Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Buckling Restrained Brace (BRB) dengan Bentuk Penampang Persegi dan Lingkaran Terhadap Displacement pada Model Struktur Plane Frame Agich, A. Nur Anisah Rahayu; Sampebulu, Victor; Madeali, Hartawan
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 24 No 2 (2020)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jpe.112020.03

Abstract

Keterbatasan lahan menyebabkan bangunan jangkung menjadi pilihan yang tepat untuk dikembangkan guna mengurangi penggunaan lahan. Pada bangunan jangkung, struktur harus didesain agar mampu menahan gaya-gaya lateral (beban gempa) yang terjadi. Salah satu cara struktural agar kekakuan vertikal struktur meningkat, yaitu penambahan elemen struktur berupa bresing, Bresing konvensional merupakan struktur yang paling umum digunakan untuk menahan gaya-gaya lateral (beban gempa). Struktur ini memiliki kekakuan lateral yang sangat tinggi. Namun karena timbul perilaku tekuk dan kehilangan kekakuan lateral akibat adanya gaya tekan pada struktur, maka perilaku histeristik pada bresing konvensional sudah tidak dapat diandalkan lagi. Adapun Buckling Restrained Braces merupakan bresing yang mampu menahan gaya tekan dan gaya tarik yang dapat menyebabkan tekuk pada struktur. Penelitian ini bertujuan mengungkap bentuk penampang ideal dengan membandingkan antara bentuk penampang persegi dan lingkaran. Pengujian dilakukan dengan membandingkan displacement yang terjadi pada Buckling Restrained Braces dengan bentuk penampang persegi dan lingkaran pada model struktur plane frame. Beban yang diberikan pada model struktur plane frame adalah beban aksial berupa beban tekan dan tarik 100 kN, 200 kN, 300 kN, 400 kN dan 500 kN. Berdasarkan hasil penelitian, nilai rata-rata displacement pada 6 tipe bresing dengan bentuk penampang persegi adalah 0,18360 mm, sedangkan pada 6 tipe bresing dengan bentuk penampang lingkaran adalah 0,18354 mm. Sehingga selisih nilai rata-rata displacement bresing dengan bentuk penampang persegi dan lingkaran adalah 0,00006 mm.
Efek Penambahan Admixture terhadap Kuat Tekan Beton SCC pada Umur 7 Hari Dengan Metode Wet Curing Nasruddin; Sampebulu, Victor; Mushar, Pratiwi
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 9 No. 1 (2020): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v9i1.94

Abstract

Penggunaan material beton sebagai bahan konstruksi bangunan semakin meningkat kebutuhannya. Hal ini menyebabkan perlunya inovasi dan teknologi dalam perkembangan bahan beton. Akibat semakin berkurang dan mahalnya tenaga kerja menyebabkan perlunya campuran beton yang dapat memadat sendiri sehingga tidak memerlukan tenaga kerja yang banyak untuk mengerjakannya dibarengi dengan kualitas beton yang tinggi. Pada tahun 1988, beton kinerja tinggi ditemukan dengan sebutan beton SCC (Self Compacting Concrete). Beton ini memanfaatkan pengaturan ukuran agregat, porsi agregat dan admixture superplastiziser untuk mendapatkan kekentalan khusus memungkinkan beton dapat mengalir sendiri tanpa bantuan alat pemadat. Jenis penelitian ini adalah eksperimental yang dilakukan di laboratorium. Tujuan penelitian adalah mendapatkan nilai kuat tekan beton SCC dengan bahan tambah superplastiziser yang diuji melalui destructive test dengan menggunakan Universal Testing Machine (UTM). Variabel penelitian: variasi umur 7 hari, metode perawatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan beton SCC didapatkan nilai lebih tinggi dari beton normal.
Kuat Tekan Beton antara Metode Destructive Test dan Non-Destructive Test pada Beton Ringan Berbahan Fly Ash atau Slag Sampebulu, Victor; Nasruddin; Mushar, Pratiwi
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 7 No. 2 (2018): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.7.2.107

Abstract

Metode pengujian kuat tekan beton yang dianggap tingkat keandalannya paling tinggi adalah pengujian merusak (destructive test) dengan menggunakan alat compressive testing machine. Pengujian ini membutuhkan biaya yang cukup tinggi dan memerlukan waktu pengerjaan yang lebih lama. Namun terkadang pengujian untuk mengetahui kuat tekan beton tidak selalu bisa dilakukan di laboratorium dengan alat compressive testing machine, tapi harus dilakukan langsung di lapangan. Untuk kondisi seperti ini dan dalam rangka pengawasan mutu beton dilapangan dibutuhkan alat pengujian untuk mengukur atau mengetahui kuat tekan beton keras dengan cepat dan praktis serta tidak merusak. Pengujian ini dikenal dengan istilah uji tidak merusak (non-destructive test). Tujuan pembahasan ini adalah untuk mengetahui perbandingan nilai kuat tekan beton antara beton normal dengan beton ringan (fly ash) dengan variabel yang sama (variasi umur dan perawatan) dan dengan cara destructive test dan non-destructive test. Metode penelitian yang dipergunakan adalah eksperimental, menganalisis data hasil uji dengan metode komparatif serta secara kuantitatif. Hasil dari dari pembahasan adalah didapatkannya “nilai kuat tekan beton ringan” untuk Compressive Testing Mechine (UTM) dimana nilai hasil pengukurannya bisa dibandingkan dengan nilai kuat tekan beton normal yang diuji oleh alat yang sama.