Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Application of Group Counselling Guidance with the Anactive Mastery Experience Technique to Improve Self-Efficacy Rezky Fathiyah Putri Aspar; Nadhirotul Laily
Journal of Practice Learning and Educational Development Vol. 5 No. 4 (2025): Journal of Practice Learning and Educational Development (JPLED)
Publisher : Global Action and Education for Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58737/jpled.v5i4.965

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of group counseling using the enactive mastery experience technique in improving students' self-efficacy in career decision making. The research was conducted at SMA X involving six students aged 17-18 years with low self-efficacy levels. The study applied a quasi- experimental approach with pre-test and post-test design using the Career Decision- Making Self-Efficacy (CDMSE) scale adapted from Purnama and Ernawati (2021). The intervention consisted of four group counseling stages: formation, transition, activity, and termination. The results showed a significant increase in students' self-efficacy from a mean score of 31.5 (low category) in the pre-test to 46.83 (high category) in the post-test. These findings indicate that group counseling with enactive mastery experience techniques effectively enhances students' confidence in recognizing their potential, setting career goals, and planning future education and work paths. This research suggests that group counseling can be an effective strategy for strengthening career decision-making skills among high school students.
Penerapan Bimbingan Konseling Kelompok untuk Meningkatkan Sopan Santun pada Siswa Kelas X Di SMK X Indah Restari, Putri; Laily, Nadhirotul
Jurnal Ilmiah Psyche Vol. 19 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Psyche
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Darma Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/pv3pe818

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of group counseling services in improving students’ politeness at Vocational High School (SMK) X. This research employed a quantitative approach with a pre-experimental design (One-Group Pretest–Posttest Design). The research subjects consisted of 17 students who had low levels of politeness based on the pretest results. The instrument used was the Politeness Scale by Dahraini (2020), which has a reliability value of 0.856. Data analysis using the Wilcoxon test showed a significance value of 0.001 (< 0.05), indicating a significant difference between the scores before and after the treatment. The N-Gain score of 0.59 indicates an improvement in the moderate category. The results of this study demonstrate that group counseling services using the problem-solving technique are effective in fostering students’ moral awareness, empathy, and polite behavior within the school environment.
Self-Efficacy and Grit: The Key to Overcoming Procrastination in Thesis Writing Mustika, Cica; Laily, Nadhirotul
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i2.19365

Abstract

Academic procrastination was a significant obstacle in thesis completion often experienced by students, mainly due to low self-confidence and lack of perseverance in facing long-term tasks. This study aimed to determine the influence of Self-Efficacy and Grit on Academic Procrastination among students at Universitas Muhammadiyah Gresik during the thesis writing process. The research employed a quantitative approach using multiple linear regression methods and involved 75 students selected through purposive sampling. Data were collected using the Self-Efficacy scale, Grit scale, and Academic Procrastination scale. The results of the analysis showed that Self-Efficacy and Grit simultaneously had a significant influence on Academic Procrastination with a contribution of 58.2%. Partially, Self-Efficacy had a more dominant effect compared to Grit in reducing the tendency of academic procrastination. These findings confirmed that the higher the level of students' Self-Efficacy and Grit, the lower their level of academic procrastination. The implication of this research emphasized the importance of strengthening self-confidence and perseverance in educational intervention strategies to help students complete their final projects on time. Therefore, universities were recommended to develop psychological assistance programs and personal development training focused on enhancing Self-Efficacy and Grit as preventive efforts against procrastinative behavior. Prokrastinasi akademik merupakan hambatan signifikan dalam penyelesaian skripsi yang sering dialami mahasiswa, terutama akibat lemahnya keyakinan diri dan kurangnya ketekunan dalam menghadapi tugas jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Self-Efficacy dan Grit terhadap Prokrastinasi Akademik mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik dalam proses penyusunan skripsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linier berganda, melibatkan 75 mahasiswa sebagai responden yang dipilih melalui teknik incidental sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala Self-Efficacy, skala Grit, dan skala Prokrastinasi Akademik. Hasil analisis menunjukkan bahwa Self-Efficacy dan Grit secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Prokrastinasi Akademik dengan kontribusi sebesar 58,2%. Secara parsial, Self-Efficacy memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan Grit dalam menurunkan kecenderungan prokrastinasi akademik. Temuan ini menegaskan bahwa semakin tinggi tingkat Self-Efficacy dan Grit mahasiswa, maka semakin rendah tingkat prokrastinasi akademik yang mereka alami. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya penguatan keyakinan diri dan ketekunan dalam strategi intervensi pendidikan guna membantu mahasiswa menyelesaikan tugas akhir tepat waktu. Oleh karena itu, perguruan tinggi disarankan mengembangkan program pendampingan psikologis dan pelatihan pengembangan diri yang terfokus pada peningkatan Self-Efficacy dan Grit sebagai upaya preventif terhadap perilaku prokrastinatif.
EFEKTIVITAS POSITIVE REINFORCEMENT MELALUI TEKNIK REWARD DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA KOMUNITAS TIFO Mochammad Aditya Rizqi Maulana; Nadhirotul Laily
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.11070

Abstract

Discipline is a key element in student character building, but in reality, there is still low student compliance within school communities. This study aims to test the effectiveness of implementing a reward system as a form of positive reinforcement in increasing the discipline of Tifo Community students at SMA Muhammadiyah X. The research method used was pre-experimental with a One-Group Pretest-Posttest design for 15 class XI students. Data were collected using a discipline scale that measures aspects of punctuality, compliance with rules, task responsibility, and cooperation. The results showed an increase in discipline scores in the post-test phase, where 8 of the 15 students experienced a significant increase in the discipline category. Providing rewards in the form of verbal praise, appreciation points, and symbolic awards proved to be able to foster extrinsic motivation which then internalized into positive habits. The conclusion of this study is that the reward technique is effective in suppressing undisciplined behavior and creating a more productive community climate. ABSTRAK Kedisiplinan merupakan elemen kunci dalam pembentukan karakter siswa, namun pada realitanya masih ditemukan rendahnya kepatuhan siswa dalam komunitas sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan sistem reward sebagai bentuk positive reinforcement dalam meningkatkan kedisiplinan siswa Komunitas Tifo di SMA X. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan desain One-Group Pretest-Posttest terhadap 15 siswa kelas XI. Data dikumpulkan menggunakan skala kedisiplinan yang mengukur aspek ketepatan waktu, kepatuhan tata tertib, tanggung jawab tugas, dan kerja sama. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor kedisiplinan pada fase post-test, di mana 8 dari 15 siswa mengalami kenaikan kategori kedisiplinan secara signifikan. Pemberian reward berupa pujian verbal, poin apresiasi, dan penghargaan simbolis terbukti mampu menumbuhkan motivasi ekstrinsik yang kemudian terinternalisasi menjadi kebiasaan positif. Simpulan penelitian ini adalah teknik reward efektif dalam menekan perilaku tidak disiplin dan menciptakan iklim komunitas yang lebih produktif.
Pelatihan Mindful Self-Compassion dalam Menurunkan Stres Kerja pada Karyawan PT. Surya Intan Mandiri Islahfiyah Azamal Rohmah; Nadhirotul Laily
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 4 No 01 (2026): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v4i01.3075

Abstract

Stres kerja merupakan permasalahan psikologis yang umum terjadi pada karyawan sektor industri dan berpotensi menurunkan kesejahteraan psikologis serta kinerja kerja. Beban kerja tinggi, tekanan target produksi, dan tuntutan waktu yang ketat menjadi faktor dominan pemicu stres kerja pada karyawan PT. Surya Intan Mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pelatihan Mindful Self-Compassion (MSC) dalam menurunkan tingkat stres kerja karyawan. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan model one group pretext posttest. Subjek penelitian berjumlah 20 karyawan bagian produksi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa skala stres kerja yang mengacu pada konsep Robbins dan Judge. Intervensi MSC diberikan dalam empat tahapan utama, yaitu self-kindness, common humanity, mindfulness, dan self-compassion. Data dianalisis menggunakan uji normalitas dan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat stres kerja setelah pelatihan MSC (p<0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa MSC efektif sebagai intervensi psikologis berbasis kesadaran diri dan kasih sayang terhadap diri dalam menurunkan stres kerja karyawan. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap pengembangan intervensi kesejahteraan karyawan di lingkungan kerja dengan tekanan tinggi.
Peers as a Bridge to Adaptation: A Study on Social Adjustment among New Student Namira Aqiilah Salsabillah; Nadhirotul Laily
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i2.19363

Abstract

Social adjustment was an important aspect in adolescent development, especially for students (santri) living in Islamic boarding schools (pesantren) where adaptation to various prevailing social norms and values was required. Peer interaction was believed to play a significant role in facilitating this adjustment, as positive peer relationships enabled individuals to learn social skills, build self-confidence, and understand surrounding social expectations. This study aimed to examine the influence of peer interaction on the social adjustment of junior high school students. A quantitative method with a simple linear regression approach was used. The sample consisted of 85 new students at SMP IT Al-Ibrah Gresik, selected through a saturated sampling technique. Data were collected using a closed-ended questionnaire based on a five-point Likert scale. The peer interaction scale contained 32 items covering openness, cooperation, and frequency of interaction, based on the theory by Suryani and Fitriani (2021). The social adjustment scale comprised 25 items based on Schneiders' theory in Tionardi (2019), which included recognition, participation, social approval, altruism, and conformity. The regression analysis showed that peer interaction had a significant effect on social adjustment, with an F value of 260.765 and a significance of 0.000. These findings emphasized the importance of strengthening positive peer interaction through social skills development programs in pesantren settings. Penyesuaian sosial merupakan aspek penting dalam perkembangan remaja, khususnya bagi santri yang tinggal di pesantren dan dituntut untuk mampu beradaptasi dengan norma serta nilai sosial yang berlaku. Interaksi teman sebaya diyakini berperan penting dalam membantu proses penyesuaian sosial karena melalui hubungan yang positif, individu belajar keterampilan sosial, membangun rasa percaya diri, dan memahami ekspektasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi teman sebaya terhadap penyesuaian sosial santri SMP. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan regresi linier sederhana. Sampel berjumlah 85 santri baru SMP IT Al-Ibrah Gresik yang diambil melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan angket tertutup berbasis skala Likert lima poin. Skala interaksi teman sebaya terdiri dari 32 item berdasarkan aspek keterbukaan, kerjasama, dan frekuensi hubungan menurut Suryani dan Fitriani (2021). Skala penyesuaian sosial terdiri dari 25 item berdasarkan teori Schneiders dalam Tionardi (2019) yang mencakup lima dimensi: recognition, participation, social approval, altruisme, dan conformity. Hasil analisis regresi menunjukkan pengaruh signifikan interaksi teman sebaya terhadap penyesuaian sosial, dengan nilai F sebesar 260,765 dan signifikansi 0,000. Temuan ini menekankan pentingnya penguatan interaksi positif melalui program pengembangan keterampilan sosial di lingkungan pesantren.
Empowering Shadow Teachers through Integrated STEAM-Based Learning and Positive Behaviour Support: A Community Service Program for Inclusive Education Teachers Laily, Nadhirotul; Chamimmah Lailis Indriani, Nur; Hendarwati, Endah; Faizah, Ima; Nisak Aulina, Choirun
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2026): Plakat: Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v8i2.29026

Abstract

The rapid expansion of inclusive education in Indonesia has increased the demand for competent Shadow Teachers (Guru Pendamping Khusus/GPK) who are able to support children with special needs (ABK) in regular classrooms. However, many teachers at early childhood, elementary, and secondary levels remain underprepared to identify the characteristics of ABK, design individualized learning strategies, manage behaviour and emotional regulation, apply multisensory media, and collaborate with parents. This community service program aimed to strengthen these competencies among 76 teachers from early childhood, elementary, and secondary schools under Majelis Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (PAUD Dasmen) 'Aisyiyah East Java through a two-day intensive Shadow Teacher training. The program integrated four components: inclusive education foundations, Shadow Teacher professional competencies, STEAM-based inclusive learning, and Positive Behaviour Support, framed within the Pyramid of Learning model. Activities included interactive workshops, simulation, role play, case studies, mini-projects, reflection, and pre-post test evaluation, delivered across three stages: needs assessment, implementation, and evaluation. The program strengthened participants' knowledge of inclusive pedagogy, their skills in designing individualized and multisensory learning, and their confidence in supporting children with special needs, while also fostering an emerging community of practice among Shadow Teachers within the 'Aisyiyah education network. The findings suggest that integrating inclusive education, STEAM, and positive behaviour approaches offers a holistic and replicable model for Shadow Teacher capacity building in faith-based school networks.Pesatnya perluasan pendidikan inklusif di Indonesia meningkatkan kebutuhan akan Guru Pendamping Khusus (GPK) atau Shadow Teacher yang kompeten dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus (ABK) di kelas reguler. Namun, sebagian besar guru pada jenjang PAUD, dasar, dan menengah belum memiliki kesiapan memadai untuk mengidentifikasi karakteristik ABK, merancang strategi pembelajaran individual, mengelola perilaku dan regulasi emosi, menggunakan media multisensori, serta berkolaborasi dengan orang tua. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi tersebut pada 76 guru PAUD, sekolah dasar, dan menengah di bawah Majelis Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (PAUD Dasmen) Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Jawa Timur melalui pelatihan intensif Shadow Teacher selama dua hari. Program mengintegrasikan empat komponen: dasar-dasar pendidikan inklusif, kompetensi profesional Shadow Teacher, pembelajaran inklusif berbasis STEAM, dan Positive Behaviour Support, yang dibingkai dalam model Pyramid of Learning. Kegiatan meliputi workshop interaktif, simulasi, role play, studi kasus, mini project, refleksi, serta evaluasi pre-test dan post-test yang dilaksanakan dalam tiga tahap: asesmen kebutuhan, implementasi, dan evaluasi. Program ini memperkuat pengetahuan peserta mengenai pedagogi inklusif, keterampilan menyusun pembelajaran individual dan multisensori, serta kepercayaan diri dalam mendampingi ABK, sekaligus membangun komunitas praktik Shadow Teacher di lingkungan pendidikan 'Aisyiyah. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi pendekatan pendidikan inklusif, STEAM, dan positive behaviour menawarkan model pengembangan kapasitas Shadow Teacher yang holistik dan dapat direplikasi pada jejaring sekolah berbasis keagamaan.