Aang Ridwan, Aang
Jurusan Komunikasi Dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah Dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 35 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Respon Mubaligh Banten terhadap Materi Dakwah Ustad Evie Effendi tentang Nabi Sesat Hanifah Fajriani; Mukhlis Aliyudin; Aang Ridwan
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 5 No 3 (2020): Tabligh : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tabligh.v5i3.1936

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana efektivitas Tabligh Ustadz Evie Effendi, apakah berpengaruh atau tidak terhadap mubaligh Banten, serta untuk mengetahui pemahaman dan sikap para mubaligh Banten terhadap ceramah Ustadz Evie Effendi tentang Nabi sesat. Metode penelitian ini akan menggunakan metode deskriptif. Alasan menggunakan metode deskriptif ini adalah untuk menggali, mengungkapkan, dan menganalisis berbagai fenomena empirik pada masa penelitian berlangsung. Hasil penelitian yang telah diperoleh, yaitu responden memberikan respon dari segi perhatian, pemahaman, dan sikap. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa Organism dalam penelitian Mubaligh Banten tidak menerima stimulus yang disampaikan oleh Ustadz Evie Effendi. Respons dalam penelitian bahwa Mubaligh Banten menanggapinya dengan negatif dan merasa bahwa keilmuan Ustadz Evie Effendi tentang dakwah masih minim. Kata Kunci: Respon; Mubaligh; Dakwah. ABSTRACT This research have to determine the effectiveness of Tabligh Ustadz Evie Effendi, whether or not it influences the Banten missionary, and to find out the understanding and attitude of the Banten missionaries towards Estadz Evie Effendi's lecture about the heretical Prophet. This research method will use descriptive methods. The reason for using this descriptive method is to explore, express, and analyze various empirical phenomena during the research period. The results of the study that have been obtained, the respondent gave a response in terms of attention, understanding, and attitude. The results of this study found that Organisms in the Banten Mission Mission research did not receive the stimulus delivered by Ustadz Evie Effendi. The response in the study was that the Deputy Governor of Banten responded negatively and felt that Ustadz Evie Effendi's scholarship about preaching was still minimal. Keywords : Response; Mubaaligh; Da'wah.
Konstruksi Pesan Dakwah dalam Karya Sastra Fitria Wulandari; Siti Sumijaty; Aang Ridwan
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 5 No 3 (2020): Tabligh : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tabligh.v5i3.1947

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pesan dakwah dikonstruksikan (dikemas) dalam karya sastra berupa novel bejudul Reem karya Sinta Yudisia. Metode penelitian menggunakan metode analisis wacana Teun A. Van Dijk untuk mengkaji struktur wacana dalam tataran teks. Analisis data kualitatif dilakukan terhadapsumber data yang diperoleh melalui studi dokumentasi, yakni membaca, menjelaskan teks cerita, dan menelaah pesan dakwah dalam novel Reem. Hasil penelitian menunjukkan pesan dakwah dalam novel Reem dikemas dalam tiga struktur wacana: (1) struktur makro berupa tema akidah, ayariah, akhlak, dan sejarah, (2) superstruktur berupa kerangka skematik yang terdiri dari pengenalan situasi, pengungkapan peristiwa, menuju pada konflik, puncak konflik, dan penyelesaian, (3) struktur mikro yang terdiri dari analisis semantik, sintaksis, stilistik, dan retoris. This paper aims to find out how message of da’wah are constructed in literary works in the form of a novel entitled Reem by Sinta Yudisia. The research method usees the Teun A. Van Dijk’s discourse analysis, which is to examine the structure of discourse at the level of the text. Qualitative data analysis was performed on the data sources obtained through the study of documentation, by reading, explaining the text of the story, and examining messages of da’wah in the Reem novels. The results shows the message of da’wah in Reem’s novel is formed by three discourse structures: (1) macro structure in the form of themes of aqidah, syariah, akhlah, and history, (2) superstructure in the form of a schematic framework which consists of an exposition, complication, rising action, turning point, resolution/ending, (3) micro structure consisting of semantic, syntactic, stylistic, and thetorical analysis
Seni Teater sebagai Salah Satu Model Dakwah Nesya Puspita Sari; Uwoh Saepulloh; Aang Ridwan
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1 No 3 (2016): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tabligh.v1i3.2069

Abstract

Penulis menganalisis seluruh kegiatan dan program yang dilakukan oleh komunitas teater yaitu Teater Menara Salman ITB. Mencari tahu apakah ada unsur-unsur dakwah yang terkandung di Teater Menara Salman ITB? Bagaimana proses transformasi pesan dakwahnya? Serta apa karakteristik dakwah yang ada di Teater Menara Salman ITB?Metode yang digunakan adalah deskriptif yaitu menggambarkan seni teater sebagai salah satu model dakwah di Teater Menara Salman ITB. Jenis data yang dikumpulkan adalah jenis data kualitatif yaitu berupa pemaparan atau uraian langsung dari para pelaku (primer) narasumber, tentang muatan dakwah yang dilakukan lewat media kesenian Teater Menara Salman ITB,, untuk kemudian data-data tersebut dianalisis dalam hal pesan dakwah yang disampaikan. Data yang dikumpulkan berupa kata-kata dan gambar. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini untuk memperoleh data yang diharapkan adalah dengan melakukan observasi terhadap objek penelitian, wawancara, yang dilakukan terhadap narasumber yaitu Ius Kadarusman sebagai pendiri dan juga pembina. Dari data-data yang diperoleh, akhirnya penulis dapat menyimpulkan bahwa Teater Menara Salman ITB ini bisa menjadi salah satu model dakwah. Karena teater ini mengandung unsur-unsur dakwah didalamnya. Juga dapat diamati bahwa proses transformasi pesan hingga menjadi naskah/ skenario yang mengandung nilai-nilai dakwah tidak sembarangan dilakukan. Teater Menara Salman ITB memiliki karakteristik dakwah yang khas dalam teaternya dari mulai musik yang digunakan, lagu-lagu yang diciptakan, dialog pemainnya, hingga adegan-adegannya. Hal ini membuatnya unik dan menarik perhatian banyak orang. The uthor analyzes all activies and programs undertaken by the theater community the Teater Menara Salman ITB. Find out if there are elements of dakwahcontained in the Teater Menara Salman ITB. How does the process of transforming the message of dajwah? And what are the characteristics of dakwah in Teater Menara Salman ITB?The method used is descriptive that describesthe art of theater as one model Teater Menara Salman ITB. The type of data collected is the type of qualitative data that is in the form of exposure or direct description of the principals (primer) resource, about thethrough the media art of Teater Menara Salman ITB, for then the data is analyzed in terms of messages preached submitted. The data collected in the form of words and pictures. The steps undertaken in this study to obtain the expected data is to make observation of the object of research, interviews conduted on sources that Ius Kadarusman as founder and buider.From the data obtained finally the autors can conclude that the Teater Menara Salman ITB can be one of the dakwah model. Because this theater contains element of dakwah. it can also be observed that the process of transforming the messaage into a script or skenario containing dakwah values is not arbitrarily done. Tetaer Menara Salman ITB has the typical dakwah characteristic of the music used, the songs are created, the dialogue of the players, to the scenes by scene. This makes is unique and attracts the attention of many people.
Strategi Tabligh K.H. Ahmad Haedar dalam Meningkatkan Pemahaman Keagamaan Masyarakat Duroh Siti Murodah; Dadan Anugrah; Aang Ridwan
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1 No 4 (2016): Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tabligh.v1i4.2079

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi tabligh yang digunakan oleh K.H. Ahmad Haeadar. Secara rinci tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi penyampaian pesan, strategi penggunaan media dan strategi penggunaan metode yang digunakan oleh K.H. Ahmad Haedar dalam Meningkatkan Pemahaman Keagamaan Masyarakat di lingkungan Saritem. Fokus penelitian yang akan dilakukan oleh penulis mengenai bagaimana proses penyampaian pesan K.H. Ahmad Haedar dalam meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat, bagaimana penggunaan media K.H. Ahmad Haedar dalam meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat, dan bagaimana penggunaan metode K.H. Ahmad Haedar dalam meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Metode deskriptif merupakan suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi penyampaian pesan K.H. Ahmad Haedar mengacu pada penyampaian informatif dan persuasif. Metode yang digunakan bil Hikmah, Mauizatul Hasanah dan Mujadalah billati Hiya Ahsan. Bentuknya ceramah, bimbingan, diskusi dan pemberdayaan masyarakat. Sedangkan media yang digunakan speaker, mimbar, majalah, buletin dan media temuan yakni lapangan atau olahraga. This study aims to determine the strategy tabligh used by K.H. Ahmad Haeadar. In detail the purpose of this research is to know the strategy of message delivery, media (channel) usage strategy and strategy of using method used by K.H. Ahmad Haedar in Improving Religious Understanding of Society in Saritem environment. The focus of research to be done by the author on how the process of delivering messages K.H. Ahmad Haedar in improving the religious understanding of society, how the use of media K.H. Ahmad Haedar in improving the religious understanding of society, and how the use of K.H. Ahmad Haedar in improving the religious understanding of society. The method used is descriptive method. Descriptive method is a method in examining the status of a group of people, an object, a set of conditions, a system of thought, or a class of events in the present. The results of this study indicate that the strategy of delivering messages K.H. Ahmad Haedar refers to informative and persuasive delivery. The methods used bil Hikmah, Mauizatul Hasanah and Muj are billati Hiya Ahsan. The form of lectures, guidance, discussion and community empowerment. While the media used speakers, pulpits, magazines, newsletters and media findings that field or sports.
Analisis Isi Pesan Dakwah dalam Novel Wedding Agreement Karya Mia Chuz Yani Siti Sakiyah; Mukhlis Aliyudin; Aang Ridwan
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 5 No 4 (2020): Tabligh : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dakwah adalah proses penyebaran pesan dakwah (Ajaran Islam) dengan meninjau penerapan teknik, media. Sebagaimana menyebarkan pesan dakwah dalam novel wedding agreement. Hasil penelitian yang diperoleh dalam novel tersebut memiliki pesan pesan dakwah sehingga peneliti menggambil tiga masalah yaitu bagaimana pesan akidah, syari’ah, akhlak dalam novel wedding agreement. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis isi (content analisis) model Harold Lasswel. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitaif. analisis isi merupakan sebuah alat. Selain itu analisis isi digunakan untuk mendapatkan keterangan isi komunikasi dalam bentuk lambang (message). Penelitian tersebut digunakan untuk menempatkan novel sebagai media dakwah dengan menyampaikan isi pesan lewat tulisan kepada pembaca. Kata Kunci: Dakwah; Analisi isi; Novel Da'wah is the process of disseminating da'wah messages (Islamic teachings) by reviewing the application of techniques and media. Like spreading the message of da'wah in a novel wedding agreement. The research results obtained in the novel have a message of da'wah messages so that the researcher takes three problems, namely how the message of faith, syari'ah, morals in the novel wedding agreement. The method used in this research is content analysis model harold laswell. In this study using a qualitative method approach. Content analysis is a tool. In addition, content analysis is used to obtain information on the content of communication in the form of a message. This research is used to place the novel as a medium of da'wah by conveying the contents of the message through writing to the reader. Keywords : Da'wah, content analysis, Novel
Peranan Tabligh Terhadap Pemahaman Toleransi Beragama Pada Masyarakat di Kota Bandung Aji Gunawan; Aang Ridwan; Uwes Fatoni
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 6 No 2 (2021): Tabligh : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tabligh.v6i2.2307

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses penentuan mubaligh, serta penyiapan pesan toleransi umat beragama yang berdampak pada pemahaman masyarakat mengenai toleransi umat beragama di Kampung Toleransi, Kelurahan Jamika Kecamatan Bojongloa Kaler Kota Bandung. Penelitian ini studi kasus berjenis kualitatif, menggunakan metode wawancara, studi dokumentasi dan observasi sebagai cara pengumpulan data. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi Lasswell dengan unsur – unsurnya yaitu komunikator (sender), pesan (message), media (channel), komunikan (receiver), efek (influence). Kemudian teori medan dakwah sebagai pengaplikasian tabligh yang dijalankan serta teori komunikasi masyarakat dan budaya sebagai pola komunikasi dalam suatu kelompok. Hasil penelitian ini menunjukkan dari fokus penelitian yang didapatkan yakni proses penentuan mubaligh yang dilakukan di Kampung Toleransi yaitu terorganisir dengan berbagai unsur masyarakat terlibat, penentuan yang selektif oleh pihak DKM setempat serta koordinasi dan pengawasan oleh pengurus RW dan Kampung Toleransi. Penyiapan pesan dakwah mengenai toleransi umat beragama dijalankan secara terprogram disampaikan sesuai dengan karakter, ciri, metode para mubaligh masing – masing yang hendak berceramah di Kampung Toleransi. Secara khusus pemahaman jama’ah terbina dengan baik dan umumnya masyarakat mengaplikasikan toleransi umat beragama dalam kegiatan kemasyarakatan. Aktivitas tabligh berjalan baik secara berkelanjutan, rutinitas dan temporal, yaitu dibuktikan menjadi semangat dalam kehidupan bermasyarakat yang bersatu dan toleran terhadap sesama umat manusia. Kata Kunci: Tabligh; Toleransi Beragama; Masyarakat. ABSTRACT The purpose of this study is to determine the process of determining preachers, as well as preparing messages of religious tolerance that have an impact on public understanding of religious tolerance in Tolerance Village, Jamika Village, Bojongloa Kaler District, Bandung City. This research is a qualitative case study, using the interview method, documentation study and observation as a way of collecting data. This research uses Lasswell's communication theory with its elements, namely the communicator (sender), message (message), media (channel), communicant (receiver), effects (influence). Then the dakwah field theory as the application of tabligh that is carried out as well as the theory of community and cultural communication as a pattern of communication in a group. The results of this study indicate that the focus of the research obtained is the process of determining preachers carried out in Tolerance Village, namely being organized with various elements of the community involved, selective determination by the local DKM as well as coordination and supervision by the management of RW and Kampung Toleransi. Preparation of da'wah messages regarding religious tolerance is carried out programmatically delivered according to the character, characteristics, method of each missionary who wants to speak in Tolerance Village. In particular, the understanding of jama'ah is well developed and in general the community applies religious tolerance in social activities. Tabligh activities run well in a sustainable, routine and temporal manner, that is, they are proven to be a spirit of community life that is united and tolerant of fellow human beings. Keywords : Tabligh; Religious Tolerance; Public.
Strategi Komunikasi Teman Halal dalam Mensosialisasikan Gaya Hidup Halal di Instagram indah padillah; Aang Ridwan; Tata Sukayat
Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 6 No 2 (2021): Tabligh : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting, Faculty of Dakwah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tabligh.v6i2.2320

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimanakah perencanaan strategi komunikasi, implementasi, faktor pendukung, penghambat dan solusi serta evaluasi yang digunakan Teman Halal dalam mensosialisasikan gaya hidup halal di media sosial instagram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kualitatif, sehingga peneliti memberikan gambaran objek mengenai Teman Halal secara jelas dan sistematis. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa perencanaan strategi komunikasi yang dilakukan Teman Halal meliputi mini riset, membuat desain dan konten yang kreatif, inovatif serta komunikatif, memberikan materi secara intertekstual, mengadakan halal challance dan membangun komunikasi yang baik dengan followers. Implementasi Teman Halal memanfaatkan semua media yang ada terutama media sosial instagram. Keberhasilan Teman Halal didukung oleh sumber daya yang lengkap, adanya peran mahasiswa, followers komunitas dan media. Adapun faktor penghambat yaitu, infobesitas serta kurangnya pemahaman masyarakat dan industri kecil terkait konsep halal haram. Evaluasi Teman Halal menggunakan analisis SWOT dengan mengenali peluang dan ancaman baik internal maupun eksternal. Kata Kunci : Strategi Komunikasi; halal lifestyle; media sosial The purpose of this research is to find out how communication strategy planning, implementation, supporting factors, obstacles and solutions as well as evaluation are used by Teman Halal in socializing the halal lifestyle on Instagram social media. The method used in this study is a qualitative descriptive analysis method, so that the researcher provides a clear and systematic description of the object regarding Teman Halal. The results of this study explain that the communication strategy planning carried out by Teman Halal includes mini research, creating creative, innovative and communicative designs and content, providing intertextual material, holding halal challenges and building good communication with followers. Teman Halal implementation utilizes all existing media, especially Instagram social media. The success of Teman Halal is supported by comprehensive resources, the role of students, followers communityand the media. As for the inhibiting factors, namely, infobility and lack of understanding of the community and small industry regarding the concept of halal haram. Teman Halal evaluation uses a SWOT analysis by identifying opportunities and threats both internal and external. Keywords : Communication Strategy; halal lifestyle; social media
DAKWAH DAN DIGITAL CULTURE Membangun Komunikasi Dakwah di Era Digital Aang Ridwan
LANTERA: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1, No 1 (2022): Lantera: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Universitas Islam Nusantara, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/lantera.v1i1.2526

Abstract

Tujuan dari studi ini adalah untuk memahami: (1) Kebutuhan praktik dakwah di era digital; (2) Perubahan yang diperlukan terkait strategi dan metode untuk efektivitas dakwah di era digital; dan (3) Penentuan media yang tepat untuk dakwah di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif-analitik yang berfokus pada kajian berbagai literatur dan fenomena dakwah kontemporer. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, observasi, wawancara, dan triangulasi untuk pengecekan dan pendalaman kajian. Hasil studi ini menunjukkan bahwa: (1) Dakwah Islam merupakan kegiatan penting yang harus terus dijalankan untuk memenuhi kebutuhan informasi dan pengajaran agama masyarakat digital yang rentan mengalami kekeringan spiritual, dekandensi nilai dan moral, ataupun perubahan perilaku dan budaya hidup yang menjauh dari ajaran Islam; (2) Praktik dakwah harus menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang ada serta kecenderungan baru masyarakat yang muncul di era digital tersebut, terutama dengan melakukan perubahan strategi dan metode dakwah yang lebih efektif; dan (3) Penggunaan media-media teknologi untuk kepentingan dakwah harus mempertimbangkan karakteristik dan keterbatasan media, jenis pengguna, serta kepentingan apa yang ingin dicapai dari penggunaan media tersebut. Hasil studi ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang adaptasi yang diperlukan untuk praktik dakwah di era digital.Keywords: Dakwah Islam, Era Digital, Media Teknologi, Media Sosial, Teknologi Informasi dan Komunikasi
DAKWAH DAN DIGITAL CULTURE Membangun Komunikasi Dakwah di Era Digital Ridwan, Aang
LANTERA: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 1 (2022): Desember
Publisher : Universitas Islam Nusantara, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/lantera.v1i1.2526

Abstract

Tujuan dari studi ini adalah untuk memahami: (1) Kebutuhan praktik dakwah di era digital; (2) Perubahan yang diperlukan terkait strategi dan metode untuk efektivitas dakwah di era digital; dan (3) Penentuan media yang tepat untuk dakwah di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif-analitik yang berfokus pada kajian berbagai literatur dan fenomena dakwah kontemporer. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, observasi, wawancara, dan triangulasi untuk pengecekan dan pendalaman kajian. Hasil studi ini menunjukkan bahwa: (1) Dakwah Islam merupakan kegiatan penting yang harus terus dijalankan untuk memenuhi kebutuhan informasi dan pengajaran agama masyarakat digital yang rentan mengalami kekeringan spiritual, dekandensi nilai dan moral, ataupun perubahan perilaku dan budaya hidup yang menjauh dari ajaran Islam; (2) Praktik dakwah harus menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang ada serta kecenderungan baru masyarakat yang muncul di era digital tersebut, terutama dengan melakukan perubahan strategi dan metode dakwah yang lebih efektif; dan (3) Penggunaan media-media teknologi untuk kepentingan dakwah harus mempertimbangkan karakteristik dan keterbatasan media, jenis pengguna, serta kepentingan apa yang ingin dicapai dari penggunaan media tersebut. Hasil studi ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang adaptasi yang diperlukan untuk praktik dakwah di era digital.Keywords: Dakwah Islam, Era Digital, Media Teknologi, Media Sosial, Teknologi Informasi dan Komunikasi
DAKWAH DAN DIGITAL CULTURE Membangun Komunikasi Dakwah di Era Digital Ridwan, Aang
LANTERA: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 1 (2022): Desember
Publisher : Universitas Islam Nusantara, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/lantera.v1i1.2526

Abstract

Tujuan dari studi ini adalah untuk memahami: (1) Kebutuhan praktik dakwah di era digital; (2) Perubahan yang diperlukan terkait strategi dan metode untuk efektivitas dakwah di era digital; dan (3) Penentuan media yang tepat untuk dakwah di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif-analitik yang berfokus pada kajian berbagai literatur dan fenomena dakwah kontemporer. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, observasi, wawancara, dan triangulasi untuk pengecekan dan pendalaman kajian. Hasil studi ini menunjukkan bahwa: (1) Dakwah Islam merupakan kegiatan penting yang harus terus dijalankan untuk memenuhi kebutuhan informasi dan pengajaran agama masyarakat digital yang rentan mengalami kekeringan spiritual, dekandensi nilai dan moral, ataupun perubahan perilaku dan budaya hidup yang menjauh dari ajaran Islam; (2) Praktik dakwah harus menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang ada serta kecenderungan baru masyarakat yang muncul di era digital tersebut, terutama dengan melakukan perubahan strategi dan metode dakwah yang lebih efektif; dan (3) Penggunaan media-media teknologi untuk kepentingan dakwah harus mempertimbangkan karakteristik dan keterbatasan media, jenis pengguna, serta kepentingan apa yang ingin dicapai dari penggunaan media tersebut. Hasil studi ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang adaptasi yang diperlukan untuk praktik dakwah di era digital.Keywords: Dakwah Islam, Era Digital, Media Teknologi, Media Sosial, Teknologi Informasi dan Komunikasi