Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Museum Seni Rupa Desain Klasik Dan Kontemporer Dengan Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular Sagita, Alferina Azalia; Santosa, Herry
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan arsitektur Neo-vernakular yang diterapkan pada sebuah bangunan dengan fungsi modern memainkan peran yang penting dalam keberlanjutan sebuah identitas kebudayaan tertentu melalui ekspresi bahasa estetika yang tergambar pada bangunan. Penciptaan area spasial yang harmonis antara nilai tradisional dan kebutuhan ruang modern dapat diwujudkan melalui implementasi yang selaras antara elemen arsitektur vernakular dengan metode dan fungsional yang bersifat modern. Aspek Neo-vernakular yang relevan dengan kepentingan keberlanjutan seperti penerapan material lokal, rancangan yang merespon iklim setempat, serta keselarasan dengan lingkungan sekitarnya dapat menjadi solusi bagi masalah arsitektur dalam menjawab tantangan preservasi warisan budaya pada bangunan modern. Bangunan museum yang dirancang di Pulau Bali dengan pendekatan arsitektur Neo-vernakular bertujuan untuk mewujudkan kriteria desain pendekatan terebut yaitu cultural identity, vernacular influence, coherence with modern practices, dan harmony with site and surrounding, dengan memuat fungsi rekreatif maupun studi yang relevan dengan kebutuhan di masa kini. Penerapan pendekatan arsitektur Neo-vernakular pada bangunan adalah melalui impelementasi filosofi tradisional Bali yang mengatur tata letak, hirarki, orientasi, dan zonasi setiap elemen bangunan sehingga terwujud sebuah harmonisasi yang bersifat keberlanjutan bagi bangunan dan lingkungan sekitarnya. Material serta geometri yang digunakan pada setiap elemen juga disesuaikan dengan keselarasan terhadap lingkungan di sekitar bangunan dengan tujuan untuk memperkuat identitas kebudayaan Pulau Bali. Kata kunci: Kebudayaan, museum, Neo-vernakular
Perancangan Rental Office di Kota Surabaya Shafa, Ramzi; Santosa, Herry
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan ekonomi dan populasi yang pesat di Surabaya telah menciptakan kebutuhan akan ruang kerja yang fleksibel dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah rental office di Surabaya yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut, sekaligus mendukung visi kota sebagai pusat startup kreatif dan teknologi global. Berdasarkan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan studi literatur tentang tren e-commerce, pertumbuhan ekonomi, dan dinamika pasar tenaga kerja di Surabaya. Hasil analisis menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam nilai transaksi e-commerce, jumlah pelaku usaha, dan konsumen e-commerce di Indonesia. Di Surabaya, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,15% pada tahun 2022, dengan peningkatan populasi sebesar 0,3% dan kepadatan penduduk 7.668 jiwa per km² pada tahun 2023. Perancangan ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan startup, UMKM, dan perusahaan teknologi di Surabaya. Dengan menyediakan ruang kerja yang adaptif dan terjangkau, proyek ini diharapkan dapat berkontribusi pada visi Surabaya sebagai kota startup kreatif dan pusat inovasi teknologi di tingkat global. Perancangan disusun dengan menggunakan pendekatan studi preseden dan studi objek sejenis di Surabaya serta menerapkan standar-standar arsitektural dan peraturan peruntukan Kota Surabaya. Kata kunci: rental office, surabaya, high rise building, start-up surabaya
Exploring the Digitalization of Historic Buildings for Urban Heritage Governance in Kayutangan Heritage Malang, Indonesia Santosa, Herry; Sutikno, Fauzul Rizal; Yudono, Adipandang; Adhitama, Muhammad Satya; Zuliana, Eni
The Indonesian Journal of Planning and Development Vol 8, No 1 (2023): February 2023
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijpd.8.1.%p

Abstract

Digital technology is significantly transforming the documentation, analysis, and preservation of historic buildings from the past. The recent development of digital tools and techniques can be helpful for various activities such as documentation, monitoring, and decision-making processes. An in-depth study of the advantages and disadvantages of digitalization highlights the importance of integrating digital approaches into urban cultural heritage governance practices. This paper aims to explore advances in digitalization tools, focusing on the Kayutangan heritage in Malang, Indonesia, highlighting the importance of incorporating virtual tourism through precision and accuracy in visual data mining and enriching the diversity of uses of the latest digital technology. These innovations cover many aspects, including the art of complex 3D modeling applied to historical editions, the creative fields of virtual reality and augmented reality and progressive developments in Metaverse technology. This study also points out the strengths and weaknesses of various types of digital technology development in historic buildings and areas. Eventually, this study emphasizes implementing a web-based Kayutangan digital heritage information system integrated with the Metaverse gateway and complemented by a comprehensive user assessment survey to improve the overall user experience. This study unveils a favorable public assessment regarding the Kayutangan Metaverse development and, all at once, strengthens efforts in advancing smart governance innovations for managing the historic Kayutangan area. The findings from user assessment questionnaires and analysis calculations indicate that the development of Kayutangan Metaverse technology is highly rated. Furthermore, it is essential to focus on enhancing the representation of individuals and objects, improving virtual surroundings, and increasing the accessibility of human-related information content in such environments.
MENGUBAH UMPAN BALIK REVIEWER MENJADI PENERIMAAN: STRATEGI PENDAMPINGAN PENULISAN ILMIAH BAGI AKADEMISI DI LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI NAHDLATUL ULAMA Choiron, Moch. Agus; Suyono, Hadi; Wijatmiko, Indradi; Ari, Ismu Rini Dwi; Santosa, Herry; Maulana, Eka; Dika, Johan Wayan; Putra, Fatra Nonggala
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 2 (2024): At-Tamkin - Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/attamkin.v7i2.6109

Abstract

ABSTRACT Salah satu indikator kinerja perguruan tinggi adalah jumlah, kualitas, dan sitasi publikasi ilmiah dosen, yang berdampak pada pemeringkatan perguruan tinggi di tingkat nasional maupun internasional. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini dirancang untuk membantu perguruan tinggi di bawah Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama di Indonesia melalui model konsinyering penulisan publikasi ilmiah yang telah diterapkan di Universitas Brawijaya sejak 2018. Program dengan tema “Mengubah Umpan Balik Reviewer Menjadi Penerimaan: Panduan Revisi Artikel untuk Publikasi di Jurnal Internasional Bereputasi” dilaksanakan di Universitas Nahdlatul Ulama Blitar, bertujuan meningkatkan kemampuan dan motivasi dosen dalam mempublikasikan artikel ilmiah. Pelaksanaannya melibatkan tahapan sosialisasi, rekapitulasi draft artikel, pemilihan reviewer dan pendamping, pemberian umpan balik, hingga pendampingan penulisan. Hasil program menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan keterampilan peserta. Kompetensi pemateri dan efektivitas model pendampingan mendapatkan apresiasi tinggi, meskipun peserta menyarankan peningkatan durasi untuk mendalami aspek teknis publikasi. Program ini membuktikan bahwa pendekatan pendampingan terstruktur efektif mendukung dosen dalam menghadapi tantangan publikasi di jurnal internasional bereputasi. Keywords: Publikasi Ilmiah, Konsinyering, Umpan Balik Reviewer
Kualitas Visual Fasad Bangunan Kolonial di Kota Blitar berdasarkan Persepsi dan Pengetahuan Publik Al Farisa, Zai Dzar; Santosa, Herry; Ernawati, Jenny
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 13 No. 4 (2024): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v13i4.420

Abstract

Kota Blitar yang terkenal dengan warisan sejarahnya, memiliki banyak bangunan kolonial yang menjadi identitas kota. Fasad bangunan kolonial berperan penting dalam membentuk estetika kota sekaligus merefleksikan nilai sejarah. Namun, fasad bangunan tersebut mengalami penurunan kualitas akibat kurangnya pemeliharaan dan rendahnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya pelestarian, sedangkan pelestarian menjadi hal penting dalam upaya city branding sebagai kota heritage. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara pengetahuan masyarakat dan persepsi mereka terhadap kualitas visual fasad bangunan kolonial di Kota Blitar. Berbeda dari penelitian sebelumnya yang fokus pada karakteristik fisik fasad atau persepsi visual secara umum, penelitian ini mengintegrasikan dimensi pengetahuan masyarakat, meliputi gaya, fungsi, lokasi, sejarah, dan usia bangunan. Pendekatan kuantitatif-deskriptif digunakan, dengan 6 bangunan kolonial yang dipilih melalui purposive sampling dan melibatkan 100 orang masyarakat umum dan 100 orang masyarakat profesional. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis Skala Likert dan dianalisis mean menggunakan SPSS. Temuan pada penelitian ini adalah, pengetahuan masyarakat umum lebih dominan pada aspek lokasi, sedangkan masyarakat profesional lebih memahami gaya bangunan, dan pengetahuan tentang sejarah memiliki nilai terendah di kedua kelompok. Penelitian ini menegaskan bahwa elemen visual memiliki pengaruh lebih besar terhadap persepsi dibandingkan pengetahuan tentang bangunan, mendukung urgensi edukasi publik untuk meningkatkan apresiasi terhadap nilai sejarah bangunan kolonial.
Elemen Interior Jawa pada Ruang Rawat Inap Pasca Persalinan Berbasis Healing Environment Isna Johanda, Almira Firdania; Santosa, Herry; Titisari, Ema Yunita
RUAS Vol. 22 No. 1 (2024)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2024.022.01.6

Abstract

RSIA Melati Husada Malang developed the concept of a boutique hospital by applying Javanese architectural interiors to give a homey, personal, and authentic impression and support the healing environment concept. This aims to reduce anxiety and improve the well-being of postpartum patients. The purpose of this study is to identify the interior elements of Javanese architecture in the postpartum inpatient room that support the formation of a healing environment. The research uses a qualitative descriptive method with data sources from field observations. The criteria for identifying the object of study were developed by integrating literature studies on the interior elements of Javanese architecture and the concept of healing environment. This resulted in the formulation of 6 categories and 14 elements of Javanese architectural interiors, all of which adhere to the healing environment criteria. Furthermore, we use these criteria as a reference for descriptive analysis of the object of study. The results of this study show that the object of the study has applied 13 out of 14 criteria for Javanese interior design based on the healing environment.
PERSEPSI PUBLIK TENTANG KUALITAS VISUAL FASAD BANGUNAN KOLONIAL DI KOTA BLITAR Al Farisa, Zai Dzar; Santosa, Herry; Ernawati, Jenny
JURNAL DARMA AGUNG Vol 33 No 1 (2025): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v33i1.4998

Abstract

Kota Blitar memiliki kekayaan bangunan kolonial yang menjadi elemen penting dalam membentuk karakter visual dan citra kota. Namun, banyak fasad bangunan kolonial mengalami penurunan kualitas akibat kurangnya pemeliharaan serta rendahnya apresiasi masyarakat terhadap nilai sejarah dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas visual fasad bangunan kolonial di Kota Blitar berdasarkan persepsi masyarakat umum dan profesional. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik analisis mean. Data diperoleh melalui kuesioner yang melibatkan 200 responden dari masyarakat umum dan profesional, serta dokumentasi visual dari 6 bangunan kolonial yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen bentuk mendapatkan apresiasi tertinggi dari masyarakat umum, sedangkan elemen ornamen lebih dihargai oleh kelompok profesional. Elemen warna dan pintu secara konsisten mendapatkan nilai terendah dari kedua kelompok. Temuan ini menegaskan pentingnya keterlibatan persepsi publik dalam pelestarian bangunan kolonial untuk menjaga kualitas visual dan citra Kota Blitar sebagai kota heritage. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penyusunan pedoman teknis pemeliharaan fasad serta program edukasi dan pelestarian yang melibatkan berbagai pihak.
Penilaian Persepsi Masyarakat Terhadap Bangunan Besejarah Di Koridor Kayutangan, Malang, Indonesia Azis, Baskoro; Santosa, Herry; Ernawati, Jenny
Local Wisdom Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol. 11 No. 1 (2019): January 2019
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v11i1.2514

Abstract

Malang is well-known for colonial buildings. Visual quality of historic buildings in the Kayutangan corridor makes it an icon of Malang City. Assessment of visual quality is affected by daytime conditions. Day lighting are factors that influenced the visual quality assessment of historic buildings. This study meant to assess the visual quality of historic buildings and aspects that influence by society during the day. This study used a descriptive quantitative method explaining public perception about the visual quality of historical buildings in Kayutangan street corridors during the day. Semantic Differential Scale (SD) was the instrument to describe the respondents’ perceptions (positive and negative ones). From the result showed that visual quality of 1 of 10 historic buildings in Kayutangan was below the average scores and the most influential variables by society with day lighting in the historic building.DOI: https://doi.org/10.26905/lw.v11i1.2514
TERRITORIALITY IN THE UTILIZATION OF POST-REVITALIZATION KAYUTANGAN CORRIDOR Ramadhanty, Fakhita Aulia; Asikin, Damayanti; Santosa, Herry
Journal of Environmental Engineering and Sustainable Technology Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Directorate of Research and Community Service (DRPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kayutangan Street Corridor in Malang City is a historical area that has been revitalized since 2020, aiming to revive its identity as a heritage public space as well as a commercial corridor of the city. After revitalization, the area's pedestrian path has experienced an increase in function and activity, but it also raises new problems in the form of overlapping spatial use and territorial behavior by various user groups. This study aims to identify the pattern of utilization and territoriality of pedestrian paths formed in the Kayutangan corridor after revitalization. The method used is qualitative descriptive with data collection techniques in the form of placed centered mapping and photography surveys, which are carried out in three corridor distribution zones. The results of the study show that pedestrian paths are used not only for pedestrian mobility, but also social, informal economy, and cultural activities. It was found that there was an overlap of functions on the pedestrian path which eventually formed various kinds of territories, namely the primary territory by the owner of the shop/building, the secondary territory by informal traders, and the public territory by pedestrians and temporary visitors. This phenomenon indicates the existence of spatial conflicts and need for more inclusive space management. The conclusion of this study emphasizes the importance of managing public spaces that are sensitive to social dynamics so that the function of pedestrians as an inclusive urban space can be maintained.
Penilaian Kualitas Visual Desain Bangunan Adaptive Reuse Kafe Bergaya Kolonial Belanda Menurut Persepsi Masyarakat Di Kota Malang Yasykur, Bulan Anindita; Santosa, Herry
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Klojen merupakan salah satu kecamatan di Kota Malang yang memiliki banyak bangunan bersejarah pada masa kolonial Belanda dan sekarang dialihfungsikan menjadi sebuah kafe. Penerapan konsep adaptive reuse atau pengalih fungsikan bangunan menjadi sebuah kafe dikarenakan adanya budaya minum kopi dan berkumpul yang beredar di kalangan masyarakat. Banyak masyarakat yang masih mengunjungi kafe bangunan bersejarah ini, salah satunya difaktori oleh desain bangunan yang dimiliki oleh kafe ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penilaian persepsi masyarakat terkait kualitas visual pada desain bangunan adaptive reuse kafe bergaya kolonial Belanda. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis regresi linear berganda pada program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa elemen eksterior jendela, pintu, dan papan nama, serta elemen interior pencahayaan, plafon, lantai, dan dinding merupakan elemen yang paling menarik menurut masyarakat dan masyarakat masih memperhatikan bagaimana desain elemen tersebut mempengaruhi kenyamanan suasana kafe dikarenakan beberapa elemen yang memiliki nilai signifikan < 0,05.