Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Effect Fermentation Durian Fruit Waste Use Oyster Mushroom (Pleurotus Ostreatus) on Water, Ash, Crude Fat, and Crude Protein Content Dewi, Rd Rahma Sandriana; Ramadhan, Rahmad Fani; Rusmana, Denny
JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : DEPARTMENT OF ANIMAL HUSBANDRY, FACULTY OF AGRICULTURE, UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jipt.v13i3.p802-815

Abstract

Durian fruit waste is a type of agricultural waste that has a fairly high nutritional content so that it has the potential to be used as a feed source of energy for poultry. This study aims to analyze the effect of fermenting durian fruit waste using oyster mushrooms (Pleurotus ostreatus) on the water, ash, crude fat, and crude protein content of durian fruit waste. The research was conducted from November 2024 to January 2025 at the Mini Feedmill Ciparanje and Non-Ruminant Animal Nutrition and Animal Feed Industry Laboratory at the Faculty of Animal Science, Universitas Padjadjaran. The study was carried out experimentally using a completely randomized design with 5 treatments and 5 replications for each treatment. The treatments were as follows: P0 (unfermented DFW), P1 (fermented DFW with an inoculum dose of P. ostreatus 0.5%), P2 (fermented DFW with an inoculum dose of P. ostreatus 1%), P3 (fermented DFW with an inoculum dose of P. ostreatus 2%), and P4 (fermented DFW with an inoculum dose of P. ostreatus 4%). The results of the study showed that the use of oyster mushrooms (Pleurotus ostreatus) had a significant effect on increasing the levels of water, ash, crude fat, and crude protein in fermented durian fruit waste. The inoculum dose of 1% of oyster mushrooms yielded the best results, with an increase in crude protein content of up to 10.94%.
Introduksi Pengolahan Limbah Ikan Patin Secara Mikrobiologis dan Pemanfaatannya dalam Pembuatan Pakan Bebek Peking Abun, Abun; Rusmana, Denny; Setiyatwan, Hendi; Saefulhadjar, Deny; Ramdan, Rahmad Fany
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 1, No 3 (2024): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v1i3.56055

Abstract

Unggas lokal (bebek Peking) memberikan kontribusi penting untuk ketahanan pangan nasional dewasa ini.  Kendala yang dihadapi pada budidaya bebek Peking terkait dengan penyediaan pakan berkualitas dan sistem pemeliharaan.  Perlu upaya pemeliharaan bebek Peking secara intensif melalui perbaikan manajemen pakan.  Upaya yang dilakukan adalah pemanfaatan limbah ikan (sebagai bahan pakan sumber protein) dengan pengolahan secara mikrobioliogis menggunakan jasa mikroba LBS (Lactobacillus curvatus, Bacillus subtilis, dan Saccharomyces cerevisiae) sebagai prebiotik yang ditambahkan kedalam ransum.  Prebiotik LBS berfungsi sebagai emulsifier dalam meningkatkan absorpsi dan metabolisme nutrisi pada saluran pencernaan bebek Peking, serta mengurangi polusi/ cemaran lingkungan sehingga dapat meningkatkan produktifitas bebek Peking.  Kegiatan pengabdian pada masyarakat dilakukan di Desa Margaasih Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung. Sumber daya alam berupa hasil palawija di lingkungan desa belum termanfaatkan secara optimal untuk dijadikan sebagai bahan pakan. Dirasa perlu untuk memanfaatkan seoptimal mungkin potensi wilayah sebagai sumber bahan pakan dengan penggunaan Prebiotik LBS dalam formula ransum bebek Peking.  Kegiatan penyuluhan dihadiri oleh kelompok tani “Sugih Mukti”,  peternak bebek, dan tokoh masyarakat.  Materi yang disajikan adalah pengenalan imbuhan pakan berupa prebiotik LBS (fre test 18%, post test 57%, perubahan 214%), pengenalan bahan pakan (fre test 43%, post test 72%, perubahan 68%), pengetahuan kebutuhan nutrien untuk bebek Peking (fre test 41%, post test 73%, perubahan 80%), membuat ransum bebek Peking (fre test 35%, post test 71%, perubahan 104%), dan budidaya bebek Peking intensif (fre test 698%, post test 89%, perubahan 29%).
Introduksi Prebiotik Bacillus licheniformis, Lactobacillus sp., dan Saccharomyces cerevisiae dalam Pembuatan Pakan Ayam Lokal Di Desa Margaasih Abun, Abun; Rusmana, Denny; Setiyatwan, Hendi; Saefulhadjar, Deny; Ramdan, Rahmad Fany
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 1, No 3 (2024): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v1i3.56056

Abstract

Ayam lokal merupakan sumber daya genetik ternak yang memberikan kontribusi penting untuk ketahanan pangan nasional.  Kendala yang dihadapi terkait dengan penyediaan pakan berkualitas dan sistem pemeliharaan.  Oleh sebab itu, perlu upaya pemeliharaan ayam lokal secara intensif melalui perbaikan manajemen pakan.  Upaya yang dilakukan adalah memanfaatan jasa mikroba BLS (Bacillus licheniformis , Lactobacillus sp., dan Saccharomyces cerevisiae) sebagai prebiotik yang ditambahkan kedalam ransum.  Prebiotik BLS berfungsi sebagai emulsifier dalam meningkatkan absorpsi dan metabolisme nutrisi pada saluran pencernaan, serta mengurangi polusi/ cemaran lingkungan sehingga dapat meningkatkan produktifitas ayam.  Masyarakat di Desa Margaasih Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung, belum menjadikan usaha bidang peternakan, khususnya ayam lokal menjadi sektor utama untuk menghasilkan pendapatan. Sumber daya alam berupa hasil palawija di lingkungan desa belum termanfaatkan secara optimal untuk dijadikan sebagai bahan pakan. Oleh sebab itu, dirasa perlu untuk memanfaatkan seoptimal mungkin potensi wilayah sebagai sumber bahan pakan dengan penggunaan Prebiotik BLS dalam formula pakan ayam.  Kegiatan penyuluhan dihadiri oleh kelompok tani “Sugih Mukti”,  peternak ayam, dan tokoh masyarakat.  Materi yang disajikan adalah pengenalan imbuhan pakan berupa prebiotik BLS (pre-test 19%, post tes 52%/perubahan 171%), pengetahuan bahan pakan dan kandungan nutriennya (pre-test 42%, post tes 69%/perubahan 64%), pengetahuan kebutuhan nutrien untuk ayam lokal (pre-test 41%, post tes 73%/perubahan 80%), penggunaan prebiotik BLS dalam formula pakan dan produksi pakan ayam lokal (pre-test 30%, post tes 58%/perubahan 94%), dan budidaya ayam lokal secara intensif (pre-test 63%, post tes 86%/perubahan 35%).  Perlu adanya tindak lanjut kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat untuk pengembangan kelompok tani-ternak ayam lokal serta pemasaran produknya.
Pengaruh Ransum yang Mengandung Azolla microphylla terhadap Indeks Kuning, Indeks Putih dan Haugh Unit Telur Ayam Ramadhan, Rahmad Fani; Aulia, Nazilla; Rusmana, Denny; Mansyur, Mansyur
Jurnal Agripet Vol 24, No 1 (2024): Volume 24, No. 1, April 2024
Publisher : Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v24i1.33500

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ransum yang mengandung azolla (Azolla microphylla) terhadap indeks kuning telur, indeks putih telur dan haugh unit telur ayam. Azolla merupakan tanaman paku air yang pertumbuhan cepat dan dapat dijadikan bahan pakan alternatif untuk ayam petelur. Penelitian menggunakan 48 ekor ayam petelur strain ISA Brown berumur 54 minggu di Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan (P0= ransum tanpa azolla; P1= ransum dengan 5% azolla; P2= ransum dengan 10% azolla; dan P3= ransum dengan 15% azolla) dan 6 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ransum yang mengandung azolla berpengaruh tidak nyata (P0,05) terhadap indeks putih telur, indeks kuning telur dan haugh unit telur. Penggunaan azolla sampai taraf 15% menghasilkan nilai yang sama terhadap indeks kuning telur, indeks putih telur dan haugh unit telur ayam.(Growth and production of Indigofera zollingeriana in post-sand mining land with addition Fertilizer and mycorrhizae)ABSTRACT. This study aimed to determine the effect of a ration containing azolla (Azolla microphylla) on the yolk index, albumen index, and haugh unit of layers. Azolla is a water fern that grows fast and can be used as an alternative feed ingredient for laying hens. The study used 48 laying hens of the ISA Brown strain aged 54 weeks at the Faculty of Animal Husbandry, Padjadjaran University. This research was conducted experimentally using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 6 replications for each treatment, P0 (ration without azolla), P1 (ration with 5% azolla), P2 (ration with 10% azolla), and P3 (ration with 15% azolla). The results showed that the ratio containing Azolla had no significant effect (P0.05) on the yolk index, albumen index, and haugh unit of layers. The use of Azolla up to 15% level produces the same value on the yolk index, albumen index, and haugh unit of layers.