Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

KAJIAN PEMBUATAN CHIKUWA DENGAN BAHAN BAKU JENIS IKAN YANG BERBEDA Banon Agung Wijaya; Eko Susanto; Lukita Purnamayati
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2023.13125

Abstract

Chikuwa merupakan makanan tradisional dari Jepang yang terbuat dari bahan baku daging ikan yang dicampurkan dengan tepung serta bahan campuran lainnya, kemudian adonan tersebut dibalutkan pada bambu atau pipa kemudian dipanggang hingga matang. Chikuwa belum begitu populer di Indonesia, sehingga pengolahan chikuwa di Indonesia masih belum banyak serta variasi bahan baku yang digunakan untuk membuat chikuwa masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu chikuwa dari segi sensori dan kimiawi dengan perlakuan perbedaan jenis bahan baku ikan yaitu ikan bandeng, ikan belanak, ikan nila. Penelitian ini bersifat experimental laboratories model rancangan acak lengkap dengan satu factor yaitu perbedaan bahan baku ikan. Mutu chikuwa dilihat melalui uji kekuatan gel, uji lipat, uji gigit, uji kadar protein, uji kadar air dan uji hedonik kesukaan panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh perbedaan jenis ikan memberikan pengaruh nyata terhadap uji kekuatan gel, uji hedonik, uji lipat, dan uji gigit. Nilai kekuatan gel, uji lipat, uji gigit dan uji hedonik tertinggi pada chikuwa dengan bahan baku ikan nila yaitu berturut-turut sebesar 2480,10 g/cm2; 3,77; dan 8,20. Hasil yang tidak berbeda nyata ditunjukkan pada kadar protein dan kadar air chikuwa.
PENGARUH PERBEDAAN METODE EKSTRAKSI RUMPUT LAUT Caulerpa sp. TERHADAP KUALITAS MASKER WAJAH Mas Ut Alwi Saputro; Eko Nurcahya Dewi; Lukita Purnamayati
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2023.13474

Abstract

Masker wajah merupakan salah satu sediaan kosmetik perawatan kecantikan yang sudah dipakai banyak orang. Caulerpa sp. merupakan salah satu jenis rumput laut yang bisa dimanfaatkan untuk diolah menjadi masker wajah karena antioksidan yang terkandung di dalamnya. Senyawa tersebut dapat meremajakan kulit wajah, antioksidan pada kandungan rumput laut dapat menghambat radikal bebas pada kulit wajah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari metode ekstraksi rumput laut Caulerpa sp. yang berbeda terhadap kualitas masker Wajah. Penelitian ini bersifat experimental laboratories dengan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktorial yaitu perbedaan metode ekstraksi rumput laut (ekstrak bubur Caulerpa sp., ekstrak maserasi dan ekstrak maserasi-sonikasi) dengan tiga kali ulangan dalam pembuatan masker wajah Caulerpa sp. Parameter pengujian yang dilakukan yaitu iritasi, warna, pH, total fenol, antioksidan, dan hedonik. Data parametrik dianalisis dengan uji sidik ragam (ANOVA) dan Beda Nyata Jujur (BNJ), sedangkan data non parametrik dianalisis dengan Kruskal Wallis dan Mann-Whitney. Hasil penelitian didapatkan uji iritasi 2,7-3,9 menunjukkan kriteria cocok dan sangat cocok yaitu tidak menimbulkan iritasi terhadap kulit  ; nilai pH 5,8-6,3; uji warna dengan nilai kromatisitas 26,7, 56,7 dan 60,4; nilai total fenol 0,08-0,12 %, nilai aktivitas antioksidan IC50 6808,85-10098,22 ppm; dan hedonik 5,5-7,5 yang menunjukkan masker wajah masuk dalam kategori sedikit disukai, dan disukai oleh panelis. Kesimpulan menunjukkan penambahan ekstrak Caulerpa sp. dari metode ekstraksi yang berbeda mempunyai pengaruh terhadap penurunan pH, tingkat warna, meningkatkan senyawa total fenol, dan aktivitas senyawa antioksidan.
PENGARUH PENAMBAHAN COATING KITOSAN TERHADAP KUALITAS IKAN SALEM PINDANG (Scomber japonicus) YANG DIKEMAS VAKUM SELAMA PENYIMPANAN SUHU RUANG Muhammad Hauzan Arifin; Lukita Purnamayati
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 9 No. 5 (2024): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/h0afyh35

Abstract

Salah satu produk olahan perikanan adalah pindang ikan, yang biasanya dijual tanpa kemasan. Pengemasan vakum  adalah salah satu metode pengemasan yang efektif untuk menjaga kualitas dan keamanan produk perikanan. Pindang ikan  yang dikemas dengan metode ini biasanya tidak bertahan lebih dari 7 hari, jadi diperlukan bahan pengawet seperti kitosan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi kitosan yang optimal terhadap nilai kadar air, susut bobot,  pH, total plate count (TPC), kualitas organoleptik, dan pH dalam pindang ikan yang disimpan dalam kemasan vakum yang  disimpan pada suhu ruang. Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial digunakan dalam penelitian ini, bersama dengan faktor konsentrasi kitosan dan waktu penyimpanan. Uji statistik ANOVA dan BNJ digunakan untuk menganalisis data  parametrik. Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney digunakan untuk menganalisis data non-parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua parameter uji pada ikan salem pindang secara nyata dipengaruhi oleh kitosan dan durasi  penyimpanan. Dengan penambahan 1% kitosan, ikan salem pindang mencapai hasil terbaik selama 12 hari dengan kadar  air 46,25%; susut bobot 20%; pH 6,38; TPC 7,6 log CFU/g; dan selang interval organoleptik umum 5,66–7,44. Selama 12  hari penyimpanan. Coating kitosan dapat mempertahankan kualitas dan ikan salem pindang yang dikemas vakum, tetapi tidak dapat menekan nilai TPC lebih dari hari pertama penyimpanan di suhu ruang