Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Optimization of Patchouli Oil Extraction Using Microwave-Assisted Extraction: Effect of Particle Size and Power Nabilah Mukhni Syaviq; Azrifirwan; Omil Charmyn Chatib
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v10i3.1118

Abstract

Patchouli (Pogostemon cablin Benth.) oil is Indonesia's flagship essential oil export commodity, yet its extraction faces persistent challenges of low yield, substandard quality, and high energy consumption. This study optimized patchouli oil extraction using Microwave-Assisted Extraction (MAE) through a completely randomized factorial design examining two particle sizes (fine: <5 mm; coarse: 20–50 mm) and two extraction power levels (700 W and 800 W), each replicated three times. Particle size significantly affected oil yield (p = 0.006) and working capacity (p = 0.006), while extraction power showed no significant effect. The coarse particle–800 W combination yielded the highest average yield (4.88%) and the lowest production cost (IDR 8,716.53/ml), while fine particle–800 W achieved the highest patchouli alcohol (PA) content (39.14%). All treatments exceeded the SNI 06-2385-2006 minimum PA requirement of 30%. A regression model was derived: y = 4.657 + 0.040x=0.001x2 (R² = 0.5983). The coarse particle–800 W treatment is identified as the technically and economically optimal condition for MAE-based patchouli extraction. Contribution to Sustainable Development Goals (SDGs):SDG 8: Decent Work and Economic GrowthSDG 9: Industry, Innovation, and InfrastructureSDG 12: Responsible Consumption and Production
PENGEMBANGAN KLASTER TANAMAN CABAI DI KABUPATEN AGAM PROVINSI SUMATERA BARAT Eri Gas Ekaputra; Feri Arlius; Omil Charmyn Chatib; Fadli Irsyad
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol. 1 No. 3.b (2018)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura yang paling diminati di masyarakat seperti halnya bawang merah, dan bawang putih. Hal ini dikarenakan komoditas tersebut dibutuhkan disetiap lapisan masyarakat, terutama di Provinsi Sumatera Barat. Permintaan terhadap cabai biasanya akan semakin tinggi menjelang hari istimewa seperti lebaran, tahun baru, dan hari besar nasional. Tingginya permintaan tersebut akan menyebabkan kenaikan harga cabai di pasaran, diperparah dengan musim hujan dan cuaca ekstrim, hal ini akan menyebabkan produksi cabai menjadi terhambat hingga gagal panen pastinya akan terjadi kenaikan harga yang cukup signifikan. Tantangan yang dihadapi dalam pengembangan klaster nasional cabai tersebut adalah perlu adanya dukungan teknologi pertanian serta upaya penumbuhan kelembagaan sehingga diperlukan pendampingan yang intensif. Kepentingan masing-masing petani yang beragam dapat menjadi tantangan sekaligus peluang dalam penyadaran petani untuk berkelompok. Sehingga perlakuan dominasi pengumpul cabe dengan melakukan kegiatan spekulatif menjual cabai di suatu wilayah dengan harga yang tinggi mengakibatkan adanya supply shock yang pada akhirnya dapat memicu inflasi pada wilayah sentra cabai. Perubahan iklim wilayah yang terjadi pada tingkat probabilitas yang bervariasi berkisar antara 58 % - 100 %. Parameter iklim yang mengalami tren signifikan yaitu; kecepatan angin kumulatif dan maksimum dengan tren negatif pada probabilitas 100%, kelembaban relatif rata-rata dan minimum dengan tren positif pada probabilitas sebesar 100 %, dan Evaporasi dengan tren positif pada probabilitas rata-rata 95 %. Berdasarkan perhitungan neraca air pada Stasiun Candung didapatkan jadwal tanam cabai yang tepat berada pada Bulan Februari. Sedangkan pada Stasiun Matur, jadwal yang tanam cabai dapat dilakukan pada Bulan Mei, dan Stasiun Gobah pada Bulan Januari. Diharapkan kepada petani cabai untuk menyesuaikan jadwal tanam cabai pada bulan tersebut agar mendapatkan kuantitas dan kualitas cabai yang diharapkan.
PEMANFAATAN SLUDGE HASIL IKUTAN BIOGASDARI KOTORAN SAPI UNTUK PEMBUATAN KOMPOS Delvi Yanti; Santosa Santosa; Eri Gas Ekaputra; Mislaini Mislaini; Omil Charmyn Chatib; Fadli Irsyad
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v2i2.338

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mentransfer pengetahuan dan teknologi pemanfaatan sludge hasil ikutan biogas dari kotoran sapi untuk pembuatan kompos, sehingga petani dapat menyediakan pupuk secara mandiri. Metode yang digunakan dalam mentransfer pengetahuan dan teknologi pemanfaatan sludge hasil ikutan biogas dari kotoran sapi untuk pembuatan kompos adalah penyuluhan dan percontohan atau demonstrasi. Penyuluhan disampaikan menggunakan metode atau sistem Focus Group Discussion (FGD). Percontohan atau demostrasi dilakukan di lokasi kegiatan yang meliputi bagaimana cara atau proses pembuatan kompos (perbandingan banyaknya sludge dengan bahan kompos lain). Hasil kegiatan adalah kelompok tani Indah Sakato telah memahami cara pembutan kompos dengan memanfaatan sludge hasil ikutan biogas dari kotoran sapi. Dari hasil percontohan bahan campuran yang terbaik dalam pembuatan kompos untuk sludge hasil ikutan biogas dari kotoran sapi adalah eceng gondok, karena kandungan unsur N, P, dan K yang paling besar dibandingkan dengan bahan yang lain dan juga memenuhi standar kualitas kompos berdasarkan (SNI 19-7030-2004).
Empowering Women’s Groups through Vegetable-Based Product Diversification Innovations in Aia Tajun Village Rahmi Awalina; Wellyalina Wellyalina; Risa Meutia Fiana; Reni Koja; Nika Rahma Yanti; Putri Wulandari Zainal; Omil Charmyn Chatib
Andalasian International Journal of Social and Entrepreneurial Development Vol. 6 No. 01 (2026): Andalasian International Journal of Social and Entrepreneurial Development
Publisher : Institute of Research And Community Service, Andalas University / LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/aijsed.6.01.24-28.2026

Abstract

This outreach activity aims to enhance the capacity and economic self-reliance of women’s groups through vegetable-based product diversification innovations in Nagari Aia Tajun, Lubuk Alung Subdistrict, Padang Pariaman Regency. The method employed was a participatory approach involving the administration of a pre-test questionnaire, educational sessions, hands-on training, and an evaluation using a post-test. The innovative product developed is a vegetable-based healthy beverage in the form of water spinach smoothies as a way to utilize local potential. The results of the activity show a significant improvement in the participants’ knowledge, skills, and entrepreneurial attitudes, with the average score increasing from 2.1 to 4.26 and an N-Gain value of 0.74 (high category). Additionally, this activity successfully boosted participants’ interest and self-confidence in developing businesses based on processed vegetable products. Thus, this program not only contributes to increasing the value-added of agricultural commodities but also supports the strengthening of community economies and local food security through women’s empowerment.