari Polontalo, Fahrurrazi Puspitasari, Andhika Nur Rauf, Sadat Riung, Isabella N. E Robot, Clarasita Tifany Rombe, Joshua B. Rorong, Ita Pingkan Fasnie Rosalina A.M. Koleangan, Rosalina A.M. Rotinsulu, Debby Ch. RUMATE, VEKIE A Rumate, Vekie A. Sanggor, Katerose Margareta Saumana, Nova SENDOW, RONAL HERLY Sendow, Ronald Herly Sendow, Sifra J. Siburian, Kiki Farida Br. Simbolon, Ronauli Siwu, Hanly F. D.J Siwu, Hanly F. Dj. Sondakh, Karina H. Sondakh, Karina Hillegonda Sumendap, Steven Sumendap, Steven S.F Sumolang, Zisca Veybe Sumual, Jacline I. Syah, Rabiatul Adwia Tarumingkeng, Winsy A. Tembang, Triones Th. B. Maramis, Mauna Timbuleng, Gloria Tjodi, Andi Maujung Tolosang, Krest D. Tumangkeng, Steeva Y.L Vanessa Elisabeth Korompis, Vanessa Elisabeth Wangke, Stendi Chrisolik Wati, Evi S. Candra Wiku, Firda Wiwik Handayani Wua, Inka Gratya Yehosua, Susan A.