Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

KARAKTER BERBICARA DOSEN PADA MATA KULIAH SOSIOLINGUISTIK Sabila, Amy
JURNAL PESONA Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : JURNAL PESONA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aimed to obtain a description of the characteristics of talk learning a language lecturer in sociolinguistics (bilingualism and diglossia). The method used in this study is a qualitative method of data collection and data analysis. At the stage of data collection and analysis of data used refer to the method and note. The technique used in this study are freely refer to the technique involved capably (SBLC), competent engineering and technical notes. The data source of this research is a lecturer who conduct learning activities by taking into account the characteristics of speech and use of language. Research result showed that there were 103 utterances of the four types of activities of lecturers, which explains, asks, ruled, and strengthen. Activities to explain as much as 89 utterances, then followed by asking 12 speech activity, as well as govern the activities and there are 2 amplifies speech. Of all the characteristics that dominate talk is characteristics explained by using interrogative sentence as much as 89 utterances. Case is because the lecturers use the lecture method because the material is considered support to speak a lot in class.Keywords: Characteristics of Speech, Language Lecturer, Sosiolinguistic, Bilingualism and Diglossia.
PELATIHAN MENULIS TEKS DESKRIPTIF SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 SUKOHARJO Saputry, Dessy; Sabila, Amy; Shany, Alfia
Bagimu Negeri Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v8i1.2365

Abstract

Keterampilan  dan menulis  merupakan  salah  satu  aspek  keterampilan  berbahasa  yang  sangat dibutuhkan, terutama dalam mengungkapkan ide, pikiran, dan perasaan melalui karangan, baik fiksi maupun nonfiksi. Teks deskripsi adalah rangkaian kalimat yang memaparkan atau melukiskan sesuatu, baik berdasarkan pengalaman maupun pengetahuan. Tujuan dari pelatihan ini ialah untuk menambah wawasan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam berbagai bidang sehingga mereka bukan hanya mampu secara kognitif dan psikomotor, tetapi juga mampu bersikap  baik dalam berkomunikasi baik dengan sesama teman maupun orang tua dan guru mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini  yaitu mengumpulkan data dari tugas siswa yang telah kami tugaskan, kemudian kami analisis berdasarkan materi teks deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk melatih siswa agar lebih mengembangkan kreativitas dalam berbahasa dan menulis.
PELATIHAN PENGUNAAN KONJUNGSI PADA KALIMAT WACANA BERITA Sabila, Amy; Arfiandita, Melvin; Annisa, Reyka
Bagimu Negeri Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v7i2.2167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan pemakaian konjungsi yang baik dan benar dalam pengunaan konjungsi pada kalimat wacana berita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriftif kualitatif. Berdasarkan data dan hasil penelitian yang diperoleh, bahwa pengunaan konjungsi pada kalimat wacana berita kelas VIII SMPN 2 Pringsewu dapat dipahami dengan baik. Ketika diberikan tes dan diberi penugasan berupa wacana berita, mereka mampu menjawab dengan baik. Hal tersebut menunjukan bahwa siswa dapat memahami kata hubung pada wacana berita serta dapat dibimbing dengan baik dalam penulisan berdasarkan contoh yang diberikan. Siswa mampu mengaplikasikan dan menemukan berbagai tulisan kalimat konjungsi yang terdapat pada kalimat wacana berita yang dilakukan secara individu dan berdiskusi. Penggunaan konjungsi yang terdapat pada kalimat wacana berita yaitu penggunaan konjungsi koordinatif, konjungsi subordinatif, konjungsi antar kalimat serta konjungsi antar paragraf. Siswa mampu memahami dengan baik  jenis-jenis,  dan fungsi-fungsi serta pengunaan konjungsi pada kalimat wacana berita dengan baik.
Apresiasi sastra melalui pembelajaran tematik di Sekolah Dasar Sabila, Amy; Kurniati, Lisdwiana; Saputry, Dessy
Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 23, No 2 (2022): Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aksara/v23i2.pp189-202

Abstract

Apresiasi sastra merupakan pembelajaran bahasa Indonesia yang terdapat di Sekolah Dasar. Apresiasi melibatkan pikiran, perasaan, penghayatan, analisis, evaluasi, hingga deskripsi. Mengapresiasi puisi berarti sadar akan nilai mengenai puisi. Pembelajaran apresiasi sastra hendaknya disesuaikan dengan tema yang diberikan. Tujuan penelitian dimaksudkan untuk memahami dan mengaplikasikan pembelajaran apresiasi sastra melalui pembelajaran tematik terpadu. Hasil dan pembahasan dapat dikatakan bahwa pembelajaran apresiasi sastra dapat diimplementasikan melalui pembelajaran tematik.Kata kunci: Apresiasi, Sastra, Pembelajaran, dan Tematik
Tindak Tutur pada Interaksi Jual Beli di Pasar Tradisional Sabila, Amy; Alvianto, Fadly; Saputry, Dessy; Kholidah, Umi
Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran) Vol 7 No 1 (2023): Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kibasp.v7i1.8061

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur pada interaksi jual beli di pasar tradisional Adiluwih. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat bentuk tindak tutur lokusi sebanyak 46 data, ilokusi sebanyak 84, dan perlokusi sebanyak 30 data. Simpulan, tuturan ilokusi banyak digunakan dalam percakapan antara penjual dan pembeli karena tuturan tersebut memiliki makna tertentu dalam tuturannya. Kata Kunci: Interaksi jual beli, Pasar Tradisional, Tindak Tutur
PELATIHAN PENULISAN TEKS CERAMAH BERDASARKAN STRUKTUR DAN KAIDAH KEBAHASAAN PADA UMIDA MASJID AT-TAQWA Saputry, Dessy; Sabila, Amy; Diana, Ani
Bagimu Negeri Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v9i1.2858

Abstract

Pelatihan Penulisan Teks Ceramah, Penelitian bertujuan untuk memahami penulisan teks ceramah berdasarkan struktur dan kaidah kebahasaan ceramah, mendeskripsikan penulisan teks ceramah berdasarkan struktur dan kaidah kebahasaan ceramah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan data yang diperoleh terdapat data dari kesesuaian struktur teks ceramah, kelengkapan isi, serta penggunaan kaidah kebahasaan yang tepat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Struktur dan Kaidah Kebahasaan Teks Ceramah? Adapun pendekatan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan metode simak. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 3 judul teks ceramah. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi, teknik simak, catat, dan analisis. Hasil analisis data dapat diketahui bahwa dalam pelatihan penulisan teks ceramah sudah memenuhi dari segi strukturnya, yaitu pendahuluan, isi, dan penutup. Selanjutnya untuk kaidah kebahasaan terdapat 3 teks ceramah semua memiliki kata kerja persuasif yaitu dalam ceramah yang berjudul Tanggungjawab Pemuda, Letak Pentingnya Al Quran, Perbedaan adalah Rahmat. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa dalam penulisan teks ceramah dalam strukturnya sudah memenuhi ciri-ciri teks ceramah.
PELATIHAN BERPIDATO MELALUI METODE NASKAH KELAS VI SEMESTER GENAP SDN 4 WAY LIMA Sabila, Amy; Jiddan, Muhammad Afif; Nurlita, Ruli; Miftaulia, Pingki; Salsabilla, Salma
Bagimu Negeri Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v9i1.2847

Abstract

Keterampilan berbicara di depan umum merupakan aspek penting dalam dunia pendidikan dan kehidupan sosial. Namun, banyak siswa sekolah dasar masih mengalami kesulitan dalam menyampaikan pidato secara sistematis dan percaya diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan berpidato menggunakan metode naskah bagi siswa kelas VI di SDN 4 Way Lima. Metode penelitian yang digunakan melibatkan observasi, penyusunan materi, serta pelaksanaan pelatihan yang mencakup latihan membaca dan menyampaikan pidato dengan intonasi dan ekspresi yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan siswa dalam menyusun naskah, menyampaikan pidato dengan intonasi yang lebih baik, serta meningkatkan kepercayaan diri mereka. Meskipun beberapa tantangan masih dihadapi, seperti ketergantungan pada naskah dan rasa gugup saat berbicara di depan umum, latihan yang berkelanjutan terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Dengan demikian, metode naskah dapat dijadikan sebagai strategi pembelajaran berkelanjutan untuk mengembangkan keterampilan komunikasi siswa sejak dini.
Siegel's robust regression model in analyzing the effect of organizational interest on student academic achievement Rahma Faelasofi; Cahyadi, Rahman; Sabila, Amy; Hendrowati, Tri Yuni; M. Badrun
Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 16 No 2 (2025): Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Islam Raden Intan Lampung, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajpm.v16i2.29097

Abstract

Purpose: This study aims to understand how students’ interest in participating in campus organizations relates to their academic performance. The question is not simply whether interest leads to better grades, but how this interest, which grows from personal motives and external influences, might interact with students’ learning habits in ways that are not always linear or predictable. Method: The research involved 140 students, and organizational interest was measured using a questionnaire that had been validated through confirmatory factor analysis. GPA was collected as the measure of achievement. When the data were examined, both variables showed clear deviations from normality and contained several outliers. Rather than forcing the data into a conventional regression model, the study employed Siegel’s median-based robust regression, which is more capable of producing stable estimates when extreme values distort the usual assumptions. Findings: The analysis showed that organizational interest is supported by indicators with adequate loading values, and the regression results revealed a positive and statistically meaningful relationship between interest and GPA. Students who expressed stronger organizational interest tended to earn higher academic scores, even when the data’s irregularities were taken into account. Significance: The study suggests that organizational engagement is not merely an extracurricular activity but a space where students develop habits and skills that support academic success. It also underlines the value of choosing analytical methods that genuinely fit the nature of educational data, especially when they contain outliers or non-normal patterns.
The Role of Digital Literacy and Digital Competence in Relation to Speaking Performance in the PBSI Speaking Course Sabila, Amy; Ariyani, Farida; Fuad, Muhammad
Journal of Language and Literature Studies Vol. 6 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jolls.v6i3.4990

Abstract

This study examines the associations between digital literacy, digital competence, and speaking performance among students enrolled in the Speaking Skills Course within the Indonesian Language and Literature Education (PBSI) program at the University of Muhammadiyah Pringsewu Lampung, even semester 2025/2026. Although digital technology use in higher education continues to expand, its association with students’ oral communicative performance remains underexplored, particularly in regional university contexts. Using a quantitative correlational design with total sampling, the study involved 60 participants from two classes (Class A and Class B, n = 30 each). Digital literacy, digital competence, and speaking performance were measured using a Digital Literacy Questionnaire adapted from Gilster (1997) and Hague and Payton (2010), a DigComp 2.1-based questionnaire (Carretero et al., 2017), and an oral performance rubric assessing pronunciation, fluency, accuracy, vocabulary, and discourse organization. Pearson correlation analysis showed that digital literacy (r = 0.621, p < 0.05) and digital competence (r = 0.583, p < 0.05) were each significantly and positively associated with speaking performance. In a combined multiple regression model, the two variables jointly accounted for 48.1% of the variance in speaking performance (R² = 0.481, F = 26.847, p < 0.05). These results indicate that digital literacy and digital competence are distinct yet complementary correlates of speaking performance among the participating students. A specific implication is that speaking-course design in PBSI programs may benefit from deliberately incorporating structured digital literacy and digital competence activities alongside conventional oral-skill instruction.
The GenAI-Prompting Learning Model (GPLM): Developing and Testing a Structured Prompting Framework to Support Pre-service PBSI Teachers’ Metacognitive Skills Kurniati, Lisdwiana; Sabila, Amy; Astuti, Roro Dwi
Journal of Language and Literature Studies Vol. 6 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jolls.v6i3.5041

Abstract

Pre-service Indonesian Language Education (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia/PBSI) teachers often struggle to translate instructional-design theory into contextually grounded, creative lesson designs. Building on evidence of a broader theory-practice gap in Indonesian pre-service language teacher education, this study examined whether this gap is compounded by underdeveloped metacognitive regulation (planning, monitoring, evaluating) among fourth-semester PBSI students enrolled in the Indonesian Language and Literature Learning Studies course at Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI). The study aimed to develop, validate, and empirically test the GenAI-Prompting Learning Model (GPLM), a four-level structured prompting framework (Exploratory, Analytical, Synthetic, and Evaluative Prompting) designed to support students' metacognitive regulation during instructional-design tasks. An embedded mixed-methods Research and Development (R&D) design was used, operationalized through the five ADDIE stages (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate); qualitative data were nested within a pre-experimental one-group pretest-posttest quantitative design and used to explain the numerical findings. The GPLM was reviewed by three expert validators (two language-pedagogy specialists and one educational-technology specialist) and implemented with 41 fourth-semester PBSI students (28 female, 13 male) over a 14-session/14-week intervention. Instruments comprised the Metacognitive Skills Test (MST), the Instructional Design Quality Rubric (IDQR), a 15-item GPLM Practicality Questionnaire, observation sheets, digital prompting journals, and semi-structured interviews with 15 purposively selected students. Content validity, calculated with Lawshe's (1975) Content Validity Ratio across three validators, reached 0.99; because CVR critical values are conventionally tabulated for panels of five or more raters, this result is reported with the underlying calculation and interpreted as indicative rather than definitive evidence of content validity. Thematic analysis of interviews and journals identified three explanatory themes-externalization of internal thought, iterative refinement through dialogic interaction, and emerging epistemic agency. The findings showed that the GPLM is a well-received, promising instructional tool associated with improved metacognitive and instructional-design scores, rather than as proof of a causal "acceleration" effect.