Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

KORELASI ANTARA TEGANGAN GESER DAN NILAI CBR PADA TANAH LEMPUNG EKSPANSIF DENGAN BAHAN CAMPURAN SEMEN Lumikis, Bretyndah Kezia; Monintja, Sartje; Balamba, Sjachrul; Sarajar, Alva N.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 6 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tanah ekspansif memiliki kemampuan daya dukung tanah yang rendah sehingga sering menimbulkan kerusakan pada bangunan. Dalam konstruksi bangunan sipil nilai CBR dan kuat geser tanah dasar berpengaruh dalam perencanaan suatu bagunan, oleh karena itu sebelum tanah tersebut digunakan seorang perencana dapat melakukan stabilisasi untuk menambah daya dukung tanah. Stabilisasi tanah dengan campuran semen dianggap bisa digunakan karena semen merupakan bahan pozolanik yang sifatnya dapat mengikat serta dapat mengeras bila bereaksi dengan air. Dengan adanya penambahan semen ini tanah yang mengandung kadar air tertentu dapat mengeras sehingga akan meningkatkan kestabilannya. Dari hasil uji pemadatan dengan proctor standart didapatkan nilai γdmax = 1,202 kg/cm3 dan ωopt = 41,19%. Penambahan semen meningkatkan nilai CBR dan tegangan geser tanah dimana nilai maksimumnya terjadi pada penambahan campuran semen 10%, nilai CBR tanah asli sebesar 0,390% meningkat menjadi 1,115% dan nilai sudut geser dalam tanah asli sebesar ϕ = 12,48o meningkat menjadi ϕ = 36,00o. Nilai kohesi tanah mencapai maksimal pada campuran semen 4% yaitu sebesar 3,41 t/m2. Dengan demikian terjadi peningkatan tegangan geser tanah. Kata kunci : CBR, tegangan geser, kohesi tanah, sudut geser dalam, semen
Pengaruh Intensitas Curah Hujan Terhadap Kuat Geser Tanah Bujung, Deo Paskah A. P.; Turangan, Arens E.; Sarajar, Alva N.
TEKNO Vol 17, No 72 (2019): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada daerah beriklim tropis, intensitas curah hujan yang tinggi dapat mempengaruhi kondisi tanah melalui peningkatan kadar air sehingga bisa mempengaruhi parameter geser tanah (soil properties) seperti kohesi (c) dan sudut geser dalam (ϕ). Selain itu, topografi berbukit-bukit dan banyak daerah lereng seperti yang ada di Dataran Tinggi Minahasa, memiliki potensi terjadinya bencana tanah longsor. Penelitian ini hendak menunjukkan seberapa besar pengaruh intensitas curah hujan terhadap kuat geser tanah di lokasi Stasiun Pengamatan Curah Hujan di Desa Kaleosan Kabupaten Minahasa Utara. Dengan nilai Intensitas Curah Hujan ditentukan dengan Metode Mononobe dan parameter geser tanah ditentukan melalui pengujian Triaksial. Pengujian Triaksial ini menggunakan variasi kadar air berdasarkan nilai curah hujan harian maksimum. Hasil penelitian menunjukkan nilai kohesi (c) minimum sebesar 0.967 t/m2 dan nilai kohesi maksimum sebesar 1.372 t/m2. Sedangkan nilai sudut geser dalam (ϕ) dan berat isi () mengalami peningkatan seiring dengan pertambahan kadar air. Sehingga, intensitas curah hujan mempengaruhi nilai kuat geser tanah melalui peningkatan kadar air. Nilai kuat geser tanah minimum sebesar 1.325 t/m2 dan nilai kuat geser tanah maksimum sebesar 5.269 t/m2. Jika intensitas curah hujan yang tinggi melampaui nilai kadar air optimum nilai kuat geser tanah mengalami penurunan. Kata kunci — intensitas curah hujan, kadar air, soil properties, kuat geser tanah
STUDI PENGARUH ASPAL CUT-BACK TERHADAP NILAI CBR TANAH LEMPUNG Bulo, Ricky Immanuel; Ticoh, Jack H.; Sompie, Octovian B. A.; Sarajar, Alva N.
TEKNO Vol 12, No 61 (2014): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis tanah lempung dalam pengerjaan perkerasan jalan jarang di pergunakan sebagai lapisan subgrade, ini disebabkan karena sifat tanah lempung yang memiliki nilai daya dukung yang rendah serta besarnya kembang susut yang terjadi mengikuti iklim. Dalam pelaksanaan konstruksi perkerasan jalan nilai cbr tanah sangat berpengaruh terhadap tebal lapisan atas oleh karena itu banyak perlakuan yang di lakukan agar nilai CBR tanah asli dapat naik. Stabilisasi tanah dengan campuran aspal dianggap bisa digunakan karena aspal memiliki sifat pengikat dan kedap air sehingga dapat meningkatkan stabilitas tanah, kohesi serta memberikan efek kedap air. Dengan adanya penambahan aspal ini penyerapan kadar air dapat di kurangi sehingga akan meningkatkan kestabilannya.Dari hasil uji pemadatan dengan proctor standart didapatkan nilai γdmax = 1,592 kg/cm3 dan ωopt = 25.6%. Penambahan aspal meningkatkan nilai CBR dimana nilai maksimumnya terjadi pada penambahan campuran aspal 10%, nilai CBR tanah asli sebesar 7.11% meningkat menjadi 26.7%. Kata kunci : Aspal, CBR, Tanah Lempung
CONSOLIDATION CHARACTERISTICS UNDER CYLINDER TEST, CENTRIFUGAL TEST AND OEDOMETER TEST Rondonuwu, Steeva G.; Sarajar, Alva N.
TEKNO Vol 14, No 66 (2016): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A several laboratory tests have conducted to investigate the self-weight consolidation characteristics on Ariake washed. They are self weight consolidation by cylinder test and centrifuge test, while incremental loading by oedometer test as well. All the samples were used have passed through a 425 μm siever to remove the granular particles. For cylinder test series, we adjust the suspension for each sample in initial water content range from 103 % to 1000 %, corresponding to liquid limit start from 1. Then let the self-weight consolidation process occurred. After the final process, we measured the final water content and maximum settling rate. Next for centrifugal test, we adjust the sample in liquidity index (IL) equal 1.5. The initial height specimens were 6, 4, 2, and 1 cm. All the specimens were played in centrifuge device. For 5 and 6 cm initial height specimen we adjust the velocity 850 rpm, and 800 rpm for 1 and 2 cm initial height specimen. The settling was recorded on elapsed time ranging from 15 to 1440 minute randomly. As for oedometer test, we adjusted the samples under 0.75, 1.0, 1.25, and 1.0 in liquidity index. Key words: self weight consolidation, settlement, centrifuge, sediment
Analisis Campuran Semen Dan Tras Pada Tanah Pasir Terhadap Kuat Geser Dengan Menggunakan Uji Geser Langsung Kumolontang, Claudia Ester; Balamba, Sjachrul; Sarajar, Alva N.
TEKNO Vol 17, No 72 (2019): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stabilisasi tanah adalah suatu cara yang digunakan untuk mengubah atau memperbaiki sifat tanah dasar sehingga diharapkan tanah dasar tersebut mutunya dapat lebih baik dan dapat meningkatkan daya dukung tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat geser tanah dengan pengaruh penambahan semen dan tras terhadap kuat geser dengan menggunakan uji geser langsung. Hasil pengujian geser langsung (Direct Shear Test) menunjukkan terjadinya peningkatan nilai parameter kuat geser tanah pasir yang di stabilisasi dengan semen PCC dan tras. Nilai kuat geser tertinggi terdapat pada campuran pasir yang distabilisasi dengan semen PCC. Campuran semen PCC saja menghasilkan nilai kuat geser tertinggi pada kadar semen PCC 25% yaitu, sebesar 0,410 kg/cm2 dan untuk campuran pasir dan tras menghasilkan nilai kuat geser tertinggi pada kadar fiber 10 % yaitu, sebesar 0,245 kg/cm2. Pada penelitian ini presentase campuran semen dan tras yang sama, dengan kadar air dan kepadatan yang berbeda mendapatkan hasil kohesi dan sudut geser yang berbeda. Dan nilai kohesi, sudut geser tertinggi ada pada tanah pasir dalam kondisi padat. Nilai sudut geser tertinggi di dapatkan pada tanah pasir stabilisasi semen 25% yaitu sebesar 39,16° dengan kadar air 23% dan kepadatan 2,76 g/cm3. Sementara nilai kuat geser tertinggi didapatkan pada tanah pasir stabilisasi tras 10% yaitu 24.24° dengan kadar air 26% dan kepadatan 2.1 g/cm3.
Analisis Kelelahan Struktur Pada Tiang Pancang Di Dermaga Belang Dengan Metode Fracture Mechanics Nelwan, Koinonia Septrosha Vera; Balamba, Sjachrul; Sarajar, Alva N.
TEKNO Vol 13, No 63 (2015): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan struktur adalah salah satu jenis kerusakan atau kegagalan yang bisa berakibat keruntuhan yang sering dialami oleh suatu struktur seperti dermaga, yang menerima beban berulang. Pondasi yang merupakan struktur bawah dari suatu konstruksi pun bisa mengalami masalah kelelahan struktur akibat menerima beban berulang yang ada. Jika pondasi telah mencapai proses fatigue akhir, yakni kegagalan (failure) maka keseluruhan konstruksi tersebut bisa runtuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelelahan yang terjadi pada struktur dermaga di Belang khususnya bagian pondasi dari dermaga tersebut. Analisis kelelahan dilakukan dengan metode Fracture Mechanics (FM) atau mekanika retakan yang hasilnya digunakan untuk menghitung umur kelelahan akibat beban berulang yang terjadi. Dan diperoleh umur kelelahan untuk tinggi gelombang Hz = 0,79 m, 1,13 m, 1,47 m, 1,81 m, 2,15 dan 3,0 m umur bangunan adalah 146052,3 tahun, 26856,6 tahun, 5905,1 tahun, 1405,1 tahun, 373,9 tahun dan 21,99 tahun. Kata kunci: fatigue, pondasi, gelombang
Percepatan Konsolidasi Dengan Menggunakan Vertical Drain Kindangen, Kevin; Rondonuwu, Steev G.; Sarajar, Alva N.
TEKNO Vol 17, No 71 (2019): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan konsolidasi pada tanah lempung lunak tidak dapat dihindari, jenis tanah lempung lunak memiliki koefisien rembesan yang rendah sehingga proses konsolidasi pada tanah ini akan memakan waktu yang lama. Teknologi perbaikan tanah yang semakin berkembang dapat mengatasi permasalahan ini, salah satunya dengan mempercepat waktu konsolidasi dengan menggunakan vertical drain. Penggunaan vertical drain dapat mempercepat terjadinya konsolidasi pada tanah lempung lunak. Dalam penelitian ini, penggunan vertical drain pada tanah lempung lunak diuji dalam model 1 sel vertical drain pada alat uji konsolidasi yaitu, odometer. Uji konsolidasi dengan odometer dilakukan di laboratorium, dengan mengambil material kerukan Danau Tondano sebagai sampel. Pengujian ini dilakukan dengan dan tanpa vertical drain. Perbandingan percepatan konsolidasi, digunakan 2 paremeter konsolidasi yaitu koefisien konsolidasi (Cv) dan indeks pemampatan (Cc). Dari hasil tes diperoleh nilai Cv sebesar 0,0123 cm2/menit dengan vertical drain dan sebesar 0,0091 cm2/menit tanpa vertical drain. Sedangkan nilai Cc sebesar 0,658 dengan vertical drain, dan 0,598 tanpa vertical drain. Penelitian ini membuktikan teori bahwa dengan menggunakan vertical drain proses konsolidasi pada tanah lunak yang memakan waktu lama dapat dipersingkat. Ini memberikan referensi dan manfaat bagi pekerjaan perbaikan t
PENGARUH PENAMBAHAN ZEOLITE TERHADAP KUAT GESER PADA TANAH BERLEMPUNG Parapaga, Reki Thomas; Sarajar, Alva N.; Legrans, Roski I. R.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 7 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam pembangunan suatu konstruksi diantaranya kondisi tanah yang tidak mendukung. Diperlukan metode perbaikan tanah untuk mengatasi permasalahan seperti itu. Stabilisasi kimiawi merupakan salah satu alternatif untuk memperbaiki kondisi tanah tersebut. Penelitian ini menggunakan zeolite sebagai bahan stabilisasi, yaitu mencampur zeolite dengan tanah yang digunakan, dengan variasi campuran 5%, 10%, 15%  dan 20% zeolite terhadap berat contoh tanah. Tujuannnya untuk meningkatkan kuat geser pada tanah yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian, penambahan zeolite memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kuat geser. Kuat geser mula-mula 0,128 kg/cm2 berubah menjadi 0,546 kg/cm2 dengan variasi campuran 20% zeolite. Variasi penambahan 20% zeolite memberikan hasil yang paling besar dibandingkan 5%, 10% dan 15% zeolite. Semakin besar jumlah zeolite yang digunakan semakin besar pula pengaruh yang diberikan. Kata kunci: Kuat Geser, Stabilisasi kimiawi, Zeolite
ANALISIS DAYA DUKUNG LATERAL PADA TIANG PANCANG KELOMPOK DI DERMAGA BELANG Kawengian, Sabrina; Balamba, Sjachrul; Sarajar, Alva N.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 9 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu beban yang perlu diperhitungkan pada perencanaan pondasi adalah beban lateral. Beban lateral merupakan beban yang bekerja tegak lurus tiang sehingga memungkinkan terjadinya pergeseran bila tiang tidak mampu menahannya. Bangunan dermaga cenderung menerima beban lateral yang lebih besar dari pada beban aksial, yaitu berupa beban gelombang dan tumbukan kapal. Pada penelitian ini dilakukan analisis daya dukung lateral tiang pancang kelompok dengan menggunakan metode Broms, Meyerhof, Evans dan Duncan dan software dibidang geoteknik yaitu GEO5. Sedangkan untuk pehitungan gaya gelombang dihitung dengan menggunakan persamaan Morison dan teori gelombang Stokes orde ke-5. Besar gaya gelombang maksimum yang dihitung dengan menggunakan metode Morison dan Stokes menghasilkan nilai sebesar 0,572 ton dan 0,503 ton yang dihitung berdasarkan data kecepatan angin maksimum dan fetch efektif di Dermaga Belang. Selain itu, diperhitungkan juga nilai gaya gelombang pada tepi dermaga sebesar 6,575 ton . Sedangkan beban tumbukan kapal yang digunakan adalah beban tumbukan kapal 1000 DWT yang menghasilkan gaya sebesar 1,649 ton . Sehingga beban lateral total sebesar 8,797 ton. Dari hasil analisis tiang pancang kelompok di dermaga Belang menunjukkan bahwa besar kapasitas lateral dan defleksi tiang pancang kelompok yang dianalisis dengan metode Meyerhof hasilnya paling besar diantara metode lainnya, yaitu sebesar 30848,170 kN dengan defleksi 2,21 mm. Kata kunci: Beban lateral, pondasi tiang pancang, GEO 5
Pengendalian Longsor Menggunakan Alat FJM 3-1 Di Tanah Pasir Benawan, Aditya Steve; Manoppo, Fabian J; Sarajar, Alva N.
TEKNO Vol 17, No 72 (2019): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Longsoran adalah keruntuhan pada massa tanah yang terletak pada sebuah lereng sehingga terjadi pergerakan massa tanah kebawah dan keluar. Longsoran dapat terjadi dengan berbagai cara, secara perlahan-lahan atau mendadak serta dengan ataupun tanpa tanda-tanda yang terlihat. Hasil penelitian ini berguna untuk memberikan gambaran tentang parameter fisik tanah, visualisai kelongsoran lereng dan mekanik tanah, untuk mengetahui tingkat kestabilan lereng pada model tes di laboratorium. Dalam penelitian ini metode yang dipakai adalah studi literatur dan studi lapangan, metode yang digunakan saling mendukung untuk mencapai tujuan akhir penulisan. Studi lapangan dilakukan penulis dengan cara pengambilan tanah asli di lapangan dan diperiksa di laboratorium lalu dibuat model tes. Program slide 6.0 digunakan untuk menganalisis kestabilan lereng dengan menggunakan data-data yang diketahui lebih dulu yaitu, parameter tanah seperti (c, γ, φ). Pada penelitian pemodelan lereng di laboratorium, percobaan sebelum menggunakan Alat FJM 3-1 diberikan air secara merata sebanyak 8.52 liter/menit lereng tersebut mengalami kelongsoran. Kemudian setelah menggunakan alat FJM 3-1 pada pemodelan lereng di berikan air secara merata sebanyak 12.84 liter/menit lereng tersebut tidak mengalami kelongsoran. Dari kedua percobaan tersebut di dapatkan nilai parameter tanah sebelum menggunakan alat FJM 3-1 (c= 0.068 t/m2, γ = 1.4, φ = 20.36°) dan juga di dapatkan nilai parameter tanah setelah menggunakan alat FJM 3-1 (c= 0.045 t/m2, γ = 1.7, φ = 24.25°). Setelah dilihat dalam percobaan yang telah dilakukan tersebut dapat disimpulkan bahwa alat FJM 3-1 dapat bekerja menghisap kelebihan air dalam tanah sehingga alat bekerja secara efektif. Nilai Faktor Keamanan pada percobaan pemodelan lereng sebelum menggunakan Alat = 0.931 dinyatakan tidak stabil karena nilai Faktor Keamanan dari percobaan tersebut < 1, sedangakan nilai Faktor Keamanan pada percobaan Pemodelan Lereng Setelah Menggunakan Alat FJM 3-1 = 1.018 dinyatakan stabil karena nilai Faktor Keamanan dari percobaan tersebut > 1. Hasil yang didapatkan dalam perhitungan manual dengan menggunakan metode Bishop Simplified juga dinyatakan stabil karena nilai yang diperoleh = 1.0381. Kata kunci — kelongsoran, alat FJM 3-1, faktor keamanan