Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PERBANDINGAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA ANTARA YANG MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN INSIDE-OUTSIDE-CIRCLE DENGAN KONVENSIONAL Reni Nuraeni; Irena Puji Luritawaty
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.716 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v6i3.332

Abstract

AbstrakPemahaman merupakan aspek fundamental serta kemampuan dasar untuk mencapai kemampuan matematis lainnya yang lebih tinggi. Setiap pembelajaran harus menyertakan hal pokok dari pemahaman. Untuk meningkatkan kemampuan pemahaman matematis harus difasilitasi oleh pembelajaran yang diberikan oleh guru, salah satunya adalah pembelajaran Inside-Outside-Circle. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah perbandingan kemampuan pemahaman matematis siswa antara yang menggunakan pembelajaran Inside-Outside-Circle dengan konvensional. Adapun populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu siswa kelas IX di salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTs) swasta di kabupaten Garut. Sedangkan sampelnya yaitu siswa kelas IX B dan IX C di sekolah tersebut. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa soal uraian yang diujikan pada saat pretest dan posttest. Data hasil tes tersebut kemudian dikenakan beberapa uji statistik yaitu uji normalitas, uji homogenitas, dan terakhir uji-t. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemahaman matematis siswa yang menggunakan pembelajaran Inside-Outside-Circle lebih baik daripada konvensional. AbstractUnderstanding is a fundamental aspect as well as a basic ability to achieve other higher mathematical abilities. Every lesson should include the essentials of understanding. To improve the ability of mathematical understanding must be facilitated by the learning provided by the teacher, one of them is the Inside-Outside-Circle learning. This study aims to examine the comparison of students' mathematical comprehension skills between those using the conventional Inside-Outside-Circle learning. The population used in this study is the students of class IX in one of the private Madrasah Tsanawiyah (MTs) in Garut district. While the sample is the students of class IX B and IX C at the school. The instrument used in this study is a description of the tested test at the time of pretest and posttest. Data test results are then subjected to several statistical tests namely normality test, homogeneity test, and last t-test. Based on data analysis, it can be concluded that students' mathematical understanding ability using Inside-Outside-Circle learning is better than conventional.
PEMBELAJARAN INSIDE-OUTSIDE-CIRCLE PADA MATERI STATISTIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIK SISWA MTS Irena Puji Luritawaty; Reni Nuraeni
JURNAL PETIK Vol 3, No 1 (2017): PETIK Vol 3 No. 1 Tahun 2017
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/jpetik.v3i1.354

Abstract

Kemampuan komunikasi matematik yang masih rendahdi kalangan siswa menjadi latar belakang dilakukannya penelitianini. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah efektifitas modelpembelajaran Inside-Outside-Cirlce dalam upaya meningkatkankemampuan komunikasi matematik pada siswa. Populasi dalampenelitian ini yaitu siswa kelas IX di salah satu MadrasahTsanawiyah (MTs) swasta di kabupaten Garut, dengan sampel yaitusiswa kelas IXB dan IXC. Instrumen yang digunakan dalampenelitian ini yaitu berupa tes kemampuan komunikasi matematik.Instrumen tersebut digunakan dalam pretest dan posttest. Analisisdata yang dilakukan terhadap hasil pretest yaitu diawali dengan ujinormalitas kemudian uji Mann Whitney. Sedangkan pada hasilposttest, analisis data diawali dengan uji normalitas , ujihomogenitas, kemudian uji t. Secara garis besar, hasil penelitian inimenunjukan bahwa peningkatan kemampuan komunikasi matematiksiswa yang memperoleh pembelajaran Inside-Outside-Circle lebihbaik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran ceramahbiasa
Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa dengan Model Think Pair Share dan Problem Based Learning Ine Lestari; Irena Puji Luritawaty
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v1i2.1267

Abstract

Kemampuan pemahaman konsep matematis masih rendah. Perlu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, diantaranya menggunakan model pembelajaran Think Pair Share dan Problem Based Learning. Penelitian dilakukan untuk mengetahui peningkatan dan kualitas peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa dengan kedua model pembelajaran tersebut. Metode penelitian adalah kuasi eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas VII salah satu SMP Negeri di Garut. Sampel dipilih secara acak yaitu kelas VII-G sebagai kelas eksperimen I dan kelas VII-H sebagai kelas eksperimen II. Instrumen berupa tes uraian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan dan kualitas peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran Think Pair Share lebih baik daripada Problem Based Learning. Model pembelajaran Think Pair Share lebih direkomendasikan untuk diterapkan dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis. The ability to understand mathematical concepts is still low. Efforts are needed to overcome these problems, including using the Think Pair Share and Problem Based Learning learning models. The research was conducted to determine the improvement and quality of the improvement in students' mathematical understanding abilities with the two learning models. The research method is quasi-experimental with a population of all seventh-grade students of one of the public junior high schools in Garut. Samples were chosen randomly, namely class VII-G as experimental class I and class VII-H as experimental class II. The instrument is a description test. The results showed that the improvement and quality of the improvement in the ability to understand mathematical concepts of students who received the Think Pair Share learning model was better than Problem Based Learning. Think Pair Share learning model is more recommended to be applied in improving the ability to understand mathematical concepts.
Model Pembelajaran REACT Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Duroh Siti Nurhasanah; Irena Puji Luritawaty
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v1i1.1027

Abstract

Pentingnya kemampuan pemecahan masalah matematis yang tidak diimbangi dengan prestasi belajar yang optimal pada siswa menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan menggunakan model pembelajaran REACT dan respon siswa terhadap model pembelajaran REACT. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas X SMA di salah satu SMA Negeri di Kabupaten Garut. Sampel yang dipilih adalah kelas X MIPA 4 yang berjumlah 31 siswa. Instrumen penelitian terdiri dari instrumen tes berupa soal uraian dan non tes berupa angket. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji Normalized Gain. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kualitas peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh model pembelajaran REACT memiliki interpretasi yang tinggi. Selain itu, sikap siswa secara umum terhadap pembelajaran dengan model pembelajaran REACT mendapatkan respon dengan interpretasi yang cukup. Dengan demikian, model pembelajaran REACT dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dan direspon dengan cukup baik oleh siswa. The importance of mathematical problem-solving abilities that are not balanced with optimal achievement in students to be the background for conducting this research. The research objective was to determine the increase in students 'mathematical problem-solving abilities using the REACT learning model and students' responses to the REACT learning model. This research was conducted on class X high school students in one of the public high schools in Garut Regency. The sample chosen was class X MIPA 4 with as many as 31 students. The research instrument consisted of a test instrument in the form of description questions and a non-test in the form of a questionnaire. The data obtained were analyzed by using the Normalized Gain test. The results of the data analysis showed that the quality of the improvement in the mathematical problem-solving abilities of students who received the REACT learning model had a high interpretation. Also, students' attitudes in general towards learning using the REACT learning model get responses with sufficient interpretations. Thus, the REACT learning model can improve students' problem-solving abilities and is responded to quite well by students
Penerapan Strategi Think Talk Write dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Irena Puji Luritawaty
SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : SIGMA DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sigmadidaktika.v4i1.31968

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa MTs. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis antara siswa yang mendapatkan pembelajaran think talk write dan siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Studi ini bersifat kuasi eksperimen. Populasi pada penelitian ini yaitu siswa salah satu MTs swasta di kabupaten Garut, dan sampelnya terdiri dari dua kelompok siswa yang berasal dari dua kelas yang dipilih secara purposif. Kelomok pertama sebagai kelas eksperimen dengan perlakuan berupa pembelajaran think talk write, sedangkan kelompok kedua sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional seperti biasa. Instrumen yang diberikan kepada kedua kelas tersebut terdiri dari tes kemampuan berpikir kritis matematis (pretest dan posttest). Hipotesis yang diajukan diuji dengan Uji-t. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran Think Talk Write dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Abstract. This research was conducted due to the low level of MTs students’ mathematical critical thinking. This research aimed to know the improvement of mathematical critical thinking ability among students who got think talk write learning and students who got conventional learning. This study was quasi experimental. The population in this research was MTs students of one private MTs at Garut distric, and the sample consist of two students group from two class which is choosed with purposive technique. First group as experimental class with think talk write learning treatment and second group as control class with conventional learning as usually. The Instrument was gave to those class consist of mathematical critical thinking ability test (pretest dan posttest). Hypothesis was submitted be examine with t-test. The result of this research showed that Think Talk Write learning could improve students’ critical thinking.
Model Pembelajaran REACT Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Nurhasanah, Duroh Siti; Luritawaty, Irena Puji
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v1i1.875

Abstract

Pentingnya kemampuan pemecahan masalah matematis yang tidak diimbangi dengan prestasi belajar yang optimal pada siswa menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan menggunakan model pembelajaran REACT dan respon siswa terhadap model pembelajaran REACT. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas X SMA di salah satu SMA Negeri di Kabupaten Garut. Sampel yang dipilih adalah kelas X MIPA 4 yang berjumlah 31 siswa. Instrumen penelitian terdiri dari instrumen tes berupa soal uraian dan non tes berupa angket. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji Normalized Gain. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kualitas peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh model pembelajaran REACT memiliki interpretasi yang tinggi. Selain itu, sikap siswa secara umum terhadap pembelajaran dengan model pembelajaran REACT mendapatkan respon dengan interpretasi yang cukup. Dengan demikian, model pembelajaran REACT dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dan direspon dengan cukup baik oleh siswa. The importance of mathematical problem-solving abilities that are not balanced with optimal achievement in students to be the background for conducting this research. The research objective was to determine the increase in students 'mathematical problem-solving abilities using the REACT learning model and students' responses to the REACT learning model. This research was conducted on class X high school students in one of the public high schools in Garut Regency. The sample chosen was class X MIPA 4 with as many as 31 students. The research instrument consisted of a test instrument in the form of description questions and a non-test in the form of a questionnaire. The data obtained were analyzed by using the Normalized Gain test. The results of the data analysis showed that the quality of the improvement in the mathematical problem-solving abilities of students who received the REACT learning model had a high interpretation. Also, students' attitudes in general towards learning using the REACT learning model get responses with sufficient interpretations. Thus, the REACT learning model can improve students' problem-solving abilities and is responded to quite well by students.
Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa dengan Model Think Pair Share dan Problem Based Learning Lestari, Ine; Luritawaty, Irena Puji
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 2 (2021): Juli
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v1i2.907

Abstract

Kemampuan pemahaman konsep matematis masih rendah. Perlu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, diantaranya menggunakan model pembelajaran Think Pair Share dan Problem Based Learning. Penelitian dilakukan untuk mengetahui peningkatan dan kualitas peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa dengan kedua model pembelajaran tersebut. Metode penelitian adalah kuasi eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas VII salah satu SMP Negeri di Garut. Sampel dipilih secara acak yaitu kelas VII-G sebagai kelas eksperimen I dan kelas VII-H sebagai kelas eksperimen II. Instrumen berupa tes uraian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan dan kualitas peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran Think Pair Share lebih baik daripada Problem Based Learning. Model pembelajaran Think Pair Share lebih direkomendasikan untuk diterapkan dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis. The ability to understand mathematical concepts is still low. Efforts are needed to overcome these problems, including using the Think Pair Share and Problem Based Learning learning models. The research was conducted to determine the improvement and quality of the improvement in students' mathematical understanding abilities with the two learning models. The research method is quasi-experimental with a population of all seventh-grade students of one of the public junior high schools in Garut. Samples were chosen randomly, namely class VII-G as experimental class I and class VII-H as experimental class II. The instrument is a description test. The results showed that the improvement and quality of the improvement in the ability to understand mathematical concepts of students who received the Think Pair Share learning model was better than Problem Based Learning. Think Pair Share learning model is more recommended to be applied in improving the ability to understand mathematical concepts.
Pembelajaran Inside-Outside-Circle Pada Materi Statistika Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematik Siswa MTs Luritawaty, Irena Puji; Nuraeni, Reni
Petik: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Vol. 3 No. 1 (2017): Volume 3 No 1 Tahun 2017
Publisher : Pendidikan Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/petik.v3i1.1581

Abstract

Abstrak — Kemampuan komunikasi matematik yang masih rendah di kalangan siswa menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah efektifitas model pembelajaran Inside-Outside-Cirlce dalam upaya meningkatkan kemampuan komunikasi matematik pada siswa. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas IX di salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTs) swasta di kabupaten Garut, dengan sampel yaitu siswa kelas IXB dan IXC. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa tes kemampuan komunikasi matematik. Instrumen tersebut digunakan dalam pretest dan posttest. Analisis data yang dilakukan terhadap hasil pretest yaitu diawali dengan uji normalitas kemudian uji Mann Whitney. Sedangkan pada hasil posttest, analisis data diawali dengan uji normalitas , uji homogenitas, kemudian uji t. Secara garis besar, hasil penelitian ini menunjukan bahwa peningkatan kemampuan komunikasi matematik siswa yang memperoleh pembelajaran Inside-Outside-Circle lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran ceramah biasa. Kata kunci — Model Pembelajaran Inside-Outside-Cirlce, Kemampuan Komunikasi Matematik.
Inquiry-Based Online Learning Model Using Metacognitive Strategy to Enhance Mathematics Critical Thinking Ability Luritawaty, Irena Puji; Rahmawati, Ulpah
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i2.2226

Abstract

Kemampuan berpikir kritis calon guru sangat menentukan perannya sebagai mentor dan fasilitator pendidikan. Untuk itu, diperlukan proses pembelajaran yang lebih fleksibel dan bersinergi dengan perkembangan zaman untuk mendorong eksplorasi dan keterlibatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan berpikir kritis matematika menggunakan pembelajaran online berbasis inkuiri dengan strategi metakognitif. Penelitian ini melibatkan 60 orang siswa calon guru matematika, 30 orang dikelompokkan sebagai kelas eksperimen, dan 30 orang lainnya sebagai kelas kontrol. Masing-masing kelompok dibagi berdasarkan pengetahuan awal yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mendapat pembelajaran online berbasis inkuiri dengan strategi metakognitif menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematika yang lebih signifikan. Tren ini diamati di semua tingkat pengetahuan matematika awal. Secara keseluruhan, siswa yang mendapat pembelajaran online berbasis inkuiri dengan strategi metakognitif menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematika pada semua kategori. The critical thinking ability of prospective teacher is crucial to their role as mentors and educational facilitators. For this reason, a learning process is needed that is more flexible and synergistic with current developments to encourage exploration and involvement. Therefore, this study aimed to examine the critical thinking ability of mathematics using inquiry-based online learning with a metacognitive strategy. This research involved 60 prospective mathematics teacher students, 30 people were grouped as the experimental class, and 30 other people as the control class. Each group is divided according to initial knowledge, namely high, medium, and low. The results showed that students who received inquiry-based online learning with metacognitive strategy demonstrated more significant improvement in mathematics critical thinking ability. This trend was observed across all initial mathematics knowledge levels. Overall, students who received inquiry-based online learning with metacognitive strategy demonstrated improved mathematics critical thinking ability in all categories.
Assessing Mathematical Understanding in Fourth-Grade Students: A Focus on Multiplication and Division Skills Saepuloh, Ade Rohimat; Luritawaty, Irena Puji; Afriansyah, Ekasatya Aldila
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 3 (2024): November
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i3.2210

Abstract

Pemahaman matematika siswa di sekolah dasar tergolong masih sangat rendah, hal ini mendorong peneliti untuk mengkaji hal-hal yang menjadi penyebabnya. Faktor penting yang harus dikaji adalah kemampuan guru dalam mengajarkan matematika di sekolah dasar, karena guru lah yang bertanggungjawab terhadap sampainya pemahaman matematika siswa di sekolah. Sebelum mengkaji lebih jauh terkait peran penting guru di sekolah maka pada penelitian ini, peneliti ingin mengkaji terlebih dahulu terkait pemahaman matematika itu sendiri, sehingga analisis lebih lanjut berkenaan dengan peran guru di sekolah akan lebih komprehansif. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu sekolah dasar di kecamatan leuwigoong dengan menjadikan siswa kelas IV sebagai subjek penelitian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan penyebaran angket, tes terlulis, wawancara, dan observasi terhadap para siswa sebagai teknik pengumpulan data penelitiannya. Dari hasil pengolahan data selama penelitian diperoleh kesimpulan bahwa siswa dengan kemampuan awal tinggi, dapat memenuhi seluruh indikator kemampuan pemahaman matematiks, sedangkan siswa dengan kemampuan awal sedang dan rendah masing-masing dapat memenuhi dua indikator pemahaman matematika. Hal ini menunjukan bahwa diperlukan peran serius seorang pendidik untuk dapat menyampaikan materi pembelajaran secara profesional. Elementary school students' understanding of mathematics is still very low, this encourages researchers to study the causes. An important factor that must be studied is the skill of teachers to teach mathematics in elementary schools, because teachers are responsible for achieving students' understanding of mathematics in schools. Before studying further regarding the important role of teachers in schools, in this study, researchers want to first study the understanding of mathematics itself, so that further analysis regarding the role of teachers in schools will be more comprehensive. This research was conducted in one of the elementary schools in Leuwigoong District by making grade IV students the subjects of the research. This study uses a descriptive qualitative research method by distributing questionnaires, written tests, interviews, and observations of students as data collection techniques for its research. From the results of data processing during the study, it was concluded that students with high initial skills can meet all indicators of mathematical understanding skill, while students with moderate and low initial skills can each meet two indicators of mathematical understanding. This shows that a serious role is needed for an educator to be able to deliver learning materials professionally.