Muhammad Arsyad Suyuti
Unknown Affiliation

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

SIFAT MEKANIK BAJA EMS 45 DENGAN PERUBAHAN TEMPERATUR MEDIA PENDINGIN AIR GARAM Syaharuddin Rasyid; Muhammad Arsyad Suyuti; Ardiansyah Ardiansyah
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.116 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v14i2.1165

Abstract

Baja karbon paduan yang dipanaskan hingga mencapai suhu austenit, kemudian didinginkan secara cepat akan membentuk struktur yang martensit dan memiliki kekerasan yang lebih tinggi dari struktur perlit maupun ferrit, proses ini dikenal dengan quenching, Proses quenching yang sederhana akan menghasilkan selubung uap yang mengelilingi spesimen, yang akan mengakibatkan ketidak seragaman proses pendinginan yang akhirnya dapat memunculkan keretakan karena pengaruh internal stress. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kekerasan dan kekuatan impak pada bahan Baja EMS 45 yang mengalami proses quenching dengan memvariasikan temperatur media pendingin air garam pada suhu 5OC sampai dengan 30OC.Metode yang digunakan adalah proses pemanasan spesimen pada temperatur 850OC dengan waktu penahanan selama 70 menit, selanjutnya spesimen diquencing pada temperatur media pendingin air garam yang berbeda. Untuk mengetahui nilai kekerasan dan kekuatan impak dilakukan pengujian kekerasan dan pengujian impak. Hasil pengujian yang diperoleh pada penilitian ini yaitu pengujian tarik adalah 77,783 KgF/mm2 atau setara dengan baja St 70, nilai Kekerasan terbesar terjadi pada suhu 0OC yaitu sebesar 61,77 HRC dan Nilai kekuatan impak pada suhu 0OC sebesar 63,5 N.m. apabila suhu media pendingin air garam naik maka nilai kekerasan akan semakin menurun sedangkan pada pengujian impak apabila suhu media pendingin air garam naik maka nilai kekuatan impak akan semakin meningkat.
Pengaruh Sudut Punch dan Ketebalan Pelat terhadap Springback pada Bending V Rusdi Nur; Muhammad Arsyad Suyuti; Muh Reza B; Misbahuddin Misbahuddin
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 17, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.276 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v17i1.1593

Abstract

The bent plate is inseparable from the phenomenon that determines the size of the resulting bending angle. This phenomenon is called springback. Springback is a condition that occurs on a sheet plate when bending is done where after the punch load is removed the bent sheet plate has a tendency to return to its original form. Mini brake bending V tool with a hydraulic jack system produces springback of 1-5 degrees for punch angle 85 ° radius 2.5 mm and carbon steel material St 42 at thickness 3, 4 and 5 mm. Therefore, this study was conducted to find out how the influence of punch angle and plate thickness on springback. The limitation problem in this study is the thickness of the plates used 2 and 4 mm. The type of method used is bending V bottoming with a die angle of 90 °, the punch angle used is 80, 85, and 90, the punch radius used is 2, 4 and 6 mm, and the plate material used is carbon steel. The research method starts from designing die set, punch and die test aids, and making test specimens, then bending test, bending angle and springback measurements are carried out. Based on the research conducted, the greater the punch angle, the smaller springback produced and the thicker the plate, the smaller springback produced tends to be smaller, where the smallest springback is obtained on a plate thickness of 6 mm with a punch angle of 90 ° 4 mm radius obtained -0.31o.
PENGARUH EMBOSSING TERHADAP KEKUATAN LENTUR DAN KEKERASAN PADA SIRIP RODA TRAKTOR TANGAN Yosrihard Basongan; Muhammad Arsyad Suyuti; Syaputra Dermawan; Dewi Ratih M
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 16, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.737 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v16i2.1507

Abstract

Sirip roda traktor merupakan bagian terpenting dari sebuah traktor untuk membajak sawah. Rusaknya sirip roda traktor disebabkan karena kurangnya kemampuan sirip roda traktor menahan beban lentur serta dipengaruhi oleh usia sirip itu sendiri. Penelitian sebelumnya telah dibuat alat bantu bending yang juga dapat digunakan untuk pembentuk sirip roda besi traktor tangan dengan sistem hidrolik, dengan satu tahapan proses penekukan, dua embossing berbentuk radius sebagai tulangan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh embossing pada kekuatan lentur dan kekerasan sirip roda traktor dengan menggunakan variasi model embossing segitiga, jumlah embossing 1, serta tinggi embossing 4, 5, 6 mm dengan material baja karbon St 42, ketebalan pelat 3.8 mm. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan semakin tinggi embossing maka beban lentur maksimum yang dihasilkan semakin besar, dimana beban lentur maksimum terbesar diperoleh oleh sirip roda traktor dengan model embossing segitiga, dan tinggi embossing 6 mm didapatkan tegangan lentur 147,143 N/mm2. Hasil uji kekerasan sirip roda traktor dengan model embossing segitiga, tinggi 6 memiliki kekerasan terbesar yaitu 171,43 HB.
Desain Konstruksi Press Tool Sebagai Alat Bending Bentuk V Dengan Garis Bending Max. 300mm Muhammad Arsyad Suyuti; Muhammad Iswar; Rusdi Nur; Erniyanti Erniyanti
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 17, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.815 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v17i1.1592

Abstract

Nowadays, the process of metal forming in the machining industry and welding workshop is developing very rapidly especially in the plate bending process. The bending process is the formation of metals which generally use plates or rods of both ferrous and non-ferrous metal materials by bending, which in the bending process will cause stretching or stretching on the neutral plane axis along the bending area and produce a straight bend line. The use of appropriate technology machines has been widely used to increase productivity, efficiency, and effectiveness in the production process for community businesses, especially those in the regions. One of the appropriate technologies that might be applied in the bending process is a hydraulic jack press that is equipped with a press tool. Press tool is one type of product forming, cutting and bending tools from the basic material of sheet plates whose operations are using a press tool. The results of the design of press tool bending tool V have a length of 300 mm bending line, 33 mm bending width, 110 mm spring height, free step distance of 19 mm. The punch angle used is 85⁰ with the punch radius used is 1.5 mm while the die angle is 85⁰. The selected punch and die material is Steel AISI 1045 HV HR.
Peningkatan Ketersediaan Waktu Operasi Pada Mesin Boiler Berdasarkan Down Time Dengan Pendekatan Metode Reliability Centered Maintenance (RCM) (Studi Kasus PT. Dian Swastika Sentosa, Tbk Ahmad Zubair Sultan; Muhammad Arsyad Suyuti; Tanhar Bin Naim; Arya A. Amiruddin
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 18, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.877 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v18i2.2630

Abstract

This study aims to (1) determine the subsystem or component that causes the main failure in boiler unit 2 and the effect on production efficiency. (2) Determine the maintenance interval at boiler unit 2 with the Reliability Centered Maintenance method. This research was conducted by processing downtime data from each sub-system or component, which was converted into time data between failures. Thus, testing of the distribution data is to determine the appropriate distribution. Based on the parameters obtained, it is used to determine the reliability function of each subsystem or component. Thus, the reliability value of each component over a certain period of time can be calculated. From the results of the research, the most damage has reliability including ballmill a (29.01%), ballmill b (37,250%), bottom ash a (41,604%), coal feeder a (35,282%), boiler (38,275%), hydraulic (20,236%), soot blower l3 (16,019%), coal feeder b (35,915%). So that reliability is focused on these components or subsystems. Then the maintenance time intervals are arranged as a group maintenance strategy to achieve the targeted system reliability.
ANALISIS TEGANGAN TARIK DAN LENTUR SAMBUNGAN ALUMINIUM AA 6061 HASIL PENGELASAN FRICTION STIR WELDING (FSW) MENGGUNAKAN PIN SHOULDER TOOL PERSEGI EMPAT Muhammad Arsyad Suyuti; Luther Sonda; Misdar Misdar; Raichard Pasau
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 15, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1247.627 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v15i2.1194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tegangan tarik maksimum dan tegangan lentur yang dihasilkan dari hasil pengelasan friction stir welding. Dalam pengelasan ini meterial yang disambung adalah Aluminium AA 6061. Sedangkan parameter pengelasan friction stir welding yang divariasikan yaitu putaran tool, dan kecepatan pengelasan (feeding). Tool yang digunakan memiliki pin shoulder berbentuk persegi empat dengan ukuran sisi yang sama. Dari hasil uji tarik diperoleh tegangan tarik tertinggi pada putaran 1300 rpm dengan feeding 90 mm/min sebesar 160,93 MPa sedangkan tegangan lentur tertinggi diperoleh pada root bending di putaran 1300 rpm dengan feeding 135 mm/min sebesar 487,22 MPa. Secara umum kualitas sambungan hasil pengelasan yang terbaik jika ditinjau dari segi tegangan tarik maksimum dan tegangan lentur diperoleh pada putaran rendah yaitu 1300 rpm. Namun demikian baik tegangan tarik maksimum maupun tegangan lentur pada daerah sambungan nugget zone dan Thermomechaniically Affected Zone (TMAZ) masih jauh lebih rendah dari pada tegangan tarik maksimum dan tegangan lentur logam induk.
RANCANG BANGUN MESIN ROL BESI PEJAL UNTUK PEMBUATAN KOMPONEN ALAT PERTANIAN Muhammad Arsyad Suyuti; Tri Agus Susanto
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 14, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.083 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v14i1.1153

Abstract

Pesatnya perkembangan penggunaan alat mekanisasi pertanian oleh petani menyebabkan meningkatnya kebutuhan perawatan, perbaikan, pemeliharaan dan pembuatan peralatan mekanisasi sehingga jumlah bengkel perawatan, perbaikan dan pembuatan ala-alat pertanian terus bertambah. Bengkel alat dan mesin pertanian umumnya pekejaan yang sering dilakukan yaitu perawatan, perbaikan dan pembuatan komponen maupun mesin alat pertanian. Dari berbagai peralatan mekanisasi pertanian, peralatan yang paling umum dikerjakan yaitu traktor tangan dan mesin perontok padi. Traktor tangan adalah alat mekanisasi pertanian yang sering membutuhkan perawatan dan perbaikan pada bagian roda traktor dengan mengganti lingkaran roda besi. Suku cadang lingkaran roda besi sangat sulit didapatkan, sedangkan perontok padi juga masih banyak dibutuhkan oleh petani sawah sehingga salah satu kegiatan bengkel alat pertanian yaitu membuat perontok padi berdasarkan pesanan. Kendala yang dihadapi bengkel alat pertanian adalah kurangnya sarana peralatan sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk pembuatan pelat alur pengarah mesin perontok yang terbuat dari pelat strip. Tujuan dari rancang bangun ini adalah untuk mengembangkan teknologi tepat guna untuk memudahkan bengkel-bengkel alat pertanian dalam membuat lingkaran roda besi traktor tangan dan pelat alur pengarah mesin perontok. Adapun kesimpulan dari kegiatan penelitian ini adalah dihasilkan satu unit mesin rol untuk mengerol lingkaran roda besi traktor tangan dan pelat alur pengarah mesin perontok padi. Alat ini terbagi tiga sub rakitan yaitu rangka, sumber tenaga, dan konstruksi dies pengerol. Mesin rol ini menggunakan sistem penggerak motor listrik. Alat ini mampu membentuk lingkaran roda besi traktor tangan model rangka Quick G dari bahan besi baja Ø16 mm di rol sampai berbentuk lingkaran dengan radius 330 mm dan pelat strip alur pengarah pada tutup mesin perontok padi dengan ukuran lebar 15 mm dan tebal 2 mm dibentuk menjadi ¼ lingkaran dengan radius lingkaran 860 mm, dan juga mampu mengerol lingkaran roda besi dan pelat pengarah mesin perontok dengan waktu 3 hingga 4 menit.
Pengaruh Arus pada Pengelasan Tig terhadap Kekuatan Tarik dan Energi Impak Sambungan AISI 304 to AISI 304 Jumardin S; Marham Marham; Tri Agus Susanto; Muhammad Arsyad Suyuti
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 13, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.001 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v13i1.1140

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh arus pengelasan terhadap kekuatan tarik dan energi nilai impak dari hasil pengelasan las TIG dengan sambungan dari material AISI 304 to AISI 304. Arus pengelasan yang digunakan terdiri dari tiga variasi arus yaitu 70, 80, dan 90 A dengan diameter tungsten 2 mm. Jenis desain sambungan yang digunakan adalah single V groove dengan sudut 600. Dari hasil pengelasan dilakukan pengujian sifat mekanik kekuatan tarik dan energi impak. Pengujian kekuatan tarik dengan tiga variasi arus didapatkan hasil pengelasan dengan kualitas yang baik pada arus 90 A, dimana pada arus tersebut tidak terdapat spesimen yang putus pada daerah logam las. Pada arus 90 A diperoleh rata-rata kekuatan tarik sebesar 62,86 kgf/mm2 dan rata-rata regangan sebesar 41,56 %. Sedangkan pada pengujian impak energi impak tertinggi terdapat pada arus 90 A dengan rata-rata nilai energi impak sebesar 1,598 Nm/mm2 .
Pembuatan Produk Benda Ukur sebagai Media Praktek Pengukuran Dimensi di Laboratorium Mekanik Muhammad Arsyad Suyuti; Rusdi Nur
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 9, No 1 (2011): April 2011
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.618 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v9i1.1070

Abstract

Tujuan yang ingin diperoleh pada penelitian ini adalah membuat produk berupa benda kerja yang dapat dijadikan sebagai obyek pengukuran dalam praktek penukuran dimensi. Sedangkan manfaat yang akan diperoleh dengan adanya produk benda ukur ini adalah menambah variasi pengukuran dimensi suatu benda kerja, sehingga mahasiswa dapat melakukan pengukuran dengan teliti dalam berbagai obyek. Pembuatan produk benda ukur ini dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu: (1) pemilihan bahan produk benda ukur yang tidak mudah berkarat; (2) pengujian bahan untuk mengetahui kekuatan bahan dengan uji kekerasan; (3) pembuatan produk benda ukur pada mesin-mesin perkakas, seperti: mesin gergaji, mesin bubut, mesin frais, dan mesin gerinda; (4) melakukan proses perlakuan panas (heat treatment) pada produk benda ukur agar memenuhi standar bahan sebagai alat Bantu; (5) Melakukan proses pengukuran untuk mengetahui ukuran dari produk benda ukur yang telah dibuat. Berdasarkan hasil pembuatan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa Produk benda ukur yang dihasilkan dapat digunakan untuk berbagai macam variasi pengukuran dengan menggunakan beberapa alat ukur seperti mistar ingsut skala nonius dan skala dial caliver, mikrometer, dan bevel protector.
Analisis Kekuatan Material Sandwich dengan Skin Aluminium dan Komposit Eceng Gondok Sebagai Core Muhammad Arsyad Suyuti; Sitti Sahriana; Pria Gautama; Mastang Mastang; Max Helenson Jacobus; Christina Agatha
Jurnal Sinergi Jurusan Teknik Mesin Vol 20, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31963/sinergi.v20i2.4162

Abstract

Pemanfaatan serat alam dalam perkembangan ilmu dan teknologi pada era saat ini mulai berkembang. Salah satu serat alam yang potensial dimanfaatkan sebagai bahan penguat komposit adalah eceng gondok. Dalam beberapa penelitian bahan serat alam sebagai penguat bahan komposit memiliki keterbatasan-keterbatasan tertentu tergantung dari jenis seratnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat mekanis material sandwich aluminium/komposit eceng gondok. Komposit eceng gondok menggunakan resin epoxy sebagai matrik dan serat batang eceng gondok sebagai penguat dengan susunan serat acak. Komposit eceng gondok dibuat dengan menggunakan cetakan 200x200x4 mm. Perbandingan fraksi massa antara matrik dan serat yaitu 96% matrik dan 5% serat. Ukuran serat penguat eceng gondok terdapat 3 variasi yaitu 2x1 cm, 3x1 cm dan 4x1 cm. Sedangkan matrik  digunakan perbandingan antara resin dan hardnener 60%:40%. Standar spesimen uji komposit eceng gondok dan material sandwich mengacu pada ASTM D 638-02 type I untuk uji tarik dan ASTM D 790-02 untuk uji lentur. Hasil pengujian sifat mekanik komposit eceng gondok diperoleh kekuatan tarik tertinggi pada ukuran serat 4x1 cm sebesar 53.60 MPa. Kekuatan lentur tertinggi pada komposit eceng gondok sebagai material core sandwich diperoleh pada ukuran serat 4x1 cm dengan nilai 22.66 MPa. Adapun hasil pengujian sifat mekanik material sandwich aluminium/eceng gondok diperoleh nilai kekuatan tarik tertinggi pada material core ukuran serat eceng gondok 3x1 cm sebesar 53,64 N/mm2 dan kekuatan lentur tertinggi pada ukuran serat eceng gondok 3x1 cm sebesar 41,07 N/mm2