Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PSIKOEDUKASI WRITING FOR HAPPINESS “MENULIS EKSPRESIF UNTUK MENCAPAI KESEHATAN MENTAL YANG OPTIMAL” Nur Afni Safarina; Safuwan Safuwan; Rahmia Dewi; Cut Ita Zahara
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2022): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.582 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v5i3.3756

Abstract

Kesehatan mental merupakan suatu keadaan yang memiliki kesejahteraan yang tampak dari dirinya, memiliki kemampuan untuk mengatasi tekanan hidup normal pada berbagai situasi dalam kehidupan, serta mampu memberikan kontrubusi kepada lingkungan. Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan mental. Salah satu solusi yang ditawarkan untuk mencapai kesehatan mental yang optimal adalah dengan terapi menulis ekspresif, menulis ekspresif membantu individu untuk memahami dirinya dengan lebih baik, dan menghadapi masalah, depresi, stress, kecemasan, adiksi, ketakutan terhadap penyakit, kehilangan dan perubahan dalam kehidupannya. Adapun tujuan dari psikoedukasi ini membantu subjek mengurangi tekanan atau stres yang dirasakan,  salah satunya masalah psikologis yang dihadapi oleh anak panti asuhan sehingga dapat membantu mencapai kesehatan mental yang opitimal. Kegiatan psikoedukasi ini difokuskan kepada anak-anak panti asuhan Yayasan Pendidikan Islam Miftahul Jannah Desa Tambon Tunong, Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah bertambahnya pengetahuan dan informasi yang berkaitan dengan menulis ekspresif. beberapa manfaat menulis ekspresif mulai dari meningkatkan pemahaman individu, meningkatkan kemampuan interpersonal dan komunikasi, membantu mengekspresi diri, menurunkan tekanan, serta meningkatkan kemampuan dalam menyesuaiakan diri.
Gambaran Dukungan Sosial Pada Keluarga Korban Kekerasan Seksual Rahmia Dewi; Safuwan Safuwan; Cut Ita Zahara; Nur Afni Safarina; Rahmawati Rahmawati; Nurafiqah Nurafiqah
Jurnal Diversita Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v9i1.8921

Abstract

Kekerasan seksual semakin sering terjadi dan didengar melalui media massa. Keluarga korban merupakan orang terdekat yang terkadang ikut disalahkan apabila kasus kekerasan seksual terjadi. Tujuan penelitian ini ialah untuk melihat bagaimana gambaran dukungan sosial pada keluarga korban kekerasan seksual. Sampel penelitian ini ialah masyarakat yang didapatkan berdasarkan tehnik simple random sampling dengan jumlah sebanyak 386 subyek. Adapun hasil penelitian yang didapatkan ialah mayoritas dukungan sosial yang diberikan adalah rendah. Namun apabila dilihat berdasarkan aspek bahwa dukungan Intrumental merupakan dukungan yang paling  tinggi diberikan masyarakat kepada keluarga korban kekerasan seksual, ini menunjukkan  bahwa masyarakat memiliki keinginan untuk membantu keluarga secara langsung, saat keluarga korban membutuhkan pendampingan berupa bantuan kesehatan, hukum, maupun keuangan dan diikuti oleh dukungan informasi diberikan masyarakat kepada keluarga korban, agar lebih mengerti terkait kasus kekerasan seksual, pentingnya mengawasi anak dan melindungi anak serta memberi informasi terkait pendampingan yang dibutuhkan apabila terjadi kasus kekerasan serta dukungan emosi dan penghargaan yang diberikan masyarakat dengan tetap peduli, membangun rasa empati terhadap kesulitan keluarga korban dalam menghadapi cobaan ini. Dukungan persahabatan menunjukkan masyarakat belum menumbuhkan rasa persahabatan dengan keluarga korban kekerasan seksual karena tidak memiliki hubungan kelekatan, baik sebagai keluarga maupun sebagai saudara.
School Well-Being Reviewed from Interpersonal Relationships in Students Apriliyani Kusuma Wardani; Sneha Sneha; Jewil Taslim; Beby Astri Tarigan; Winida Marpaung; Nur Afni Safarina
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 7, No 4 (2025): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), May
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v7i4.2666

Abstract

This research was executed at SMP Swasta Raksana Medan. The purpose of this study was to determine the interpersonal relationship with school well-being in students of SMP Swasta Raksana Medan. A total of 119 students of SMP Raksana Medan were used as the population and in the study conducted. The sample was obtained through the use of the Disproportionate Stratified Random Sampling technique. Data collection was carried out through the distribution of questionnaires to all samples. Furthermore, it was analyzed through the use of multiple regression analysis. A real correlation was found between School Well-Being and Interpersonal Relationships, as evidenced by the F test obtained F = 24,840 and p = 0.000 (p <0.05). Assumption tests include normality tests and linearity tests. Data analysis was carried out through multiple linear regression analysis techniques assisted by SPSS Statistic 27 for windows software. The resulting research showed a real contribution of 18.3 percent from School Well-Being School well-being and interpersonal relationships, the remaining 81.7 percent came from other factors not studied. This finding means that higher School Well-Being can also make students' interpersonal relationships high. Conversely, low School Well-Being can also make students' interpersonal relationships low.
PSIKOEDUKASI DARI LUKA MENUJU PEMULIHAN MEMBANGUN RESILIENSI PADA WARGA SIMPANG KKA Misran Adifullah; Nur Afni Safarina
Jurnal Pengabdian Pemersatu Bangsa Vol. 1 No. 1 (2024): Desember
Publisher : CV Abid Abadi Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konflik berkepanjangan di Aceh antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan militer Indonesia menimbulkan trauma yang mendalam bagi masyarakat Aceh. Salah satu tragedi besar akibat konflik ini adalah peristiwa Simpang KKA pada tahun 1999 yang mengakibatkan banyaknya korban jiwa. Penelitian ini menyoroti pentingnya ketahanan sebagai faktor kunci dalam membantu masyarakat yang terdampak, khususnya di Simpang KKA, untuk pulih dari trauma. Melalui psikoedukasi, peserta diberikan pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan ketahanan, yang membantu mereka mengatasi dampak psikologis dari peristiwa traumatis di masa lalu. Program psikoedukasi menekankan perlunya ketahanan baik individu maupun masyarakat untuk mengatasi dan pulih dari tantangan yang sedang berlangsung. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan program psikoedukasi yang dilakukan oleh mahasiswa Psikologi kepada masyarakat untuk menyampaikan cara-cara yang dapat dilakukan untuk membangun ketahanan guna membantu masyarakat pulih dari tragedi yang telah dialaminya. Sesi ini dihadiri oleh 16 peserta dari Simpang KKA dan dilaksanakan di balai desa. Metode yang digunakan adalah penyampaian materi secara langsung oleh anggota psikoedukasi.
Kecerdasan Emosional dan Perilaku Prososial pada Siswa SMP Panca Budi Michael Wutama; Beby Astri Tarigan; Lavenia Natheni; Rina Mirza; Nur Afni Safarina
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/ddhey271

Abstract

  This study aims to examine the relationship between Emotional Intelligence and Prosocial Behaviour among students of SMP Panca Budi Medan. A quantitative method was utilized, involving a sample of 191 students selected using Disproportionate Stratified Random Sampling. Data was collected using two main instruments: a 30-item Prosocial Behaviour scale and a 29-item Emotional Intelligence scale. Data analysis was conducted using the Pearson Product-Moment correlation test with the aid of SPSS Statistics 24 for Windows. The results revealed a correlation coefficient (r) of 0.326 with a significant value (p-value) of 0.000 (p < 0.05), indicating that there is a positive and significant relationship between Emotional Intelligence and Prosocial Behaviour. The coefficient of determination (R²) was 0.106, implying that Emotional Intelligence contributes 10.6% to Prosocial Behaviour, whereas the remaining 89.4% was influenced by variables not addressed in this study's parameters. These results underscore the significant contribution of Emotional Intelligence in promoting Prosocial Behavior.