Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN RADIUS PADA KECEPATAN DAN FREKUENSI SLUG DI DAERAH DOWNSTREAM T-JUNCTION MINICHANNEL Hananto, Leila Hanjani; Indarto; Untung Surya Dharma; Deendarlianto
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 15 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jrm.v15i2.1586

Abstract

Multiphase flow channel is commonly applied in various industrial contexts, including lab-on-a-chip, nuclear power plants, microelectronics cooling systems, and chemical microreactors. Equipment ranging from mini to micro sizes plays a vital role in enhancing heat and mass transfer processes during the mixing of two or more phases. Non-uniform phase distribution during the passage of a two-phase flow through a T-junction can cause performance issues in the downstream region. A problem arising from the use of T-junctions is the occurrence of slugs. An experimental study was conducted to investigate the effect of varying bend radius on the flow characteristics in the downstream region of a T-junction minichannel, such as slug velocity and frequency. The slug velocity was researched in the downstream region of the horizontal minichannel T-junction. The working fluid used was air as the gas phase and water. The findings indicate that there is a linear relationship between the superficial velocities of air and water and the corresponding slug velocity in the downstream area of the horizontal minichannel T-junction, as observed through the utilization of a high-speed camera and MATLAB program for image processing. It has been observed that the local velocity within the channel increases as the corner radii increase towards the downstream region.
Uji Eksperimental Pengaruh Campuran Etanol dan Solar Terhadap Daya Indicator dan Emisi Gas Buang Mesin Genset KW 20-388 Tri mahyudi, Erik; Dharma, Untung Surya; Irawan, Dwi
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v10i1.23204

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan prestasi dan emisi gas buang dari mesin diesel berbahan bakar solar yang telah dicampur etanol. Perbandingan campuran bahan bakar menggunakan enam variasi, mulai dari solar murni, campuran solar dengan etanol sebanyak 5% yang kemudian kami  sebut dengan E5, E7.5, E10, E12.5, E15. Hasil pengujian menunjukkan campuran solar dengan etanol 5% menghasilkan daya indikator rata-rata terbesar diantara variasi yang lain 7.48 kW. Sedangkan pada pengujian emisi gas buang didapatkan hasil variasi campuran solar dengan etanol 5 % menghasilkan opacity terendah diantara variasi yang lain sebesar 16.1% Kata kunci: etanol, solar, emisi gas buang ABSTRACT The aim of this research is to compare the performance and exhaust emissions of diesel engines using diesel fuel mixed with ethanol. The fuel mixture comparison uses six variations, starting from pure diesel, a mixture of diesel with 5% ethanol which we then call E5, E7.5, E10, E12.5, E15. The test results show that the mixture of diesel with 5% ethanol produces the largest average power indicator among the other variations, 7.48 kW. Meanwhile, in the exhaust emission test, the results obtained from the variation of the mixture of diesel with 5% ethanol produce the lowest opacity among the other variations, at 16.1% Keywords: etanol, solar, exhaust gas emission
PEMANFAATAN BIOMASSA LIMBAH JAMUR TIRAM SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF UNTUK PROSES STERILISASI JAMUR TIRAM Dharma, Untung Surya
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 2, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v2i2.642

Abstract

Biomassa adalah suatu limbah benda padat yang bisa dimanfaatkan lagi sebagai sumber bahan bakar. Energi biomassa dapat menjadi sumber energi alternatif pengganti bahan bakar fosil (minyak bumi) karena beberapa sifatnya yang menguntungkan gacor5000 yaitu sumber energi ini dapat dimanfaatkan secara lestari karena sifatnya yang dapat diperbaharui (renewable resources), sumber energi ini relatif tidak mengandung unsur sulfur sehingga tidak menyebabkan polusi udara dan juga dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya hutan dan pertanian. Salah satu biomassa yang sekarang belum termanfaatkan dengan baik adalah limbah jamur. Jenis jamur di Indonesia banyak macamnya contohnya: jamur tiram, jamur merang, jamur kuping dan lain-lain. Sementara ini masih banyak limbah jamur tiram hanya untuk pupuk tanaman bahkan banyak yang hanya di buang begitu saja, padahal dalam proses produksi jamur tiram yaitu sterilisasi baglog (bahan baku jamur) dengan cara pengukusannya di atas tungku api selama 8 jam, masyarakat masih menggunakan LPG atau kayu bakar untuk mengukus baglog tersebut yang membutuhkan biaya lebih. Penelitian ini bertujuan membantu masyarakat dalam pengolahan limbah jamur tiram untuk Proses Pembuatan Briket Limbah Jamur Tiram Sebagai Bahan Bakar Alternatif, pembuatan briket ini menggunakan bahan perekat tepung kanji dengan perbandingan 3:1, ukuran partikel 40 mesh (0,250)mm , bentuk beriket silinder pejal. Hasil pengujian proksimasi menunjukkan bahwa kandungan kadar air 1,57 %, Kadar abu 28,53 %, nilai kalor 3306 kal/gram, kadar karbon 51,22 %, nilai rata-rata efisiesi pembakaran 60,88% . Berdasarkan uji pembakaran, briket limbah jamur tiram dapat digunakan sebagai bahan bakar.Kata Kunci: Jamur Tiram, Briket, Pembuatan
ANALISA PEMANFAATAN SERABUT SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF PADA BOILER Dharma, Untung Surya
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 3, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v3i1.643

Abstract

Dengan semakin berkurangnya persediaan minyak dan energi dunia mengakibatkan terjadinya gejolak harga yang kurang stabil, kemudian fenomena viralslot tersebut turut berpengaruh di dalam Negeri hingga menimbulkan keresahan konsumen bahkan situasinya menjadi dilematis bagi kalangan industri. Menghadapi situasi dan kondisi ini akhirnya Pemerintah mengeluarkan himbauan untuk penghematan Energi dan Bahan Bakar Minyak (BBM). Selain itu kalangan industri pengolahan minyak sawit (CPO) juga menghadapi permasalahan yang baru lagi, baik bersifat Teknis dan Non Teknis. Permasalahannya yang terjadi adalah bagaimana penghematan biaya produksi industry, seperti industri pengolahan minyak sawit. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Kalirejo Lestari yang beralamat di Kalirejo kabupaten Lampung Tengah Propinsi Lampung. Dari hasil yang telah dianalisa diketahui bahwa perbandingan udara dan bahan bakar adalah sebesar 8,58 kg udara/kg bahan bakar, hal ini menunjukkan bahwa setiap 1 kg bahan bakar terdapat 8,58 kg udara pada proses pembakarannya, sehingga dapat dikatakan bahwa campuran udara dan bahan bakarnya memenuhi kriteria efisiensi termalnya. Hal inidigambarkan pada neraca panas total, terdapat 61702890 𝑘𝑗/𝑗𝑎𝑚𝑘𝑔𝑜𝐶 energi panas yang tersisa. Dalam hal ini, untuk memperkecil sisa energi panas dengan cara memperkecil pemasokan bahan bakarnya. Karakteristik pada bahan bakar serabut sawit ini cukup untuk menghasilkan energi panas yang besar. Energi panas yang dihasilkan 21177,36 𝑀𝑗/𝑗𝑎𝑚𝑘𝑔𝑜𝐶.Kata Kunci: pemanfaatan, serabut sawit, bahan bakar alternatif.
PENGARUH TEMPERATUR DIGESTER SISTEM KONTINYU TERHADAP PRODUKSI BIOGAS BERBAHAN BAKU BLOTONG Dharma, Untung Surya; Bustomi, Hamim
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 6, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v6i2.640

Abstract

Dewasa ini kebutuhan aniani4d bahan bakar fosil sebagai sumber energi tidak sebanding dengan ketersediaannya yang semakin menipis. Untuk itu solusi terhadap permasalahan energi perlu menjadi perhatian yang intensif. Salah satu energi terbarukan yang dapat digunakan sebagai energi alternatif adalah biogas. Penelitian ini menggunakan blotong sebagai bahan baku biogas yang merupakan limbah padat pabrik gula. Tujuan penelitian adalah meningkatkan produksi biogas dengan menggunakan perbedaan temperatur digister sistem kontinyu pada saat proses fermentasi anaerob. Perlakuan suhu yang digunakan dalam penelitian ini adalah permentasi subtrat tanpa perlakuan suhu (T1), dengan suhu 350C (T2) dan 550C (T3). Pada setiap penurunan produksi yang melebihi batas tengah setelah produksi puncak akan di lakukan penggantian bahan baku sebanyak 2 liter untuk menjaga kesetabilan proses produksi biogas. Hasil penelitian menunjukkan, temperatur digester pada saat proses permentasi substrat sangat mempengaruhi kuantitas produksi biogas, Akumulasi volume produksi yang dihasilkan subtrat dengan berperlakuan suhu 350C menghasilkan biogas terbanyak dalam jangka waktu relatif singkat, dibandingkan substrat tanpa perlakuan suhu dan perlakuan suhu 55 oC, Rerata kesetabilan produksi terbaik juga terjadi pada subtrat berperlakuan suhu 350C dengan akumulasi laju produksi sebanyak 4108  .Kata kunci : Biogas, Digester Anaerob Sistim Kontinyu, Temperatur, Blotong.
ANALISA KARAKTERISTIK MINYAK PLASTIK HASIL DUA KALI PROSES PIROLISIS Untung Surya Dharma; Dwi Irawan
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 4, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v4i1.645

Abstract

Limbah plastik dapat gacorwin dimanfaatkan sebagai bahan baku minyak plastik dengan menggunakan proses pirolisis. Minyak plastik yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai zat aditif atau campuran bahan bakar pada mesin. Pada Penelitian ini, proses pembuatan minyak plastik menggunakan dua kali proses pirolisis. Suhu reaktor pada proses pirolisis yang gacorwin pertama dan kedua berbeda berturut-turut yaitu 200 oC dan 150 oC. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa pada proses pirolisis pertama dengan suhu reaktor 200 oC, dari 25 kg bahan baku menghasilkan 15,5 liter minyak plastik dalam waktu 80 jam. Sedangkan pada proses pirolisis kedua dengan suhu gacorwin reaktor 150 oC, dari 15 liter minyak plastik dari hasil proses pirolisis pertama menghasilkan 11,6 liter minyak plastik dalam waktu 3,33 Jam. Adapun karakter minyak plastik yang dihasilkan adalah massa jenis 771,4 kg/m3, Viskositas 0,501 m2/s dan Nilai kalor 10518 kJ/kgKata kunci : Minyak Plastik, Proses Dua Kali Pirolisis, Karakteristik Minyak Plastik
PENGARUH VOLUME RUANG BAKAR SEPEDA MOTOR TERHADAP PRESTASI MESIN SEPEDA MOTOR 4-LANGKAH Untung Surya Dharma; Totong Heru Wahyudi
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 4, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v4i2.646

Abstract

Banyak macam cara digunakan untuk gacor5000 meningkatkan prestasi mesin sepeda motor bensin. Salah satunya dengan meningkatkan perbandingan kompresi yaitu dengan jalan memperpanjang langkah torak (stroke). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui daya dan efisiensi termal serta konsumsi bahan bakar yang terjadi setelah dilakukan modififikasi dengan cara memperpanjang langkah torak sebesar 2 mm. Pengujian dilakukan pada mesin sepeda motor bensin 110 cc dengan spesifikasi teknis standar dan berbahan bakar bensin. Dalam perhitungan untuk mendapatkan prestasi mesin dilakukan dengan beberapa cara pengujian, yaitu perhitungan volume ruang bakar, rasio kompresi, perbandingan kalor spesifik, efisiensi thermal, tekanan efektif rata-rata, dan daya spesifik, dan pengujian konsumsi bahan bakar (road test dan stasioner), pengujian akselerasi, dan pengujian kecepatan maksimum gacor5000. Dari cara meningkatkan unjuk kerja mesin yang telah dilakukan, proses memperpanjang volume ruang bakar (stroke) menunjukkan pengaruh yang lebih besar, dari volume standar sebesar 97,1 cm3 dengan daya 8009 PS sebelum dimodifikasi, setelah dimodifikasi menjadi menjadi 1049 cm3 dengan daya 10668 PS sehingga mengalami peningkatan volume ruang bakar, 7,8 cm3 dan daya sebesar 2659 PS, efesiensi thermal mesin, sebelum modifikasi sebesar 0,5756 dan setelah modifikasi mencapai 0,6713, konsumsi BB berdasarkan pengujian road test dengan jarak tempuh 50 km/jam sebelum modifikasi 47,33 mL meningkat menjadi 50 mL sesudah dimodifikasi, pada pengujian stasioner sebelum modifikasi 72 mL meningkat menjadi 74 mL dikarenakan volume ruang bakar yang bertambah dan membutuhkan konsumsi BB yang lebih banyak gacor5000.Kata kunci: Prestasi Mesin, kompresi, stroke, pengujian
PEMAMFAATAN LIMBAH PERTANIAN UNTUK PEMBUATAN ARANG DENGAN PROSES PIROLISA Untung Surya Dharma
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 2, No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v2i1.641

Abstract

Dimasa sekarang kebutuhan gacorqq energi sangat meningkat dikarenakan jumlah penduduk semakin banyak dan revolusi Industri yang menuntut sumber energi semakin tinggi. Hal tersebut merupakan permasalahan yang sangat komplek dikarenakan bahan bakar migas semakin menipis. Pemecahan masalah diatas dapat diatasi dengan cara mencari sumber energi gacorqq alternatif yang dapat diperbaharui. Salah satunya dengan memanfaatkan limbah pertanian yang diubah menjadi arang dengan proses pirolisa kemudian dijadikan briket. Pada pengujian ini penulis hanya menggunakan daun mahoni dan sekam padi sebagai bahan baku briket. Hasil yang didapat menunjukkan penggunaan briket sekam padi lebih optimal dibandingkan daun mahoni. Pada pemakaian sekam padi membutuhkan waktu 15 menit untuk mendidihkan air gacorqq sedangkan daun mahoni membutukkan waktu 20 menit. Hal ini disebabkan suhu yang dihasilkan sekam padi lebih tinggi sehingga air cepat mendidih. Sekam padi mengandung selulosa yang lebih tinggi dibanding daun mahoni sehingga proses pembakaran lebih cepat.Kata Kunci : Retort, Sistem pirolisa, Briket
KAJIAN POTENSI SUMBER ENERGI BIOGAS DARI KOTORAN TERNAK UNTUK BAHAN BAKAR ALTERNATIF DI KECAMATAN KALIREJO KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Untung Surya Dharma; Kemas Ridhuan
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 3, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v3i2.644

Abstract

Biogas is a source of energy that is derived from the decomposition of organic matter by microorganisms in the absence of oxygen (anaerobic) to produce a mixture of several gases are methane (CH 4) and carbon dioxide (CO 2).Biogas can be made from many types of waste material and the rest aniani4d , a kind of garbage, livestock waste, agricultural waste and others.Things to consider in the development of biogas energy source so that the principle of availability of sustainable biogas as an alternative fuel can be met is a local or regional potential to produce biogas.Communities in the District Central Lampung regency Kalirejo many who maintain livestock.Waste from livestock manure is especially very disturbing and detrimental to health, it is encouraging to capitalize upon the waste as feedstock for biogas production.To assess the potential of biogas energy sources are needed data about the amount of livestock manure every day, in this study is the dung of cows, goats and chickens.Fermentation process for the three types of dirt inside the reactor each trial was conducted to determine the length / time effective and energy biogas produced.From the field data known total number of chickens are farmed as much as 176.264 , goat 12.345and cow 4.488 tail.Manure produced by 1 chicken, 1 goats and one cow in a row that is 0.055 kg / day, 0.98 kg / day and 19.5 kg / day.While the testing laboratory, known Biogas produced from each of 20 kg of dung that chicken manure yield of 2.04 m 3, cow dung yield of 0.56 m 3 and 0.76 m 3 cow dung.From field data and laboratory testing can be calculated local potential in providing sustainable biogas in District Kalirejo Kalirejo Central Lampung regency, namely the potential of biogas from chicken manure at 988.84 m 3 / day, goat manure at 338.75 m 3 / day and cow manure at 3325.61 m 3 / day.So the total potential of biogas that can be generated is equal to 4653.2 m 3 / day.Keywords: Biogas, local potentials, livestock manure, the total potential of biogas.