Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : physiotherapy health science physiohs

Pengaruh Active Stretching Exercise Terhadap Kemampuan Fungsional Kaki Pada Pelari Jarak Jauh Dengan Plantar Fasciitis Di Komunitas Ceorunners Bekasi Selvina Lindarti; Roikhatul Jannah; Yusuf Nasirudin
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 5 No. 1 (2023): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Juni 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v5i1.26125

Abstract

Plantar fasciitis merupakan sebuah kondisi nyeri pada tumit yang terjadi akibat overuse atau microtrauma pada plantar fascia. Tingkat kejadian plantar fasciitis mencapai 22% dari populasi pelari. Nyeri di tumit yang terjadi dapat menimbulkan penurununan kemampuan fungsional. Stretching exercise dapat membuat fascia menjadi lebih fleksibel serta dapat memperkuat otot yang menopang arkus dan mengurangi tekanan pada fascia sehingga meminimalisir keterbatasan gerak dan dapat berdampak pada kemampuan fungsional. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pemberian active stretching exercise terhadap kemampuan fungsional pada pelari jarak jauh dengan plantar fasciitis. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 16 orang. Penelitian ini menggunakan rancangan pra-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest, sampel dipilih dengan metode purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan ekslusi. Intervensi yang diberikan adalah active stretching exercise sebanyak 12 kali pertemuan selama 4 minggu. Pengukuran kemampuan fungsional pada pelari menggunakan The Foot and Ankle Index Measurement. Setelah dilakukan pengukuran dan intervensi, didapatkan nilai rerata kemampuan fungsional sebelum intervensi 79,63 dan setelah intervensi 91,48. Setelah itu dilakukan uji hipotesa paired sample T test dan didapatkan hasil p-value sebesar 0,000 yang berarti bahwa Ho ditolak dan Ha diterima.  Active stretching exercise berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada pelari jarak jauh dengan plantar fasciitis.
Dampak Gangguan Muskuloskeletal Akibat Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid 19 Pada Anak Usia 6-13 Tahun Terhadap Keseimbangan Dinamis Zahra Sativani; Roikhatul Jannah
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 5 No. 1 (2023): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Juni 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v5i1.26161

Abstract

Kebijakan pembatasan interaksi sosial di masa pandemi Covid-19 berdampak pada proses pembelajaran anak di sekolah. Proses belajar secara daring membuat anak harus lebih lama menggunakan gawai. Kebiasaan ini memicu terjadinya peningkatan risiko nyeri muskuloskeletal akibat tubuh dipaksa bekerja lebih keras daripada fungsinya. Keterbatasan anak untuk dapat mengeksplor gerakan melalui aktivitas fisik dalam bentuk permainan juga menjadi indikasi peningkatan risiko gangguan muskuloskeletal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak gangguan muskuloskeletal setelah pembelajaran daring terhadap keseimbangan dinamis pada anak usia 6-13 tahun di Desa Ciangsana, Kabupaten Bogor. Metode penelitian ini adalah deksriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah responden sebesar 69 anak. Alat yang digunakan meliputi kuesioner untuk mengetahui lama sekolah dari rumah, penggunaan gawai, dan kesempatan anak bermain di luar rumah, unterberger test, dan pemeriksaan gangguan muskuloskeletal menggunakan  pGALS. Hasil analisis didapatkan tidak ada hubungan (p=0,641) antara gangguan muskuloskeletal dan keseimbangan dinamis selama pembelajaran daring pada anak usia 6-13 tahun.  Namun, terdapat risiko 1,378 kali (OR=1,378) terjadinya gangguan keseimbangan dinamis pada anak yang mengalami gangguan muskulskeletal.