Claim Missing Document
Check
Articles

Pencegahan Resiko HIV/AIDS pada Kelompok Rentan Remaja di SMKN 1 Ciamis Rosmiati; Nur Hidayat; Adi Nurapandi; Nisa Nuraeni; Fadila Nurizakiah; Amelia Puspita Sukmana; Irena Nurulazmi; Asep Aziz; Reval Al Attaya; Susi Lestari
KOLABORASI JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 2 No 6 (2022): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1024.552 KB) | DOI: 10.56359/kolaborasi.v2i6.99

Abstract

Introduction: HIV is a virus that can be caused by the Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). The HIV virus that is increasingly spreading or severe will lead to and cause AIDS. White blood cells are attacked by the HIV virus and cause damage to a person's immune system. This virus spreads rapidly and the African continent is its root and origin. No one has ever found a medicine to cure someone from this disease. A person's change from children to adults is definitely physical, attitude, and others experience changes. HIV/AIDS can arise if a person's changes are not appropriate. Objective: Health education regarding the prevention of HIV/AIDS can help educate the students of SMKN 1 Ciamis on how to keep the spread of HIV/AIDS and avoid various HIV/AIDS viruses. Method: Health education research is used in the HIV/AIDS risk prevention education method in the Adolescent Range. This health education was conducted with 36 students at SMKN 1 Ciamis, Ciamis Regency, with 15 respondents as respondents. Result: Results of health education on HIV/AIDS risk prevention in adolescents at SMKN 1 Ciamis. There are still students who don't seem to understand about the spread of HIV/AIDS, even their concern for HIV/AIDS is still very porly understood. This will actually cause harm to a group of teenagers and their surroundings, for example promiscuity in adolescence, bringing negative sources to adolescents, causing the spread of HIV/AIDS. Conclussion: Results of health education on HIV/AIDS risk prevention in adolescents at SMKN 1 Ciamis. Previously given counseling on HIV/AIDS prevention, there were students who did not understand HIV/AIDS prevention, but after being given knowledge about definition of HIV/AIDS, HIV/AIDS prevention, reason HIV/AIDS, ways of transmitting HIV/AIDS, it showed that students understood little the importance of preventing HIV/AIDS.
Case Study: Deep Breathing Relaxation Intervention to Reduce Pain in Post Sectio Caesarea Client Elis Roslianti; Anisa Azmi; Wulan Permatasari; Nur Hidayat; Lilis Lismayanti
Genius Journal Vol. 3 No. 2 (2022): GENIUS JOURNAL
Publisher : Inspirasi Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.793 KB) | DOI: 10.56359/gj.v3i2.127

Abstract

Objective: To determine the implementation of deep breathing relaxation techniques in clients with post operative section caesarea. Method: The method used is descriptive qualitative with a case study approach using nursing care that refers to the SDKI and SIKI books. The subject in this study was 1 sectio caesarea client with a diagnosis of acute pain who was treated in Teratai Room 2 BLUD Banjar City General Hospital. The data collection techniques included interviews, observations, physical examinations and documentation. Result: From nursing care for postoperative sectio caesarea clients, the symptoms that appear during the assessment are pain in the lower abdomen. The nursing problem that arises is acute pain related to physical injury agents referring to the SDKI book. Interventions carried out to reduce pain are deep breathing relaxation techniques. During the intervention process, the action went smoothly until the evaluation. In this study, there was a decrease in the pain scale from 3 to 0. Conclusion: After the intervention of breathing relaxation techniques on the client's pain scale was reduced from 3 to 0, while the subjective data from the anamnesis results, the client said the pain was reduced.
Case Study of Progressive Muscle Relaxation Intervention to Reduce Pain in Appendicitis Patient Nur Hidayat; Haryani; Aditya Nur Wahyuni; Iif Taufiq El Haque; Iman Masluh Aziz; Henri Setiawan
Genius Journal Vol. 3 No. 2 (2022): GENIUS JOURNAL
Publisher : Inspirasi Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.776 KB) | DOI: 10.56359/gj.v3i2.130

Abstract

Objective: This case study was conducted to describe a progressive muscle relaxation intervention in reducing pain in appendicitis patients. Method: This study uses a case study design with an evidence-based practice approach that focuses on nursing interventions. This research was conducted at the BLUD RSU Banjar City on 27-31 May 2022. Participants in this study were Ny patients. C, 35 years old, female, complains of right lower quadrant abdominal pain. The process of assessing and establishing a diagnosis is focused on the main problem. Objective and subjective data becomes a reference for periodic evaluation of nursing implementation. Results: Patients gave recognition of decreased pain after being given a progressive muscle relaxation intervention with a pain scale of 4 out of 5 (0-10) and a scale of 3 out of 4 (0-10).   Conclusion: Progressive muscle relaxation intervention should be suspected to be effective in reducing pain in appendicitis patients as evidenced by subjective patient recognition. Theoretically, this study does not conflict with previous research so that it can be a reference in future research. Theoretically, this research does not conflict with previous research so that it can be a reference in future research. Clinically, progressive muscle relaxation intervention can be an alternative intervention to reduce pain levels in patients with chronic diseases such as appendicitis in hospitals and health centers.
PENGARUH TERAPI IMAJINASI TERBIMBING TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE-OPERASI Nur Hidayat; Amalia Pasca Fitry; Fitriani Fajriah3; Yuliana Siti Nurazizah4; Adi Nurapandi5
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 7, No 02 (2022): The Shine Cahaya Dunia Ners
Publisher : LPPM An Nuur Purwodadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v7i02.365

Abstract

Latar belakang; Pre operasi adalah masa yang dilakukan sebelum tindakan pembedahan, dampaknya mengakibatkan suatu reaksi emosional bagi pasien salah satunya adalah kecemasan yang ditandai dengan perubahan pada fisik misalnya tanda tanda vital, peningkatkan tekanan darah, peningkatan frekuensi napas, dan dapat mengurangi energi pasien. Selain itu pasien juga akan mengalami perubahan psikologis sehingga dapat mengganggu proses operasi. Upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan kecemasan sebelum melakukan intraoperative salahsatunya dengan memberikan terapi imajinasi terbimbing. Tujuan literature review ini untuk menjelaskan gambaran pengaruh terapi imajinasi terbimbing terhadap tingkat kecemasan pasien pra-operasi.Metode; Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan pendekatan literatur review. Penelusuran artikel dengan menggunakan 6 basis data jurnal diantaranya, PubMed, JSTOR, Wiley Online Library, Sage Journal, dan Taylor & Francis Online, Google Scholar.Kriteria inklusi dalam literatur review ini adalah yang di publikasi pada tahun 1998 sampai 2021 dalam versi bahasa Indonesia dengan akses terbuka dan akses lengkap dalam bentuk original artikel.Adapun kriteria eksklusinya adalah book chapter, abstract proceeding, dan poster. Semua artikel ditinjau secara utuh, dikritik secara spesifik dan diberi peringkat menggunakan instrument Critical Appraisal Skills Programmed (CASP), sebanyak7 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dengan jumlah partisipan 337 dengan mean + 48 partisipan. Hasil; Hasil analisis jurnal penelitian menunjukan bahwa terapi imajinasi terbimbing positif menurunkan kecemasan pasien pra-operasi.  Kesimpulan; Studi ini membuktikan bahwa terapi relaksasi imajinasi terbimbing ini terbukti efektif mengurangi kecemasan pasien pre-operasi. Secara keseluruhan ke-7 artikel tersebut menunjukkan perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi.
STUDI KASUS IMPLEMENTASI EVIDENCE-BASED NURSING: INTERVENSI KOMPRES HANGAT UNTUK MENURUNKAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN GASTRITIS Nur Hidayat; Nida Siti Padilah; Adi Nurapandi
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 7, No 02 (2022): The Shine Cahaya Dunia Ners
Publisher : LPPM An Nuur Purwodadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v7i02.370

Abstract

Latar Belakang: Gastritis merupakan suatu peradangan (inflamasi) dari mukosa lambung yang disebabkan oleh faktor iritasi dan infeksi yaitu peningkatan asam lambung, dimana menimbulkan gejala seperti mual, muntah dan yang paling utama adalah nyeri epigastrum dan yang lainnya sehingga mengakibatkan seseorang terbatas melakukan aktivitas yang mana membutuhkan terapi untuk mencegah adanya komplikasi. Salah satu teknik nonfarmakologi yang dapat digunakan untuk menurunkan intensitas nyeri pada pasien gastritis adalah dengan melakukan kompres hangat, teknik ini masih jarang ditemukan di lapangan. Perawat cenderung lebih sering memberikan analgetik saat terjadi keluhan nyeri. Studi kasus ini bertujuan untuk menganalisis implementasi evidence-bassed nursing kompres hangat terhadap penurunan intensitas nyeri epigastrum pada pasien gastritis. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif, dimana disusun berdasarkan laporan asuhan keperawatan melalui pendekatan proses keperawatan. Implementasi EBN menggunakan lima tahapan menurut Polit dan Beck (2019) yaitu: (1) mengajukan pertanyaan (PICO), (2) mencari evidence yang berkaitan, (3) penilaian terhadap evidence, (4) menerapkan evidence, (5) evaluasi penerapan EBN. Teknik yang digunakan adalah pemeriksaan fisik, observasi, wawancara dan kepustakaan. Hasil: Diagnosa keperawatan nyeri akut dengan nomor diagnose 0077 diberikan intervensi keperawatan berupa kompres hangat. Setelah diberikan intervensi keperawatan selama 3 hari, gangguan nyeri akut bisa teratasi dengan kriteria hasil nyeri hilang meskipun sesekali terasa sedikit nyeri , gelisah menurun dan frekuensi nadi kembali baik. Kesimpulan: kompres hangat efektif terhadap penurunan intensitas nyeri sehingga penting dilakukan pada pasien dengan diagnose nyeri akut berhubungan dengan agen cedera fisiologis. Pada pasien gastritis dengan masalah nyeri skala nyeri yang bermula 5 menjadi 0.
Nursing Intervention Model to Overcome Psychosocial Problems of Breast Cancer Patients: A Literature Review Henri Setiawan; Suharta Suharta; Ishana Balaputra; Nur Hidayat; Heri Ariyanto; Andan Firmansyah
Journal of International Conference Proceedings Vol 5, No 4 (2022): FEBIC International Conference Proceeding
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/jicp.v5i4.1916

Abstract

Chronic disease, such as breast cancer is a disease that requires comprehensive treatment and takes a long time. The prevalence of breast cancer patients continues to be high in number so that it will cause psychosocial problems such as social problems, anxiety, and even depression. This study aims to identify appropriate nursing interventions to address psychosocial problems in breast cancer patients. literature review was used in this study. Article searches were conducted in six journal databases, namely PubMed, JSTOR, Taylor, Willey Online, Sage, and Google Scholar. Seven articles were found that matched the inclusion of criteria. Results of this review show that social support interventions, palliative support, psychological interventions, home care, home visits, virtual reality and music therapy, relaxation techniques and motivational support, psychological therapy programs via offline and telephone, Adapted Physical Activity and Diet (APAD), Aromatherapy Plus Music Therapy can be performed on cancer patients to help reduce psychosocial problems so that the patient's quality of life will improve.
Psychosocial Status Equality between Familial and Non-Familial Breast Cancer Patients Suharta Suharta; Ishana Balaputra; Nur Hidayat; Henri Setiawan
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 8 No. 4 (2022): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v8i4.437

Abstract

Aims: To compare psychosocial status between familial and non-familial breast cancer patients. Methods: This study used a descriptive analytic design with a cross-sectional approach. Population and sampling were taken at Baladika Husada Hospital Jember with a total sampling technique of 90 respondents. The inclusion criteria in this study were a native Jember Regency diagnosed since the end of 2021, histologically documented diagnosis of breast cancer, age range 30-55 years, has a partner (husband), can write and read and is an outpatient or inpatient at a hospital. Baladika Husada Kab. Jember. Patients were excluded if they had stage 4 metastases, were unmarried or divorced, and diagnosed with other chronic diseases. The instrument used was the DASS 21 questionnaire (Depression Anxiety Stress Scale 21) which consisted of 21 self-declaration items. The process of collecting, cleaning, editing and analyzing data was carried out with SPSS version 25.0 using the Mann Withney U Test statistical test. Results: This study involved 90 total respondents consisting of 40 in the category of familial breast cancer and 50 non-familial breast cancer. The p-value >0.05 indicates that there is no significant difference between psychosocial status in familial breast cancer and non-familial breast cancer. Conclusion: Psychosocial status of familial breast cancer patients was not different from that of non-familial. Clinically, these findings indicate the importance of the same model of nursing care between the two patient groups. In the next study, the researcher recommends experimental research that examines various nursing interventions on psychosocial status in both groups.
Pengaruh Senam Kaki Diabetik terhadap Penurunan Risiko Ulkus Diabetik pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Rosmalina Hoerunisa; Henri Setiawan; Ayu Endang Purwati; Nur Hidayat
INDOGENIUS Vol 2 No 2 (2023): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v2i2.227

Abstract

Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan senam kaki diabetik untuk meminimalkan nyeri pada pasien diabetes tipe II. Metode: Penelitian ini dirancang dalam bentuk studi kasus dengan menggunakan metode keperawatan selama 3 hari. Mereka dikelompokkan sesuai buku SDKI saat menegakkan diagnosis, dan buku SIKI dan SLKI digunakan untuk intervensi dan implementasi. Saat menerapkan senam kaki diabetik pada pasien diabetes tipe II, dilakukan dengan bantuan keluarga dan pengasuh untuk menghilangkan rasa sakit dan kaku pada anggota tubuh akibat tirah baring yang berkepanjangan. Hasil: Setelah prosedur, skala nyeri turun dari 4 menjadi 3, sedangkan menurut data subyektif pasien, nyeri berkurang. Kesimpulan: Prosedur ini dapat menjadi tindakan terapeutik untuk meminimalkan rasa sakit pada pasien yang didiagnosis dengan gangguan integritas kulit/jaringan, terutama yang menderita diabetes melitus.
Studi Kasus Status Nutrisi pada Penderita Diabetes Melitus Wulan Permatasari; Andan Firmansyah; Nur Hidayat; Ayu Endang Purwati; Dedi Supriadi; Henri Setiawan
INDOGENIUS Vol 2 No 2 (2023): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v2i2.249

Abstract

Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk menganalisis status nutrisi terhadap klien Diabetes Melitus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang difokuskan pada pengkajian. Metode: Metode dalam studi ini yaitu deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang difokuskan pada pengkajian keperawatan untuk menganalisis status nutrisi terhadap klien Diabetes Melitus. Subjek pada penelitian ini adalah 1 orang klien yang mengalami masalah berat badan lebih di Dusun Sukamaju Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran. Data yang dianalisa dikumpulkan dan dikaitkan dengan konsep, teori serta prinsip secara relevan, sehingga dapat ditentukan kesimpulan dalam memperoleh masalah keperawatan. Instrumen yang digunakan yaitu glukometer untuk mengukur kadar glukosa darah. Hasil: Setelah dilakukan pengkajian keperawatan pada klien Diabetes Melitus, gejala yang muncul adalah sering merasa lapar (poliagi), sering buang air kecil (poliuri), dan sering merasa haus (poidipsi). Hal tersebut mengakibatkan munculnya masalah keperawatan yaitu Obesitas yang berhubungan dengan peningkatan rasa lapar (polifagi) yang didukung oleh data objektif berdasarkan buku SDKI yaitu Index Massa Tubuh (IMT), kadar gula darah, aktivitas fisik dan gangguan pola makan. Pengkajian yang dilakukan berjalan lancar dengan hasil IMT 23,73 intrepretasi overwaight, kadar glukosa darah klien 300 mg/dl, aktivitas fisik klien kurang, dan pola makan klien berlebihan tidak sesuai diet 3J dengan frekuensi 7 kali dalam sehari ( 2 kali makan utama dengan porsi satu gelas besar, 5 kali  makan selingan). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan status nutrisi pasien DM berlebih dan diet yang dilakukan tidak efektif dibuktikan oleh penghitungan IMT dengan interpretasi 23,73 dalam kategori berat badan lebih sehingga di dalam tubuhnya terjadi penumpukan lemak dan menimbulkan resistensi insulin. Hal tersebut, yang dapat memicu kadar glukosa darah semakin meningkat dan mengakibatkan penyakit DM.Jelaskan temuan dalam penelitian serta implikasinya dalam praktik klinik keperawatan.
Perawatan Luka Modern pada Pasien Ulkus Diabetikum: Sebuah Studi Kasus Intervensi Keperawatan Riza Nuraeni Putri; Nur Hidayat; Dedi Supriadi; Henri Setiawan
INDOGENIUS Vol 2 No 2 (2023): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v2i2.250

Abstract

Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Perawatan Luka Modern pada pasien ulkus diabetikum dengan pendekatan asuhan keperawatan secara komprehensif. Metode: Metode yang dilakukan dalam studi kasus ini yaitu deskriptif kualitatif dengan pendekatan asuhan keperawatan secara komprehensif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 1 orang pasien dengan masalah gangguan integritas kulit pada penderita ulkus diabetikum. Pasien merupakan Tn.J, jenis kelamin laki-laki, umur 67 tahun, lama menderita DM 25 tahun. Jenis intervensi dilakukan dengan memberikan perawatan luka Modern terhadap luka ulkus diabetikum dengan menggunakan salep Metcovazin setiap pagi pada pukul 08.00-09.00 WIB selama 14 hari dimulai dari tanggal 30 Mei hingga 12 Juni 2023 secara berturut-turut di Dusun Sukamaju Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran. Pengumpulan data dilakukan melalui 3 tahap yaitu observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Luka ulkus diabetikum ini diukur dengan menggunakan (BWAT) Bates-Jansen Wound Assesment Tool. Hasil: Masalah keperawatan yang muncul berupa gangguan integritas kulit berhubungan dengan ulkus didukung oleh data objektif berdasarkan buku SDKI (2017) yaitu kerusakan jaringan dan lapisan kulit. Hasil dari intervensi yang dilakukan oleh peneliti terdapat penurunan Gangguan Integritas Kulit setelah diberikan intervensi perawatan luka modern selama 2 minggu dari tanggal 30 Mei hingga 12 Juni 2023 dengan adanya granulasi pada luka dan warna luka semakin memerah. Kesimpulan: Intervensi Perawatan Luka Modern Wound Dressing efektif dalam mengatasi Gangguan Integritas Kulit pada pasien Ulkus Diabetikum dibuktikan dengan adanya granulasi pada kaki pasien secara objektif. Selain itu, peneliti tidak menemukan kesenjangan antara fakta dan teori yang sehingga penelitian ini tidak bertentangan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya.
Co-Authors Aap Apipudin Ade Fitriani Adi Nurapandi Adi Nurapandi5 Adinda Aulia Aditya Nur Wahyuni Ajeng Silvia Nurislami Ajeng Sonya Amalia Pasca Fitry Amelia Puspita Sukmana Andika Abdul Malik Anisa Azmi Arfani Rahman Asep Aziz asep gunawan Ayu Endang Purwati Ayu Khodijah Yuliana Aziizah Fauziyyah Dadan Ramdan Dadi Hamdani Dedi Supriadi Delia Agustina Doni Setiawan Eko Ginanjar Elis Roslianti Elza Dwi Zuvita Esti Andarini esti saraswati Fadila Nurizakiah farwa amaani zahida Fidya Anisa Firdaus Fidya Anisa Firdaus Firmansyah, Andan Fitriani Fajriah3 Fuzti Fauzia Ginanjar, Eko Haris Sidik Haryani Hendri Tamara Yuda Henri Setiawan Heri Ariyanto Iif Taufiq El Haque Ilma Nurbadiriyah Iman Masluh Aziz Irena Nurulazmi Ishana Balaputra Ishana Balaputra jajuk kusmawaty Jajuk Kusumawaty Jajuk Kusumawaty Kemuning Kusumawaty, Jajuk Lilis Lismayanti Lutfhi Alfian Mochammad Arkan Haidar Amru Nea Sherina Nida Farhatul Muslihah Nida Siti Padilah Nisa Nuraeni Noneng Nuraida Nur Ash Shafa Solihah Nur Ayu Yulirocita Pipit Dwi Yuliana Reffi Nantia Khaerunnisa Rena Lestia Dewi Reval Al Attaya Risma Choerunnisa Risnawati Risnawati Riza Nuraeni Putri Rosmalina Hoerunisa Rosmiati Rudi Kurniawan Sandi, Yudisa Diaz Lutfi Satria Dewantara Sinta Siti Rahmah Sri Utami Asmarani Sri Wulan Ratna Dewi Suhanda Suharta Suharta Suharta Suharta Sukmara Aji Falah Susi Lestari Syahdan Nurul Bayan Taufik Hidayat Tiya Rizki Novianti VINA APRELIA Wina Wahyuningsih Wulan Permatasari Yuda Hendriyana Yuda Nugraha Yuliana Siti Nurazizah4 Yuyun Rahayu