Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PSIKOEDUKASI WRITING FOR HAPPINESS “MENULIS EKSPRESIF UNTUK MENCAPAI KESEHATAN MENTAL YANG OPTIMAL” Nur Afni Safarina; Safuwan Safuwan; Rahmia Dewi; Cut Ita Zahara
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2022): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.582 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v5i3.3756

Abstract

Kesehatan mental merupakan suatu keadaan yang memiliki kesejahteraan yang tampak dari dirinya, memiliki kemampuan untuk mengatasi tekanan hidup normal pada berbagai situasi dalam kehidupan, serta mampu memberikan kontrubusi kepada lingkungan. Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan mental. Salah satu solusi yang ditawarkan untuk mencapai kesehatan mental yang optimal adalah dengan terapi menulis ekspresif, menulis ekspresif membantu individu untuk memahami dirinya dengan lebih baik, dan menghadapi masalah, depresi, stress, kecemasan, adiksi, ketakutan terhadap penyakit, kehilangan dan perubahan dalam kehidupannya. Adapun tujuan dari psikoedukasi ini membantu subjek mengurangi tekanan atau stres yang dirasakan,  salah satunya masalah psikologis yang dihadapi oleh anak panti asuhan sehingga dapat membantu mencapai kesehatan mental yang opitimal. Kegiatan psikoedukasi ini difokuskan kepada anak-anak panti asuhan Yayasan Pendidikan Islam Miftahul Jannah Desa Tambon Tunong, Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah bertambahnya pengetahuan dan informasi yang berkaitan dengan menulis ekspresif. beberapa manfaat menulis ekspresif mulai dari meningkatkan pemahaman individu, meningkatkan kemampuan interpersonal dan komunikasi, membantu mengekspresi diri, menurunkan tekanan, serta meningkatkan kemampuan dalam menyesuaiakan diri.
Gambaran Dukungan Sosial Pada Keluarga Korban Kekerasan Seksual Rahmia Dewi; Safuwan Safuwan; Cut Ita Zahara; Nur Afni Safarina; Rahmawati Rahmawati; Nurafiqah Nurafiqah
Jurnal Diversita Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v9i1.8921

Abstract

Kekerasan seksual semakin sering terjadi dan didengar melalui media massa. Keluarga korban merupakan orang terdekat yang terkadang ikut disalahkan apabila kasus kekerasan seksual terjadi. Tujuan penelitian ini ialah untuk melihat bagaimana gambaran dukungan sosial pada keluarga korban kekerasan seksual. Sampel penelitian ini ialah masyarakat yang didapatkan berdasarkan tehnik simple random sampling dengan jumlah sebanyak 386 subyek. Adapun hasil penelitian yang didapatkan ialah mayoritas dukungan sosial yang diberikan adalah rendah. Namun apabila dilihat berdasarkan aspek bahwa dukungan Intrumental merupakan dukungan yang paling  tinggi diberikan masyarakat kepada keluarga korban kekerasan seksual, ini menunjukkan  bahwa masyarakat memiliki keinginan untuk membantu keluarga secara langsung, saat keluarga korban membutuhkan pendampingan berupa bantuan kesehatan, hukum, maupun keuangan dan diikuti oleh dukungan informasi diberikan masyarakat kepada keluarga korban, agar lebih mengerti terkait kasus kekerasan seksual, pentingnya mengawasi anak dan melindungi anak serta memberi informasi terkait pendampingan yang dibutuhkan apabila terjadi kasus kekerasan serta dukungan emosi dan penghargaan yang diberikan masyarakat dengan tetap peduli, membangun rasa empati terhadap kesulitan keluarga korban dalam menghadapi cobaan ini. Dukungan persahabatan menunjukkan masyarakat belum menumbuhkan rasa persahabatan dengan keluarga korban kekerasan seksual karena tidak memiliki hubungan kelekatan, baik sebagai keluarga maupun sebagai saudara.
School Well-Being Reviewed from Interpersonal Relationships in Students Apriliyani Kusuma Wardani; Sneha Sneha; Jewil Taslim; Beby Astri Tarigan; Winida Marpaung; Nur Afni Safarina
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 7, No 4 (2025): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), May
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v7i4.2666

Abstract

This research was executed at SMP Swasta Raksana Medan. The purpose of this study was to determine the interpersonal relationship with school well-being in students of SMP Swasta Raksana Medan. A total of 119 students of SMP Raksana Medan were used as the population and in the study conducted. The sample was obtained through the use of the Disproportionate Stratified Random Sampling technique. Data collection was carried out through the distribution of questionnaires to all samples. Furthermore, it was analyzed through the use of multiple regression analysis. A real correlation was found between School Well-Being and Interpersonal Relationships, as evidenced by the F test obtained F = 24,840 and p = 0.000 (p <0.05). Assumption tests include normality tests and linearity tests. Data analysis was carried out through multiple linear regression analysis techniques assisted by SPSS Statistic 27 for windows software. The resulting research showed a real contribution of 18.3 percent from School Well-Being School well-being and interpersonal relationships, the remaining 81.7 percent came from other factors not studied. This finding means that higher School Well-Being can also make students' interpersonal relationships high. Conversely, low School Well-Being can also make students' interpersonal relationships low.
PSIKOEDUKASI DARI LUKA MENUJU PEMULIHAN MEMBANGUN RESILIENSI PADA WARGA SIMPANG KKA Misran Adifullah; Nur Afni Safarina
Jurnal Pengabdian Pemersatu Bangsa Vol. 1 No. 1 (2024): Desember
Publisher : CV Abid Abadi Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konflik berkepanjangan di Aceh antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan militer Indonesia menimbulkan trauma yang mendalam bagi masyarakat Aceh. Salah satu tragedi besar akibat konflik ini adalah peristiwa Simpang KKA pada tahun 1999 yang mengakibatkan banyaknya korban jiwa. Penelitian ini menyoroti pentingnya ketahanan sebagai faktor kunci dalam membantu masyarakat yang terdampak, khususnya di Simpang KKA, untuk pulih dari trauma. Melalui psikoedukasi, peserta diberikan pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan ketahanan, yang membantu mereka mengatasi dampak psikologis dari peristiwa traumatis di masa lalu. Program psikoedukasi menekankan perlunya ketahanan baik individu maupun masyarakat untuk mengatasi dan pulih dari tantangan yang sedang berlangsung. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan program psikoedukasi yang dilakukan oleh mahasiswa Psikologi kepada masyarakat untuk menyampaikan cara-cara yang dapat dilakukan untuk membangun ketahanan guna membantu masyarakat pulih dari tragedi yang telah dialaminya. Sesi ini dihadiri oleh 16 peserta dari Simpang KKA dan dilaksanakan di balai desa. Metode yang digunakan adalah penyampaian materi secara langsung oleh anggota psikoedukasi.
Kecerdasan Emosional dan Perilaku Prososial pada Siswa SMP Panca Budi Michael Wutama; Beby Astri Tarigan; Lavenia Natheni; Rina Mirza; Nur Afni Safarina
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/ddhey271

Abstract

  This study aims to examine the relationship between Emotional Intelligence and Prosocial Behaviour among students of SMP Panca Budi Medan. A quantitative method was utilized, involving a sample of 191 students selected using Disproportionate Stratified Random Sampling. Data was collected using two main instruments: a 30-item Prosocial Behaviour scale and a 29-item Emotional Intelligence scale. Data analysis was conducted using the Pearson Product-Moment correlation test with the aid of SPSS Statistics 24 for Windows. The results revealed a correlation coefficient (r) of 0.326 with a significant value (p-value) of 0.000 (p < 0.05), indicating that there is a positive and significant relationship between Emotional Intelligence and Prosocial Behaviour. The coefficient of determination (R²) was 0.106, implying that Emotional Intelligence contributes 10.6% to Prosocial Behaviour, whereas the remaining 89.4% was influenced by variables not addressed in this study's parameters. These results underscore the significant contribution of Emotional Intelligence in promoting Prosocial Behavior.
PERBEDAAN GAYA CINTA PADA PASANGAN MAHASISWA LDR DI TINJAU BERDASARKAN JENIS KELAMIN Naiza Ferona; Syaufi Nazmi Akmal; Fida Rafalina; Najwa Safhira; Shofiatun; Ghina Alfi Mahiroh; Nur Afni Safarina; Yulia Nanda Safitri
Jurnal Cinta Nusantara Vol. 3 No. 2 (2025): April-Juni, Ilmu Sosial dan IPA
Publisher : CV. Bunda Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63754/jcn.v3i2.70

Abstract

This study aims to examine the differences in love styles between male and female university students engaged in long-distance relationships (LDR). This topic is important because love styles influence how individuals build and maintain romantic relationships, especially when facing physical limitations such as in LDRs. The hypothesis of this study is that there are significant differences in love styles between males and females in long-distance relationships. The research employed a comparative quantitative approach with purposive sampling and used questionnaires based on Lee’s (1977) six love styles theory. Data were analyzed using the Mann-Whitney test. The results showed a significant difference in love styles between male and female students (p = 0.001). Female students tended to exhibit mania, ludus, and pragma styles, while male students were more likely to show pragma, eros, and agape styles. These findings highlight the importance of understanding gender differences in expressing love, especially to maintain relationship quality in long-distance settings
The Relationship Between Self-Efficacy, Resilience, Meaning in Life, and Anxiety During the Crisis Situations Widi Astuti; Bintari Kartika Maharani; Cut Meurah Hadiah; Farah Yuliani; Fuadi, Fuja Simahara; Icha Lestari; Mellyana Br. Sembiring; Nurwafi Oktari; Rifda Hayati; Rio Zumaranto; Rusydina Sabila; Safrianti; Taufik Hidayat; Nur Afni Safarina; Maya Lestari
Jurnal Psikologi Terapan Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jpt.v8i2.26266

Abstract

This study examined the relationship between self-efficacy, resilience, meaning in life, and anxiety during crisis situations like the COVID-19 pandemic. Self-efficacy is considered an important psychological resource that supports individuals in coping with stressful and uncertain situations. Using a quantitative correlational design, data were collected from participants through standardized psychological scales measuring self-efficacy, resilience, meaning in life, and anxiety. Pearson correlation analysis was conducted to test the relationships among variables. The results indicated that self-efficacy was positively and significantly correlated with resilience and meaning in life, suggesting that individuals with higher confidence in their abilities tend to show stronger adaptive capacity and a greater sense of life meaning. In contrast, the relationship between self-efficacy and anxiety was negative but not statistically significant. Aspect-level analysis showed that the magnitude, strength, and generality dimensions of self-efficacy were consistently related positively to resilience and meaning in life. These findings highlight the protective role of self-efficacy in psychological functioning during crisis situations. The study contributes to the development of psychological intervention strategies by emphasizing the importance of strengthening self-efficacy and resilience to support mental health outcomes. Future research is recommended to apply longitudinal designs and include mediating variables to better explain these relationships
PENGARUH SELF EFFICACY DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP SELF REGULATED LEARNING PADA SISWA SMA GAJAH MADA Keisha Ivana Ginting; Beby Astri Tarigan; Andrian Victorius Sihombing; Roy Friendy Rumahorbo; Winida Marpaung; Nur Afni Safarina
Jurnal RAP (Riset Aktual Psikologi Universitas Negeri Padang) Vol. 17 No. 1 (2026): In Press
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/rap.v17.i1.90

Abstract

Pengaruh Self Efficacy dan Dukungan Sosial terhadap Self Regulated Learning pada Siswa SMA Gajah Mada. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Gajah Mada Medan dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh Self Efficacy dan Dukungan Sosial terhadap Self Regulated Learning pada siswa. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini berjumlah 82 siswa SMA Gajah Mada Medan, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada seluruh responden. Analisis data menggunakan metode regresi linier berganda. Hasil pengujian hipotesis mayor menunjukkan bahwa Self Efficacy dan Dukungan Sosial secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Self Regulated Learning, dengan nilai F sebesar 15.874 dan tingkat signifikansi p = 0.000 (p < 0.05). Hasil pengujian hipotesis minor menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara Self Efficacy dan Self Regulated Learning (p = 0.040; β = 0.199), serta hubungan positif dan signifikan antara Dukungan Sosial dan Self Regulated Learning (p = 0.000; β = 0.511). Pengujian asumsi yang dilakukan meliputi uji normalitas, multikolinearitas, autokorelasi, dan heterokedastisitas. Seluruh data dianalisis menggunakan SPSS Statistics 23 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Self Efficacy dan Dukungan Sosial memberikan kontribusi efektif sebesar 26.9% terhadap Self Regulated Learning, sedangkan 73.1% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini.
Regulasi Emosi Dengan Meditasi Mindfulness Terhadap Ketakutan Pada Masyarakat Daerah Pasca Konflik KKA Nur Afni Safarina; Muhammad Fikri Jaka Pratama; Safuwan Amin; Annisa Aulia Pantas Br Tarigan; Zahratul Zuhra; Febrin Dwi Mahfuza; Ade Meiliza Tria Amanda; Sania Az-Zahra Siregar
Jurnal Abdi Anjani Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Abdi Anjani (JAA)
Publisher : Program Studi Pariwisata, Fakultas Ekonomi dan Bisnis,Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/anjani.v2i2.1425

Abstract

Regulasi emosi merupakan kemampuan untuk mengenali, memahahami, dan mengelola emosi dalam berbagai situasi. Keterampilan ini sangat penting dalam proses pemulihan pasca-konflik, karena membantu individu menghadapi dan mengatasi emosi yang negatif yang muncul. Psikoedukasi merupakan pengembangan dan pemberian informasi dalam bentuk pendidikan masyarakat mengenai informasi yang berkaitan dengan psikologis populer/ sederhana atau informasi lain yang mempengaruhi kesejahteraan psikososial masyarakat. Pelaksanaan psikoedukasi Regulasi emosi dengan meditasi di selenggarakan pada tanggal 27 September 2024 di Meunasah Gampong Paloh Lada. Kegiatan Psikoedukasi ini dihadirin sebanyak 16 orang, yang dilakukan Bersamaan dengan kegiatan psikoedukasi dan penyampaian materi lainnya, yaitu Resiliensi dan Psychological Well-Being. Teknik mindfulness dapat mempengaruhi kondisi psikologis seseorang dan mengatur regulasi emosi, meningkatkan perasaan tenang dan pikiran yang mana hal tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis
Self Love: Strategi Menjaga Kesehatan Mental Pada Santri Dayah Madinatuddiniyah Jabal Nur Aceh Utara Nur Afni Safarina; Chindy Novita Rahmadani; Rahma Dina Lubis; Nur Zahara; Meutia Muslimah
Jurnal Abdi Anjani Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Abdi Anjani (JAA)
Publisher : Program Studi Pariwisata, Fakultas Ekonomi dan Bisnis,Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/anjani.v2i2.1439

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian Masyarakat ini adalah memberikan edukasi kepada santr dayah Madinatuddiniyah Jabal Nur agar dapat mengetahui serta mengenal bagaimana cara menjaga Kesehatan mental serta meningkatkan pemahaman tentang self-love mereka tentang gangguan mental, gelaja-gejala psikologis yang dialami jika mengalami Kesehatan mental. Metode yang digunakan dalam psikoedukasi ini adalah memberikan penyuluhan dalam bentuk ceramah dan memberikan pengetahuan mengenai self-love. Hasil yang diperoleh dari psikoedukasi ini sesuai dengan target yang telah ditentukan tim pengabdian. Psikoedukasi berjalan dengan lancar, para santri antusias dalam mendengar dan juga bertanya, sehingga kegiatan ini berjalan dengan sangat baik.