Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA SAAT PENYEMPROTAN TANAMAN PERTANIAN DAN APLIKASI PENGGUNAAN PESTISIDA DI DESA TALIMBARU KECAMATAN BARUS JAHE KABUPATEN KARO Sembiring, Haesti; Angin, Susanti Perangin; Bambang, Teddy; Nolia, Helfi; Karo, Marina; Rusli, Mustar; Sinaga, Jernita
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Januari 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v2i1.2241

Abstract

Pentingnya penggunaan alat pelindung diri sebagai keselamatan kerja sangat penting dipahami para petani menggingat tingginya risiko terjadinya keracunan pestisida. Menurut perkiraan organisasi kesehatan sedunia World Health Organization (WHO) dan program lingkungan persatuan bangsa-bangsa United Nations Environment Programming (UNEP) 1,5 juta kasus keracunan pestisida pada pekerja di sektor pertanian sebagian besar kasus keracunan tersebut di negara berkembang yang 20.000 di antaranya berakibat fatal. Petani sebagai pengguna pestisida mempunyai resiko tertinggi terpapar pestisida yang mengakibatkan cacat tubuh dan kematian dan hasil peneliti menunjukkan tingginya angka kejadian keracunan di sebabkan oleh pestisida antara 20–50%). Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan aplikasi penggunaan pestisida di Desa Talimbaru Kecamatan Barusjahe. Pengabdian ini menggunakan metode penyuluhan dan demonstrasi, evaluasi kegiatan dilakukan dengan penilaian pengetahuan dan kemampuan peserta dengan secara lisan dan demonstrasi. Diharapkan nantinya dari pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam penggunaan APD) dan aplikasi penggunaan pestisida dengan benar. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan secara langsung dan demontrasi penggunaan APD serta Penggunaan Aplikasi Pestisida yang benar sehingga petani terhindar dari keracunan akibat pemakaian pestisida
PENGABDIAN  MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH  BERBASIS 3 R (REDUCE, REUSE DAN RECYCLE) DI  DESA KUTA BANGUN DUSUN III KECAMATAN TIGA BINANGA KABUPATEN KARO TAHUN 2024 angin, Susanti Perangin; Manik, Erba Kalto; Manulu, Samuel Halomoan; Nasution, Sri Bulan; Tanjung, Nelson
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 10 (2024): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Oktober 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/2wh4d956

Abstract

Banyak masyarakat masih memiliki kesadaran yang rendah tentang dampak buruk dari membuang sampah sembarangan. Hal ini menyebabkan lingkungan menjadi kotor, sumber daya alam tercemar, dan kesehatan masyarakat terancam.Tidak semua daerah memiliki sistem pengelolaan sampah yang memadai. Tempat pembuangan akhir (TPA) sering kali penuh dan tidak mampu menampung sampah yang terus bertambah. Akibatnya, sampah dibuang sembarangan di sungai, selokan, atau ruang terbuka. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat., mengurangi produksi sampah, mendorong penggunaan kembali barang,  meningkatkan kualitas pengelolaan sampah, menciptakan lingkungan bersih dan sehat, membangun partisipasi komunitas, dan  memperkuat ekonomi lokal. Pengabdian ini menggunakan metode sosialisasi dan edukasi, serta pelatihan dan  implementasi program 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle)  di masyarakat.  Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan dan pelatihan  kegiatan Pengabdian Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Berbasis 3R di Desa Kuta Bangun telah berhasil mencapai berbagai hasil positif. Masyarakat menunjukkan peningkatan kesadaran dan pengetahuan tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik.
PENYULUHAN TB PARU DI KELURAHAN SIMALINGKARPULMONARY TB COUNSELING IN SIMALINGKAR VILLAGE Pane, Halimah Fitriani; Ginting, Mardan; Siregar, Siti Main; angin, Susanti Perangin
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 12 (2024): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Desember 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/f5v3gt38

Abstract

Tuberculosis (TB) is one of the top 10 causes of death and the leading cause of a single infectious agent. In 2019, an estimated 10 million people were infected with TB worldwide. 5.6 million men, 3.2 million women and 1.2 million children. The percentage of pulmonary TB of all types in male people is greater than in female people because men pay less attention to maintaining their own health and men often come into contact with risk factors compared to women. Several risk factors that cause the occurrence of tuberculosis are sociodemographic factors, environmental factors, and comorbid factors. Based on a survey conducted by TIM, it is known that the number of people suffering from pulmonary TB in the Simalingkar National Housing Complex, Medan Tuntungan District is currently increasing. Trigger factors are smoking habits, contact history, or the presence of comorbid factors. The aim of this community service activity is to provide education about the prevention and control of Tuberculosis infection in the community. The methods used are counseling and conducting sputum examinations. The results of the sputum examination carried out in the laboratory showed that of the 110 people examined, 1 person (0.9%) was positive for BTA. Meanwhile, 109 people had negative BTA results (99.1%).
FOGGING DAN PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK UNTUK  LANGKAH BERSAMA MELAWAN DEMAM BERDARAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KORPRI KECAMATAN BERASTAGI KABUPATEN KARO TAHUN 2024 Karo, Marina Br; angin, Susanti Perangin
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 12 (2024): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Desember 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/pz6bwq16

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Pengendalian DBD memerlukan pendekatan terintegrasi, salah satunya melalui pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan fogging fokus. PSN, yang mencakup metode 3M Plus (menguras, menutup, mendaur ulang, serta langkah tambahan seperti penggunaan larvasida dan kelambu), bertujuan untuk menghilangkan tempat perkembangbiakan nyamuk sebagai upaya preventif jangka panjang. Fogging, di sisi lain, digunakan sebagai tindakan darurat untuk membunuh nyamuk dewasa dalam situasi outbreak. Penelitian dan evaluasi menunjukkan bahwa PSN memiliki efektivitas yang lebih tinggi untuk jangka panjang dibandingkan fogging, karena mampu memutus siklus hidup nyamuk dari tahap larva hingga dewasa. Namun, keberhasilan PSN sangat bergantung pada partisipasi masyarakat yang konsisten. Sebaliknya, fogging efektif dalam menekan populasi nyamuk dewasa secara cepat, tetapi dampaknya hanya bersifat sementara jika tidak diikuti dengan langkah preventif seperti PSN. Kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci dalam pelaksanaan kedua metode ini. Implementasi yang terkoordinasi telah terbukti menurunkan angka kasus DBD secara signifikan, meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bebas nyamuk. Oleh karena itu, kombinasi PSN dan fogging yang tepat sasaran menjadi strategi utama dalam pengendalian penyakit DBD yang berkelanjutan
KONSENTRASI ANDALIMAN SEBAGAI DAYA PENOLAKAN NYAMUK SEBAGAI VEKTOR PENYAKIT MENULAR DI KABANJAHE Nurmala Hayati Sihombing; Susanti Br. Perangin-angin
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 19 No. 3 (2024): Vol. 19 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September - Desember 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36911/pannmed.v19i3.2208

Abstract

Andaliman plant (Zanthoxylum acanthopodium) is one of the plants in the province of Sumatera Utara. Andaliman fruit have antioxidant activity, larvacide, analgesic, antimicrobial, and antifungal besides for maintain the color and aroma of food (Ginting et al., 2022). The compounds were flavanoid, saponin, alkaloid, and tannin, where be use cost-effective environment safety. This study aims to determine of protective power fruit andaliman extract as a natural repellent at concentrations 20 gr, 40 gr and 60 gr. The benefits is to determine the protective power of fruit andaliman extract as a repellent, so it can be input for the community and health services in efforts to control infectious diseases by mosquitoes. The research method is experimental (laboratory experiment) with control .The experimental and control groups are compared. The population was all mosquitoes. Sample was 100 mosquitoes for three repetitions; 20 gr, 40 gr and 60 gr of Andaliman fruit extract. Before becoming adult, researchers bred mosquitoes from larvae and provided containers and maintained them until they became adult. Data analysis using One way ANOVA test was conducted to determine whether there was a difference in the effect of each concentration. The results of the study show there is an effect of differences of protective power in each concentration of andaliman extract (p-value=0.000). If sorted from highest to lowest protective power are 60 gr 9 minutes, 60 gr 6 minutes, 40 gr 9 minutes, 60 gr 3 minutes, 20 gr 9 minutes, 40 gr 3 minutes, 40 gr 6 minutes, 20 gr 6 minutes and 20 gr 3 minutes. The results, fruit andaliman extract can be used as a basic igredient repellents, but further research is still needed on the content of the active substances, allergic reactions and sensitivity to skin.
Analysis of Factors Caused by Non-Ownership of Waste Water Drains (Spal) and Efforts to Approach Environmental Health Aspects to Increase Spal Ownership in Communities of Tigapanah District in 2023 Susanti Br Perangin-angin; Haesti Sembiring; Nelson Tanjung
International Journal of Educational and Life Sciences Vol. 1 No. 2 (2023): October 2023
Publisher : MultiTech Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59890/ijels.v1i2.460

Abstract

This type of research is qualitative with an exploratory study approach to get an overview of the factors that cause people not to have SPALs so that efforts can be made to overcome them, in the form of education and making environmentally friendly SPALs. Based on demographic data regarding the factors causing the lack of ownership of waste water disposal channels (SPAL) and efforts to approach environmental health aspects to increase SPAL ownership in the Tigapanah sub-district community in 2023, namely the most dominant age group is 41-60 years old, 175 people (49%) and the most aged 10-20 years as many as 5 people (1.4%), the most dominant occupation is farmers as many as 247 people (69.2), the most dominant education is middle school - high school as many as 232 people (65%), at least D1 education there were 31 people (8.7%), the most addresses were in Seberaya village as many as 79 (22.1%), and the fewest addresses were in Aji Julu village as many as 6 people (1.7%). The number of household residents who predominantly live in 1 house with 4 people or more is 186 people (52.1%) while 1 -3 people are 171 people (47.9).
The Influence of the Physical Home Environment and the Habits of Patients with the Incident of Pulmonary Tuberculosis in the Working Area of the Somambawa Puskesmas, Somambawa District, District South Nias Year 2022 Susanti br Perangin-angin; Soni Lisa Br Tarigan
International Journal of Educational and Life Sciences Vol. 2 No. 3 (2024): March 2024
Publisher : MultiTech Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59890/ijels.v2i3.1527

Abstract

Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis which infects about 10 million people causing the death of 1.3 million people worldwide, making it one of the environmental-based diseases that is still a public health problem. This situation was closely related to environmental factors, clean and healthy living behavior, and also the virus itself. Type of research was an analytic observational study, with a case control design where the population of this study was all pulmonary tuberculosis patients who are recorded in the tuberculosis registration book at the Somambawa community Health Center starting from January 2022 - June 2022 with a sample of 28 cases and 28 controls. Determining the influence of physical environmental factors and habits of patients with the incidence of tuberculosis. The data obtained were grouped based on the characteristics and risk factors for the incidence of tuberculosis which were analyzed univariately and bivariately using the Chi Square test at a 95% confidence level. The results showed that the humidity variable obtained p = 0.001 and OR = 0.10, temperature with p = 0.044 and OR = 0.162, occupancy density p = 0.006 and OR = 0.163, and the behavior of opening and closing windows p = 0.012 and OR = 0.188. It can be concluded that humidity, temperature, population density, and behavior of opening and closing windows have an influence on the incidence of tuberculosis in the working area of ​​the Somambawa community health center, Somambawa sub district, Nias Selatan district in 2022. It is hoped that they can try to be independent in improving healthy houses by being able to be more routine in opening and closing windows, maintaining cleanliness, and being able to try independently in realizing healthy homes so that they can break the chain of spread of pulmonary tuberculosis.
Edukasi Standar Rumah Sehat Dan Pengelola Sampah Domestik Dengan 3 R (Reuse, Reduce Dan Recycle) Di Desa Panombeian Kecamatan Simalungun Kabupaten Simalungun Tahun 2023 Haesti Sembiring; Restu Auliani; Risnawati Tanjung; Susanti Perangin-angin; Desy Ari Apsar; Jernita Sinaga
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 2 No. 11 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sanitasi Rumah Sehat dan pengelolaan sampah domestik menjadi fokus utama dalam pengabdian kepada masyarakat ini. Dilaksanakan di Desa Panombeian, Kabupaten Simalungun, kegiatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menciptakan rumah yang sehat dan lingkungan yang bersih melalui pendekatan 3R (Reuse, Reduce, Recycle).Melalui serangkaian kegiatan, seperti workshop, sosialisasi, dan demonstrasi praktik, masyarakat Desa Panombeian dibekali dengan pemahaman mendalam tentang pentingnya standar rumah sehat dan praktik 3R dalam pengelolaan sampah. Hasilnya, terjadi perubahan sikap dan perilaku masyarakat dalam meminimalkan sampah, memanfaatkan kembali barang-barang, serta mendaur ulang material-material tertentu. Praktik 3R telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, mulai dari memilah sampah, menggunakan kembali barang, hingga mengikuti program daur ulang lokal. Selain itu, terbentuknya komunitas peduli lingkungan juga menjadi bukti nyata akan kesuksesan kegiatan ini, yang menjadi motor penggerak dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengedukasi masyarakat sekitar. Pengabdian kepada masyarakat ini tidak hanya memberikan dampak positif secara langsung pada kesehatan dan lingkungan Desa Panombeian, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya praktik kebersihan dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Diharapkan, hasil dari kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.  
Determinants of ISPA Incidents in Toddlers in the Working Area of Pangkalan Budiman Community Health Center, Serdang Bedagai Regency in 2022 Perangin-Angin, Susanti Br; Richard Jerry
Indonesian Journal of Contemporary Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 2 (2024): March 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/modern.v3i2.7719

Abstract

ISPA is an acute respiratory infection caused by bacteria or viruses, with ISPA sufferers typically experiencing symptoms for 14 days. Based on the research results, it can be concluded that there are four variables related to the frequency of ISPA, namely: humidity with a value p=0.000 (p<0.05), lighting with a value p=0.49 ( p<0).05), smoking behavior at home with a value p=0.018 (p<0.05) and window opening behavior with a value p=0.005 (p<0.05) and there is only one variable that is not related to the incidence of ARF, namely ventilation with p-value = 0.414 (p>0.05)
The effect of behavioral factors of defecation, drinking water sources and housewives' handwashing habits on the incidence of stunting in the working area of the brand health center Susanti Br Perangin-Angin; Haesti Sembiring
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 11 No. 2 (2025): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020254612

Abstract

Stunting a critical nutritional issue affecting toddlers in low- and middle-income countries like Indonesia, leads to significant economic losses through reduced productivity, increased healthcare costs, and diminished human resource quality. This study explored how factors such as defecation behavior, drinking water sources, and maternal handwashing habits influence stunting in the Brand Health Center area of Karo Regency. Findings revealed that toddlers aged 0-3 years were predominantly affected by stunting, with 100% of the stunting group showing underweight issues. While gender did not significantly impact stunting rates, nutritional status was severely compromised in the stunting group compared to the control. Maternal income was a notable factor, with lower income linked to higher stunting rates, although maternal education and working status did not show significant correlations. Larger family size and poor sanitation practices were more prevalent in the stunting group, as were unqualified drinking water sources. Handwashing with soap was slightly more common in the non-stunted group but did not significantly affect stunting rates. These results underscore the need for a comprehensive approach to improve clean water access, sanitation, and handwashing practices to address and reduce stunting in affected areas.