Ni Wayan Sartini
Linguistics Department, Faculty Of Humanities, Airlangga University, Surabaya, Indonesia

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Linguistika

ARIETAS BAHASA MASYARAKAT CINA DI SURABAYA (KAJIAN BAHASA ANTARETNIK) Ni Wayan Sartini
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 14 (2007): March 2007
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.057 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui varietas bahasa masyarakat Cina di Surabaya dan bahasa yang digunakan bila berkomunikasi dengan etnik setempat dan sesama suku. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan mencari ciri-ciri linguistik yang khas pada masyarakat Cina di Surabaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa masyarakat Cina di Surabaya memiliki varietas bahasa yang unik seperti pencampuran antara bahasa Indonesia dan sufiks bahasa Jawa seperti sufiks ?e, mengubah kata-kata tertentu sesuai dengan dialek mereka seperti kata pergi menjadi pigi, menggunakan preposisi /dek/ atau /ndeq/ ?di?, tetap menggunakan sapaan-sapaan dalam bahasa Mandarin seperti tacik, koko, meme dan sebagainya. Masyarakat Cina bila berkomunikasi antarsuku cenderung menggunakan bahasa campuran antara bahasa Indonesia, Jawa, Mandarin, Hokkian. Namun bila berkomunikasi dengan masyarakat setempat atau antaretnik lebih memilih bahasa masyarakat setempat seperti bahasa Jawa dan bahasa Indonesia. Abstract The aim of this research, first is to recognize some linguistic features that has a role as a code marker of the language spoken by Chinese society in Surabaya. Secondly, to understand what language is spoken by Chinese family, among Chinese people or between Chinese and other ethnic groups. In theory, this research obtained some linguistic features at phonology level such as some changing sounds of /r/ becomes /l/, /t/ becomes /k/. Certainly not all sounds have such alternation. This can be identified from the age and the level generation of that Chinese society. At morphology level, the communication always been enriched by some Chinese greeting words. In the word formation, there are some word combinations between Indonesian and Javanese language, for instance the attachment of suffix ?e which similar to the suffix in Indonesia. Moreover, another special characteristic is the use of the prepotition dek / ndI? / ?at/ in?. The pronunciation alteration of a word can be seen in this example, the word pergi changes into pigi. In their daily communication with local society, the Chinese society in Surabaya apply language cmbination of Javanese and Indonesian. Among Chinese people in Surabaya, they speak some languages, namely Indoensian, Hokkian, Mandarin, Javanese, and the combination of those languages. A full- blooded Chinese always speak a language that consist of some Chinese elements or Mandarin. However, this depens on age and level generation.
TIPE-TIPE KALIMAT IMPERATIF BAHASA INDONESIA RAGAM LISAN FORMAL DALAM UJIAN TERBUKA Ni Wayan Sartini
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 19 (2012): March 2012
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.6 KB)

Abstract

Secara umum bentuk formal kalimat imperatif ada dua yaitu imperatif aktif dan pasif. Sebagian besar bentuk imperatif yang digunakan dalam konteks formal ini adalah imperatif pasif. Secara pragmatic hal ini untuk menunjukkan kesantunan. Berdasarkan konstruksinya, kalimat imperatif yang digunakan dalam konteks formal ini adalah imperatif yang diperluas. Perluasan imperatif sangat ditentukan oleh verba yang merupakan inti kalimat imperatif. Verba merupakan komponen wajib hadir dalam konstruksi imperatif.  Dengan demikian, dalam penelitian ini ditemukan kalimat imperatif yang diperluas oleh  kata, frasa dan klausa. Akan tetapi,  arah perluasan ada di sebelah kiri verba, di sebelah kanan verba, serta di sebelah kanan dan kiri verba secara simultan.