Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Management Strategies for Sea Cucumber (Holothuroidea) Fisheries Resources in West Likupang Sub-district Kudato, Vania; Sambali, Hariyani; Kreckhoff, Reni L.; Salindeho, Indra R. N.; Durand, Swenekhe S.; Tumembouw, Sipriana S.; Sumilat, Deiske A.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 13 No. 1 (2025): ISSUE JANUARY-JUNE 2025
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v13i1.59365

Abstract

Indonesia is a tropical country with high marine biodiversity, including sea cucumber. The high demand for sea cucumber has led fishermen to catch sea cucumber regardless of the type or size suitable for harvesting. The lack of cultivation and regulations governing the protection of sea cucumbers has caused some species to be endangered. Sea cucumber species with high selling prices are increasingly difficult to find in West Likupang District. This study aims to identify strategies for managing sea cucumber fisheries sustainably and provide policy recommendations for their sustainable management in West Likupang District. This study used a survey method and then analyzed it with a SWOT analysis (strengths, weaknesses, opportunities, threats). The SWOT analysis reveals several strategies for achieving sustainable sea cucumber fisheries: legislation, conservation efforts, aquaculture development, regulated fishing, proper post-harvest handling, and educating fishermen on regulations. Keywords: Management, regulation, conservation, sea cucumber, SWOT Abstrak Indonesia merupakan negara tropis yang mempunyai keanekaragaman hayati laut yang tinggi, salah satunya ialah sumber daya trepang (Holothuridea). Permintaan pasar yang tinggi terhadap trepang, menyebabkan nelayan menangkap trepang tanpa mengindahkan jenis dan ukuran yang layak panen. Belum adanya budi daya dan regulasi yang mengatur perlindungan terhadap trepang menyebabkan beberapa spesies sudah terancam punah. Spesies trepang dengan harga jual yang tinggi makin sulit ditemukan terutama di Kecamatan Likupang Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi pengelolaan sumber daya perikanan trepang, untuk mencapai perikanan trepang yang berkelanjutan, dan membuat rujukan atau rekomendasi kebijakan untuk pengelolaan sumber daya perikanan trepang (Holothuroidea) yang berkelanjutan secara umum Di Provinsi Sulawesi Utara, khususnya di Likupang Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini menggunakan metode survei kemudian dianalisis dengan analisis SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman). Berdasarkan hasil analisis, terdapat beberapa strategi yang dapat dikembangkan untuk mencapai perikanan trepang yang berkelanjutan, yakni: regulasi berupa peraturan perundangan, upaya konservasi, pengembangan usaha budidaya, penangkapan yang terukur, penanganan pasca panen/penangkapan dari alam, dan sosialisasi kepada nelayan terkait peraturan Kata kunci: Pengelolaan, regulasi, konservasi, trepang, SWOT
Pengaruh Minyak Cengkih Terhadap Glukosa Darah dan Sintasan Ikan Tawes (Barbonymus gonionotus) pada Transportasi Sistem Tertutup Saragih, Debby Dyanessa; Ngangi, Edwin Leonardo Apolonio; Pangkey, Henneke; Kusuma, Ni Putu Dian; Sumilat, Deiske Adeliene; Salindeho, Indra R. N.; Kreckhoff, Reni Lucia; Joula Kusen, Diane
Akuatika Indonesia Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v10i2.62511

Abstract

Pengangkutan benih ikan sering kali menyebabkan stres fisiologis yang berdampak negatif terhadap kesehatan dan kelangsungan hidup ikan, terutama akibat perubahan lingkungan seperti suhu dan perlakuan anestetik. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh dosis minyak cengkeh dan suhu sebagai anestetik terhadap glukosa darah dan sintasan benih ikan Tawes. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) Faktorial, dengan dua faktor yakni faktor dosis minyak cengkih (A) dengan 3 taraf yaitu A1 (0 ppm), A2 (5 ppm), dan A3 (10 ppm), dan faktor suhu (B) terdiri dari 2 taraf yaitu B1 (16-19 °C) dan B2 sebagai kontrol (24-27 °C), dengan tiga kali ulangan. Penelitian ini terdiri atas 18 unit percobaan, di mana setiap unit diisi dengan 50 ekor benih ikan Tawes sehingga total ikan yang digunakan sebanyak 900 ekor. Benih dimasukkan ke dalam kantong berisi 5 L air (1/3 dari volume kantong), ditambahkan oksigen sebanyak 2/3 volume kantong. Selanjutnya dilakukan uji transportasi selama 12 jam, setelah proses pengangkutan, ikan dipelihara di akuarium berukuran 60 x 40 x 40 cm, dengan volume 96 L. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) pada program statistik JMP Pro 16 (SAS 9.4). Perlakuan terbaik ditemui pada perlakuan dosis minyak cengkih 10 ppm + suhu 24-27°C dengan kadar glukosa darah setelah transportasi dan setelah pemeliharaan masing-masing sebesar 119,9±6,80 mg/dL dan 86,56±5,01 mg/dL. Sintasan setelah transportasi dan setelah pemeliharaan masing-masing sebesar 98,7±1,16 % dan 96,7±1,16 %. Interaksi faktor minyak cengkih dan suhu menunjukkan bahwa faktor minyak cengkih tidak memberikan pengaruh secara nyata terhadap glukosa darah dan sintasan.