Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN BIOMASSA LIMBAH JAMUR TIRAM SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF UNTUK PROSES STERILISASI JAMUR TIRAM Untung Surya Dharma
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 2 No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v2i2.642

Abstract

Biomassa adalah suatu limbah benda padat yang bisa dimanfaatkan lagi sebagai sumber bahan bakar. Energi biomassa dapat menjadi sumber energi alternatif pengganti bahan bakar fosil (minyak bumi) karena beberapa sifatnya yang menguntungkan gacor5000 yaitu sumber energi ini dapat dimanfaatkan secara lestari karena sifatnya yang dapat diperbaharui (renewable resources), sumber energi ini relatif tidak mengandung unsur sulfur sehingga tidak menyebabkan polusi udara dan juga dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya hutan dan pertanian. Salah satu biomassa yang sekarang belum termanfaatkan dengan baik adalah limbah jamur. Jenis jamur di Indonesia banyak macamnya contohnya: jamur tiram, jamur merang, jamur kuping dan lain-lain. Sementara ini masih banyak limbah jamur tiram hanya untuk pupuk tanaman bahkan banyak yang hanya di buang begitu saja, padahal dalam proses produksi jamur tiram yaitu sterilisasi baglog (bahan baku jamur) dengan cara pengukusannya di atas tungku api selama 8 jam, masyarakat masih menggunakan LPG atau kayu bakar untuk mengukus baglog tersebut yang membutuhkan biaya lebih. Penelitian ini bertujuan membantu masyarakat dalam pengolahan limbah jamur tiram untuk Proses Pembuatan Briket Limbah Jamur Tiram Sebagai Bahan Bakar Alternatif, pembuatan briket ini menggunakan bahan perekat tepung kanji dengan perbandingan 3:1, ukuran partikel 40 mesh (0,250)mm , bentuk beriket silinder pejal. Hasil pengujian proksimasi menunjukkan bahwa kandungan kadar air 1,57 %, Kadar abu 28,53 %, nilai kalor 3306 kal/gram, kadar karbon 51,22 %, nilai rata-rata efisiesi pembakaran 60,88% . Berdasarkan uji pembakaran, briket limbah jamur tiram dapat digunakan sebagai bahan bakar.Kata Kunci: Jamur Tiram, Briket, Pembuatan
ANALISA PEMANFAATAN SERABUT SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF PADA BOILER Untung Surya Dharma
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 3 No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v3i1.643

Abstract

Dengan semakin berkurangnya persediaan minyak dan energi dunia mengakibatkan terjadinya gejolak harga yang kurang stabil, kemudian fenomena viralslot tersebut turut berpengaruh di dalam Negeri hingga menimbulkan keresahan konsumen bahkan situasinya menjadi dilematis bagi kalangan industri. Menghadapi situasi dan kondisi ini akhirnya Pemerintah mengeluarkan himbauan untuk penghematan Energi dan Bahan Bakar Minyak (BBM). Selain itu kalangan industri pengolahan minyak sawit (CPO) juga menghadapi permasalahan yang baru lagi, baik bersifat Teknis dan Non Teknis. Permasalahannya yang terjadi adalah bagaimana penghematan biaya produksi industry, seperti industri pengolahan minyak sawit. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Kalirejo Lestari yang beralamat di Kalirejo kabupaten Lampung Tengah Propinsi Lampung. Dari hasil yang telah dianalisa diketahui bahwa perbandingan udara dan bahan bakar adalah sebesar 8,58 kg udara/kg bahan bakar, hal ini menunjukkan bahwa setiap 1 kg bahan bakar terdapat 8,58 kg udara pada proses pembakarannya, sehingga dapat dikatakan bahwa campuran udara dan bahan bakarnya memenuhi kriteria efisiensi termalnya. Hal inidigambarkan pada neraca panas total, terdapat 61702890 𝑘𝑗/𝑗𝑎𝑚𝑘𝑔𝑜𝐶 energi panas yang tersisa. Dalam hal ini, untuk memperkecil sisa energi panas dengan cara memperkecil pemasokan bahan bakarnya. Karakteristik pada bahan bakar serabut sawit ini cukup untuk menghasilkan energi panas yang besar. Energi panas yang dihasilkan 21177,36 𝑀𝑗/𝑗𝑎𝑚𝑘𝑔𝑜𝐶.Kata Kunci: pemanfaatan, serabut sawit, bahan bakar alternatif.
KAJIAN POTENSI SUMBER ENERGI BIOGAS DARI KOTORAN TERNAK UNTUK BAHAN BAKAR ALTERNATIF DI KECAMATAN KALIREJO KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Untung Surya Dharma; Kemas Ridhuan
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 3 No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v3i2.644

Abstract

Biogas is a source of energy that is derived from the decomposition of organic matter by microorganisms in the absence of oxygen (anaerobic) to produce a mixture of several gases are methane (CH 4) and carbon dioxide (CO 2).Biogas can be made from many types of waste material and the rest aniani4d , a kind of garbage, livestock waste, agricultural waste and others.Things to consider in the development of biogas energy source so that the principle of availability of sustainable biogas as an alternative fuel can be met is a local or regional potential to produce biogas.Communities in the District Central Lampung regency Kalirejo many who maintain livestock.Waste from livestock manure is especially very disturbing and detrimental to health, it is encouraging to capitalize upon the waste as feedstock for biogas production.To assess the potential of biogas energy sources are needed data about the amount of livestock manure every day, in this study is the dung of cows, goats and chickens.Fermentation process for the three types of dirt inside the reactor each trial was conducted to determine the length / time effective and energy biogas produced.From the field data known total number of chickens are farmed as much as 176.264 , goat 12.345and cow 4.488 tail.Manure produced by 1 chicken, 1 goats and one cow in a row that is 0.055 kg / day, 0.98 kg / day and 19.5 kg / day.While the testing laboratory, known Biogas produced from each of 20 kg of dung that chicken manure yield of 2.04 m 3, cow dung yield of 0.56 m 3 and 0.76 m 3 cow dung.From field data and laboratory testing can be calculated local potential in providing sustainable biogas in District Kalirejo Kalirejo Central Lampung regency, namely the potential of biogas from chicken manure at 988.84 m 3 / day, goat manure at 338.75 m 3 / day and cow manure at 3325.61 m 3 / day.So the total potential of biogas that can be generated is equal to 4653.2 m 3 / day.Keywords: Biogas, local potentials, livestock manure, the total potential of biogas.
ANALISA KARAKTERISTIK MINYAK PLASTIK HASIL DUA KALI PROSES PIROLISIS Untung Surya Dharma; Dwi Irawan
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 4 No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v4i1.645

Abstract

Limbah plastik dapat gacorwin dimanfaatkan sebagai bahan baku minyak plastik dengan menggunakan proses pirolisis. Minyak plastik yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai zat aditif atau campuran bahan bakar pada mesin. Pada Penelitian ini, proses pembuatan minyak plastik menggunakan dua kali proses pirolisis. Suhu reaktor pada proses pirolisis yang gacorwin pertama dan kedua berbeda berturut-turut yaitu 200 oC dan 150 oC. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa pada proses pirolisis pertama dengan suhu reaktor 200 oC, dari 25 kg bahan baku menghasilkan 15,5 liter minyak plastik dalam waktu 80 jam. Sedangkan pada proses pirolisis kedua dengan suhu gacorwin reaktor 150 oC, dari 15 liter minyak plastik dari hasil proses pirolisis pertama menghasilkan 11,6 liter minyak plastik dalam waktu 3,33 Jam. Adapun karakter minyak plastik yang dihasilkan adalah massa jenis 771,4 kg/m3, Viskositas 0,501 m2/s dan Nilai kalor 10518 kJ/kgKata kunci : Minyak Plastik, Proses Dua Kali Pirolisis, Karakteristik Minyak Plastik
PENGARUH VOLUME RUANG BAKAR SEPEDA MOTOR TERHADAP PRESTASI MESIN SEPEDA MOTOR 4-LANGKAH Untung Surya Dharma; Totong Heru Wahyudi
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 4 No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v4i2.646

Abstract

Banyak macam cara digunakan untuk gacor5000 meningkatkan prestasi mesin sepeda motor bensin. Salah satunya dengan meningkatkan perbandingan kompresi yaitu dengan jalan memperpanjang langkah torak (stroke). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui daya dan efisiensi termal serta konsumsi bahan bakar yang terjadi setelah dilakukan modififikasi dengan cara memperpanjang langkah torak sebesar 2 mm. Pengujian dilakukan pada mesin sepeda motor bensin 110 cc dengan spesifikasi teknis standar dan berbahan bakar bensin. Dalam perhitungan untuk mendapatkan prestasi mesin dilakukan dengan beberapa cara pengujian, yaitu perhitungan volume ruang bakar, rasio kompresi, perbandingan kalor spesifik, efisiensi thermal, tekanan efektif rata-rata, dan daya spesifik, dan pengujian konsumsi bahan bakar (road test dan stasioner), pengujian akselerasi, dan pengujian kecepatan maksimum gacor5000. Dari cara meningkatkan unjuk kerja mesin yang telah dilakukan, proses memperpanjang volume ruang bakar (stroke) menunjukkan pengaruh yang lebih besar, dari volume standar sebesar 97,1 cm3 dengan daya 8009 PS sebelum dimodifikasi, setelah dimodifikasi menjadi menjadi 1049 cm3 dengan daya 10668 PS sehingga mengalami peningkatan volume ruang bakar, 7,8 cm3 dan daya sebesar 2659 PS, efesiensi thermal mesin, sebelum modifikasi sebesar 0,5756 dan setelah modifikasi mencapai 0,6713, konsumsi BB berdasarkan pengujian road test dengan jarak tempuh 50 km/jam sebelum modifikasi 47,33 mL meningkat menjadi 50 mL sesudah dimodifikasi, pada pengujian stasioner sebelum modifikasi 72 mL meningkat menjadi 74 mL dikarenakan volume ruang bakar yang bertambah dan membutuhkan konsumsi BB yang lebih banyak gacor5000.Kata kunci: Prestasi Mesin, kompresi, stroke, pengujian
PENGARUH PERUBAHAN LAJU ALIRAN TERHADAP TEKANAN DAN JENIS ALIRAN YANG TERJADI PADA ALAT UJI PRAKTIIKUM MEKANIKA FLUIDA Untung Surya Dharma; Galih Prasetyo
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 1 No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v1i2.653

Abstract

Telah dibuat hagoslot sebuat alat praktikum Mekanika Fluida di Laboratorium Mekanika Fluida Teknik Mesin Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Metro. Untuk mengetahui kinerja alat uji tersebut maka dilakukan penelitian tentang pengaruh perubahan laju aliran terhadap tekanan dan jenis aliran. Pipa uji yang digunakan adalah pipa pvc, pipa acrylic, dan pipa baja. Fluida yang digunakan adalah air, yang digunakan untuk mensirkulasikan fluida ke dalam pipa uji adalah pompa sentrifugal. Alat uji mekanika fluida ini dibuat dalam skala laboraturium atau alat praktikum, sehingga dapat digunakan untuk kegiatan praktikum. Pengujian dilakukan untuk mendapatkan laju aliran dan perubahan tekanan dengan menggunakan flowmeter dan manometer U. Jeniss aliran juga diketahui dengan pengamatan langsung pada saat pengujian dilakukan dan dari peritungan Bilangan Reynold. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa perubahan tekanan yang terjadi pada bagian pipa lurus (P1), pipa pengecilan (ΔP3), pipa belokan (ΔP4), pipa beda bahan (ΔP5) dan pipa lurus (ΔP6) berbanding lurus dengan semakin bertambahnya laju aliran fluida. Sementara perubahan tekanan pada pipa pembesaran (ΔP2) berbanding terbalik dengan semakin bertambahnya laju aliran fluida. Bilangan Reynold yang didapat sebesar 12690,39 sehingga jenis aliran yang terjadi adalah jenis aliran turbulen. Perubahan tekanan paling besar terjadi pada satu titik bagian pipa lurus yaitu sebesar 2354 N/m2.Kata kunci : Laju aliran, tekanan, jenis aliran.
ANALYSIS OF THE EFFECT OF TEMPERATURE AND HEATING TIME ON ASTM A572 STEEL AS A MATERIAL FOR MAKING INCINERATOR COMBUSTION CHAMBER ON THE RATE OF CORROSION Eko Nugroho; Nurlaila Rajabiyah; Untung Surya Dharma; Latif Kristian
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 14 No 1 (2025): TURBO : Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v14i1.4297

Abstract

Corrosion is the degradation of metal quality caused by a reaction between the environment and the material. Generally, corrosion problems are caused by water. However, there are several factors other than water that influence the corrosion rate, such as temperature. An increase in temperature in a corrosive system will increase the rate of corrosion. This is caused by an increase in the active energy of the particles involved in the corrosion reaction. The aim of this research was to determine the effect of temperature and firing time on the corrosion rate of ASTM A 572 steel material. The research method used was experimental, using ASTM A 572 steel plates measuring 5 cm wide and 7 cm long with a thickness of 5 mm with the heating process used being 3 hours, 5 hours and 7 hours at temperatures of 600oC, 650oC and 700oC. The results of the research on the effect of temperature and firing time on the corrosion rate of ASTM A 572 steel material showed that the lowest average corrosion value was 0,3947 mm/year with a testing time of 3 hours at a temperature of 600oC. Then the highest average corrosion value was obtained, namely 8,0937 mm/year with a testing time of 7 hours at a temperature of 700oC