Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Altruisme dan Keterlibatan Akademik pada Mahasiswa: Peran Psychological Well-Being sebagai Variabel Mediator Fuadah, Luk Luk Atul; Nainggolan, Eben Ezer; Muslikah, Etik Darul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12668

Abstract

The problem in this study was identified as the low level of academic engagement in students in Surabaya, which is thought to be influenced by altruism, with the role of psychological well-being as a mediator that is expected to be able to strengthen or explain the relationship, so that researchers conducted a study that attempted to see the relationship between Altruism and Academic Engagement and Psychological Well-Being as a mediator with the aim of exploring the complex relationship between altruistic behavior, psychological well-being, and academic engagement of students. The respondents of this study were 384 active students in Surabaya. The analysis technique used was mediation analysis with the help of JASP. The results showed that Altruism had a relationship with Academic Engagement of 56.3 with a significance level of 0.001 (p<0.05). The mediation test showed that Psychological Well-Being was able to mediate the relationship between Altruism and Academic Engagement from the indirect effect having a Z-value of -14.7 with a significance level of less than 0.001 which stated that Psychological Well-Being was able to partially mediate the relationship between altruism and academic engagement.
Sense of Belongingness dan Academic Engagement pada Mahasiswa: Peran Psychological Well-Being sebagai Mediator Nadifah, Nadifah; Nainggolan, Eben Ezer; Muslikah, Etik Darul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12725

Abstract

Rendahnya academic engagement dapat memunculkan berbagai permasalahan baru yang berhubungan dengan prestasi akademik mahasiswa, kesehatan mental, dan isu akademik lainnya. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa academic engagement memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan intensi untuk drop out. Berdasarkan data yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada tahun 2023, tercatat sebanyak 4% atau 375.134 mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia mengalami putus studi. Dari jumlah tersebut, mahasiswa program sarjana mendominasi sebanyak 308.495 orang atau 82,24% dari keseluruhan kasus drop out. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran psychological well-being sebagai variabel mediator dalam hubungan antara sense of belongingness dan academic engagement pada mahasiswa di Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan variabel mediator. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode accidental sampling, melibatkan 384 mahasiswa sebagai responden. Analisis mediasi menggunakan perangkat statistik Jamovi versi 2.6.17 menunjukkan bahwa sense of belongingness memiliki hubungan langsung yang signifikan dengan academic engagement. Namun, analisis hubungan tidak langsung menunjukkan bahwa psychological well-being tidak berperan sebagai mediator dalam hubungan tersebut. Dengan demikian, H1 diterima, sedangkan H2 ditolak.
Self Awareness dan Altruisme pada Guru Tetap dan Guru Honorer Vivi Niwang Sari; Eben Ezer Nainggolan; Etik Darul Muslikah
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 2 No. 3 (2025): Juni
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v2i3.4727

Abstract

This study aims to determine the relationship between self-awareness and altruistic behavior and, the differences between the two based on gender, school status, and teacher status both permanent and honorary teachers. The research sample involved 367 participants who were members of the Surabaya teachers group community on social media. The measuring instruments used in the study were the Self-Report Altruism Scale (SRA) (α=0.761) and the self-awareness scale (α=0.826). The results of simple regression analysis show that there is a significant positive correlation between self-awareness and altruism. The test results of the relationship between self-awareness and altruism on gender (male = 117, female = 250) show no significant difference between self-awareness and altruism in men and women. The test results of the relationship between self-awareness and altruism on teacher status (permanent teacher = 180, honorr teacher = 187) show a significant difference between self-awareness and altruism in the group of permanent teachers and honorary teachers. The test results of the relationship between self-awareness and altruism on school status (public school teachers = 136, private school teachers = 231) show no significant difference between self-awareness and altruism in public and private school teachers.
Konformitas dengan Perilaku Agresi pada Suporter Bola pada Usia Dewasa Awal Wicaksono, Alwi Dwi; Sofiah, Diah; Muslikah, Etik Darul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 02 (2025): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i02.12821

Abstract

Dari tahun tahun ke tahun perilaku agresi semakin meningkat. Menurut badan pusat statistik dari tahun 2018 hingga 2020 kasus perilaku agresi meningkat sebesar 10,7%. Perilaku agresi menjadi fenomena yang belum terselesaikan sampai saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara konformitas dengan perilaku agresi pada supporter sepak bola di Kota Surabaya. Pendekatan penelitian kuantitatif digunakan dengan melibatkan 202 responden yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui skala berbasis skala Likert, yang kemudian dianalisis menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara konformitas dan perilaku agresi (r = 0,545, p < 0,00). Artinya, semakin tinggi tingkat konformitas semakin tinggi perilaku agresi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konformitas dapat mempengaruhi perilaku agresi pada supporter bola di Kota Surabaya.
Regulasi Emosi dan Work-life Balance dengan Burnout pada Karyawan Bagian Pemasaran Al Haq, Muhammad Dava; Sofiah, Diah; Muslikah, Etik Darul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 02 (2025): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i02.12842

Abstract

Karyawan merupakan aset penting dalam sebuah perusahaan. Para karyawan dituntut memiliki kinerja serta etos yang tinggi seperti melakukan pekerjaan secara total, bekerja sesuai dengan deadline, disiplin waktu yang tinggi, dan dituntut memiliki konsentrasi yang tinggi diharapkan meningkatnya motivasi karyawan dalam mencapai target sesuai standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Berbagai tugas dan tekanan yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan akan berdampak pada mental dan fisik karyawan. Tujuan dari penelitian korelasional kuantitatif ini adalah untuk mengetahui bagaimana regulasi emosi dan work life balance mempengaruhi burnout pada karyawan PT. Dwi Surya Perkasa. Partisipan penelitian ini sebanyak 70 responden yang terdapat pada PT. Dwi Surya Perkasa. Analisis regresi berganda adalah metode analisis yang digunakan. Menurut data, terdapat dampak sebesar 60% dari burnout dan hubungan sebesar 0,604 antara regulasi emosi dan work life balace. Regulasi emosi tidak berkorelasi dengan burnout dengan nilai signifikansi 0,252 (p
NORMA MORAL DAN INTENSI KORUPSI AKADEMIK MAHASISWA: PERAN MEDIASI MORAL DISENGAGEMENT DALAM KONTEKS PENDIDIKAN TINGGI Failasuva, Harviana Sifa; Muslikah, Etik Darul; Nainggolan, Eben Ezer
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i3.6758

Abstract

Corruption is no longer confined to government institutions but has also penetrated the educational sector, including higher education. University students, who are expected to act as agents of change, may become involved in corrupt practices, particularly academic corruption. This study focuses on examining the relationship between moral norms and students' intention to engage in corruption, as well as the mediating role of moral disengagement in that relationship. This research employed a quantitative correlational approach with a convenience sampling technique. A total of 348 students from various universities in Surabaya participated in this study. Three psychological instruments were used to measure moral norms, moral disengagement, and intention to engage in corruption. Data were analyzed using mediation analysis with Hayes' PROCESS Macro Model 4. The results indicate that moral norms have a significant positive relationship with the intention to commit corruption, and moral disengagement partially mediates this relationship. These findings suggest that students with strong moral norms may still develop corrupt intentions when they justify their actions through moral disengagement mechanisms. The study concludes that moral education in higher education institutions should not only focus on cognitive understanding but also emphasize affective and behavioral internalization to prevent rationalization of unethical conduct. ABSTRAK Fenomena korupsi tidak hanya terjadi di sektor pemerintahan, tetapi juga telah menjalar ke dunia pendidikan, termasuk di lingkungan perguruan tinggi. Mahasiswa sebagai agen perubahan justru berpotensi terlibat dalam tindakan koruptif, khususnya dalam bentuk korupsi akademik. Penelitian ini berfokus pada hubungan antara norma moral dan intensi melakukan korupsi pada mahasiswa, serta peran moral disengagement sebagai mediator dalam hubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik convenience sampling. Sampel terdiri atas 348 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya. Instrumen yang digunakan terdiri dari tiga skala psikologis, yaitu skala norma moral, moral disengagement, dan intensi korupsi. Analisis data dilakukan menggunakan metode analisis mediasi dengan PROCESS Macro Model 4 dari Hayes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa norma moral memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap intensi melakukan korupsi, serta terdapat mediasi parsial oleh moral disengagement dalam hubungan tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa dengan tingkat norma moral tinggi tetap berpotensi memiliki intensi untuk melakukan korupsi apabila mereka merasionalisasi perilaku tersebut melalui mekanisme moral disengagement. Simpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya pendidikan nilai moral di perguruan tinggi yang tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga menyentuh aspek afektif dan perilaku, guna menekan rasionalisasi terhadap tindakan tidak etis.
Organizational citizenship behavior pada karyawan: Bagaimana peranan quality of work life? Suciyanti, Novi; Sofiah, Diah; Muslikah, Etik Darul
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No 1 Juni 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the relationship between quality of work life and organizational citizenship behavior at PT KAI (Persero) Operational Area 8 Surabaya. The approach used in this study is quantitative with a correlational design. The research sample consisted of 108 employees selected through a simple random sampling technique. Data were collected directly using a printed questionnaire, which contained a quality of work life scale and an organizational citizenship behavior scale. Data analysis was performed using the Spearman's rho correlation technique. The results of the analysis showed that there was a significant positive relationship between quality of work life and organizational citizenship behavior with rxy = 0.515, p = 0.000 (p < 0.01). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara quality of work life dengan organizational citizenship behavior karyawan PT KAI (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 108 karyawan yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan secara langsung menggunakan kuesioner cetak, yang memuat skala quality of work life serta skala organizational citizenship behavior. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi Spearman’s rho. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara quality of work life dan organizational citizenship behavior dengan rxy = 0,515, p = 0,000 (p < 0,01).
Organizational citizenship behavior guru : Seberapa besar peran budaya organisasi ? Pratiwi, Mita Fauziyah; Sofiah, Diah; Muslikah, Etik Darul
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No 1 Juni 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the relationship between organizational culture and organizational citizenship behavior among teachers at vocational high schools in Surabaya. Active teacher involvement is a challenge in improving the effectiveness of schools as educational organizations. This study aims to determine the extent to which organizational culture is related to teachers' organizational citizenship behavior. This study used a quantitative correlational approach. The study population consisted of 110 vocational high school teachers in Surabaya, with 86 respondents being selected using a random sampling technique. The data collection instrument was a questionnaire with a rating scale that has been tested for validity and reliability. There is a positive and significant relationship between organizational culture and organizational citizenship behavior, meaning that the stronger the organizational culture, the higher the organizational citizenship behavior among teachers. This finding emphasizes the importance of strengthening organizational culture as a strategy to encourage teacher involvement. Building a strong organizational culture can be a strategic step in improving the quality of human resources and organizational effectiveness at the school level. Penelitian ini membahas hubungan budaya organisasi dan perilaku kewargaan organisasi pada guru di sekolah menengah kejuruan di surabaya. Keterlibatan aktif guru menjadi tantangan dalam meningkatkan efektivitas sekolah sebagai organisasi Pendidikan. Adanya penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana budaya organisasi berhubungan dengan perilaku kewargaan organisasi guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional .Populasi penelitian berjumlah 110 yang merupakan guru sekolah menengah kejuruan di surabaya dengan sampel yang diambil adalah 86 responden menggunakan Teknik random sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner dengan skala penilaian yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Adanya hubungan positif dan signifikan antara budaya organisasi dan perilaku kewargaan organisasi, atau semakin tinggi budaya organisasi maka semakin tinggi perilaku kewargaan organisasi pada guru. Temuan ini menekankan pentingnya penguatan budaya organisasi sebagai strategi untuk mendorong keterlibatan guru sehingga membangun budaya organisasi yang kuat dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan efektivitas organisasi di tingkat sekolah.
Work engagement pada karyawan startup : Bagaimana peranan efikasi diri dan emotional intelligence? Madya Putra, Farihin Nizar; Sofiah, Diah; Muslikah, Etik Darul
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No 1 Juni 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research investigation aims to investigate a connection between seIf-efficacy and emotionaI inteIIigence with work engagement among startup employees. This study uses a correIationaI quantitative approach invoIving 105 startup empIoyees as sampIes taken through totaI sampIing. Data coIIection instruments used the UWES 17 scale for work engagement, the seIf-efficacy scaIe, and the trait emotionaI inteIIigence questioner SF V.1.50 scale. The anaIysis resuIts indicate that, simultaneousIy, seIf-efficacy and emotionaI intelligence have a significant reIationship with work engagement. The coefficient of determination value provides, seIf-efficacy and emotionaI inteIIigence contribute effectiveIy to work engagement by 24.4%. Based on resuIts of the regression coefficient equation test, it was found that seIf-efficacy and emotionaI intelligence can predict work engagement scores. PeneIitian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi keterhubungan antara efikasi diri dan emotionaI inteIIigence dengan work engegement pada karyawan startup. PeneIitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 105 karyawan startup sebagai sampel yang diambiI melalui teknik totaI sampIing. Instrumen pengambilan data dilakukan melalui skala UWES‑17, skaIa efikasi diri dan skala trait emotionaI inteIIigence questioner SF V.1.50. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan, efikasi diri dan emotionaI inteIIigence terdapat hubungan signifikan pada work engagemennt. Berdasarkan niIai koefisien determinasi didapatkan efikasi diri dan emotional intelligence menghasilkan sumbangann efektif kepada work engagement sejumIah 24,4%. Berdasarkan hasiI uji persamaan koefisien regresi didapatkan bahwa efikasi diri dan emotionaI inteIIigence dapat memprediksi niIai work engagement.
Peran Mediasi Moral Disengagement antara Trait Cynicism dan Intention to Corruption pada Mahasiswa Subandriyo, Sayyidah Maharani Putri; Muslikah, Etik Darul; Nainggolan, Eben Ezer
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 4 No 3: Oktober (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v4i3.1760

Abstract

pada sektor pendidikan dan kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara trait cynicism dan intention to corruption dengan moral disengagement sebagai mediator. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional. Partisipan berjumlah 460 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya yang dipilih melalui teknik convenience sampling. Instrumen yang digunakan meliputi skala intention to corruption, skala trait cynicism, dan skala moral disengagement. Analisis data dilakukan dengan menggunakan PROCESS Macro model 4 (Hayes) versi 5.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara trait cynicism dan intention to corruption (β = 0,844; p = 0,000), yang berarti semakin tinggi tingkat trait cynicism mahasiswa, semakin tinggi pula tingkat intention to corruption-nya. Selain itu, moral disengagement terbukti memediasi hubungan antara trait cynicism dan intention to corruption secara parsial (β = 0,419; p = 0,000). Temuan ini mengindikasikan bahwa mahasiswa yang memiliki kecenderungan sinis terhadap orang lain cenderung melepaskan tanggung jawab moralnya, sehingga meningkatkan niat untuk melakukan tindakan koruptif.