Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Uji Kemampuan Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) Dalam Menurunkan Jumlah Kuman Pada Peralatan Makan Di Cafetaria Perpustakaan UIN Alauddin Makassar Andi Susilawaty; Nurdiyanah Syarifuddin; Munawir Amansyah; Syahrul Basri; Nurul Wahyu Septiani
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 11, Nomor 2, July-December 2019
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (917.341 KB) | DOI: 10.24252/as.v11i2.11930

Abstract

Kebersihan alat makan merupakan bagian yang sangat penting dan berpengaruh terhadap kualitas makanan dan minuman. Untuk menjaga kebersihannya, dalam proses pencucian alat makan agar menggunakan desinfektan yang berfungsi untuk membebas hamakan peralatan makan yang digunakan. Salah satu alternative yang dapat digunakan yaitu buah belimbing wuluh yang mengandung senyawa antibakteri yang bersifat desinfektan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan larutan buah belimbing wuluh (averrhoa bilimbi) pada konsentrasi 5,0%, konsentrasi 7,5% dan konsentrasi 10,0% dalam menurunkan jumlah kuman pada peralatan makan di Cafetaria Perpustakaan UIN Alauddin Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan pretest-posttest control group design dengan metode pengambilan sampel menggunakan random sampling. Jumlah penjual sebanyak 3 penjual dengan jumlah piring sebanyak 30 buah terbagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan larutan buah belimbing wuluh dapat menurunkan jumlah kuman pada peralatan makan. Hal ini dapat dilihat dari penurunan jumlah kuman pada semua perlakuan. Rata – rata penurunan jumlah kuman pada larutan buah belimbing wuluh konsentrasi 5,0% sebesar 1606,66 koloni/cm2, pada larutan buah belimbing wuluh konsentrasi 7,5% sebesar 2411,11 koloni/cm2 dan pada larutan buah belimbing wuluh konsentrasi 10,0% sebesar  3590,55 koloni/cm2. Implikasi pada penelitian ini yaitu untuk peneliti selanjutnya perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk melakukan variasi konsentrasi dengan menaikkan konsentrasi dan melakukan variasi kontak peralatan makan dengan larutan buah belimbing wuluh sehingga di dapatkan jumlah yang memenuhi syarat serta melakukan penelitian dengan peralatan makan lainnya. Kata Kunci : larutan, buah belimbing wuluh, jumlah kuman, peralatan makan. 
The Risk Factors for Treatment of Multidrug Resistance Tuberculosis (MDR-TB) Patients in Labuang Baji General Hospital Makassar in 2017 Emmi Bijawati, SKM., M.Kes; Munawir Amansyah, SKM., M.Kes; Nurbiah , SKM
Jurnal Nasional Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Nasional Ilmu Kesehatan - Juni 2018
Publisher : Jurnal Nasional Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.946 KB)

Abstract

Multidrug-Resistance (MDR) is a stage or condition in which Micobacterium tuberculosis becomes minimally resistant to rifampicin administration and also INH (insonicotinylhydrazine) with or without other OAT (Anti-TB drugs). The study is aimed at determining the description of risk factors for treatment of Multidrug Resistance Tuberculosis (MDR-TB) patientsin Labuang BajiGeneral Hospital Makassarin2017.The studyis quantitative research using observational approach with descriptive method, with more than 50 peopleas population and using totalsampling technique.Univariate analysis is used in analyzing the collected data.The results of this study are the highest sex is male as 28 respondents (56%). The highest age group is 45-53 years as many as 10 respondents (20%). The highestlevel ofeducation is high school graduation as much as 16 respondents (32%). The highest job status is not working as many as 40 respondents (80%). Based on the origin of referral,60% is from Public Health Center, 20% from Hospital, 45% referenced from Hospital ccme from BBKPM. 100% of the drug needs are always met, 100% get information about MDR-TB, 100% feel the side effects, 49 respondents (98%) feel the side effects since the beginning of treatment,and 1 respondent (2%) just feel the side effects at 6 months treatment , 49 respondents (98%) felt side effects of nausea and dizziness,and 1 respondent (2%) hashearing loss, 100% hasPMO. For the next research, itshould conductresearch by looking at the relationship between variables, in order to observethe variables that become MDR-TB risk factors.Keywords        : MDR-TB, Side Effects, PMO
Effectiveness Of Economic Empowerment Program In Empowered Women Study Group Syamsul Alam; Hasbi Ibrahim; Nildawati; Munawir Amansyah; Syahrul Basri; Habibi; Andi Ade Ula Saswini; Krisno Bimantoro; Gunawan Rasyidi
LAA MAISYIR: Jurnal Ekonomi Islam Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lamaisyir.v9i1.26487

Abstract

One of the important elements of development that needs attention is social and economic development for women. The role of women in the development of the Islamic economic sector is now very significant. This has had many positive impacts on both sharia economic growth and the Indonesian economy in general. This study aims to determine the effectiveness of the economic empowerment program in empowered women learning groups (KBPB) which is a CSR program of PT. Pertamina Marketing Operation Region VII, Ujung Tanah District, Makassar City. This research uses descriptive quantitative research, with a total sample of 30 respondents. The results showed that 70% of respondents were able to start SME businesses independently after participating in the KBPB program, and 30% had not been able to develop their businesses independently. Based on the perceived changes that 50% of participants were able to develop productive activities in the economic field, 40% strongly agreed that after participating in the program participants were able to self-actualize, and 40% strongly agreed that they were able to collaborate with others to form a business after joining the KBPB program.
Tindakan Pencegahan Covid-19 pada Masyarakat Sulawesi Selatan Syahrul Basri; Dian Rezki Wijaya; Nur Hidayat; Abdul Majid H.R. Lagu; Munawir Amansyah; Nurdiyanah Syarifuddin; Andi Susilawaty
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 8 No 1 (2022): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah dinyatakan sebagai global pandemic oleh World Health Organization (WHO) sejak Maret 2020. Penetapan tersebut didasarkan pada sebaran 118 ribu kasus yang menjangkiti di 114 negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan, pekerjaan, tingkat penghasilan, potensi bahaya terpapar, pengetahuan dan sikap dengan tindakan pencegahan Covid-19 pada masyarakat Sulawesi Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study. Adapun kesimpulan dari penelitian ini yaitu tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan, pekerjaan, penghasilan, potensi bahaya terpapar dengan tindakan pencegahan Covid-19 pada masyarakat Sulawesi Selatan. Adapun tingkat penge-tahuan dan sikap memiliki hubungan yang signifikan dengan tindakan pencegahan Covid-19 pada masyarakat Sulawesi Selatan. Karenanya, perlu edukasi lebih lanjut mengenai informasi penyakit covid-19 yang spesifik, valid dan tepat sasaran agar dapat meningkatkan tindakan pencegahan masyarakat. Kata Kunci: Pengetahuan, sikap, tindakan, pencegahan Covid-19
Covid-19 Vaccination Hesitancy in South Sulawesi Province: A Cross-Sectional Study Alwiyah Nur Syarif; Munawir Amansyah
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 8 No 2 (2022): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The World Health Organization labels vaccine hesitancy among top ten threats to global health. This study aimed to assess doubts, and related factors among people in South Sulawesi Province when the vaccination program was intensively carried out. This study used a web-based cross-sectional design. Online-based data collection was carried out in March-April 2022. The sample was a selected non-probability sample of social media users aged 17-65 years and domiciled in South Sulawesi Province. A total of 579 respondents' statements were successfully collected. The findings from this study showed various forms of relationships between vaccine hesitancy and socio-demographic, economic, and trust in government factors. The results of this analysis also showed that respondents who had incomplete vaccinations tended to be 16 times more hesitant to receive the vaccine than those who had completed their vaccine status. Respondents who did not believe in the government's performance tended to be 2 times more hesitant to accept vaccines than those who supported the government. Respondents who were not yet married tend to be 2 times more hesitant about receiving vaccines than those who were married. Respondents who had a history of co-morbidities tended to be 1 times more hesitant about receiving the vaccine than those without a history. Society needs to increase literacy in preventing the emergence of transmission of Covid-19. The ability to fight disease through health protocols must also be supported by trust in vaccination programs, and increasing immunity by utilizing immune-boosting food products. Keywords: Vaccination in South Sulawesi; Vaccination Compliance; Vaccination Hesitancy
Hubungan Persepsi Risiko Pandemi COVID-19 dan Pengetahuan dengan Kepatuhan terhadap Vaksinasi dan Protokol Kesehatan Sitti Raodhah; Yudi Adnan; Munawir Amansyah; Syamsul Alam
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i01.1839

Abstract

Beberapa penelitian yang menguji kepatuhan dan persepsi masyarakat menjalankan program kesehatan penanggulangan COVID-19 telah dilakukan. Namun dari beberapa penelitian itu, kami belum menemukan gambaran tingkat kepatuhan masyarakat di kota Makassar terhadap program kesehatan dan vaksinasi pemerintah. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kepatuhan masyarakat terhadap program kesehatan pada masyarakat di Makassar. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dilaksanakan di Makassar dengan jumlah responden yang memiliki smartphone sebanyak 100 orang (purposive sampling) oleh karena jumlah populasi yang tidak diketahui. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepatuhan masyarakat kota Masyarakat berada pada kategori tinggi sebesar 89%, persepsi masyarakat mengenai resiko COVID-19 berada pada kategori cukup sebesar 90% dan pengetahuan masyarakat mengenai resiko COVID-19 dalam kategori cukup sebesar 87%. Selain itu, ada hubungan yang bermakna persepsi (P-value = 0,000) dan pengetahuan (P-value = 0,033) dengan kepatuhan program vaksin dan protokol kesehatan pada masyarakat kota Makassar. Kota Makassar agar tetap mempertahankan tingkat kepatuhan protokol kesehatan selama pandemi COVID-19 dengan cara selalu mengkomunikasikan bagaimana bahaya pandemik dan resikonya, memahami pentingnya perilaku pencegahan untuk menjaga, memelihara dan menjaga kesehatan diri sendiri maupun orang lain untuk mencegah terjadinya penularan virus COVID-19.
Determinan Kejadian Stunting di Kabupaten Maros Emmi Bujawati; Syamsul Alam; Munawir Amansyah; Yudi Adnan; Jean F W; Putri Putri; Nurlaela H L; Dwi Afika; Wahyudi Wahab
Jurnal Kesmas Jambi Vol. 7 No. 1 (2023): Vol. 7 No. 1 - Maret Tahun 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkmj.v7i1.23392

Abstract

Zain G, Kurniasari R. Literature Review: Pengaruh Bentuk Media Edukasi Gizi Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu dalam Upaya Pencegahan Stunting pada Anak: Literature Review: The Influence of Nutrition Education Media Forms on Increasing Mother’s Knowledge to Prevent Stunting . J GIZI DAN Kesehat. 2023;15(1):131–9. UNICEF dan WHO. Levels and Trends in Child Malnutrition. 2018. Elsanti D, Sumarmi S. Pengaruh Pemberian Edukasi Video Audio Visual Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Asupan Gizi Di Desa Sokaraja Lor: The Effect of Providing Audio-Visual Video Education on Pregnant Women’s Knowledge About Nutritional Intake in Sokaraja Lor Village. J Ilm Keperawatan (Scientific J Nursing). 2023;9(1):111–7. Anggraeni MR, Yudatama U, Maimunah M. Clustering Prevalensi Stunting Balita Menggunakan Agglomerative Hierarchical Clustering. J MEDIA Inform BUDIDARMA. 2023;7(1):351–9. Nisa DMK, Sukesi TW. Hubungan Antara Kesehatan Lingkungan dengan Kejadian Stunting di Wilayah Puskesmas Kalasan Kabupaten Sleman. J Kesehat Lingkung Indones. 2022;21(2):219–24. Silaban TDS, Rahmadhani SP, Sugiman T. Perbedaan Tingkat Kecukupan Vitamin A, Zat Besi, dan Zink pada Balita Stunting dan Non Stunting di Kabupaten Banyuasin. J Kesehat Andalas. 2022;11(1):39–44. Fink G, Günther I, Hill K. The effect of water and sanitation on child health: evidence from the demographic and health surveys 1986–2007. Int J Epidemiol. 2011;40(5):1196–204. Hafid F, Djabu U. Efek Program SBABS Terhadap Pencegahan Stunting Anak Baduta di Kabupaten Banggai dan Sigi. Indones J Hum Nutr. 2017;4(2):79–87. Lestari PA, Dewi RS, Suroso S. Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Semurup. J Kesehat Masy Mulawarman. 2020;2(2):58–63. Adriani, M., Wirjatmadi B. Peranan Gizi dalam Siklus Kehidupan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. 2016. Mitra M. Permasalahan Anak Pendek (Stunting) dan Intervensi untuk Mencegah Terjadinya Stunting (Suatu Kajian Kepustakaan). J Kesehat Komunitas. 2015;2(6):254–61. Fatimah NSH, Wirjatmadi B. Tingkat kecukupan vitamin a, seng dan zat besi serta frekuensi infeksi pada balita stunting dan non stunting. Media Gizi Indones. 2018;13(2):168. Simanjuntak BY, Haya M, Suryani D, Ahmad CA. Early inititation of breastfeeding and vitamin a supplementation with nutritional status of children aged 6-59 months. Kesmas J Kesehat Masy Nas (National Public Heal Journal). 2018;12(3):107–13. Bahmat DO, Bahar H, Jus’at I. Hubungan Asupan Seng, Vitamin A, Zat Besi dan Kejadian Pada Balita (24-59 Bulan) dan Kejadian Stunting di Kepulauan Nusa Tenggara (Riskesdas 2010). Jakarta Univ Esa Unggul. 2010; Soeracmad YSY. Hubungan Sanitasi Lingkungan Rumah Tangga Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Balita Di Puskesmas Wonomulyo Kabupaten polewali Mandar Tahun 2019. J-KESMAS J Kesehat Masy. 2019;5(2):138–50.
Hubungan Persepsi Risiko Pandemi COVID-19 dan Pengetahuan dengan Kepatuhan terhadap Vaksinasi dan Protokol Kesehatan Sitti Raodhah; Yudi Adnan; Munawir Amansyah; Syamsul Alam
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i01.1839

Abstract

Beberapa penelitian yang menguji kepatuhan dan persepsi masyarakat menjalankan program kesehatan penanggulangan COVID-19 telah dilakukan. Namun dari beberapa penelitian itu, kami belum menemukan gambaran tingkat kepatuhan masyarakat di kota Makassar terhadap program kesehatan dan vaksinasi pemerintah. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kepatuhan masyarakat terhadap program kesehatan pada masyarakat di Makassar. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dilaksanakan di Makassar dengan jumlah responden yang memiliki smartphone sebanyak 100 orang (purposive sampling) oleh karena jumlah populasi yang tidak diketahui. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepatuhan masyarakat kota Masyarakat berada pada kategori tinggi sebesar 89%, persepsi masyarakat mengenai resiko COVID-19 berada pada kategori cukup sebesar 90% dan pengetahuan masyarakat mengenai resiko COVID-19 dalam kategori cukup sebesar 87%. Selain itu, ada hubungan yang bermakna persepsi (P-value = 0,000) dan pengetahuan (P-value = 0,033) dengan kepatuhan program vaksin dan protokol kesehatan pada masyarakat kota Makassar. Kota Makassar agar tetap mempertahankan tingkat kepatuhan protokol kesehatan selama pandemi COVID-19 dengan cara selalu mengkomunikasikan bagaimana bahaya pandemik dan resikonya, memahami pentingnya perilaku pencegahan untuk menjaga, memelihara dan menjaga kesehatan diri sendiri maupun orang lain untuk mencegah terjadinya penularan virus COVID-19.