Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analysis of Social Impact Management, Industrial Education and Environmental Law (SPIHUL) of Ex-Mining Land in South Kalimantan Sani, Abdul; Fathullah, Amal; Saleh, Muhammad; Mukhlis; Rizkiansyah, Rakhmad
IJHCM (International Journal of Human Capital Management) Vol. 8 No. 1 (2024): International Journal of Human Capital Management
Publisher : Program Studi S3 Ilmu Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/IJHCM.08.01.2

Abstract

The impact of coal mining in South Kalimantan, the phase after exploitation, involves various aspects such as economic, social, environmental, legal, educational and industrial. Although the negative impacts are numerous and complex, this research aims to explore the positive impacts and economic potential for future social welfare. This research involves mapping the positive impacts of former mines and mining pits that are widespread in South Kalimantan, particularly from Kotabaru in the Southeast to Tabalong in the East. Mine pits, which may cover thousands of hectares and reach depths of hundreds to thousands of kilometers above ground level, are the main focus. Through a structured research program, the results can be identified as potential long-term benefits that can be managed properly. One significant positive impact is the potential utilization of former mine pits as an Electric Energy Reserve. Through transformation into a Power Lake, the region can become a sustainable source of renewable energy. In addition, the concept of energy-preneurship can be introduced to encourage innovation in the energy sector and create new economic opportunities. Environmental aspects can also be accommodated through the establishment of Flood Flow Buffers, which not only act as environmental protection but also provide local economic benefits. Revitalized mine pits can be transformed into proverty residences, such as apartments and lake hotels that bring natural beauty as well as a source of income for local communities. In addition, the reconstruction and transformation program can generate land for fish cages and lake biota, create boat and speedboat cruise attractions, and even become a lake sports icon. All of these initiatives can be managed with national development needs in mind and have the potential to become a source of foreign exchange through the tourism and renewable energy sectors.
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN TERNAK KERBAU RAWA DI DESA PAMINGGIR KECAMATAN PAMINGGIR KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Handayani, Ramona; Sani, Abdul
Inovatif Jurnal Administrasi Niaga Vol. 2 No. 1 (2020): Inovatif Jurnal Administrasi Niaga
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/ijan.2.1.70

Abstract

Sistem pemeliharaan ternak kerbau yang masih menganut cara tradisional karena campur tangan manusia dan teknologi yang digunakan boleh dikatakan minim, sehingga prestasi yang diharapkan tidak tercapai dimana banyak terjadi kematian terutama anak yang baru lahir. Akses untuk menuju peternakan juga mengalami suatu permasalahan dikernakan jalan untuk menuju peternakan harus menempuh jalan Sungai Barito dan memakan waktu cukup lama.Berdasarkan hal di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan ternak kerbau rawa di Desa paminggir Kecematan Paminggir Kabupaten Hulu Sunga Utara, kendala apa saja yang di hadapi dalam melakukan peternakan dan upaya atau Solusi yang dilakukan dalam mengatasi kendala pengelolaan ternak kerbau rawa. Pendekatan Penelitian digunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan Pengelolaan ternak kerbau rawa di Desa Paminggir Kecamatan Paminggir Kabupaten Hulu Sungai Utara cukup efektif dilihat dari indicator pengetahuan, sikap, motivasi , kepaduan, kepemimpinan ,struktur, atatus, peran , norma-norma, pilihan strategis, proses dan kebudayaan sudah bisa dikatakan terkelola dengan baik, sementara yang kurang terkelola dengan baik yaitu, kemampuan, keahlian, lingkungan ternak, dan penggunaan teknologi. Kendala yang dihadapi meliputi : Kemampuan yang kurang disebabkan peternak yang umurnya masih muda dan minim pengalaman, Keahlian yang kurang karena peternak yang senior ( banyak pengalaman) mulai berkurang, Lingkungan akses jalan yang masih sulit, dan Sarana koordinasi dalam pengelolaan ternak yang masih kurang dalam penggunaan teknologi. Upaya yang dilakukan dalam mengatasi kendala meliputi : Memperbaiki kualitas sumber daya manusia untuk kemampuan beternak kerbau melalui mengikut sertakan peternak muda dalam penyuluhan, pelatihan dan Memberi kesempatan untuk usia muda, dan Memperbaiki lingkungan pengelolaan ternak kerbau rawa di paminggir