Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analysis of Social Impact Management, Industrial Education and Environmental Law (SPIHUL) of Ex-Mining Land in South Kalimantan Sani, Abdul; Fathullah, Amal; Saleh, Muhammad; Mukhlis; Rizkiansyah, Rakhmad
IJHCM (International Journal of Human Capital Management) Vol. 8 No. 1 (2024): International Journal of Human Capital Management
Publisher : Program Studi S3 Ilmu Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/IJHCM.08.01.2

Abstract

The impact of coal mining in South Kalimantan, the phase after exploitation, involves various aspects such as economic, social, environmental, legal, educational and industrial. Although the negative impacts are numerous and complex, this research aims to explore the positive impacts and economic potential for future social welfare. This research involves mapping the positive impacts of former mines and mining pits that are widespread in South Kalimantan, particularly from Kotabaru in the Southeast to Tabalong in the East. Mine pits, which may cover thousands of hectares and reach depths of hundreds to thousands of kilometers above ground level, are the main focus. Through a structured research program, the results can be identified as potential long-term benefits that can be managed properly. One significant positive impact is the potential utilization of former mine pits as an Electric Energy Reserve. Through transformation into a Power Lake, the region can become a sustainable source of renewable energy. In addition, the concept of energy-preneurship can be introduced to encourage innovation in the energy sector and create new economic opportunities. Environmental aspects can also be accommodated through the establishment of Flood Flow Buffers, which not only act as environmental protection but also provide local economic benefits. Revitalized mine pits can be transformed into proverty residences, such as apartments and lake hotels that bring natural beauty as well as a source of income for local communities. In addition, the reconstruction and transformation program can generate land for fish cages and lake biota, create boat and speedboat cruise attractions, and even become a lake sports icon. All of these initiatives can be managed with national development needs in mind and have the potential to become a source of foreign exchange through the tourism and renewable energy sectors.
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN TERNAK KERBAU RAWA DI DESA PAMINGGIR KECAMATAN PAMINGGIR KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Handayani, Ramona; Sani, Abdul
Inovatif Jurnal Administrasi Niaga Vol. 2 No. 1 (2020): Inovatif Jurnal Administrasi Niaga
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/ijan.2.1.70

Abstract

Sistem pemeliharaan ternak kerbau yang masih menganut cara tradisional karena campur tangan manusia dan teknologi yang digunakan boleh dikatakan minim, sehingga prestasi yang diharapkan tidak tercapai dimana banyak terjadi kematian terutama anak yang baru lahir. Akses untuk menuju peternakan juga mengalami suatu permasalahan dikernakan jalan untuk menuju peternakan harus menempuh jalan Sungai Barito dan memakan waktu cukup lama.Berdasarkan hal di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan ternak kerbau rawa di Desa paminggir Kecematan Paminggir Kabupaten Hulu Sunga Utara, kendala apa saja yang di hadapi dalam melakukan peternakan dan upaya atau Solusi yang dilakukan dalam mengatasi kendala pengelolaan ternak kerbau rawa. Pendekatan Penelitian digunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan Pengelolaan ternak kerbau rawa di Desa Paminggir Kecamatan Paminggir Kabupaten Hulu Sungai Utara cukup efektif dilihat dari indicator pengetahuan, sikap, motivasi , kepaduan, kepemimpinan ,struktur, atatus, peran , norma-norma, pilihan strategis, proses dan kebudayaan sudah bisa dikatakan terkelola dengan baik, sementara yang kurang terkelola dengan baik yaitu, kemampuan, keahlian, lingkungan ternak, dan penggunaan teknologi. Kendala yang dihadapi meliputi : Kemampuan yang kurang disebabkan peternak yang umurnya masih muda dan minim pengalaman, Keahlian yang kurang karena peternak yang senior ( banyak pengalaman) mulai berkurang, Lingkungan akses jalan yang masih sulit, dan Sarana koordinasi dalam pengelolaan ternak yang masih kurang dalam penggunaan teknologi. Upaya yang dilakukan dalam mengatasi kendala meliputi : Memperbaiki kualitas sumber daya manusia untuk kemampuan beternak kerbau melalui mengikut sertakan peternak muda dalam penyuluhan, pelatihan dan Memberi kesempatan untuk usia muda, dan Memperbaiki lingkungan pengelolaan ternak kerbau rawa di paminggir
Keabsahan Akad Nikah Virtual dalam Pandangan Empat Mazhab Luthfiatul Zahra; Diah Cahyani; Abdul Sani; Fadullah Rusadi
Hidayah : Cendekia Pendidikan Islam dan Hukum Syariah Vol. 2 No. 4 (2025): Desember : Hidayah : Cendekia Pendidikan Islam dan Hukum Syariah
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/hidayah.v2i4.1450

Abstract

The development of information and communication technology has brought significant changes to various aspects of human life, including marriage practices. The implementation of marriage contracts conducted through online media such as video calls or digital conferencing platforms has emerged as a modern phenomenon. This development has sparked legal debates in Islam regarding its validity, particularly concerning the fulfillment of essential conditions and pillars of marriage, such as ittihād al-majlis (unity of the session) and the sighat ijab qabul (offer and acceptance). The purpose of this article is to examine the validity of virtual mge contracts from the perspective of the four major schools of Islamic jurisprudence (Hanafi, Maliki, Shafi'i, and Hanbali). This study employs a qualitative research methodology using a literature review with a descriptive-analytical approach. The findings indicate that the Shafi'i School does not permit virtual marriage contracts due to the absence of physical unity in place. In contrast, the Hanafi, Maliki, and Hanbali Schools allow virtual marriage contracts, emphasizing unity in time and clarity in the sighat. Therefore, according to several schools of Islamic jurisprudence, virtual marriage contracts may be considered valid as long as the required conditions of marriage are fulfilled, including the presence of witnesses and the clarity of the ijab qabul.
Sufistik Guru Sekumpul Sahrul Arifin; Abdul Sani; Abdul Hakim; H. Ibnu Arabi
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

M. Zaini Ghani bin Abdul Ghani or known as Guru Sekumpul is a well-known scholar in the South Kalimantan region whose work traces back to the land of Sekumpul, Martapura, South Kalimantan. During his life, he had made extraordinary services for the Muslims there, his extraordinary jihad deserved the greatest appreciation. This is evidenced by the large number of congregations in the submission. Even after he died, the haul congregation continued to grow every year. During his lifetime, Guru Sekumpul forbade the teachings of Sufism, one of which was a way to cleanse the heart. This is where his Sufi values can be seen, which until now has been used as a role model for the wider community, especially the people of Kalimantan. Keywords: Guru Sekumpul, Sufism, Sufism.   Abstrak M. Zaini Ghani bin Abdul Ghani atau dikenal dengan sebutan Guru Sekumpul merupakan ulama masyhur di wilayah kalimantan Selatan yang kiprahnya berjejak di tanah Sekumpul, Martapura, Kalimantan Selatan. Semasa hidupnya, beliau telah menorehkan jasa yang luar biasa bagi umat Islam di sana, jihad beliau yang luar biasa patut dibeikan apresiasi yang sebesar-besarnya. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya jemaah dalam pengajuannya. Bahkan setelah beliau wafat sekalipun, jama’ah haul terus bertambah setiap tahunnya. Semasa hidupnya Guru Sekumpul banyak mengajarkan ajaran tasawuf salah satunya adalah cara membersihkan hati, dari sinilah telihat nilai kesufian beliau yang sampai sekarang dijadikan   suri   teladan   bagi   masyarakat   luas,   khusunya masyarakat Kalimantan. Kata Kunci: Guru Sekumpul, Tasawuf, Sufistik.