Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PENGARUH TEMPERATUR DIGESTER SISTEM KONTINYU TERHADAP PRODUKSI BIOGAS BERBAHAN BAKU BLOTONG Untung Surya Dharma; Hamim Bustomi
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 6, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.756 KB) | DOI: 10.24127/trb.v6i2.640

Abstract

Dewasa ini kebutuhan bahan bakar fosil sebagai sumber energi tidak sebanding dengan ketersediaannya yang semakin menipis. Untuk itu solusi terhadap permasalahan energi perlu menjadi perhatian yang intensif. Salah satu energi terbarukan yang dapat digunakan sebagai energi alternatif adalah biogas. Penelitian ini menggunakan blotong sebagai bahan baku biogas yang merupakan limbah padat pabrik gula. Tujuan penelitian adalah meningkatkan produksi biogas dengan menggunakan perbedaan temperatur digister sistem kontinyu pada saat proses fermentasi anaerob. Perlakuan suhu yang digunakan dalam penelitian ini adalah permentasi subtrat tanpa perlakuan suhu (T1), dengan suhu 350C (T2) dan 550C (T3). Pada setiap penurunan produksi yang melebihi batas tengah setelah produksi puncak akan di lakukan penggantian bahan baku sebanyak 2 liter untuk menjaga kesetabilan proses produksi biogas. Hasil penelitian menunjukkan, temperatur digester pada saat proses permentasi substrat sangat mempengaruhi kuantitas produksi biogas, Akumulasi volume produksi yang dihasilkan subtrat dengan berperlakuan suhu 350C menghasilkan biogas terbanyak dalam jangka waktu relatif singkat, dibandingkan substrat tanpa perlakuan suhu dan perlakuan suhu 55 oC, Rerata kesetabilan produksi terbaik juga terjadi pada subtrat berperlakuan suhu 350C dengan akumulasi laju produksi sebanyak 4108  .Kata kunci : Biogas, Digester Anaerob Sistim Kontinyu, Temperatur, Blotong.
Kinerja Mesin Sepeda Motor dengan Sistem Vaporasi Bahan Bakar Mafruddin Mafruddin; Cipta Gani Segara; Untung Surya Dharma
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 8, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v8i1.922

Abstract

Sepeda motor merupakan alat transportasi yang paling banyak digunakan karena mempunyai kinerja yang cukup baik. Kinerja sepeda motor dapat diukur dari daya dan konsumsi bahan bakar spesifik yang mampu dihasilkan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja sepeda motor yaitu sistem pemasukan bahan bakar atau sistem vaporasi bahan bakar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sistem vaporasi bahan bakar dan variasi tempertur vaporasi bahan bakar terhadap kinerja mesin sepeda motor. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen nyata dengan melakukan pembuatan alat vaporasi bahan bakar kemudian melakukan pengujian kinerja mesin sepeda motor menggunakan alat uji Dynotest. Bahan bakar yang digunakan yaitu pertalite dengan RON 90 serta nilai kalor 44500 kJ/kg. Variasi sistem bahan bakar yaitu motor standar (karburator) dan penambahan sistem vaporasi tanpa pemanas. Sedangkan variasi temperatur vaporasi bahan bakar yaitu temperatur 40°C, 50°C, dan 60°C. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa variasi sistem bahan bakar dan temperatur vaporasi bahan bakar perpengaruh terhadap kinerja mesin. Daya tertinggi diperoleh dengan penambahan sistem vaporasi bahan bakar dengan temperatur 50°C yaitu 7,5 HP. Sedangkan untuk motor standar yaitu  7,46 HP, vaporasi tanpa pemanas 7,26 HP, vaporasi temperatur 40°C yaitu 7,3 HP, dan vaporasi temperatur 60°C yaitu 7,06 HP. Variasi sistem bahan bakar dan temperatur vaporasi bahan bakar perpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar spesifik.  Nilai terendah terjadi pada pengujian vaporasi temperatur 50°C yaitu 0,2133 kg/jam.HP, sedangkan untuk motor standar yaitu sebesar 0,2415 kg/jam.HP, vaporasi tanpa pemanas yaitu 0,2363 Kg/jam.HP, vaporasi tempertur 40°C yaitu 0,2291 Kg/jam.HP, dan vaporasi temperatur 60°C yaitu 0,2248 Kg/jam.
PEMAMFAATAN LIMBAH PERTANIAN UNTUK PEMBUATAN ARANG DENGAN PROSES PIROLISA Untung Surya Dharma
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 2, No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.441 KB) | DOI: 10.24127/trb.v2i1.641

Abstract

Dimasa sekarang kebutuhan energi sangat meningkat dikarenakan jumlah penduduk semakin banyak dan revolusi Industri yang menuntut sumber energi semakin tinggi. Hal tersebut merupakan permasalahan yang sangat komplek dikarenakan bahan bakar migas semakin menipis. Pemecahan masalah diatas dapat diatasi dengan cara mencari sumber energi alternatif yang dapat diperbaharui. Salah satunya dengan memanfaatkan limbah pertanian yang diubah menjadi arang dengan proses pirolisa kemudian dijadikan briket. Pada pengujian ini penulis hanya menggunakan daun mahoni dan sekam padi sebagai bahan baku briket. Hasil yang didapat menunjukkan penggunaan briket sekam padi lebih optimal dibandingkan daun mahoni. Pada pemakaian sekam padi membutuhkan waktu 15 menit untuk mendidihkan air sedangkan daun mahoni membutukkan waktu 20 menit. Hal ini disebabkan suhu yang dihasilkan sekam padi lebih tinggi sehingga air cepat mendidih. Sekam padi mengandung selulosa yang lebih tinggi dibanding daun mahoni sehingga proses pembakaran lebih cepat.Kata Kunci : Retort, Sistem pirolisa, Briket
Pengaruh Desain Sudu Terhadap Unjuk Kerja Prototype Turbin Angin Vertical Axis Savonius Untung Surya Dharma; Masherni Masherni
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (928.869 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i2.246

Abstract

Krisis energi yang terjadi berdampak pada kebutuhan energi di Indonesia khususnya dan di dunia pada umumnya terus meningkat karena pertambahan penduduk. Banyak sekali energi alternatif dari alam di Indonesia yang dimanfaatkan salah satunya sumber pembangkit listrik tenaga angin. Turbin angin ialah mesin konversi energi dengan cara memanfaatkan energi angin yang terwujud dalam energi listrik. Sudu merupakan wadah penampung suatu bentuk aliran udara yang dibuat untuk menghasilkan gaya angkat dan gaya untuk mengerakan generator. Tujuan dalam penyusunan skipsi ini adalah untuk mengetahui desain sudu terbaik dalam menciptakan daya turbin dan daya generator serta efisiensi sistem dari masing-masing sudu tersebut. Metode yang dilakukan yaitu studi literatur, dokumentasi dan pembuatan sudu serta pengujian. Turbin angin yang dibuat dengan sudu 5/16, 5/16, 7/16 variasi kecepatan angin yang diujikan 3,6 m/s, 4 m/s, 4,13 m/s, 4,5 m/s, 4,6 m/s, 4,67 m/s, 5,4 m/s, 5,63 m/s dan 6,1 m/s. Dari ketiga variabel sudu berdasarkan pengujian beda kecepatan angin desain terbaik yang menghasilkan daya turbin dan daya generator penelitian ini yaitu dimiliki oleh desain sudu 7/16 dengan kecepatan angin yang paling tinggi 6,1 m/s menghasilkan daya turbinnya sebesar 6,125 Watt dan daya generatornya menghasilkan daya 4,391 Watt, sedangkan sudu 6/16 menghasilkan daya turbin 5,08 Watt dan daya generator 3,808 Watt dan sudu 5/16 hanya menghasilkan daya turbin sebesar 3,444 Watt dan daya generator sebesar 3,014 Watt. Besar efisiensi sistem masing-masing sudu hasil perhirungan dengan kecepatan angin tertinggi 6,1 m/s yaitu sudu 5/16 menghasilkan efisiensi sistemnya sebesar 18,99 %, nilai efisiensi sistem sudu 6/16 sebesar 21,81 % dan sudu 7/16 menghasilkan efisiensi sistem sebesar 23,06 %.
PENGARUH PERUBAHAN LAJU ALIRAN TERHADAP TEKANAN DAN JENIS ALIRAN YANG TERJADI PADA ALAT UJI PRAKTIIKUM MEKANIKA FLUIDA Untung Surya Dharma; Galih Prasetyo
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 1, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.45 KB) | DOI: 10.24127/trb.v1i2.653

Abstract

Telah dibuat sebuat alat praktikum Mekanika Fluida di Laboratorium Mekanika Fluida Teknik Mesin Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Metro. Untuk mengetahui kinerja alat uji tersebut maka dilakukan penelitian tentang pengaruh perubahan laju aliran terhadap tekanan dan jenis aliran. Pipa uji yang digunakan adalah pipa pvc, pipa acrylic, dan pipa baja. Fluida yang digunakan adalah air, yang digunakan untuk mensirkulasikan fluida ke dalam pipa uji adalah pompa sentrifugal. Alat uji mekanika fluida ini dibuat dalam skala laboraturium atau alat praktikum, sehingga dapat digunakan untuk kegiatan praktikum. Pengujian dilakukan untuk mendapatkan laju aliran dan perubahan tekanan dengan menggunakan flowmeter dan manometer U. Jeniss aliran juga diketahui dengan pengamatan langsung pada saat pengujian dilakukan dan dari peritungan Bilangan Reynold. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa perubahan tekanan yang terjadi pada bagian pipa lurus (P1), pipa pengecilan (ΔP3), pipa belokan (ΔP4), pipa beda bahan (ΔP5) dan pipa lurus (ΔP6) berbanding lurus dengan semakin bertambahnya laju aliran fluida. Sementara perubahan tekanan pada pipa pembesaran (ΔP2) berbanding terbalik dengan semakin bertambahnya laju aliran fluida. Bilangan Reynold yang didapat sebesar 12690,39 sehingga jenis aliran yang terjadi adalah jenis aliran turbulen. Perubahan tekanan paling besar terjadi pada satu titik bagian pipa lurus yaitu sebesar 2354 N/m2.Kata kunci : Laju aliran, tekanan, jenis aliran.
ANALISA KINERJA MESIN DIESEL BERBAHAN BAKAR CAMPURAN SOLAR DAN MINYAK PLASTIK Untung Surya Dharma; Eko Nugroho; M Fatkurahman
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1264.908 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i1.740

Abstract

Dari penelitian terdahulu di tahun 2015 diketahui minyak plastik dapat digunakan sebagai campuran bahan bakar premium pada sepeda motor, namun tidak diizinkan apabila diaplikasikan dalam jumlah banyak karena semakin banyak minyak plastik sebagai campuran premium maka nilai torsi dan daya yang dihasilkan mesin sepeda motor akan semakin rendah, sedangkan konsumsi bahan bakar akan semakin besar (boros). Dari hasil penelitian tersebut maka penelitian lebih lanjut telah dilakukan dengan mengaplikasikan minyak plastik sebagai campuran bahan bakar solar pada mesin diesel. Tujuan dari penelitian lanjutan ini adalah untuk menganalisa kinerja mesin diesel akibat pengaruh minyak plastik sebagai campuran bahan bakar solar. Metode yang digunakan adalah pengaplikasian minyak plastik sebagai campuran solar pada Mesin Diesel Merk/Type ROBIN-FUJIDY23D dengan perbandingan 100%:0% (solar tanpa campuran minyak plastik), 88%:12%, 85%:15% dan 82%:18%. Parameter pengujian yang digunakan dalam menentukan prestasi mesin pada putaran mesin 2900 sampai dengan 3500 rpm menghasilkan torsi motor, daya motor, konsumsi bahan bakar spesifik, dan efisiensi thermal. Hasil penelitian secara umum menunjukan bahwa kinerja mesin diesel berbahan bakar campuran antara solar dengan minyak plastik akan menurun seiring dengan semakin banyaknya minyak plastik yang digunakan apabila dibandingkan dengan penggunaan solar 100%. Sedangkan pada putaran tinggi dan pembebanan yang besar, perbedaan daya yang dihasilkan hampir tidak begitu signifikan dan mendekati daya maksimum yang dapat dihasilkan berdasarkan spesifikasi mesin yaitu 3,5 kW. Hal yang sama juga untuk hasil pengujian torsi dan efisiensi thermal. Sedangkan untuk konsumsi bahan bakar menunjukan bahwa semakin banyak minyak plastik maka konsumsi bahan bakar akan semakin boros.Kata Kunci: Kinerja Mesin Diesel, Campuran Minyak Plastik-Solar.
PEMANFAATAN BIOMASSA LIMBAH JAMUR TIRAM SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF UNTUK PROSES STERILISASI JAMUR TIRAM Untung Surya Dharma
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 2, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.162 KB) | DOI: 10.24127/trb.v2i2.642

Abstract

Biomassa adalah suatu limbah benda padat yang bisa dimanfaatkan lagi sebagai sumber bahan bakar. Energi biomassa dapat menjadi sumber energi alternatif pengganti bahan bakar fosil (minyak bumi) karena beberapa sifatnya yang menguntungkan yaitu sumber energi ini dapat dimanfaatkan secara lestari karena sifatnya yang dapat diperbaharui (renewable resources), sumber energi ini relatif tidak mengandung unsur sulfur sehingga tidak menyebabkan polusi udara dan juga dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya hutan dan pertanian. Salah satu biomassa yang sekarang belum termanfaatkan dengan baik adalah limbah jamur. Jenis jamur di Indonesia banyak macamnya contohnya: jamur tiram, jamur merang, jamur kuping dan lain-lain. Sementara ini masih banyak limbah jamur tiram hanya untuk pupuk tanaman bahkan banyak yang hanya di buang begitu saja, padahal dalam proses produksi jamur tiram yaitu sterilisasi baglog (bahan baku jamur) dengan cara pengukusannya di atas tungku api selama 8 jam, masyarakat masih menggunakan LPG atau kayu bakar untuk mengukus baglog tersebut yang membutuhkan biaya lebih. Penelitian ini bertujuan membantu masyarakat dalam pengolahan limbah jamur tiram untuk Proses Pembuatan Briket Limbah Jamur Tiram Sebagai Bahan Bakar Alternatif, pembuatan briket ini menggunakan bahan perekat tepung kanji dengan perbandingan 3:1, ukuran partikel 40 mesh (0,250)mm , bentuk beriket silinder pejal. Hasil pengujian proksimasi menunjukkan bahwa kandungan kadar air 1,57 %, Kadar abu 28,53 %, nilai kalor 3306 kal/gram, kadar karbon 51,22 %, nilai rata-rata efisiesi pembakaran 60,88% . Berdasarkan uji pembakaran, briket limbah jamur tiram dapat digunakan sebagai bahan bakar.Kata Kunci: Jamur Tiram, Briket, Pembuatan
PENGARUH PENDINGINAN CEPAT TERHADAP LAJU KOROSI HASIL PENGELASAN BAJA AISI 1045 Lukito Dwi Yuono; Untung Surya Dharma
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 6, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.765 KB) | DOI: 10.24127/trb.v6i1.469

Abstract

Pada beberapa kasus, sering ditemukan kerusakan pada rangka kendaraan terutamamasalah korosi pada sambungan pengelasan. Masalah ini dapat membahayakan keselamatanpengendara karena korosi akan mengurangi kekuatan sambungan pada rangka tersebut.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendinginan cepat terhadap lajukorosi hasil pengelasan baja karbon sedang (baja AISI 1045). Penelitian ini menggunakanmetode eksperimen nyata. Spesimen yang sudah disambung menggunakan las listrikdiberikan proses heat treatment yakni pendinginan dengan udara, pendinginan dengan oli,dan pendinginan dengan air. Kemudian seluruh spesimen dilakukan uji korosi selama 8 jam.Hasil dari data dan perhitungan laju korosi menunjukkan bahwa nilai laju korosi paling tinggiadalah pengelasan dengan media pendingin udara yaitu senilai 31508.1 mpy atau 31.5081inch/tahun, nilai laju korosi terendah adalah pengelasan dengan media pendingin air yaitu10228.71 mpy atau 10.22871 inch/tahun. Hal ini mengindikasikan bahwa PWHT (postwelding heat threatment) memiliki pengaruh besar dalam usaha penghambatan laju korosi.Kata kunci: Baja AISI 1045, korosi, media pendingin, SMAW.
PENGARUH GEOMETRI PIPA KONDENSOR TERHADAP PERPINDAHAN PANAS PADA DESTILASI MINYAK PLASTIK Mafruddin Mafruddin; Untung Surya Dharma; Ahmad Nuryanto
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 6, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.707 KB) | DOI: 10.24127/trb.v6i2.607

Abstract

Sampah plastik merupakan sebuah kendala terbesar di dunia pada saat ini, dan di Indonesia pada khususnya. Hal ini disebabkan oleh budaya konsumtif masyarakat Indonesia akan produk plastik semakin meningkat namun upaya untuk menangani limbah plastik tersebut sangatlah minim. Oleh karena masalah tersebut upaya yang harus dilakukan adalah menciptakan sumber energi alternatif dari limbah plastik dengan metode pirolisis yaitu mengggunakan alat destilasi. Kondensor merupakan salah satu komponen pada alat destilasi minyak plastik yang berfungsi sebagai alat untuk penukar panas. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh diameter dan geometri pada pipa kondensor terhadap perpindahan panas dan koefisien perpindahan panas menyeluruh serta perbandingan minyak plastik yang dihasilkan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen nyata dengan memvariasikan diameter pipa yaitu 0,5 in dan 0,25 in dengan diameter geometri lilitan 20 cm dan 30 cm. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa laju perpindahan panas menyeluruh yang tertinggi pada pipa kondensor diameter 0,25 in dengan diameter geometri 20 cm yaitu 3067 Watt dan koefisien perpindahan panas menyeluruh yang tertinggi pada pipa diameter 0,25 in dengan geometri 20 cm yaitu 661,9 W/m2 ˚C. Pipa yang menghasilkan minyak plastik paling banyak yaitu 4,5 liter pada pipa diameter 0,25 in dengan geometri 20 cm.Kata Kunci: Diameter, Geometri, Kondensor, Destilasi Minyak Plastik.
PENGARUH PREHEAT DAN VARIASI ARUS PENGELASAN MENGGUNAKANELEKTRODA LB52 TERHADAP KOMPOSISI KIMIA SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO PADA PENGELASAN BAJA MANGAN AUSTENITIK Eko Nugroho; Untung Surya Dharma; Yasir Thalabi
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (934.449 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i2.832

Abstract

Sambungan las merupakan sambungan permanen yang bila akan di lepas harus merusak sambungan las itu sendiri. Faktor pengelasan seperti welding oprator sangat mempengaruhi hasil pengelasan maka perlu juga diketahui bahwa elektroda yang digunakan adalah jenis mild steel A5.1 E7016, baja yang akan dilas yaitu baja mngan austenitic dengan 0,925%  kadar carbon dan 10% kadar mangan, arus yang digunakan DC dengan fariasi amper 100A, 110A, 120A. Dengan penambahan panas 1000°c, menggunakan kampu V dengan sudut 80°. Dalam pengujian struktur mikro terlihat pada pengelasan 100A,110A,120A non preheat, tidak didapatkan fasa baru atau pencampuran elektroda dan base metal tidak sempurna. Sedangkan las preheat terlihat pada 120A terdapat fasa baru dekat daerah HAZ(Head Affected Zone). Dan nilai kekerasan pada daerah HAZ (Head Affected Zone) preheat yaitu 10,5 HRC pada las 100A , 10 HRC  pada las 110A,dan 9 HRC pada las 120A. Sedangkan pada daerah lasan 37,6 HRC pada las 100A, 51 HRC pada las 110A, 40 HRC pada las 120A.