Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Kasus Potential Review Supervisor Sales Latar Tempat Kerja di Hotel AA Surabaya Rais Kaisariadi; Etik Darul Muslikah; Dwi Sarwindah Sukiatni
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 6 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i6.2650

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk melakukan Potential Review terhadap posisi Supervisor Sales di Hotel AA Surabaya. Latar belakang penelitian berawal dari permintaan pihak HR yang menemukan adanya penurunan pencapaian target penjualan dan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia secara objektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai potensi, kompetensi, dan kesesuaian individu terhadap tuntutan jabatan melalui asesmen psikologis yang terstruktur. Metode yang digunakan meliputi serangkaian tes psikologi seperti IST, Kraeplin, PAPI Kostick, 16PF, MSDT, serta wawancara terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek memiliki kekuatan pada aspek pengambilan keputusan, tanggung jawab, dan daya ingat, namun lemah pada kemampuan komunikasi, ketelitian, logika berpikir, serta stabilitas emosi. Berdasarkan hasil komparasi profil jabatan dan individu, ditemukan bahwa lebih dari 32% aspek tidak terpenuhi sehingga kandidat dinyatakan tidak disarankan untuk posisi Supervisor Sales. Rekomendasi yang diberikan berupa pelatihan dan  coaching berfokus pada peningkatan kemampuan     komunikasi, kepemimpinan, dan ketelitian agar individu dapat lebih optimal dalam peran profesionalnya.
Efektivitas Pelatihan Empati dalam Menurunkan Kecenderungan Perilaku Bullying pada Siswa Sekolah Dasar Muchammad Rizal; Etik Darul Muslikah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying di sekolah dasar merupakan permasalahan serius yang berdampak negatif terhadap perkembangan emosional, sosial, dan akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan empati dalam menurunkan kecenderungan perilaku bullying pada siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan quasi eksperimen dengan desain one-group pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah lima siswa sekolah dasar yang memiliki kecenderungan perilaku bullying. Instrumen yang digunakan adalah skala bullying, dan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor perilaku bullying yang signifikan setelah diberikan pelatihan empati (Z = -2,023; p < 0,05). Pelatihan empati berbasis pendekatan cognitive behavioral terbukti efektif dalam meningkatkan empati kognitif dan afektif siswa, sehingga mampu menurunkan kecenderungan perilaku bullying. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan empati sebagai salah satu strategi intervensi di sekolah dasar.
Intervensi Konseling Karier Individual Berbasis Pendekatan Trait and Factor untuk Mengatasi Hambatan Kematangan Karier Siswa SMA Anggresvania, Ulima; Muslikah, Etik Darul
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 1 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i1.4078

Abstract

Hambatan dalam kematangan karier merupakan permasalahan yang banyak dialami oleh siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), terutama ketika siswa belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai potensi diri, minat, serta arah perencanaan karier yang realistis. Kondisi ini dapat berdampak pada rendahnya kesiapan siswa dalam mengambil keputusan karier sesuai dengan tahap perkembangannya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan intervensi konseling karier individual berbasis pendekatan Trait and Factor sebagai upaya mengatasi hambatan kematangan karier pada siswa SMA. Mitra kegiatan adalah siswa SMA yang mengalami hambatan dalam kematangan karier. Metode pelaksanaan meliputi pemetaan kebutuhan melalui wawancara dan asesmen psikologis, pelaksanaan konseling karier individual sebanyak lima sesi, serta evaluasi capaian intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman diri, kejelasan arah pilihan karier, serta kemampuan Siswa SMA dalam menyusun perencanaan karier jangka pendek dan jangka panjang. Kegiatan ini menunjukkan bahwa intervensi konseling karier individual berbasis pendekatan Trait and Factor dapat menjadi bentuk layanan pengabdian yang relevan dalam membantu siswa SMA mengatasi hambatan kematangan karier.
Penerapan Konseling Karier Berbasis Trait and Factor dalam Membantu Kematangan Pemilihan Karier Siswa SMA Laily, Sayyidah Nur; Muslikah, Etik Darul
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 1 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i1.4099

Abstract

Pemilihan karier dan jurusan merupakan tugas perkembangan penting pada masa remaja akhir yang menuntut kesiapan individu dalam memahami diri, mengenali alternatif pilihan, serta mengambil keputusan secara bertanggung jawab. Namun, tidak semua siswa berada pada tingkat kematangan pemilihan karier dan jurusan yang optimal. Penerapan konseling karier berbasis trait and factor bertujuan untuk membantu siswa dalam mencapai kematangan pemilihan karier dan jurusan. Sasaran kegiatan adalah seorang siswa SMA kelas XI yang mengalami ketidakmatangan dalam menentukan pilihan karier dan jurusan pendidikan lanjutan. Kegiatan dilaksanakan melalui layanan konseling karier individual yang terdiri dari empat sesi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, serta penggunaan hasil asesmen psikologis sebagai dasar pemahaman karakteristik diri siswa. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa konseling karier berbasis trait and factor mampu membantu siswa dalam memahami potensi diri, mengenali alternatif pilihan karier yang sesuai, serta meningkatkan keyakinan (self-efficacy) dalam pengambilan keputusan karier dan jurusan.
Peran Moral Engagement Memediasi Antara Attitude Dan Intention to Corruption pada Mahasiswa Zeverina Nur Alifah Zahra; Etik Darul Muslikah; Eben Ezer Nainggolan
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 04 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Corruption is a serious problem that not only undermines governance but has also spread to various sectors, including higher education. Students, as agents of change, even show a permissive attitude toward corrupt behavior from their college days. This study aims to examine the relationship between attitude and intention to engage in corruption, as well as the role of moral engagement as a mediator among students. This study employs a quantitative approach with a correlational design. The subjects of this research are active students in Surabaya, with a population of 300,031 and a sample of 358 students selected using convenience sampling. Data were analyzed using mediation regression with the assistance of SPSS software and the PROCESS Macro Model 4. The results of the study indicate that attitudes toward corruption have a positive and significant relationship with the intention to engage in corruption. Additionally, moral engagement was found to partially mediate this relationship Keywords: Attitude, Intention to Corruption, Moral Engagement Abstrak Korupsi merupakan permasalahan yang serius tidak hanya merusak tata kelola pemerintahan, tetapi juga telah merambah di berbagai sektor, termasuk perguruan tinggi. Mahasiswa sebagai agen perubahan bahkan menunjukkan kecenderungan permisif terhadap perilaku koruptif sejak di bangku kuliah. Kajian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara attitude dan intention to corruption, serta peran moral engagement sebagai mediator pada mahasiswa. Kajian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif di Surabaya dengan jumlah populasi 300.031 dan sampel sebanyak 358 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik convience sampling. Data dianalisis menggunakan regresi mediasi melalui bantuan perangkat lunak SPSS dan PROCESS Macro Model 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap terhadap korupsi memiliki hubungan positif dan signifikan dengan niat untuk melakukan korupsi. Selain itu, moral engagement terbukti memediasi secara parsial hubungan tersebut. Kata kunci: Attitude, Intention to Corruption, Moral Engagement
Hubungan Antara Self Transedence Values Dan Digital Prosocial Behavior Pada Mahasiswa Di Kota Surabaya: Peran Moral Elevation Sebagai Mediator Nur Laila Fajrin; Eben Ezer Nainggolan; Etik Darul Muslikah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4665

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara self-transcendence values dan digital prosocial behavior pada mahasiswa di Kota Surabaya, serta menguji peran moral elevation sebagai mediator dalam hubungan tersebut. Perilaku prososial dalam konteks digital menjadi fenomena yang semakin penting seiring meningkatnya penggunaan media digital dalam kehidupan mahasiswa. Namun, kemunculan perilaku prososial digital tidak terlepas dari pengaruh nilai personal dan emosi moral yang dimiliki individu, sehingga perlu dikaji lebih lanjut melalui pendekatan empiris. Hasil analisis data menunjukkan bahwa self-transcendence values berpengaruh positif dan signifikan terhadap digital prosocial behavior (B = 0,8851; t = 4,7711; p = 0,0000). Interval kepercayaan 95% berada pada rentang LLCI = 0,5203 hingga ULCI = 1,2498, yang tidak melewati angka nol, sehingga Hipotesis 1 dinyatakan diterima. Selanjutnya, hasil uji mediasi menunjukkan bahwa self-transcendence values berpengaruh positif dan signifikan terhadap moral elevation (B = 0,9386; t = 14,9030; p = 0,0000), serta moral elevation berpengaruh positif dan signifikan terhadap digital prosocial behavior (B = 0,9389; t = 7,8599; p = 0,0000). Selain itu, hasil uji efek tidak langsung menunjukkan nilai effect sebesar 0,8812 dengan interval kepercayaan bootstrap 95% pada rentang 0,6212 hingga 1,1649 yang tidak melewati angka nol. Temuan ini menunjukkan bahwa moral elevation memediasi secara signifikan hubungan antara self-transcendence values dan digital prosocial behavior, sehingga Hipotesis 2 dinyatakan diterima. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa nilai self-transcendence berperan penting dalam mendorong perilaku prososial mahasiswa di ruang digital, baik secara langsung maupun melalui pengalaman emosi moral berupa moral elevation.
Hubungan Antara Tekanan Sosial Dan Quarter Life Crisis Pada Mahasiswa di Kota Surabaya: Peran Kecemasan Karir Sebagai Variabel Mediator Nabila Octaviola Rosanti; Eben Ezer Nainggolan; Etik Darul Muslikah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4672

Abstract

Mahasiswa pada fase dewasa awal berada pada masa transisi yang ditandai oleh tuntutan pencapaian akademik, pemenuhan ekspektasi sosial, serta kesiapan memasuki dunia kerja. Kondisi ini berpotensi memunculkan quarter life crisis (QLC), yaitu krisis psikologis berupa kebingungan arah hidup, ketidakpastian masa depan, dan tekanan dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini berlandaskan teori QLC dari Robbins dan Wilner serta kerangka konseptual Robinson dan Wright, dengan menempatkan tekanan sosial sebagai faktor eksternal dan kecemasan karier sebagai mekanisme psikologis yang diduga memediasi QLC. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional non-eksperimental. Partisipan berjumlah 223 mahasiswa aktif di Kota Surabaya (usia 18–25 tahun) yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert secara daring (Google Form) menggunakan skala tekanan sosial, kecemasan karier, dan QLC. Analisis dilakukan dengan uji mediasi menggunakan PROCESS Macro Hayes berbasis bootstrapping. Hasil menunjukkan tekanan sosial tidak berhubungan signifikan dengan QLC (B=0,1640; p=0,4827), kecemasan karier juga tidak berhubungan signifikan dengan QLC (B=-0,2637; p=0,4176), serta tidak terdapat efek mediasi kecemasan karier (B=0,0032; p=0,4274). Kesimpulannya, QLC pada mahasiswa Surabaya dipengaruhi faktor lain di luar tekanan sosial dan kecemasan karier.
Peran Work Engagement Sebagai Mediator Dalam Hubungan Antara Psychological Capital Dan Turnover Intention Pada Guru Di Sidoarjo Sekar Ardhity Koesdhyanindra Antya Ramadhany; Eben Ezer Nainggolan; Etik Darul Muslikah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4673

Abstract

Tingginya turnover intention di kalangan guru menimbulkan tantangan substansial yang berdampak pada keberlanjutan organisasi sekolah serta mutu pendidikan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki keterkaitan antara psychological capital dan turnover intention, serta mengevaluasi fungsi work engagement sebagai mediator pada guru. Pendekatan kuantitatif dengan desain survei diterapkan dalam penelitian ini. Partisipan melibatkan 380 guru yang bertugas di Kabupaten Sidoarjo, dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner yang mengukur psychological capital, work engagement, dan turnover intention, diikuti analisis mediasi dengan bantuan PROCESS Macro Hayes. Temuan empiris mengungkapkan bahwa psychological capital berpengaruh negatif signifikan terhadap turnover intention. Lebih lanjut, psychological capital berkontribusi positif terhadap work engagement, sementara keterlibatan kerja menunjukkan pengaruh negatif terhadap turnover intention. Analisis mediasi menunjukkan bahwa work engagement secara parsial memediasi hubungan antara psychological capital dan turnover intention. Implikasi temuan ini menekankan bahwa penguatan psychological capital pada guru dapat mengurangi turnover baik secara langsung maupun tidak langsung melalui peningkatan work engagement. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan kajian psikologi kerja dan organisasi dalam konteks pendidikan, serta implikasi praktis bagi pemangku kepentingan pendidikan dalam merancang intervensi yang berfokus pada penguatan sumber daya psikologis guru, meskipun perlu dipertimbangkan keterbatasan generalisasi ke konteks regional lainnya.
Hubungan antara Competitive Team Climate dan Unethical Pro-Team Behavior: Peran Collective Moral Disengagement sebagai Mediator pada Karyawan Yang Bekerja Berbasis Tim di Jawa Timur Angelina Putri Gansaleng; Etik Darul Muslikah; Eben Ezer Nainggolan
Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM) Vol. 3 No. 1 (2026): Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/6crmkm67

Abstract

Penerapan sistem kerja berbasis tim semakin banyak digunakan organisasi untuk meningkatkan efektivitas dan kinerja. Namun, kompetisi antartim yang semakin tinggi dapat mendorong anggota tim mengutamakan keberhasilan kelompok dibandingkan kepatuhan terhadap norma dan etika organisasi, sehingga berpotensi memunculkan Unethical Pro-Team Behavior. Berdasarkan Social Identity Theory, perilaku tersebut diperkirakan muncul melalui berkembangnya Collective Moral Disengagement sebagai mekanisme psikologis yang memediasi pengaruh Competitive Team Climate terhadap Unethical Pro-Team Behavior. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menguji peran Collective Moral Disengagement sebagai mediator dalam hubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Partisipan penelitian berjumlah 358 karyawan yang bekerja dalam sistem kerja berbasis tim dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala Likert yang mengukur Competitive Team Climate, Collective Moral Disengagement, dan Unethical Pro-Team Behavior. Analisis data dilakukan menggunakan PROCESS Hayes Model 4 dengan teknik bootstrapping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Competitive Team Climate berpengaruh positif dan signifikan terhadap Collective Moral Disengagement dan Unethical Pro-Team Behavior. Selain itu, Collective Moral Disengagement juga berpengaruh positif terhadap Unethical Pro-Team Behavior serta terbukti memediasi secara parsial hubungan antara Competitive Team Climate dan Unethical Pro-Team Behavior. Temuan ini menunjukkan bahwa iklim kerja yang kompetitif dapat meningkatkan kecenderungan perilaku tidak etis melalui berkembangnya pembenaran moral secara kolektif dalam tim. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan literatur psikologi industri dan organisasi dengan memperkuat penerapan Social Identity Theory.  
Hubungan antara Kreativitas Kerja dan Job Performance pada Karyawan di Jawa Timur: Peran Work Engagement sebagai Mediator Nungki Oriza Mauvuroh; Etik Darul Muslikah; Eben Nezer Nainggolan
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 07 Juli (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan kerja yang volatile, uncertain, complex, dan ambiguous menuntut karyawan untuk tidak hanya menyelesaikan tugas secara prosedural, tetapi juga menghasilkan gagasan baru yang mendukung efektivitas kinerja. Tujuan penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kreativitas kerja dan job performance pada karyawan di Jawa Timur serta menguji peran work engagement sebagai mediator hubungan tersebut. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan model mediasi. Partisipan berjumlah 400 karyawan lintas sektor di Jawa Timur yang dipilih melalui accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan Individual Work Performance Questionnaire, Creativity Process Assessment Scale, dan Utrecht Work Engagement Scale, kemudian dianalisis menggunakan PROCESS macro Hayes Model 4 dengan metode bootstrapping 5000 sampel. Hasil kreativitas kerja berhubungan positif dan signifikan dengan job performance (total effect = 0,669; p<0,001). Work engagement terbukti memediasi hubungan tersebut secara parsial, dengan efek tidak langsung sebesar 0,487 (BootLLCI = 0,382; BootULCI = 0,614) yang tidak melewati angka nol. Model menjelaskan 56,0% varians job performance. Kesimpulan work engagement berperan sebagai mekanisme psikologis yang memperkuat transformasi kreativitas kerja menjadi kinerja optimal. Organisasi perlu menciptakan iklim kerja yang mendorong keterlibatan psikologis karyawan agar potensi kreatif dapat terwujud menjadi kontribusi kinerja nyata.