Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Persepsi Orang Tua Tentang Pola Pendidikan Seks Pada Anak Usia Akhir (Analisis Pada Pandangan Orang Tua Di Kenjeran Surabaya) Aijin Isbatikah; Nadhirotul Laily; Chandrania Fastari
Psikosains: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi Vol 16 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/psikosains.v16i1.4536

Abstract

Semakin maraknya berita tentang seks di tengah-tengah masyarakat, terutama pada anak menjadi permasalahan yang cenderung dirundung banyak orang. Anak yang terpapar pornografi dari internet dapat dikarenakan kesengajaan maupun tidak sengaja. Paparan tersebut dapat menyebabkan candu bagi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi, untuk mengetahui persepsi orang tua tentang pola pendidikan seks pada anak usia akhir (Analisis Pada Pandangan Orang Tua Di Kenjeran Surabaya). Penelitian ini ialah penelitian kualitatif dengan menggunakan triangulasi dan kecukupan referensial sebagai kredibilitas data serta teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan dokumentasi. Di dalam penelitian ini menggunakan orang tua yang berfokus pada ibu sebagai subjek yang memiliki anak berusia sekitar 6 sampai 12/ 13 tahun (kanak-kanak usia akhir). Penelitian ini melibatkan 4 subjek dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa orang tua memiliki persepsi pada pola pendidikan seks yang berbeda-beda. Di dalam penelitian ini orang tua lebih dominan memilih pola pendidikan seks avoidante dibandingkan seks repressive, seks obsessive, dan seks expressive.
Motivasi Siswa Dalam Memilih Program Studi Di Perguruan Tinggi Farrikh Dzuhriawan; Nadhirotul Laily; Prianggi Amelasasih
Psikosains: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi Vol 17 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/psikosains.v17i1.4564

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motivasi siswa dalam memilih program studi di Perguruan Tinggi. Jenis penelitian ini adalah penelitian fenomenologis, responden atau sampel penelitian ini peneliti mengambil lima siswa kelas XII IPA SMA Semen Gresik secara acak sederhana, khususnya yang mengikuti kegiatan belajar (les privat). Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi dan metode wawancara dengan kuisioner terbuka dan analisis data dalam penelitian ini adalah analisis isi kualitatif, kredibilitas datanya menggunakan member checking. Hasil penelitian melalui tiga aspek motivasi menunjukkan bahwa, kelima subjek telah berupaya untuk merealisasikan keinginan atau cita-cita, kemampuan, kesukaan, ketertarikan, passion dan ingin membuktikan bahwa peran guru BK, teman, status sosial ekonomi orang tua (terutama pendidikan dan penghasilan orang tua), lingkungan keluarga (orang tua) serta lingkungan sekolah (guru) dapat mengantarkan pada masa depannya.
Workshop Program Anti Perundungan Berbasis Sekolah Ima Fitri Sholichah; Laily, Nadhirotul
Room of Civil Society Development Vol. 1 No. 4 (2022): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.033 KB) | DOI: 10.59110/rcsd.36

Abstract

Bullying atau perundungan merupakan perilaku oleh individu atau kelompok, berulang dari waktu ke waktu, yang dengan sengaja menyakiti individu atau kelompok lain baik secara fisik maupun emosinal dan terjadi di mana ada ketidakseimbangan kekuatan yang berbeda antara pelaku dan korban. Beberapa program pencegahan perundungan telah terbukti secara umum efektif dalam mengurangi perudungan di kalangan masyarakat. Namun, efeknya relatif kecil dalam berbagai penelitian eksperimen dan kelompok usia. Program yang lebih intensif dan durasinya lebih lama (baik untuk anak maupun guru) lebih efektif, begitu juga program yang mengandung lebih banyak komponen. Beberapa komponen program dikaitkan dengan ukuran efek yang besar, termasuk pelatihan atau pertemuan orang tua dan pelatihan guru. Hal ini menjadi landasan kegiatan pengabdian masyarakat yang tujuan untuk sosialisasi program pencegahan perundungan berbasis sekolah di SMK Tuban. Metode kegiatan pengabdian masyarakat menggunakan beberapa tahapan, yaitu identifikasi kebutuhan, persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Berdasarkan diskusi yang dilakukan, ditemuakn beberapa program yang paling banyak digunakan di Indonesia yaitu program disiplin positif, program ROOTS Indonesia, dan program buddy.
Pentingnya Kesehatan Mental Bagi Remaja Karang Taruna di Desa Cemer Lor Kabupaten Gresik Ima Fitri Sholichah; Laily, Nadhirotul; Zahra, Fatimatuz
Room of Civil Society Development Vol. 2 No. 5 (2023): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.213

Abstract

Setiap individu memiliki tugas perkembangan di setiap tahapan kehidupan. Tugas perkembangan yang disertai tekanan, kesedihan, kecemasan, dan segala emosi yang tidak menyenangkan akan membuat individu memiliki gangguan yang beresiko terhadap kehidupannya. Peningkatan penekanan pada kebutuhan untuk meningkatkan kesehatan mental yang positif perlu dilakukan. Salah satu pencegahan yang bisa dilakukan yaitu dengan cara promosi kesehatan mental. Tujuan PKM yaitu meningkatkan kesadaran pentingnya Kesehatan mental bagi remaja. Promosi kesehatan mental yang dilakukan tim PKM melalui sosialisasi dan seminar penguatan kesehatan mental bagi remaja pada komunitas Karang Taruna di Desa Cerme Lor Kabupaten Gresik. Metode PKM berupa sosialisasi dan seminar mengenai pentingnya Kesehatan mental bagi remaja. Tahapan pelaksanaan kegiatan PKM berupa analisis kebutuhan, persiapan, pelaksanaan serta evaluasi. Berdasarkan hasil evaluasi dengan menyebarkan kuesioner menunjukkan bahwa sosialisasi dan seminar mengenai kesehatan mental sangatlah penting bagi remaja dalam melalui masa transisi kehidupan yang penuh tantangan dalam mencapai kesehatan mental yang baik. Kegiatan PKM juga memberikan dampak yang positif bagi remaja serta remaja memberikan respon yang positif pula dalam kegiatan seminar.
Self-Efficacy dan Kepuasan Kerja pada Guru Taman Kanak-Kanak (TK) Hasanah, Nur; Laily, Nadhirotul
Efektor Vol 7 No 1 (2020): Efektor Vol.7 No.2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/e.v7i1.14398

Abstract

The purpose of this research is to find out the relathionship between self-efficacy and job satisfaction teacher at Preschool. This research is quantitative using correlation technique. The population is the teachers at Preschool ‘Aisyiyah Bustanul Athfal Gresik. Incidental sampling was used and 98 teachers have been selected as sample. The instrument was used by the reseachers were self-efficacy and job satisfaction scale. The correlation test result shows r = 0,127, p= 0,213 (p>0,05). Based on correlation test result, it can be consluded that Ha rejected and H0 accepted. There is no positive relationship between self-efficacy and job satisfaction teacher at Preschool.
Perbedaan Experienced Workplace Incivility Ditinjau Dari Status Pegawai Dan Jenis Kelamin Pada Tenaga Kependidikan Nova Yulia Mayang Citra; Nadhirotul Laily; Ima Fitri Sholichah
Efektor Vol 9 No 1 (2022): Efektor Vol.9 No.1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/e.v9i1.17706

Abstract

The purpose of this research was to examine the difference between experienced workplace incivility based on the status of employe and gender. Quantitative method used in this research. The population in this study were the employee of X University with saturated sampling technique, the total respondents of 52 employees (25 jobhoders and 27 contract employees; 19 man and 33 woman). The instrument used was the experienced workplace incivility scale consisting of 7 items. Data analysis in this research used independent sample t-test. This study found that the hypothesis was rejected (p > 0.05), so there is no difference in experienced workplace incivility based on the status of employee and gender. This research findings extend past research on wokplace incivility especially for educational staff in university.
Optimizing Pre-Calculation Skills of Kindergarten B Children Through Educational Games Wahyu Ningrum, Nindiya; Laily, Nadhirotul
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12, No 4 (2024): Volume 12, Issue 4, Desember 2024
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v12i4.17601

Abstract

Preschool education is widely recognized for its important role in building the early stages of a child's development before entering formal education. One potential method to support cognitive skills in children is through traditional games, such as congklak. The aim of this study is to describe the effect of using the congklak media in improving pre-math skills in kindergarten children at TK Al-Baqy. The research method used is experimental to test the effectiveness of the congklak game in enhancing children's pre-math skills. The intervention was conducted over 30 days with four meeting sessions. The program in this experiment focuses on improving pre-math skills through the congklak game as the main stimulus. In this context, the independent variable applied is the congklak game, while the dependent variable is the children's pre-math skills or early counting abilities. The results of the study show that the application of the congklak game as an intervention method can improve basic counting skills in children, changing the way they view mathematics with a fun and experiential approach. Positive reinforcement during the learning process also proved effective in increasing the children's self-confidence and learning motivation. The implications of this study are that game-based approaches can be an innovative solution in overcoming children's learning difficulties, increasing their interest in mathematics, and strengthening the social and emotional skills that are essential in child development.Pendidikan prasekolah secara luas diakui memiliki peran penting dalam membangun tahap awal perkembangan anak sebelum memasuki pendidikan formal. Salah satu metode yang potensial untuk mendukung keterampilan kognitif pada anak-anak adalah melalui permainan tradisional, seperti congklak. Tujuan penelitian ini untuk Penelitian ini  bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan media congklak dalam meningkatkan kemampuan pra-berhitung pada anak TK B di TK Al-Baqy. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen untuk menguji efektivitas permainan congklak dalam meningkatkan kemampuan pra-berhitung anak. Intervensi dilaksanakan selama 30 hari dengan durasi empat sesi pertemuan. Program dalam eksperimen ini berfokus pada peningkatan kemampuan pra-berhitung melalui permainan congklak sebagai stimulus utama. Dalam konteks ini, variabel independen yang diterapkan adalah permainan congklak, sementara variabel dependen adalah kemampuan pra-berhitung atau berhitung permulaan subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan permainan congklak sebagai metode intervensi dapat meningkatkan kemampuan berhitung dasar pada anak-anak, mengubah cara mereka memandang matematika dengan pendekatan yang menyenangkan dan berbasis pengalaman. Penguatan positif selama proses pembelajaran juga terbukti efektif dalam meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi belajar anak. Implikasi dari penelitian ini adalah pendekatan berbasis permainan dapat menjadi solusi inovatif dalam mengatasi kesulitan belajar anak-anak, meningkatkan minat mereka terhadap matematika, serta memperkuat keterampilan sosial dan emosional yang esensial dalam perkembangan anak.
Peers as a Bridge to Adaptation: A Study on Social Adjustment among New Student Namira Aqiilah Salsabillah; Nadhirotul Laily
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2025): Volume 14, Issue 2, Juni 2025
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i2.19363

Abstract

Social adjustment was an important aspect in adolescent development, especially for students (santri) living in Islamic boarding schools (pesantren) where adaptation to various prevailing social norms and values was required. Peer interaction was believed to play a significant role in facilitating this adjustment, as positive peer relationships enabled individuals to learn social skills, build self-confidence, and understand surrounding social expectations. This study aimed to examine the influence of peer interaction on the social adjustment of junior high school students. A quantitative method with a simple linear regression approach was used. The sample consisted of 85 new students at SMP IT Al-Ibrah Gresik, selected through a saturated sampling technique. Data were collected using a closed-ended questionnaire based on a five-point Likert scale. The peer interaction scale contained 32 items covering openness, cooperation, and frequency of interaction, based on the theory by Suryani and Fitriani (2021). The social adjustment scale comprised 25 items based on Schneiders' theory in Tionardi (2019), which included recognition, participation, social approval, altruism, and conformity. The regression analysis showed that peer interaction had a significant effect on social adjustment, with an F value of 260.765 and a significance of 0.000. These findings emphasized the importance of strengthening positive peer interaction through social skills development programs in pesantren settings. Penyesuaian sosial merupakan aspek penting dalam perkembangan remaja, khususnya bagi santri yang tinggal di pesantren dan dituntut untuk mampu beradaptasi dengan norma serta nilai sosial yang berlaku. Interaksi teman sebaya diyakini berperan penting dalam membantu proses penyesuaian sosial karena melalui hubungan yang positif, individu belajar keterampilan sosial, membangun rasa percaya diri, dan memahami ekspektasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi teman sebaya terhadap penyesuaian sosial santri SMP. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan regresi linier sederhana. Sampel berjumlah 85 santri baru SMP IT Al-Ibrah Gresik yang diambil melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan angket tertutup berbasis skala Likert lima poin. Skala interaksi teman sebaya terdiri dari 32 item berdasarkan aspek keterbukaan, kerjasama, dan frekuensi hubungan menurut Suryani dan Fitriani (2021). Skala penyesuaian sosial terdiri dari 25 item berdasarkan teori Schneiders dalam Tionardi (2019) yang mencakup lima dimensi: recognition, participation, social approval, altruisme, dan conformity. Hasil analisis regresi menunjukkan pengaruh signifikan interaksi teman sebaya terhadap penyesuaian sosial, dengan nilai F sebesar 260,765 dan signifikansi 0,000. Temuan ini menekankan pentingnya penguatan interaksi positif melalui program pengembangan keterampilan sosial di lingkungan pesantren.
Self-Efficacy and Grit: The Key to Overcoming Procrastination in Thesis Writing Cica Mustika; Nadhirotul Laily
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2025): Volume 14, Issue 2, Juni 2025
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i2.19365

Abstract

Academic procrastination was a significant obstacle in thesis completion often experienced by students, mainly due to low self-confidence and lack of perseverance in facing long-term tasks. This study aimed to determine the influence of Self-Efficacy and Grit on Academic Procrastination among students at Universitas Muhammadiyah Gresik during the thesis writing process. The research employed a quantitative approach using multiple linear regression methods and involved 75 students selected through purposive sampling. Data were collected using the Self-Efficacy scale, Grit scale, and Academic Procrastination scale. The results of the analysis showed that Self-Efficacy and Grit simultaneously had a significant influence on Academic Procrastination with a contribution of 58.2%. Partially, Self-Efficacy had a more dominant effect compared to Grit in reducing the tendency of academic procrastination. These findings confirmed that the higher the level of students' Self-Efficacy and Grit, the lower their level of academic procrastination. The implication of this research emphasized the importance of strengthening self-confidence and perseverance in educational intervention strategies to help students complete their final projects on time. Therefore, universities were recommended to develop psychological assistance programs and personal development training focused on enhancing Self-Efficacy and Grit as preventive efforts against procrastinative behavior. Prokrastinasi akademik merupakan hambatan signifikan dalam penyelesaian skripsi yang sering dialami mahasiswa, terutama akibat lemahnya keyakinan diri dan kurangnya ketekunan dalam menghadapi tugas jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Self-Efficacy dan Grit terhadap Prokrastinasi Akademik mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik dalam proses penyusunan skripsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linier berganda, melibatkan 75 mahasiswa sebagai responden yang dipilih melalui teknik incidental sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala Self-Efficacy, skala Grit, dan skala Prokrastinasi Akademik. Hasil analisis menunjukkan bahwa Self-Efficacy dan Grit secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Prokrastinasi Akademik dengan kontribusi sebesar 58,2%. Secara parsial, Self-Efficacy memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan Grit dalam menurunkan kecenderungan prokrastinasi akademik. Temuan ini menegaskan bahwa semakin tinggi tingkat Self-Efficacy dan Grit mahasiswa, maka semakin rendah tingkat prokrastinasi akademik yang mereka alami. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya penguatan keyakinan diri dan ketekunan dalam strategi intervensi pendidikan guna membantu mahasiswa menyelesaikan tugas akhir tepat waktu. Oleh karena itu, perguruan tinggi disarankan mengembangkan program pendampingan psikologis dan pelatihan pengembangan diri yang terfokus pada peningkatan Self-Efficacy dan Grit sebagai upaya preventif terhadap perilaku prokrastinatif.
Reframing Happiness: The Effect of Mindfulness Practice on Adolescent Subjective Well-Being Azizah, Nisa’ul; Laily, Nadhirotul
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 13, No 2 (2025): Volume 13, Issue 2, Juni 2025
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v13i2.19361

Abstract

Adolescents are a vulnerable age group who often experience various emotional and social pressures, making subjective well-being an important aspect to consider in supporting their development. One of the factors assumed to play a role in enhancing subjective well-being is mindfulness, defined as full awareness of the present moment without judgment. This study aimed to determine the influence of mindfulness on subjective well-being among adolescents. The method used was a quantitative correlational approach with simple regression analysis, involving 89 adolescents selected through saturated sampling technique. The instruments used included a mindfulness scale and a subjective well-being scale, both of which had been tested for validity and reliability. The results of the study showed that there was no significant influence between mindfulness and subjective well-being, indicated by a determination coefficient value of 0.0034 or a contribution of only 0.34%, as well as an F-test result that was lower than the F-table value. These findings indicated that other factors such as social support, self-esteem, or emotion regulation may play a more substantial role in shaping adolescents’ subjective well-being. The implication of this study highlighted the importance of developing adolescent well-being enhancement programs that not only focus on mindfulness but also consider psychosocial and environmental factors relevant to the adolescent developmental phase. Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami berbagai tekanan emosional dan sosial sehingga kesejahteraan subjektif (subjective well-being) menjadi aspek penting untuk diperhatikan dalam mendukung perkembangan mereka. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam meningkatkan subjective well-being adalah mindfulness atau kesadaran penuh terhadap momen saat ini tanpa penilaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mindfulness terhadap subjective well-being pada remaja. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan regresi sederhana, melibatkan 89 remaja sebagai subjek penelitian yang dipilih melalui teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan meliputi skala mindfulness dan skala subjective well-being yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan antara mindfulness dan subjective well-being, ditunjukkan dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,0034 atau kontribusi hanya 0,34% serta hasil uji F yang lebih kecil dari F tabel. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor lain seperti dukungan sosial, self-esteem, atau regulasi emosi mungkin lebih berperan dalam membentuk kesejahteraan subjektif remaja. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya mengembangkan program peningkatan kesejahteraan remaja yang tidak hanya berfokus pada mindfulness, tetapi juga memperhatikan faktor psikososial dan lingkungan yang relevan dengan fase perkembangan remaja.