Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Penerapan Metode Earliest Due Date Pada Penjadwalan Produksi Sampel Produk Cushion Di PT XYZ Musa, Rikan Sholikul; Azzat, Noor Nailie; Muhammad, Gunawa; Sulistyawati, Dwi Retna; Lofian, Boedi
Metode : Jurnal Teknik Industri Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Metode
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/mt.v12i1.5289

Abstract

PT XYZ faces delays in completing sample production of cushion products due to high sample demand and the absence of a systematic production scheduling method. This condition results in suboptimal job prioritization and delays in sample completion. Initial observations indicate that sample production delays reached up to 6 days. This study aims to implement the Earliest Due Date (EDD) method in sample production scheduling to minimize delays and improve production efficiency. The EDD method is used to determine job priority sequences based on due dates by utilizing processing time data from each production department. The implementation of the EDD method is integrated into a scheduling system based on Visual Basic for Applications (VBA) to facilitate data processing and production schedule control. The results show that the application of the EDD method is able to reduce sample completion delays from 6 days to a maximum of 4 days and decrease the level of sample production delays by 33.3%. Therefore, the EDD method is proven to be effective in improving the efficiency and accuracy of cushion sample production scheduling.
ANALISIS EFEKTIVITAS PRODUKSI MENGGUNAKAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DI PT ADVANCE DIGITAL Muhammad Hasib Hilmi; Noor Nailie Azzat; Sisno Riyoko
INDUSTRIKRISNA Vol 15 No 1 (2026): INDUSTRIKRISNA
Publisher : Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61488/industrikrisna.v15i1.828

Abstract

Penelitian ini menganalisis efektivitas produksi menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada PT Advance Digital, perusahaan manufaktur elektronik di Indonesia yang memproduksi kipas angin. Sebagai perusahaan yang baru beroperasi sejak tahun 2025, ditemukan permasalahan efisiensi produksi khususnya pada mesin injeksi molding, seperti keterlambatan produksi, kerusakan mesin, dan produk cacat. Orisinalitas penelitian ini terletak pada penerapan metode OEE yang dikombinasikan dengan analisis six big losses dalam mengevaluasi kinerja mesin pada perusahaan manufaktur yang masih dalam tahap awal operasional. Tujuan penelitian ini adalah mengukur efektivitas mesin injeksi molding, mengidentifikasi faktor dominan yang mempengaruhi kinerja mesin, serta memberikan usulan perbaikan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan perhitungan nilai OEE dan analisis komponen six big losses. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mesin MI-4 dan MI-5 memiliki nilai OEE di bawah standar JIPM sebesar 85%. Faktor paling dominan yang mempengaruhi efektivitas adalah breakdown losses dengan persentase sebesar 33% pada mesin MI-4 dan 32% pada mesin MI-5. Hal ini menunjukkan bahwa downtime mesin menjadi penyebab utama ketidakefisienan produksi. Oleh karena itu, usulan perbaikan meliputi penjadwalan pemeliharaan rutin harian dan bulanan, pembersihan mesin oleh operator, serta pemeriksaan komponen mesin secara berkala. Penelitian ini memberikan implikasi praktis dalam meningkatkan kinerja mesin dan mengurangi kerugian produksi pada industri manufaktur.
Penentuan Alternatif Perencanaan Kapasitas Produksi Untuk Memenuhi Permintaan Pelanggan: (Studi Kasus: Devdan Industries) Muhammad Agam Muliyono; Noor Nailie Azzat; Gun Sudiryanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1840

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi perencanaan kapasitas produksi yang optimal pada Devdan Industries guna memenuhi permintaan produk kaos secara efisien dan ekonomis. Metode yang digunakan adalah pendekatan Rough Cut Capacity Planning (RCCP) dengan pengumpulan data primer melalui wawancara langsung dengan manajer produksi, pemilik usaha, dan tenaga kerja, serta data sekunder berupa jam kerja, jumlah tenaga kerja, upah, dan historis permintaan kaos. Data primer diperoleh melalui observasi dan pengukuran waktu kerja menggunakan stopwatch time study sebanyak 30 kali pengamatan per kegiatan, kemudian diuji keseragaman dan kecukupan datanya. Kapasitas produksi tersedia dan kapasitas dibutuhkan dihitung berdasarkan waktu baku, jumlah tenaga kerja, dan jam kerja efektif, serta dianalisis untuk mengidentifikasi stasiun bottleneck. Apabila ditemukan kekurangan kapasitas, dilakukan alternatif pemenuhan melalui penambahan tenaga kerja, lembur (OT), subkontrak, dan kombinasi skenario tersebut, kemudian dihitung total biaya setiap alternatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa stasiun Sewing (Jahit) consistently menjadi bottleneck, sementara stasiun lain memiliki kapasitas mencukupi. Strategi yang paling efisien secara finansial adalah memaksimalkan kapasitas internal dengan tambahan lembur, menghasilkan total biaya tahunan Rp 13.018.053, lebih rendah dibandingkan penambahan tenaga kerja Rp 16.272.566 dan subkontrak Rp 57.034.483. Kesimpulannya, integrasi perencanaan kapasitas, penentuan waktu baku, dan evaluasi biaya melalui RCCP memungkinkan perusahaan untuk memenuhi fluktuasi permintaan pelanggan secara optimal, menekan biaya operasional, dan meningkatkan efisiensi serta efektivitas proses produksi di industri manufaktur
Analisis Kualitas Produk Boomerang Table untuk Mengurangi Cacat Produksi Menggunakan Metode Six Sigma di PT XYZ Aldi Armananta; Noor Nailie Azzat
Jupiter: Publikasi Ilmu Keteknikan Industri, Teknik Elektro dan Informatika Vol. 4 No. 4 (2026): Juli : Jupiter: Publikasi Ilmu Keteknikan Industri, Teknik Elektro dan Informat
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jupiter.v4i4.1469

Abstract

PT XYZ is a furniture manufacturing company producing Boomerang Table products. However, its production process continues to experience a relatively high defect rate, resulting in increased production costs, rework activities, and reduced customer satisfaction. Based on the 2024 production data, the defect rate reached 3.14%, with a Defects Per Million Opportunities (DPMO) value of 10,458 and a sigma level of 3.82σ. This study aims to identify the dominant types of defects, evaluate the production process capability, analyze the root causes of defects, and propose improvement strategies using the Six Sigma methodology through the DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, and Control) framework. This research employed a descriptive quantitative approach with a case study design based on PT XYZ's production data collected throughout 2024. The results indicate that the dominant defects were non-conforming dimensions (38.1%), scratched surfaces (23.1%), and uneven color (14.1%). Fishbone analysis identified six major factors contributing to product defects, namely human, machine, material, method, measurement, and environmental factors. Based on these findings, several improvement initiatives were proposed, including operator training, machine calibration and preventive maintenance, standard operating procedure (SOP) revision, implementation of in-process inspection, enhancement of material quality control, and improvement of the production environment. The proposed improvements are projected to reduce the DPMO to 3,200, increase the sigma level to 4.25σ, and improve the process yield to 99.68%. The findings demonstrate that the implementation of the Six Sigma methodology is effective in improving production quality and can serve as a practical reference for continuous quality improvement in the furniture manufacturing industry.