Wayan Lugra
Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan, Jl. DR. Junjunan No. 236, Telp. 022 603 2020, 603 2201, Faksimile 022 601 7887, Bandung

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

BATIMETRI, POLA ARUS DAN PERUBAHAN GARIS PANTAI DI SAGARA ANAKAN, CILACAP Dida Kusnida; Wayan Lugra; Lili Sarmili
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 1, No 3 (2003)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.427 KB) | DOI: 10.32693/jgk.1.3.2003.99

Abstract

Sedimentasi yang dicirikan oleh pertumbuhan pulau-pulau baru dan daratan di Sagara Anakan, setidaknya sejak tahun 1944 hingga sekarang, berawal dari proses pasang surut yang terjadi di Sagara Anakan. Kecepatan dan arah arus Citanduy merupakan faktor dominan dalam proses sedimentasi di Sagara Anakan. Penggabungan kecepatan dan arah arus Citanduy dengan kecepatan dan arah pasang surut laut menghasilkan resultante di Sagara Anakan berarah timur-tenggara. Tidal processes in Sagara Anakan at least since 1944 until present, triggered sedimentation characterized by the development of new islands and lands. Velocities and direction of Citanduy current are the dominant factors in sedimentation processes in Sagara Anakan. The interference of velocities and current directions of Citanduy and Indian Ocean tide in Sagara Anakan resulted east-southeast resultants directions.
GEOLOGI BAWAH PERMUKAAN DASAR LAUT BERDASARKAN PENAFSIRAN REKAMAN SEISMIK PANTUL DANGKAL SALURAN TUNGGAL DI PERAIRAN SELAT SUNDA Nyoman Astawa; Wayan Lugra
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 12, No 2 (2014)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1205.157 KB) | DOI: 10.32693/jgk.12.2.2014.250

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi bawah permukaan dasar laut dengan metode seismik pantul dangkal saluran tunggal, dan pemeruman. Seismik stratigrafi daerah penelitian dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) unit, yaitu Unit 1 diinterpretasikan sebagai batuan intrusi, Unit 2 yang dekat dengan Pulau Jawa sebagai batuan volkanik dan yang dekat dengan Pulau Sumatera diduga sebagai Formasi Lampung, dan batuan lava andesit, serta Unit 3 diinterpretasikan sebagai sedimen Kuarter. Kedalaman permukaan dasar yang dapat direkam berkisar antara -5 hingga -125 meter dengan perubahan yang terjadi secara bergradasi dari arah pantai ke laut. Kata kunci : Morfologi permukaan dasar laut, seismik stratigrafi, geologi bawah permukaan, Selat Sunda The aims of study is to determine the subsurface geology condition of Sunda Strait by using single channel shallow seismic reflection, and the sounding method. Seismic stratigraphy of the study area can be divided into three (3) units, those are Unit 1, interpreted as intrusive rocks, Unit 2, which is close to Java be expected at volcanic rocks and the adjacent of Sumatera island interpreted Lampung Formation and andesitic lava rock, while Unit 3 as suspected Quaternary sediments. The sea floor depth that can be recorded ranging from -5 to -125 metres with the changes depth gradually from the shore to the sea. Keywords : Seafloor morphology, seismic stratigraphy, subsurface geology, Sunda Strait
TINJAUAN GEOLOGI KELAUTAN PERAIRAN SEMENANJUNG MURIA TERHADAP RENCANA TAPAK KONSTRUKSI PLTN Ediar Usman; Wayan Lugra
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 6, No 1 (2008)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2077.956 KB) | DOI: 10.32693/jgk.6.1.2008.145

Abstract

Semenanjung Muria terletak di pantai utara Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Daerah ini akan dikembangkan menjadi daerah tapak Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Secara geologi, di daerah ini berkembang berbagai fenomena geologi seperti struktur sesar, gunungapi dan kegempaan. Berdasarkan hasil interpretasi rekaman seismik pantul di perairan Semenanjung Muria menunjukkan adanya struktur sesar pada penampang Lintasan L-1 dan L-3. Struktur sesar tersebut terbentuk pada Sekuen B dan di bawah Sekuen A. Adanya struktur sesar di laut tersebut perlu mendapat perhatian dalam perencanaan tapak kontruksi PLTN Muria, sehingga aspek yang dapat membahayakan konstruksi dapat diperhitungkan sebelumnya terhadap perencanaan kekuatan dan stabilitas konstruksi. Kata kunci : sesar, seismik pantul, perencanaan konstruksi, Semenanjung Muria. Muria Peninsula is located at the north coast of Jepara District, Central Java Province. This area will be developed for the foundation of Nuclear Energy Electrics Powers Station. Geologically, the study area has some geological phenomena such as fault structures, earthquakes and volcanisms. Based on seismic interpretation the Muria Peninsula waters shows the occurence of faults on L-1 and L-3. The fault structure formed at Sequence B and under Sequence A as a Quaternary sediment. These faults are seemly the continuation of faults present on land. Therefore, the construction of Muria station should be considered regarding the occurrence of these faults especially in the planning of stability and strength of foundation. Keyword : faults, reflection seismic, planning of construction, Muria Peninsula.
INDIKASI KEBERADAAN GAS BIOGENIK DI DELTA SUNGAI CIMANUK BERDASARKAN DATA SEISMIK DAN BOR INDRAMAYU, JAWA BARAT Nyoman Astawa; Wayan Lugra
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 5, No 2 (2007)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3589.846 KB) | DOI: 10.32693/jgk.5.2.2007.136

Abstract

Hasil interpretasi seismik di daerah penelitian, dijumpai adanya indikasi rembesan gas dari bawah permukaan dasar laut yang membawa material sedimen sangat halus. Hal tersebut memperjelas bahwa di daerah lepas pantai gas yang terbentuk di dalam sedimen dan tidak terperangkap. Analisis bakteri semua percontoh bor inti, menunjukkan semua percontoh mengandung bekteri pembentuk gas biogenik (methan). Gas biogenik juga keluar dari sumur air penduduk di desa Brondong dan Pasekan, dengan kedalaman berkisar antara 100 – 150 meter. Kata kunci : delta, seismik, sumur bor, dan gas Seismic interpretation from the surveyed area indicate a gas seep from the sea floor together with the very fine sediment materials. It is olso indicates that the gas formed underneath are untrapped. Bacterical analyses from whole core samples, indicate that all samples contain of bacterical forming biogenic gas (methane gas). The gas are olso seeping from several wells in Desa Brondong and Pasekan at 100-150 meters depth. Keywords : delta, seismic, well, and gas
POTENSI WISATA BAHARI DITINJAU DARI ASPEK GEOLOGI DAN GEOFISIKA KELAUTAN DI PERAIRAN MUARA SAMBAS, KALIMANTAN BARAT Wayan Lugra; Abdul Wahib
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 2, No 3 (2004)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1222.466 KB) | DOI: 10.32693/jgk.2.3.2004.118

Abstract

Perkembangan Kota Kecamatan Pemangkat tampak sangat pesat karena kota tersebut sebagai kota penyangga pelabuhan laut di Muara Sungai Sambas. Disamping sebagai kota tujuan bisnis, Pemangkat juga memiliki pantai yang indah serta unik diantaranya di sebelah utara Muara Sungai Sambas yaitu di Desa Jawae dan di Tanjung Batu di sebelah selatan Muara Sungai Sambas. Di Desa Jawae pantainya berpasir berwarna putih keabuan, dengan lebar paras muka pantai berkisar 15 - 25 meter, serta dibelakang garis pantainya ditumbuhi pohon bakau dan ketapang. Perubahan kedalaman perairan berangsur dari kedalaman 0,5 meter sampai 11 meter, dengan air laut yang masih jernih. Pelamparan pasir ke arah laut sekitar 300 meter mencapai kedalaman 2 meter. Pantai ini sangat cocok dikembangkan untuk wisata pantai. Di Tanjung Batu pantainya bertebing serta dialasi batuan yang sangat kompak dan pejal. Dibeberapa tempat batuan dasar pantainya terlihat hitam mengkilap karena gerusan ombak serta memantulkan cahaya matahari oleh mineral-mineral yang terkandung di dalam batuan tersebut. Pantai ini telah berkembang menjadi daerah tujuan wisata karena keunikannya serta letaknya yang strategis dan dekat dari jangkauan lalu lintas umum . The developing of Pemangkat City was very rapidly because that city as a buffer city of Sambas Harbour. Biside as a bisnis destination, Pemangkat city has a beautiful beach and unique such as in Jawae located in the northern of Mouth Sambas River and Tanjung Batu in the southern of Mouth Sambas River. Sand beach of Jawae is white to grey, with wide berm was about 15 to 25 meters and in the back of coastal line were growth by mangrove and ketapang trees. Depth changes of study area was very gradually from 0,5 meter to 11 metres depth and sea water was still purity. Distribution of the sand to the sea ward from coast line was about 300 metres untill 2 meters water depth. This beach is very suitable for developing to be beach tourism object. The Beach In Tanjung Batu was steeping beach wich is based by masive rocks and very campact. In some places besement rock of the beach looking black glance caused by waves eroded, and reflecting the sun shine by black minerals which is acquired within the basement rock. This beach had developed to be a beach tourism object because its unique and locally strategic, near from reaching public transportations.